Kisah seorang gadis bernama Adelia Maheswari yang kehilangan tunangannya dihari pernikahannya, dan mengharuskan dia menikahi lelaki arogan, dingin dan kaku dihari itu juga.
Apakah aku bisa jatuh cinta dengan lelaki kasar, dingin dan arogan seperti dia. Lelaki yang telah merenggut kebahagiaanku?
Ikuti kisah mengharukan mereka ya, di lengkapi dengan kisah komedi, cinta manis, cemburu dan perasaan terharu membuat kalian baper, meleleh dan senyum - senyum sendiri.
IG: dewimutiawitular922
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh Ke Jurang
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Reqy masih berada di dalam mobil yang di kendarai Pak Osmar. Ia duduk di sana sambil mengingat jari mungil Adelia yang ia lihat tadi. Ia kemudian bicara pada Pak Osmar.
“Paman.”
“Ya tuan.”
“Paman pesan sepasang cincin termahal di Inggris. Pesan yang terbaik di sana.” Tegasnya.
“Tapi....saya belum menanyakan ukuran jari manis Nyonya Muda, tuan.”
“Ukuran jarinya seperti ukuran jari Nerissa. Kau pesanlah sesuai ukuran jarinya.”
“Oh baik. Akan saya lakukan.”
Pak Osmar kembali fokus menyetir. Tiba – tiba ia teringat tentang Nerissa yang pernah menghubunginya. Ia kembali bicara pada Reqy.
“Tuan Muda. Menyebut Nona Nerissa, saya baru ingat kalau dua hari yang lalu dia menghubungi saya meminta uang pada Anda. Katanya uang bulanan yang Anda kirim tidak cukup.”
“Huh.....kerjanya cuma berfoya – foya. Biarkan saja. Mulai bulan depan, aku akan menghentikan uang yang kuberikan padanya dan ayahnya.”
“Baik.”
“Kau jangan menghiraukan dia.”
“Baik.”
Reqy kemudian bersandar di mobil dan memejamkan matanya di sana sambil menunggu dirinya sampai di perusahaannya.
Sementara Rian dan Jhon yang masih di sekap oleh orang suruhan Reqy dan Pak Osmar, mulai sadarkan diri. Ia membuka matanya secara perlahan – lahan di sana. Ia melihat sekeliling ruangannya itu kemudian melihat Jhon yang masih tak sadarkan diri tepat di sampingnya.
“Jhon.” Panggil Rian yang berusaha membangunkan Jhon.
“Jhon....Jhon....bangun....Jhon.” Panggilnya dengan suara yang terdengar pelan agar si penculik tidak mendengar suaranya.
Jhon pun membuka matanya mendengar panggilan Rian.
“Rian...where is this?”
“Sepertinya kita di culik.”
“Ape....siapa yang menculik kita kah?”
“Aku tidak tahu. Tapi kita harus keluar dari sini secepatnya. Ini adalah hari pernikahanku dengan Adelia. Mereka semua sedang menunggu kita sekarang.” Dengan wajahnya yang terlihat khawatir mengingat Adelia.
“Oke...”
“Kamu berbalik ke sana.” Menunjuk ke arah belakangnya dengan menggerakkan kepalanya.
Jhon pun berbalik ke belakang membelakangi Rian. Rian ikut membelakangi Jhon. Ia berusaha menarik tali yang masih terikat di tangan Jhon. Dengan susah payah, Rian akhirnya bisa melepaskan tali dari tangan Jhon.
“Cepat lepaskan ikatanku.” Pinta Rian pada Jhon.
“Oke...”
Tiba – tiba HP milik Jhon bergetar.
“Kamu lihat HP mu siapa yang menelfon. Siapa tahu itu Adelia yang menelfonmu?”
“Oke...”
Jhon pun melihat layar HP-nya. Dan ternyata yang menghubunginya adalah Leta, teman kuliah mereka di Amerika.
“Ini Leta.”
“Angkatlah....dia pasti sudah sampai di Indonesia. Aku menghubungi dia kemarin. Dia pasti bisa membantu kita.”
“Oke...”
Jhon pun mengangkat telfonnya. Ia kemudian meletakkan HP-nya di telinga Rian.
“Kamu lepaskan dulu ikatanku.” Pinta Rian.
“Sorry...aku tak tahu. Lupa.”
Jhon kemudian melepaskan ikatan di tangan Rian. Rian buru – buru mengambil HP Jhon di tangannya.
“Halo..”
“Hai....kalian sedang apa sih dari tadi?”
“Maaf...kamu dimana sekarang?”
“Ini Jhon kan.”
“Aku Rian. Bukan Jhon. Kamu dimana sekarang?”
“Aku baru sampai. Sekarang di jalan mau ke tempat pernikahanmu. Kirimkan alamatnya sekarang.”
“Itu tidak penting. Aku dan Jhon di culik seseorang. Aku perlu bantuanmu.”
“Apa?” Teriaknya. “Bagaimana bisa, siapa yang menculikmu?”
“Itu tidak penting, aku sekarang memerlukan bantuanmu.”
“Baiklah....aku akan melacak lokasi keberadaan kalian lewat HP Jhon. Kamu bawa terus HP-nya itu supaya aku bisa melacakmu.”
“Terima kasih.”
Tiba – tiba beberapa orang suruhan Pak Osmar masuk ke dalam ruangan yang di tempati Rian. Rian langsung mematikan HP-nya dan memasukkan di kantong celananya.
“Jadi kalian sudah sadarkan diri dari tadi.” Ucap si bos penculiknya itu.
Rian dan Jhon hanya diam saja melihat mereka semua.
Si bos penculik tadi kemudian melihat ke arah bawahannya yang sedang berdiri di sampingnya. Ia menggerakkan kepalanya memberikan kode pada anak buahnya itu.
Mereka langsung maju ke depan dan memukuli Rian dan Jhon. Salah satu dari mereka kembali membius Rian dan Jhon.
“Bos...mereka berdua sudah pingsan.” Ucap salah satu anak buah yang membius Rian dan Jhon.
“Apa obat bisunya kau berikan dosis tinggi?”
“Iya bos.”
“Angkat mereka ke mobil.”
“Baik bos.”
Mereka pun mengangkat Rian dan Jhon menuju mobil yang di kendarai Jhon tadi. Rencana orang suruhan Pak Osmar ingin mendorong mobil Rian sampai jatuh ke jurang. Jadi tidak akan ada orang yang curiga kalau Rian dan Jhon di bunuh.
Setelah anak buah dari bos penculik itu sudah menempatkan Rian dan Jhon di dalam mobil. Si bos penculik tadi ikut naik ke mobil dan mengendarai mobil Rian menuju ke jalan yang penuh jurang.
Mobil mereka sudah berada di sebuah jalan sepi yang sama sekali jarang di lewati orang, di pinggir jalan terdapat jurang yang sangat ekstrem.
Di sana lah si bos penculik tadi menjalankan rencananya. Tapi ia tidak menyangka kalau Rian bisa dengan cepat sadar dari pengaruh obat biusnya. Ia langsung maju ke depan dan mencengkram tangan si bos penculik tadi.
“Cepat hentikan mobilnya brengsek.” Teriak Rian sambil berusaha untuk memukul penculiknya.
Si penculik tadi tidak menghentikan mobilnya. Ia tidak peduli, ia semakin melajukan mobilnya dengan cepat. Rian maju ke depan dan duduk di kursi depan.
“Siapa yang menyuruhmu menculikku. Hah?” Teriak Rian sambil mencengkram leher si penculik.
“Kau tidak perlu tahu.”
Ia kemudian memukul Rian dengan keras dengan tangan satunya membuat Rian sangat kesakitan. “Kau tidak bisa melawanku.” Ucap si bos penculik.
Tanpa sadar si penculik tadi tidak tahu jika di depannya terdapat belokan yang sangat tajam membuat dirinya tak bisa mengendalikan mobilnya dan akhirnya terjatuh ke jurang yang ada di pinggir jalan.
Ketika mobilnya jatuh, Rian langsung terlempar keluar dari mobil. Mobil yang di kendarai si bos penculik tadi langsung meledak saat mobilnya sudah ada tepat di bawah.
Leta yang mendapatkan lokasi Rian langsung menghentikan mobilnya. Ia keluar saat melihat mobil yang meledak di bawah jurang. Wajahnya sangat kaget melihat kejadian itu. Ia kemudian menyuruh bawahannya yang ia bawa tadi untuk turun ke sana. Ia harus mengetahui keadaan di bawah sana. Ia menyuruh bawahannya mencari sesuai lokasi yang ada di HP-nya.
Beberapa bawahannya itu berusaha mencari jalan untuk turun ke bawah mencari Rian. Selama dua jam pencarian, mereka menemukan Rian dalam keadaan luka yang sangat parah. Mereka mengangkat tubuh Rian naik ke atas. Ketika berada di atas, Leta terlihat sangat khawatir melihat keadaan Rian yang sangat menghwatirkan itu. Ia langsung menyuruh bawahannya membawa Rian ke Rumah Sakit yang ada di Kota itu. Leta terus memegang tubuh Rian yang sudah berlumuran darah. Wajahnya sangat khawatir sampai membuat ia menangis melihat keadaan Rian.
"Ya tuhan Rian. Kenapa ini bisa terjadi padamu. Tolong bertahan lah, aku mohon?" Ucapnya yang terus menangis memegang kepala Rian yang ia letakkan di pahanya.
Ia tidak peduli dengan darah Rian yang sudah memenuhi pakaiannya. Ia hanya khawatir dengan keadaan Rian yang terluka parah akibat jatuh ke jurang.
Bersambung.
baru novel ini yang ceritanya tidak bikin saya pusing.... tQ Thor berhasil membuat saya sedih, menangis, halu, dan berakhir bahagia... salam dari Aceh 😘😘
tp semakin kesana semakin gregetan Juga Alur Ceritanya N akhir cerita sdh mulai mengandung bawang 😄😂 tp tatap seru ceritanya n endingnya bahagia juga ❤️😍👍👍