NovelToon NovelToon
Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Trauma masa lalu / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku butuh istri untuk mendapatkan warisan Kakek, dan kamu butuh uang untuk pengobatan ibumu. Adil, kan?" — Aksara Danendra.

Bagi Aylin, pernikahan ini hanyalah transaksi pahit. Ia rela membuang harga dirinya dan menjadi 'Istri Bayaran' demi pengobatan sang ibu. Ia berjanji tidak akan melibatkan hati, apalagi pada pria dingin dan penuh rahasia seperti Aksara. Bagi Aylin, semua lelaki sama saja brengsek.

Namun, bagaimana jika di atas kertas kontrak yang dingin itu, benih cinta justru tumbuh secara perlahan? Dan bagaimana jika saat cinta itu mulai mekar, Aylin menyadari bahwa dirinya hanyalah tameng untuk rahasia gelap suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.21 -Masa Lalu yang Kembali

Keesokan harinya, Aylin sudah bangun pagi-pagi sekali. Ia meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena posisi tidur yang tidak berubah sejak semalam. Ia melirik ke arah samping, di mana Aksara masih tertidur dengan damai. Wajah tampan pria itu benar-benar tidak usah diragukan lagi, apalagi saat sedang tenang seperti ini.

"Kamu tampan, Mas. Sayang... kenapa harus suka cowok," gumam Aylin lirih.

Tangannya hampir saja terulur untuk mengelus lembut rahang tegas Aksara, namun ia segera menariknya kembali seolah tersengat listrik.

"Astaga, sadar Aylin! Dia bukan milikmu. Pernikahan ini hanyalah formalitas dan kontrak di atas kertas saja," bisiknya memarahi diri sendiri.

Enggan berlama-lama terjebak dalam pikiran yang aneh, Aylin memutuskan untuk beranjak dari ranjang. Ia segera cuci muka dan gosok gigi, lalu berniat memasak sarapan untuk memulai harinya.

Setelah melakukan ritual pagi, Aylin pergi ke dapur. Di sana ia mendapati Dila dan Bi Rita yang sudah sibuk berkutat dengan alat-alat dapur dan bahan makanan.

"Bi, Dila," sapa Aylin ramah.

"Eh, Non. Kok sudah bangun jam segini?" tanya Bi Rita sedikit terkejut melihat majikannya sudah rapi di dapur sepagi itu.

Aylin terkekeh kecil sambil menyampirkan kain lap di bahunya.

"Aku memang suka bangun jam segini, Bi. Dulu sebelum hidup seperti ini, aku juga pejuang receh yang harus bangun subuh demi dapur tetap ngebul."

"Mbak bisa aja," sahut Dila sambil tersenyum, lalu kembali fokus pada cucian piringnya.

*

*

Sementara itu, di bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Sandra sama Naila, udah sampe mana. Tik?" tanya Emilia.

"Katanya bentar lagi." Balas Tika, sambil mengecek ponselnya penerbangan belasan jam dari Prancis membuatnya sedikit pusing.

Akhirnya, mereka kembali ke tanah air setelah sekian lama di Paris.

"Emilia, Tika!" seru Sandra dan Naila heboh.

"Guyss!" Tika pun tak kalah heboh, sementara Emilia hanya membetulkan letak kacamata hitamnya yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Ia menjaga image tetap elegan-profesi sebagai model di Paris telah membentuknya menjadi sosok yang selalu sadar kamera.

Keramaian Bandara Soekarno-Hatta pagi itu seolah mendadak tersedot ke arah rombongan mereka. Beberapa penumpang yang melintas tampak berbisik-bisik, melirik ke arah Emilia yang mengenakan long coat krem meski udara Jakarta sedang terik. Tingginya yang semampai dan cara berjalannya yang seperti di atas runway membuat orang-orang yakin bahwa dia bukanlah orang biasa.

"Sst, lihat itu! Bukannya itu Emilia Luna Grace?" bisik salah satu calon penumpang sambil menyenggol temannya.

"Eh, iya benar! Model yang sering muncul di Vogue Paris itu, kan? Gila, aslinya cantik banget, auranya beda!"

"Kalau gak salah, dulu dia tunangannya Aksara Rakyan Danendra," sahut yang lain.

"Iya kah? Wahh,"

Para penumpang yang menunggu di tempat tunggu pun masih berlanjut, membicarakan Emilia dan Aksara. Juga, mengasihani Aylin yang menjadi istrinya. Mereka mengira-ngira apakah Aksara akan kembali pada Emilia?

Emilia mendengar itu, tapi ia hanya memberikan senyum tipis yang penuh rahasia di balik kacamatanya. Ia sudah terbiasa dengan tatapan memuja. Dan yang paling penting, mereka masih ingat bahwa dia adalah calon istri yang pantas untuk Aksara.

"Gila, Mil. Baru injak Jakarta saja orang-orang sudah heboh panggil nama lengkap kamu," goda Sandra sambil tertawa kecil. "Emilia Luna Grace memang magnet perhatian."

"Nama itu punya harga mahal, San. Aku tidak membangun karier di Paris hanya untuk pulang dan diabaikan," balas Emilia dengan suara yang tenang namun penuh penekanan.

Emilia berhenti sejenak di depan pintu keluar otomatis bandara. Walau masih pagi, udara panas Jakarta sudah menyambutnya, sangat kontras dengan musim dingin yang baru saja ia tinggalkan di Prancis. Ia menghirup napas panjang, lalu melirik ke arah Tika.

"Tik, cari tahu jadwal Aksara hari ini. Dan tolong, pastikan alamat kafe tempat istrinya itu bekerja sudah benar di tanganmu," perintah Emilia dingin.

Tika mengerjap. "Kamu mau langsung ke sana, Em? Kamu baru saja mendarat, lho."

"Aku ingin melihat seberapa hebat 'istrinya Aksara' ini sampai bisa membuat Aksara memutuskan untuk menikah secepat itu," ujar Emilia sambil melangkah masuk ke dalam mobil Sandra yang sudah menunggu.

"Lagipula, aku ingin memberikan salam pembuka untuk istri bayarannya itu. Dan, memberitahu bahwa calon istri sesungguhnya sudah datang." Ucap Emilia dengan nada dingin.

Membuat Sandra, Tika dan Naila saling pandang, tak ikut berkomentar. Sandra pun memutuskan untuk membawa Emilia ke apartemen yang sudah dia sewa.

"Dia sudah kembali, Tuan." Lapor seseorang.

"Pastikan jangan sampai dia bertemu, Aylin."

"Baik, Tuan."

*

*

Di apartemen, Aylin sudah siap dengan pakaian rapi untuk bekerja. Pagi ini ia memilih kemeja putih tulang yang dipadukan dengan celana bahan berwarna gelap.

Meski ia terlihat lebih segar dan profesional dengan warna terang, jauh di lubuk hatinya, Aylin tetap paling menyukai warna hitam-warna yang seolah mampu menyembunyikan segala lukanya.

"Kamu mau kerja? Memang sudah lebih baik?" tanya Aksara dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. Ia duduk di atas kasur sambil mengusap wajahnya.

Aylin sedikit tersentak, namun segera menetralkan ekspresinya.

"Aku sudah lebih baik. Kalau hanya diam di sini, rasanya tidak enak badanku," balas Aylin.

Itu hanya alasan. Sebenarnya, Aylin ingin segera pergi untuk mengusir suasana hatinya yang terus-menerus memikirkan Aksara. Berada di satu ruangan yang sama dengan pria itu mulai terasa berbahaya bagi kesehatan jantungnya.

"Benar?" tanya Aksara lagi, memastikan.

"Iya, jangan khawatir. Aku baik-baik saja."

"Ya sudah. Kamu memang susah kalau dibilangin. Tapi ingat, kalau ada apa-apa, langsung hubungi aku. Mengerti?" titah Aksara dengan nada protektif yang tegas.

"Iya, Mas," balas Aylin pelan. Ia menatap punggung Aksara yang kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi.

Saat Aylin hendak memasukkan ponselnya ke dalam tas, matanya tak sengaja menangkap layar ponsel Aksara yang tergeletak di atas nakas. Sebuah notifikasi pesan muncul, memecah keheningan pagi itu dengan kalimat yang meremukkan suasana hati.

"Jakarta feels different now. See you soon, Aksa sayang. - Luna."

"Luna? Siapa dia?" gumam Aylin lirih. Mendadak, ada rasa sesak yang asing menyusup ke dadanya. Rasa tidak nyaman yang sangat hebat, seolah ada sesuatu yang besar yang selama ini disembunyikan darinya.

Aylin menarik napas panjang, mencoba menguasai diri.

"Jangan sampai satu pesan menghancurkan mood-mu, Lin," bisiknya pada diri sendiri sambil memejamkan mata sejenak. Ia mencoba menepis rasa ingin tahu yang mulai membakar pikirannya.

Aylin pun meninggalkan kamar menuju meja makan, di mana Rosalind sudah menunggu dengan segelas teh hangat herbal yang aromanya menenangkan.

"Ma," sapa Aylin lembut, lalu mencium pipi Rosalind dengan sayang.

"Dimana Aksara?" tanya Rosalind sambil menuangkan teh ke cangkir lain.

"Sedang bersiap," kata Aylin singkat, yang dijawab dengan anggukan pelan oleh Rosalind.

Tak lama kemudian, Aksara muncul di meja makan dengan setelan kantor yang lengkap. Kemeja yang pas di tubuh tegapnya dan tatanan rambut yang rapi membuatnya terlihat berkali-kali lipat lebih menawan dari biasanya. Pesonanya pagi ini begitu kuat, membuat Aylin sejenak terpaku dan tak bisa memalingkan wajah.

Aylin segera menunduk, pura-pura sibuk dengan nasi di piringnya. Jantungnya berdegup kencang, berpacu dengan rasa cemas akibat pesan dari 'Luna' tadi.

Ya Tuhan, tolong jaga hatiku. Jangan sampai aku jatuh cinta pada Aksara... jangan sampai aku terluka untuk kedua kalinya, ucap Aylin dalam hati dengan penuh harap.

Bersambung ...

1
🌿
kalo nyesalnya duluan namanya pendaftaran Ay 🫠
jumirah slavina
Tuhan bikin orang² jahat itu kejang mendadak 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
Thorrrrrrr., suntik mati Vanuuuuuuu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌿
nyebut kek Aksara, amit-amit gitu 🫠
jumirah slavina
deq²n Aku., gimana nasib Aay d'next bab
jumirah slavina
Thorrrrrrrrrrr.... kasih kalpanax nih penyakit kulit VANUan
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
Ay... Kamu bawa uang kan ?? tar cape² lari dari Aksa mo pulang sendiri., ekh balik lagi krn lupa bawa uang.,

😄😄
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
Tuhan bikin Mata Vanu belekan soale dia menyebalkan


🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Epi Widayanti
gak sadar diri 🙃
🌺🌺
stresss si Arvano
jumirah slavina
balas Ay., klo smp s' Aksa gak membela kamu., tinggalin Ay....
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar Vanu.. kadas., kudis., kurap...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
kau yang aneh., ambisi ko' merebut...
🌿
katakan prettttt 🫠
jumirah slavina
Kirana sm Emil., sama² menyebalkan Thor
jumirah slavina
dia bohongg
jumirah slavina
nih denger., yo mbok d'dukung klo Aay membuat Aksa lebih baik. jadi laki² normal, kan alamat punya cucu kalian.,
jumirah slavina: 😄🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
jumirah slavina
hati tersenyum... hhmmm...
berarti muka'mu tetap datar ya Aks...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: wahh aku masih 1/4 sekarang gk tau belum periksa lagi 🤭
total 8 replies
Epi Widayanti
Gak ada yang nanya pula 🤣
Epi Widayanti
Gak tau malu ihh 🙃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!