NovelToon NovelToon
SUARA SENJA

SUARA SENJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Karir / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zubi

Bagaimana bila seseorang yang selama ini kamu cinta, pergi begitu saja?
Meninggalkanmu sendiri, tanpa kau mengerti dimana letak kesalahan?
Saat semua telah tersusun indah dalam sebuah harapan, dengan mudahnya dia menghancurkan susunan harapan dan anganmu bersama dirinya?

Setiap manusia pasti pernah berada di posisi tersebut, namun mereka semua memiliki cara yang berbeda untuk melewatinya.

Namun, jika semua itu terjadi pada hidupku... Aku belum tau harus memilih jalan yang seperti apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zubi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 "Kejutan"

...Sudah - Ardhito Pramono (cover Awan)...

...Sudah...

...Sudahi semua bicara...

...Kuingin segera berdua...

...Dan pagi menjelang melahirkan mentari...

.

...Pagi dan sudah...

...Sudahi semua prasangka...

...Dunia berputarlah saja...

...Rekam peristiwa yang takkan terulangi...

.

...Pagi dan sudah...

...Sudahi malam yang duka...

...Dunia kau kan baik saja...

...Hujan akan tiba melahirkan pelangi...

.

...Belajar memahami masa depan...

...Tak kah yang disimpan akan tenang...

...Melahirkan semua nada indah...

...Mencoba menjadi bahagiamu sendiri...

.

...Sudah...

...lupakan semua derita...

...Doa semesta menjaga...

...Luka akan hilang perlahan terobati...

.

...Belajar memahami masa depan...

...Tak kah yang disimpan akan tenang...

...Melahirkan semua nada indah...

...Mencoba menjadi bahagiamu sendiri...

Di suasana cafe yang bertemakan classic, dihiasi lampu temaram yang membuat suasana makin terasa tenang. Kembali Awan membius para pengunjung cafe dengan suaranya khas dan mampu mengetuk hati para pendengarnya.

Semua tamu cafe pun tampak tenang mendengar setiap nada yang dipadukan dengan suara yang merdu. Di penghujung lagu, suara tepuk tangan pun terdengar seperti deburan ombak di pantai.

Arka mengacungkan dua jempolnya untuk Awan ketika ia menoleh Arka yang ada di belakangnya.

"Mantep bro, asli keren tadi. Mau break dulu?" Ucap Arka.

"Makasi bang, boleh kalo mau istirahat dulu." jawab Awan.

"Makan dulu dah, si Akim mau traktir katanya." ucap Arka sambil menunjuk ke arah Akim.

"Wah, ga usah repot-repot bang, biar gue siapin aja makanannya."

"Wan, kerjaan lo hari ini bukan pelayan. Lo lagi jadi penyanyi bro. Udah duduk aja disini."

Arka menarik kursi untuk Awan agar duduk semeja dengan Akim dan calon istrinya.

"Awan... Keren banget tadi suara lo. Oia Wan, kenalin nih calon istri gue, Tamara Namanya." Ucap Akim kemudian memperkenalkan calon istrinya.

"Ra, kenalin ini Awan, yang bakal ngisi acara musik di weding kita." lanjutnya.

"Awan mba." ucap Awan sambil menjabat tangan Tamara.

"Tamara, panggil Ara aja. Suara kamu unik juga ya, keren bener kata kalian berdua." ucap Ara dan menoleh ke arah Arka dan Akim.

Kemudian Arka mengangkat tangan untuk memesan makanan.

"Selamat malam kak, ada yang mau di pesan." ucap pak Budi.

Saat yang lain memilih menu makanan, pak budi mencoba berbicara dengan Awan.

"Mas Wan, aku ga nyangka loh, suara sampean bener-bener bagus loh mas. Kalo ada albumnya mungkin saya beli mas hehehe" ucap pak Budi pelan di samping Awan.

"Ah om Budi bisa aja. Biasa aja kok om." jawab Awan merasa tidak pede.

"Jangan begitu mas, mas ini coba ke bangun lagi percaya dirinya. Jangan malu-malu gitu. Nanti karismamu ga ada kalo malu-malu gitu mas Awan."

"Betu banget tuh kata om Budi." potong Arka sambil terus melihat menu.

"Gi... Gitu yah. Tapi beneran aku ga pede sebenarnya om. Oh ia om mau aku bantuin bawa pesenannya nanti?"

"Loh... Nda usah mas. Mas disini aja."

Kemudian Arka memandang Awan dengan tatapan intimidasi.

"Ii... Ia om, aku disini aja." ucap Arka sambil melirik Arka yang tengah menatapnya dengan tatapan intimidasi.

"Aku mau persen steak aja om, tenderloin lokal aja terus tingkat kematangan medium, saus black pepper." ucap Ara pada pak Budi.

"OK, siap minumnya mba?" tanya pak Budi.

"Ice lemonade aja om." jawab Tamara.

"Yang lain mau persen apa?" tanya pak Budi lagi.

"SAMIN AJA" jawab Akim, Awan, dan Awan bersamaan.

"Loh, bisa bareng begitu hahaha." ucap pak Budi.

Mereka semua pun turut tertawa karena merasa lucu dengan hal itu.

"Oke, saya ulang pesanannya ya. Empat tenderloin lokal aja terus tingkat kematangan medium, saus black pepper. Untuk minumanya empat ice lemonade. Mohon di tunggu 15 menit ya. Permisi..." ucap pak Budi dan pegi meninggalkan mereka berempat.

Akim membuka pembicaraan untuk membahas acara pernikahan dirinya dan Tamara.

"Ka, ini gue udah buat susunan acara di wedding gue nanti. Kemungkinan acara kita dimulai dari jam 7 malam, tamu undangannya ga begitu banyak, karena bukan acara terbuka. Jadi emang rekanan bokap gue dan rekanan bokapnya Tamara, terus anak mudanya paling temen-temen kita doang. Jadi ini acaranya formal banget ya. Banyak orang tuanya. Di situ juga minta elo dan Awan ngisi acara ini penuh ya sampe jam 11 maleman. List lagunya ya lo sama Awan aja lah yang pilih. Pokoknya yang nyaman buat orangtua dan anak muda." jelas Akim

"OK, gue paham. Berarti ga jadi siang-siang bro?" Ucap Arka.

"Itu acara sakralnya bro, nanti kita bakal ngadain party lagi buat khusus anak-anak mudanya. Gue mau lo berdua ngisi juga."

"Gila, party mulu lo. Gue sih lanjut aja. Tapi Awan tuh, dia ada ujian bulan depan katanya." ucap Arka kemudian menunjuk Awan.

"Emmm, ia bang bulan depan, tapi tepatnya tanggal berapa gue ga tau. Coba besok gue cari info jelasnya bang." jawab Awan

"Dia masih sekolah?" tanya Tamara.

"Iah kelas 3 SMA." jawab Akim.

"Gue kira seumuran ama kita." ucap Tamara heran.

"Peeffft... Muka lo boros Wan." ucap Arka menahan tawa.

"Berarti seumuran sama ade gue. Kata dia ujiannya di minggu kedua bulan depan. Nah, acara kita kan akhir bulan, Aman lah." jelas Tamara.

"Tuh Wan, aman kayanya. Oke deal ya?" Ucap Akim

"Kalo emang ga tabrakan ama ujian akhir, gue ikut aja bang." jawab Awan.

"OK, mantap." seru Akim senang.

"Sekarang gue mau bahas duit nih, gimana nih Manager Arka?" tanya Akim pada Arka.

"Coba tanya sama talent gue tuh mau berapa dia." ucap Arka dengan senyuman.

"Wan?" ucap Akim meminta pendapat Awan.

Awan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sudah 5 menit berlalu Awan masih terlihat menghitung-hitung berapa nilai yang pantas untuknya. Akim dan Arka pun saling menatap dan mengangkat bahu mereka. Tiba-tiba Awan berbicara.

"Maaf bang Akim nih ya, gue takut ngerepotin elo sama mba Ara." ucap Awan ragu.

"Udah gapapa, sebut aja Wan. Kalo mahal nanti kita bisa nego lah." ucap Tamara menanggapi Awan.

"Gue minta 500rbu aja boleh ngga. Soalnya gue lagi banyak kebutuhan." ucap Awan ragu.

"Hahahahaha...."

Mereka pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Awan. Arka pun tidak bisa menahan tawanya sampai meneteskan air matanya, begitu pula Akim dan Tamara.

"Loh, kebanyakan ya bang? 300 ribu aja gapapa bang." ucap Awan serius

"Hahahaha... 300 ribu dong njir, aduh. Hahahaha... Malu-maluin boss Akim lo..." ucap Arka yang masih tertawa.

"Haha... Udah, udah ga kuat gue, sakit perut gue ketawa." ucap Akim yang tertawa sambil menekan perutnya.

"haha... Awan, Awan. Gokil sumpah." ucap Tamara yang juga masih tertawa.

Awan hanya mengerutkan kening, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Nih gue DP dulu ya, sisanya abis acara ok." ucap Akim menyodorkan sebuah amplop coklat yang tebal.

"Apaan nih bang?" Ucap Awan yang tidak berani menyentuh amplop coklat yang ada di hadapannya.

"Intip aja dulu." ucap Arka.

"Boleh gue liat iainy bang?" tanya Awan gugup.

Awan pun membuka amplop coklat tersebut, betapa terkejutnya ia bila yang ada didalam sana adalah uang yang sangat banyak. Dengan segera Awan menaruh amplop coklat itu lagi.

"bang, isinya duit banyak banget. Ini buat siapa bang?" tanya Awan yang mulai panik.

"Buat om Bimo... Ya buat lo lah Wan. Buat siapa lagi coba. Itu DP buat lo. Setengahnya nanti gue bayar lagi selesai acara." jelas Akim.

"Bang, tapi ini kebanyakan. Ada berapa ini?" tanya Awan yang masih terlihat panik.

"Itung dulu aja Wan." Ucap Arka

Awan pun menoleh kekanan kemudian kemiri melihat ke sekelilingnya.

"Gue ke toilet dulu ya bang." ucap Awan.

"Toilet?" tanya Akim.

"Gue mau itung dulu bentar." jawab Awan dengan wajah yang terlihat pucat.

"Ngapain harus di toilet si anjay." ucap Arka.

"Permisi bang." Ucap Awan kemudian pergi menuju toilet mem bawa amplop coklat tersebut.

"Lah... Hahahaha." tawa Tamara

"Lucu banget si Awan ini hahaha..." lanjutnya.

"Hahaha maklum Ra, dia itu bekas pengamen jalanan, hidup sebatang Kara. Kayanya baru pertama megang duit sebanyak itu. Emang lo kasih berapa Kim?" jelas Arka dilanjutkan dengan pertanyaan pada Akim.

"Gue kasih 5 juta. Nanti buat lo gue transfer aja ya." jawab Akim.

"Kim, kita sahbtan udah dari kecil. Udah lah. Anggap aca perform gue besok sebagai kado buat lo sam Tamara. Ga mau di bayar gue." ucap Arka.

"Ga bisa gitu dong Ka, lo kan gue yang minta buat ngisi acara wedding gue. Ga boleh nolak lo." ucap Akim

"Kim, gue ga mau ngisi kalo Lo bayar. Mendingan lo kasih sama noh anak aja, orang tua angkatnya masuk rumah sakit, si om Yadi. Lo lebehin aja buat dia." ucap Arka.

"Ka, makasih banget ka, lo emang sahabat ter oyee buat gue." ucap Akim memeluk Arka.

"Oyee, kaya oskadon gue dong njir. Hahahah" tawa Arka.

Lima menit kemudian Awan datang dengan wajah yang pucat.

Bersambung...

1
Nina
Cian awan
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
wkwkwk kesurupan katanya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tinggalin nala aja wan mending sama mayang. atau sama akuh aja wan gak papa😅
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
baca jd nyesek kasihan awan

tebakanku kalau pak yadi meninggal awan suruh jagain mayang deh
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
boni matih?
Nina
Lagi up nya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tor kira2 awan jadi penyanyi terkenal gak ya nantinya.
Zubi: Tergantung si Awan mau jadi terkenal atau engga.🤣
total 1 replies
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
jadi pengen bilang I love you juga😊 seperti mereka
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
yahhhh kirain yg kasih saputangan awan ternyata niko🤦‍♀️

perasaan nico ngintil mulu deh
Nina
Kesurupan
Nina
Awan mw ngapain cari bobbie
Minakim
Justru itu yang buat adrenalin terpacu, semakin berliku jalannya semakin gigih kita melaju semakin dewasa kita setiap harinya
Nina
next
ㅤㅤ
bener Nala melupakan awan 😌
ㅤㅤ
pantes yg di ambil nala nya aj,,,, ternyata mau d ajak jadi pasangan duet nya nico😪
ㅤㅤ
wkwkw 🤣🤣🤣 kayak udah kenal lama ya 🤭 cepet banget akrab nya ya kalian
ㅤㅤ
wkwkw dasar mayang,,, 🤣🤣🤣 awan di samain sama ayam potong 😂😂😂
ㅤㅤ
hmmm awan cemburu🤭
ㅤㅤ
hmmm sad ya,,, d saat penting Nala, awan gk ada😌
ㅤㅤ
waaah 😱 semoga nala gak melupakan awan 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!