Cerita ini lagi-lagi hanya halunya si author jadi,nikmati kehaluan nya dengan santai..
Kalau nggak suka SKIP saja nggak perlu tinggalkan jejak.
"Aku akan menikahi Cahaya."
"Bang Gaga,jangan ngaco..!!"
"Aku nggak pernah main-main Cha.."
Pernikahan yang sejatinya adalah pernikahan antara Cahaya Aurora dengan Bayu Pamungkas kini hanya tinggal kenangan.
Hari dimana Cahaya nantikan selama enam tahun kini sirna ketika Bayu dengan teganya meninggalkan Cahaya dengan hanya memberikan sepucuk surat Bayu membatalkan pernikahan nya.
Bagaimana nasib gadis yang bernama Cahaya Aurora menghadapi pengkhianatan calon suaminya,mampukah Cahaya mengikis cinta dalam hatinya yang dia pupuk selama 6th dan ternyata hanya mimpi semata, ikuti kisahnya ..
Cuss ...💛💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Survei Rumah Baru
Mobil yang di kendarai Gatra masuk ke halaman sebuah rumah dengan halaman belakang rumah yang luas.
"Ayo turun,kita sudah sampai."ucap Gatta setelah sampai di tempat tujuan.
Cahaya menoleh ke sembarang arah melihat sekeliling perumahan dia mengernyitkan dahinya. "Kita ngapain ke sini bang?"tanya Cahaya pada Gatra.
"Turun dulu nanti aku jelasin."ucap Gatra dengan membuka pintu mobil.
Terlihat Gatra keluar dari mobil dan di sambut oleh seorang laki-laki.Cahaya pun akhirnya keluar juga dan mendekati suaminya dan orang yang nggak dia kenal itu.
"Yud,kenalkan ini Cahaya istri saya ."ucap Gatra mengenalkan Cahaya pada asistennya bernama Yuda Saputra.
"Anjir..kapan nikah Lo,kok diem-diem saja."umpat Yuda pada boss sekaligus sahabatnya itu.
"Sorry belum sempet cerita,lagian gue masih cuti."ucap Gatra mencari alasan.
"Halahhh gaya Lo, pantesan beberapa hari ini diem-diem aja ternyata udah ada yang ngelon*n."ledek Yuda
"Ehh iya mba saya Yuda asisten plus sohib laki mba dari bocah."ucap Yuda memperkenalkan dirinya pada Cahaya.
Cahaya menangkupkan kedua tangannya di depan dada ."Panggil Cahaya saja kak, umur kakak sama bang Gaga sama kan?"
"Jangan gitu bu boss,saya nggak enak."ujar Yuda.
"Apalagi kalau kakak panggil nya begitu saya malah jadi sungkan."protes Cahaya.
"Sudahlah semau dia panggil kamu apa,sekarang kita kesini mau lihat dalam rumah ini.Ayo Yud,keburu sore."ujar Gatra.
Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah itu dan berkeliling melihat-lihat keadaan rumah itu.
"Ini rumah bukan rumah baru-baru banget baru setahun.Pemiliknya nggak pernah ninggalin rumah ini juga,katanya cuma investasi saja.Terus,belum pernah di huni juga."terang Yuda menjabarkan tentang rumah yang mereka lihat.
"Pantas saja,perasaan tadi aku lihat semua hunian sudah ada orangnya."ujar Cahaya
"Gimana,buat kamu kurang gede nggak?"tanya Gatra.
"Kalau menurut aku bagus sih,kenapa memangnya?"tanya Cahaya balik.
"Kamu suka nggak,kalau kamu suka setelah kita tinggal di rumah mama beberapa hari kita langsung pindah kesini ."terang Gatra dengan santai
Mendengar ucapan suaminya Cahaya bengong dibuatnya."Jangan bengong gitu Ca,laki Lo emang gitu.Ngasih perintah,Cocok,deal,bayar.."ujar Yuda pada Cahaya yang terlihat terbengong mendengar kata kata suaminya.
"Sekarang kamu coba keliling,kalau ada yang kurang bilang sama aku nanti,"ujar Gatra
Cahaya pun akhirnya memilih berkeliling sendiri. Sementara itu Yuda mengintrogasi sahabatnya kenapa menikah dengan Cahaya padahal beberapa hari lalu dia bilang malas untuk menikah lagi dan malas dengan wanita jaman sekarang yang banyak nuntut.Apalagi Gatra sudah punya Alka.
Akhirnya Gatra menceritakan tentang kejadian Cahaya yang di tinggalkan Bayu di hari nikahannya.Yuda memang kenal Bayu,namun dengan sepupunya Gatra yang satu itu tidak terlalu akrab karena memang Yuda bukan tipe yang agamis seperti Bayu yang memiliki sifat kalem.Gatra pun tak sedekat itu dengan Bayu,karena bagi Kyai Lukman Gatra yang punya kehidupan bebas.Wajar saja Gatra lulusan Oxford university yang kehidupan di luar cenderung se* bebas.
Sungguh menyebalkan bukan,cara pemikiran nya.Tak semua orang yang hidup di luar terjerumus dalam se* bebas.Gatra memang sebelum menikah pacaran dengan mendiang istrinya makanya Lukman mewanti-wanti cucunya untuk tidak pacaran tapi, nyatanya pacaran syar'i yang dianut Bayu pun akhirnya menghancurkan semua nya.
Pacaran syar'i di sini adalah mempunyai komitmen antara laki-laki dan perempuan untuk satu tujuan menikah,sama saja dengan itu pun bisa merusak artian ta'aruf.Banyak yang menyalah artikan ta'aruf karena ada segelintir orang yang tidak mengerti akan tata cara ta'aruf sebenarnya.Hanya karena tidak memproklamirkan kata pacaran di dalam komitmen itu maka di katakan ta'aruf itu adalah pengertian salah.Itulah yang di lakukan Bayu.
"Bagaimana,sudah benar-benar cocok?"tanya Gatra seakan memastikan.
"Aku suka kak,halaman belakang pun lumayan luas buat ngadain acara."ujar Cahaya
"Oke fix kita ambil ini rumah,aku rasa dari kantor ku sama sekolah Alka pun nggak jauh."tutur Gatra.
"Iya,dari Caffe sama toko roti ku juga nggak terlalu jauh."ungkap Cahaya.
"Caffe,kamu punya Caffe ?"tanya Gatra karena memang Cahaya belum pernah membahasnya hanya yang Gatra tahu Cahaya punya toko roti.
"Eh iya ,belum buka sih.. Insyaallah akan buka satu minggu lagi.Aku joint sama Tata.Kalau toko roti ibu sama ayah yang kelola nantinya.Tapi, kemungkinan aku pun masih ikut urusin.Tenang aja kalau soal Alka aku akan prioritaskan lagian aku nggak punya jam kerja ."ujar Cahaya menuturkan tentang kegiatannya yang akan dia jalani setelah Caffe nya buka.
"Aku nggak masalah kamu mau bisnis apapun kalau kamu butuh bantuan bisa bilang aku kalau soal Alka aku minta kamu jangan sampai lupa."ujar Gatra.
"Nggak akan ada niatan aku buat telantarkan Alka juga."kata Cahaya.
"Baguslah,sekarang kita balik..buat kamu Yud, selesaikan semuanya tanpa harus lama."ucap Gatra.
Yuda tahu kalau Gatra orang yang nggak suka banyak basa basi apalagi kalau semuanya sudah jelas.
...----------------...
Setelah selesai melakukan survei untuk rumah baru Cahaya mengajak Gatra ke Supermarket karena stok susu Alka sudah habis.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam Supermarket.Gatra mendorong troley belanja dan Cahaya pun berperan sebagai seorang ibu dan istri memenuhi kebutuhan suami dan anaknya.Jika di lihat dari interaksi antara keduanya sama-sama terlihat nyaman seperti pasangan yang menikah pada umumnya seperti tak ada paksaan diantara keduanya.
"Wahhh.. ternyata tidak sesuai pikiran ku jika dua orang yang sama-sama terpaksa menikah kebanyakan sih nggak bisa seakrab ini apa jangan-jangan selama ini kalian sudah ada hubungan di belakang ku ."
Tanpa di duga Bayu muncul dengan melontarkan kata-kata yang membuat Cahaya heran dengan pemikiran orang yang hampir jadi suaminya.
"Maksudnya apa,kamu nuduh kami ada hubungan sedangkan kenyataannya kamu yang ingkar janji.Pria nggak bertanggung jawab.Seenaknya meninggalkan calon istrinya.Apa dong itu namanya kalau bukan
P E C U N D A N G !!"
ucapan pedas Cahaya membuat Bayu geram tangan nya pun sudah akan melayang namun,dengan cepat Gatra menahannya.
"Jangan berani nyentuh kulit istri gue,atau lebih parahnya nyakitin fisik dia.Kalu nggak gue nggak akan segan-segan buat perhitungan sama Lo,gue nggak peduli kalau Lo sepupu gue.Oh iya gue lupa sudah buka. sepupu kan,Lo udah dianggap nggak ada sama papa Reno.Jadi,jangan banyak tingkah.Sok Alim,nggak tahu diri."
Gatra pun menggenggam tangan istrinya dengan erat dan mendorong troley yang dia bawa untuk segera menyelesaikan belanja nya.
Sedangkan Bayu yang melihat keharmonisan sepupunya Gatra dan Cahaya mantan tunangannya membuat dia geram.
Bersambung.
Iri dan Dengki tentu nggak bagus kan ,semoga kita di jauhkan dari sifat tercela itu 🤲
emang ennak, tak di hargai....
nyesel lo yaaxh Batu....😂😂😂