NovelToon NovelToon
Love At Second Chance

Love At Second Chance

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tabir Senja

Ruri dan Zainudin adalah orang yang sama-sama punya kisah gagal dalam rumah tangga. Zai mempunyai putra yang menguak tabir rumah tangganya, sementara Ruri harus berjuang sendiri demi anak-anaknya.

Pertemuan keduanya tak terduga di sekolah anak mereka. Apa yang terjadi selanjutnya dengan mereka berdua? Yuk, ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LSC 16

Di luar kota, Zai yang sedang bertugas mengobrol dengan Toni teman kerjanya.

"Zai, gimana kelanjutan kehidupanmu kedepannya?" tanya Toni yang duduk di kantor.

"Entahlah, Ton! Mungkin saat ini Zai fokus mengurus kedua anakku dulu. Rumahku telah kujual dan tinggal menunggu pembeli saja," jawab Zai santai.

"Apa! Rumah kamu jual? Terus, Reni kemana?" tanya Toni yang sedikit terkejut mendengar jawaban Zai.

"Iya, rumah kujual. Soal Reni, dia hanya mendapat separo harta dari penjualan rumah itu bila sudah terjual nanti. Sudahlah! Jangan bahas dia! Kita bahas kamu kapan punya pacar?" Zai tak ingin membahas mantan istrinya lagi. Dia memilih membahas tentang temannya yang sedang jomblo itu.

Keduanya melanjutkan bekerja lagi dan tak terasa waktu sudah seminggu berlalu dengan cepat. Kini, Zai bersiap-siap pulang menuju rumahnya setelah tiba di kantornya tadi siang.

"Oke, Ton. Zai pulang duluan ya? Sudah rindu dengan anak-anak. Semuanya, Zai pulang dan sampai jumpa," pamit Zai pada Toni dan yang lainnya.

"Oke, Zai. Hati-hati dijalan."

Zai pun mengendarai roda duanya menuju rumah yang dirindukannya, terutama kepada kedua anaknya.

Satu jam menempuh perjalanan, Zai tiba dirumah dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya seraya menenteng beberapa oleh-oleh untuk kedua anak dan orang tuanya.

"Assalamualaikum," sapa Zai mengucap salam di depan rumah.

"Waalaikumsalam," jawab seseorang dari dalam dan membuka pintu dengan lebar seraya tersenyum saat melihat papanya baru pulang.

"Papa!" teriak Rere langsung memeluk Zai senang dan bahagia begitu papanya pulang.

Zai tersenyum lebar melihat anak pertamanya Rere. Kerinduan yang sudah seminggu ditahan, akhirnya terbayar sudah. Kemudian langsung menggendongnya dan masuk ke rumah menemui orang tua dan adiknya.

"Dimana semua orang, Sayang?" tanya Zai melihat suasana rumah sepi seraya meletakkan beberapa barang yang dibelinya tadi saat di jalan.

"Kakek dan Nenek sedang bersama adik Gabriel di kamar, Pa," jawab Rere masih memeluk papanya erat.

"Baiklah. Papa mau mandi dulu, setelah itu panggil mereka semua turun ya?" pinta Zai berdiri berjalan menuju kamarnya diikuti Rere dari belakang.

"Oke Papa."

Keduanya menaiki tangga dan menuju kamar yang berbeda. Rere masuk ke kamar adiknya yang sedang bermain bersama Kakek dan neneknya.

Sedang Zai, mandi untuk membersihkan badannya yang lengket. Beberapa menit terlewati, Zai keluar hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Menuju lemari, dirinya memilih baju santai dan ingin bersama kedua anaknya.

Selesai memakai kaos dan celana pendek serta menyisir rambutnya, Zai keluar kamar ingin bertemu anak bungsunya Gabriel.

Menuruni tangga, Zai mendengar suara gelak tawa di ruang tamu. Ternyata mereka semua berada disana. Zai pun langsung menghampiri mereka yang sedang mengobrol satu sama lain.

"Kelihatannya bahagia banget? Bahas apa nih kalian?" Zai duduk di samping Rere dan juga Gabriel.

"Ini Papa, kami sedang membahas sekolah Gabriel nanti waktu masuk TK," ujar Rere senang karena menjahili Gabriel sejak tadi.

Zai menoleh pada Gabriel yang memasang wajah cemberut tapi menggemaskan di mata mereka. Seketika Zai memeluk putra kesayangannya itu.

"Anak Papa pasti pintar dan kuat. Yang pasti, tidak cengeng. Iya 'kan, Sayang!" tutur Zai memberi nasehat agar kelak Gabriel tidak lemah.

"Benarkah, Papa? Gabriel ingin seperti Papa. Pintar, kuat dan tampan," ujar Gabriel yang membuat mereka tertawa mendengar perkataannya.

Mereka semua bercanda tawa di ruang tamu ditemani cemilan dan juga minuman untuk menambah rasa kekeluargaan di rumah itu. Agar kelak di masa mendatang, rasa peduli dan kekeluargaan ini tetap melekat di kedua anaknya nanti.

*

Di tempat berbeda, Reni telah diantar pulang oleh Brian yang semalam tidur dengannya.

"Ini rumahmu?" tanya Brian melihat rumah wanita disampingnya itu.

"Iya. Kalau begitu, terima kasih sudah mengantarku pulang." Reni membuka pintu mobil setelah berpamitan pada lelaki itu.

"Tunggu Reni!"

Reni menoleh saat Brian memanggilnya. "Ada apa?"

"Boleh minta nomor ponselmu?" tanya Brian lagi seraya mengeluarkan ponsel dari saku jas nya.

Tanpa pikir panjang, Reni langsung memberitahu nomornya pada lelaki yang baru dikenalnya semalam.

Brian pun senang akan respon wanita tersebut dan mencatatnya di ponselnya.

"Baiklah, sekali lagi terima kasih tumpangannya," pamit Reni tersenyum keluar mobil dan menutup pintu mobil itu.

Brian hanya mengangguk setelah wanita itu keluar dari mobilnya. Mobil pun meninggalkan perumahan menuju kantornya.

Sepeninggal Brian, Reni berdiri menatap rumah dengan pagar yang masih tertutup itu. Dirinya merasa khawatir akan amarah kedua orang tuanya karena semalam tidak pulang kerumah.

Beberapa saat memikirkan cara untuk mengatakan pada orang tuanya nanti, Reni perlahan membuka gerbang dan menutupnya kembali. Setelahnya, Reni berjalan menuju rumah yang masih tertutup itu.

Dirinya memberanikan diri mengetuk pintu. Saat akan mengetuk pintu, ternyata pintu itu terbuka dan muncullah sosok lelaki paruh baya dengan wajah menahan amarah.

"Darimana saja kamu semalam Reni!" bentak Pak Guntur berteriak marah dengan mata melotot horor pada Reni.

"Ma-maaf, Pak. Reni pulang terlambat karena semalam menginap dirumah teman," kata Reni dengan terbata-bata. Baru kali ini dirinya di bentak.

Ternyata, Pak Guntur sudah mengetahui kepulangan Reni melalui jendela dan anaknya itu diantar dengan mobil. Namun, dirinya tak mengetahui siapa yang mengantar Reni.

Reni pun berjalan masuk ke rumah setelah bapaknya memberi jalan untuknya. Sedang, Jordan dan Bu Erni bermain di taman belakang dekat kolam renang.

Pak Guntur yang merasa kesal dan marah pada Reni terus menanyakan dimana dirinya semalam.

"Sudahlah, Pak! Reni capek dan ingin tidur." jawab Reni tak kalah sengitnya.

"Apa kamu bilang! Capek!"

"Apa kamu gak mikir? Bagaimana perasaan Jordan? Sejak semalam, Jordan terus menangis dan mencari ibunya yang entah kemana perginya."

"Lalu, kenapa ponselmu tidak aktif semalam? Bapak berkali-kali menghubungimu tetap tidak aktif juga?" geram Pak Guntur pada anaknya itu.

Reni terkejut dan apa yang dikhawatirkan terjadi.

"Ponsel! Ponsel Reni lowbat, Pak. Iya, ponselku habis baterainya. Makanya tidak bisa dihubungi," kilah Reni mencari alasan ponsel mati dan menunjukkannya pada bapaknya itu.

Pak Guntur pun percaya dengan apa yang dikatakan Reni. Sebab, Reni pandai membuat kebohongan yang seakan-akan perbuatannya itu benar adanya.

"Kalau begitu, Reni ke kamar Jordan dulu Pak," pamit Reni menuju kamar anaknya, agar orang tuanya percaya bahwa dirinya masih peduli pada Jordan.

"Hmmm."

Beruntung Reni sudah mandi di tempat Brian, jadi bau alkohol itu hilang dan tidak membuat bapaknya curiga sedikitpun. Pak Guntur menatap punggung Reni dengan mengelus dadanya agar tidak terkena serangan jantung.

Untung saja, Pak Guntur bukan orang yang berpenyakitan. Jadi, dirinya bisa menahan amarahnya itu walau kesal dan kecewa karena Reni terus menelantarkan Jordan tanpa memikirkan perasaan anaknya itu.

"Reni, kapan kamu bisa menyadari kesalahanmu itu?" ucap Pak Guntur menggelengkan kepalanya.

Hai semuanya, maaf ya baru update. Author seminggu ini sibuk real apalagi puasa begini bawaannya pengen tidur melulu😂 lemas tak berdaya. Sampai menulis pun terbengkalai hehe😁. Semoga, setelah ini author rajin nulis ya. Dukung author agar tetap semangat berkarya dan jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like, komen dan hadiah. Ingat jangan ada boom like di antara kita. 😘 Terimakasih bagi yang sudah mampir ke karyaku.

1
🎧✏📖
hadir😇
Rahma Putri
aku suka cerita nya bagus
Dina⏤͟͟͞R: makasih kak. dah mampir🙏
total 1 replies
Rahma Putri
ya thorr semangat terus berkarya
wonder mom
klo.mo dpt suami kaya, selingkuh j dlu. kek Reni. pembohong, tukang selingkuh tp malah dpt suami yg puluhan x lbh kaya dri Zai. naik derajat bgt kn?
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭namanya juga ketiban rejeki. tp dr situ reni secara perlahan dah mulai sadar akan kesalahannya.
total 1 replies
wonder mom
koq reni beruntung bgt c. ditiduri ceo. jd pacar ceo. wkwkwk...patut ditiru tu. peselingkuh yg sukses
blue¹⁸
keren thor. mampir. semangat berkarya
dino²
sangat bagus dan menarik
blue²
aku mampir kak
Alimkin
mampir kak 🏃
blue⁴
mampir kak othor
blue⁶
semangat berkarya kak
R.F
2like hadir semangat
mampir y
Dina⏤͟͟͞R: makasih. kak dah mampir
total 1 replies
Senajudifa
aku mendukung mu zai
Senajudifa
tp mantan istri zai kok nggak bersyukur punya suami baik dan ganteng y
Dina⏤͟͟͞R: kaarena hanya materi yang di inginkanny
total 1 replies
Senajudifa
jodoh kan zai dan ruri
Dina⏤͟͟͞R: hehehe begitlah
total 1 replies
Senajudifa
ksh racun aj tuh si Bagas
Dina⏤͟͟͞R: 😂😂😂 🤭🤭haruse
total 1 replies
Senajudifa
lanjut din
Dina⏤͟͟͞R: iya sen
total 1 replies
Senajudifa
ngga akan pernah sadar tuh reni
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭moga aja sadar
total 1 replies
💞Amie🍂🍃
kesalahan orang diingat sedangkan kesalahan sendiri ditutupi
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭iya kak
total 5 replies
💞Amie🍂🍃
Wihh si reni/Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!