NovelToon NovelToon
Pindah Ke Zaman Kuno

Pindah Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.

Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.

Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membeli Tanah

1 bulan kemudian.

Ratu Ning. He Yang duduk dihalaman rumah belakang dengan Bibi Meng menjemur tepung biji teratai yg sudah digiling halus diatas nampan.

".....Bibi untuk apa tepung ini?"tanya He Yang pada Bibi Meng yg sibuk membalik balikan tepung.

Wanita baya itu berkata dengan ramah."....Tuan muda akan mencoba membuat hidangan baru dengan tepung ini...."

He Yang mengingat bahwa Tuan Muda sangat luar biasa,dia menyelamatkannya didanau,saat itu entah apa yg ada dipikirannya,dia mengingat kata-kata Jenderal tua padanya sebelum pergi.

Dia berkata Tuan muda adalah dewa surgawi,dia akan menolong orang yg dengan tulus meminta bantuannya,nama asli Tuan muda adalah Wang Ryu.

Jadi saat itu dalam ketakutan akan kematian dia mengingat kata-kata Jenderal tua,dia menyentuh nama Tuan muda dengan putus asa.

Lalu dia diselamatkan.

"Tuan sangat pintar membuat sesuatu yg enak...." Ucapnya tersenyum,sambil menata buah-buahan kering didepannya.

Wang Ryu memasuki Toko dan hanya ada Pelayan Ming dan Xing yg berjaga, sedangkan paman Feng tak ada."... Dimana paman Feng?"

".....Dia pergi untuk mengambil obat,ada apa tuan?"tanya pelayan Ming sambil menghampirinya.

Wang Ryu menitip pesan padanya." Tidak apa-apa...aku akan pergi ke Hakim daerah, tolong awasi toko..."

"Baik!"

Wang Ryu pergi dengan kereta bersama Yong il. Saat dia diantar dibawah pengaturan pelayan, Hakim Jiang sedang berada diruang kerjanya.

Melihatnya pria itu itu segera berdiri dari kursinya."....Tuan muda!"

"... Paman ada hal penting yg ingin aku katakan...."ucapnya sambil duduk di seberang meja kecil.

Pria tua itu segera mengikutinya. "..ada apa?"

Lalu Wang Ryu segera menyampaikan apa yg ingin dia lakukan,tanah disekitar cukup luas dia berniat membuka bisnis yg lebih besar.

"Membeli seluruh tanah di komplek Tua?" Hakim daerah cukup terkejut.

pasalnya ini baru 2 tahun Taun muda berbisnis,dan sepertinya bisnisnya benar-benar bagus.

"Ada 3 rumah yg masih bertahan disana..aku ingin tau apa mereka bisa menjualnya padaku...." Wang Ryu meminta untuk menjadi pelobi baginya dan para pemilik tanah.

" Ini ...aku akan bertanya..."Haim Jiang mengangguk ,lalu meminta penjaga mengundang para warga pemilik tanah di komplek tua."...Undang keluarga mereka untuk datang..."

Selama menunggu, keduanya mengobrol dengan ringan, Hakim daerah juga menyajikan teh padanya. Tak lama 2 wanita tua dan 1 pria baya datang.

"Tuan muda!"sapa paman Li saat melihat kenalan nya.para bibi juga mengenalinya.

Wang Ryu menunggu mereka duduk lebih dulu sebelum berkata."....aku ingin membeli rumah kalian..."

"Apa...? Apa kamu yakin? Kondisi rumah-rumah itu sudah busuk...hampir roboh..."jelas Bibi dengan dengan ragu-ragu.

"......Bibi aku akan jujur padamu...aku ingin membangun sebuah restoran disana,aku juga membutuhkan banyak pekerja....aku ingin memberikan Kalian tawaran ini...."Ucapnya pada mereka dengan nada tenang.

" Apa maksudmu tuan?"tanya bibi yg lain padanya.

"....aku akan membeli harga tanah yg sesuai dengan harga tanah sekarang....juga jika kalian tak bisa mencari tempat tinggal kalian bisa bekerja untuk ku saat Restoran ku sudah dibangun ..."

Dia berencana membangun restoran yg lebih besar dengan tema bazar."....Aku akan membuat tempat tinggal kusus untuk para pekerja,mereka tak perlu memberiku Harga sewa,kalian bisa tinggal disana selama kalian mau..."

" Ini...apa bisa seperti ini?"tanyanya saling memandang dengan yg lainya ragu.

ini benar-benar pengaturan yg menguntungkan.

Wang Ryu berkata."...aku tak akan mengambil keuntungan dari kalian,tapi tentu saja kalian harus menandatangani kontrak lebih dulu jika ingin bekerja dengan ku...."

"...Rumah ku sering banjir dan aku ingin pergi ke rumah anakku...jadi aku akan menjualnya..."ucap bibi saat mengingat menantunya terus memintanya pindah ke rumah mereka.

"Aku sudah tua,aku juga berniat pergi ke rumah anak-anak ku untuk tinggal..." Bibi yg lainnya juga sama, bagaimana pun usia mereka sudah lebih dari 70 Tahun.

Hakim daerah melihat pada paman Li."....Paman Li?"

"...tuan ibuku telah pergi,ini satu-satunya rumahnya,namun aku bahkan tak bisa menembel atap yg bocor...aku akan menjualnya padamu, tapi bisakah aku bekerja dengan mu....?"

Dia juga akan menjualnya,namun dia masih butuh pekerja dan tempat tinggal.

"Tentu saja ...kita bisa membuat kontrak saat pembelian berhasil dilakukan...."

Semua mengangguk dan bergegas pergi untuk mengambil surat tanah mereka.

Wang Ryu juga meminta pelayan Hakim untuk memberi tau Paman Song untuk mengambil sejumlah uang untuk pembayaran tanah.

Wang Ryu kini memiliki tanah seluas 1000 meter dan lebar 700 meter persegi. Dia berencana membangun restoran serta asrama untuk pekerja nantinya.

Kondisi lokasi Rumah Wang Ryu terletak di paling ujung dari pusat Kota Wu. Mereka masih dekat dengan kawasan Bukit Wu dan aliran Sungai Wu.

Tak banyak orang yang berkunjung ke arena ini,karena ini kawasan tua dikota Wu. Sejujurnya Wang Ryu berencana membangun semuanya dalam waktu singkat.

Tapi bukankah itu agak terlalu mencolok.

jadi Wang Ryu meminta bantuan Jenderal dan Hakim daerah untuk mencari kannya tukang bangunan yg bisa bekerja dengan baik dan pengerjaannya yg cepat.

Kedua pria tua itu segera memperingatkannya orang-orang untuk segera mengambil tindakan.

Wang Ryu juga memperingatkan para pelayan untuk membeli semua kebutuhan pembangunan dan material bangunan.

"Tuan ini sangat indah..." Puji ketua kelompok pekerja saat melihat cetak biru yg diberikan bosnya padanya.

Bangunan itu nampak sangat tertata dengan rapi tak banyak detail yg rumit, mereka hanya perlu membuat bangunan toilet umur ,tempat cuci tangan dan kamar mandi.

Hanya saja konsep restoran ini agak diluar dugaannya.

Bangun Restoran tak memiliki tingkat. Wang Ryu meminta mereka membuat seperti bentuk [__]dengan gerbang menghadap blok2.

Sedangkan didepan gedung restoran akan langsung menghadap ke bazar restoran. Lalu asrama untuk pekerja akan berada disamping gedung restoran.

Tentu saja Wang Ryu meminta mereka untuk membuat bangunan lebih tinggi dari pondasi mencegah banjir.

Bentuk bazar restoran nyatanya dia membuatnya seperti pasar kecil dengan 30 lapak bangunan yg berbaris rapi.

Dia juga membuatnya menghadap ke restoran.

Sedangkan Posisi Rumahnya akan berada di tengah-engah ke dua bangunan menghadap langsung ke arah jalan yg akan dibuat oleh Wang Ryu.

Proses perobohan rumah tak begitu menarik perhatian warga Wu,itu karena posisi komplek Tua jauh dari pemukiman warga.

Selama pembangunan Wang Ryu masih berada dirumah untuk memgawasi semua orang. Toko tutup selama proses,para pekerja juga ikut membangun gedung.

Bibi Meng dan He Yang ,dan paman Li yg memasak untuk lebih dari 200 orang pekerja.

Upah pekerja adalah 50 sen dan 2x makan. Ini sudah termasuk sangat mahal untuk upah pekerja. mereka juga tak berani bermalas-malasan karena Boss memiliki pengawal berwajah galak.

"Tuan muda..."sapa semuanya.

Wang Ryu mengangguk dan masuk kedalam rumah bersama.

"Bagaimana pembangunan anda?" Saat mereka semua sudah duduk, Jenderal tua mulai bertanya padanya.

"...ini sudah 80%persen...."jawabnya, sambil berterima kasih pada Zhang xixi yg memberikannya kue padanya."terimakasih...."

"Aku tak sabar untuk melihat semuanya..."Zhang zen berkata dengan nada antusias.bagaimapun ini restoran jelas makanan akan lebih banyak.

"...Tuan muda, bagaimana kabar He Yang?"Wang Ryu menoleh dan melihat bahwa ini Istri Menteri Yun,dia memasang wajah terkejut." Dia baik-baik saja..."

"syukurlah..." Desa wanita itu lega,lalu duduk disampaing ibu Fei yg berada dimeja terpisah dengan para pria.

Wang Ryu melihatnya dengan alis terangkat."Kenapa anda disini?"

"Aku hanya bernasib buruk..." Ming Fei menyentuh hidungnya. Lalu mengingat satu hal."... Tuan jika anda masih butuh murid saya juga bersedia!"

"Aku juga ingin....!" Zhang Fei dan Zhang xixi mengangkat tangan mereka.

"......" Apa dia seperti guru taman kanak-kanak.

Wang Ryu meminta ke dua anak itu menurunkan tangannya dengan sudut mulutnya berkedut.".. aku butuh pekerja,bukan murid...."

"Tak masalah mereka juga bisa bekerja..."Sahut Jenderal tua dengan tawa.

"......"Sudut mulut Wang Ryu berkedut."Pria tua mereka cucumu..."

"...Memangnya kenapa? Ayah mereka juga berbisnis dari bawah...mereka juga bisa...."Pria tua itu mengangkat bahunya acuh tak acuh.

" Ya!" Zhang xixi menjawab dan Zhang Fei mengangguk."Benar...!"

Wang Ryu melambaikan tangannya."Baiklah kalian tak perlu bekerja, kalian bisa bebas pergi untuk bermain-main nanti...."

1
Shen shandian luo
typo nya gak karuan..
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!