NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Mewah

​Kediaman Magdalena di kawasan Dago Pakar adalah sebuah simfoni dari beton, kaca, dan kemewahan yang tenang. Rumah itu berdiri angkuh di atas bukit, menawarkan pemandangan seluruh cekungan Bandung yang berkelap-kelip seperti hamparan permata yang tumpah. Malam ini, udara pegunungan yang dingin diredam oleh penghangat ruangan tersembunyi, menciptakan suasana yang intim sekaligus formal.

​Farhady melangkah masuk ke ruang makan yang didominasi oleh meja panjang berbahan kayu jati solid dengan finishing hitam mengkilap. Di atasnya, lilin-lilin perak menyala, memantulkan bayangan pada peralatan makan dari kristal dan porselen tipis. Magdalena telah menunggu, ia tampak memukau dengan gaun sutra berwarna sampanye yang memeluk tubuhnya dengan elegan. Rambutnya disanggul modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang cantik dan penuh rahasia.

​"Terima kasih sudah datang, Hady. Aku sempat mengira kamu akan membatalkannya di menit terakhir," suara Lena mengalun lembut, selembut denting sendok perak yang ia letakkan.

​Farhady menarik kursi, gerakannya masih setangkas dulu, penuh wibawa seorang pria yang tahu bagaimana bersikap di meja perjamuan. "Aku selalu menepati janji, Lena. Lagipula, aku memang butuh sedikit udara di luar rutinitas kantor yang menjemukan."

​Makan malam dimulai dengan hidangan pembuka yang artistik, namun fokus utama malam itu bukanlah makanan di atas piring, melainkan arus listrik yang mengalir di antara dua orang yang pernah berbagi masa lalu ini. Setiap kalimat yang terlontar seolah-olah memiliki lapisan makna di bawahnya. Magdalena adalah seorang maestro dalam percakapan; ia tahu bagaimana menyentuh sisi sensitif Farhady tanpa membuatnya merasa terpojok.

​"Bagaimana kabar menantumu di Lembang?" tanya Lena sambil menyesap minumannya. Nada suaranya terdengar sangat kasual, namun matanya yang tajam mengawasi setiap perubahan kecil di raut wajah Farhady.

​"Andini baik-baik saja. Dia mulai sibuk mengajar lagi dan sedang menyelesaikan draf novelnya. Dia anak yang kuat, jauh lebih kuat dari kelihatannya," jawab Farhady. Ada nada kehangatan yang tak sadar menyelinap dalam suaranya setiap kali nama Andini disebut, dan hal itu tidak luput dari perhatian Lena.

​Magdalena tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan sedikit rasa pahit. "Kekuatan seringkali hanyalah topeng untuk ketergantungan, Hady. Dia masih sangat muda, dan kamu... kamu terlalu berdedikasi. Kadang aku bertanya-tanya, apakah kamu menjaganya karena amanah Keenan, atau karena kamu sedang mencoba menebus sesuatu yang hilang dari masa lalumu?"

​Pertanyaan itu menusuk tepat di ulu hati. Farhady meletakkan garpunya, menatap Lena dengan tatapan yang dalam. "Apa maksudmu dengan menebus masa lalu?"

​Lena mencondongkan tubuhnya ke depan, membiarkan aroma parfumnya memenuhi ruang di antara mereka. "Kita berdua tahu, Hady. Dulu kita berpisah karena kamu lebih memilih prinsip dan tanggung jawab keluarga daripada impian kita untuk bersama. Sekarang, kamu melakukan hal yang sama. Kamu mengikat dirimu pada duka seorang janda muda, seolah-olah itu adalah seluruh hidupmu. Kamu lupa bahwa kamu juga berhak memiliki hidupmu sendiri. Hidup yang tidak ada sangkut pautnya dengan bayang-bayang Keenan."

​Suasana mendadak menjadi sangat intens. Emosi pembaca akan dibawa pada perdebatan batin Farhady yang rumit. Di satu sisi, apa yang dikatakan Lena mengandung kebenaran yang menyakitkan. Sejak kematian putra angkatnya, Farhady seolah-olah telah mematikan fungsi dirinya sebagai seorang lelaki dan hanya hidup sebagai seorang pelindung. Di sisi lain, ia merasakan sebuah kesetiaan yang sakral terhadap kenangan Keenan yang kini terwujud dalam sosok Andini.

​"Andini adalah keluargaku, Lena. Itu bukan sekadar tanggung jawab, itu adalah bagian dari diriku," tegas Farhady, meski suaranya sedikit bergetar.

​"Keluarga?" Lena terkekeh pelan, namun nadanya tetap elegan. "Hady, lihatlah dirimu. Kamu pria di puncak kematangan. Kamu butuh seseorang yang bisa berdiri sejajar dengamu, seseorang yang memahami rumitnya dunia bisnis dan pahitnya pengkhianatan hidup. Bukan seorang gadis yang masih sibuk menulis plot fiksi di atas bukit Lembang."

​Lena bangkit dari kursinya, berjalan memutar meja dan berdiri tepat di belakang Farhady. Ia meletakkan tangannya di bahu pria itu, sebuah sentuhan yang terasa begitu akrab sekaligus asing setelah belasan tahun. Farhady tidak menolak, namun ia juga tidak memberikan reaksi yang diharapkan. Tubuhnya kaku, seperti sebuah benteng yang sedang dikepung dari dalam.

​"Aku masih wanita yang sama, Hady. Wanita yang dulu hampir menjadi istrimu. Aku tidak pernah benar-benar pergi," bisik Lena tepat di telinganya.

​Malam itu, perjamuan berlanjut dengan diskusi tentang lukisan-lukisan impresionis yang dikoleksi Lena, namun pikiran Farhady telah melayang jauh. Ia melihat sosok Magdalena sebagai perwujudan dari apa yang bisa ia miliki: kemapanan, pengertian dari masa lalu yang sama, dan kesempatan untuk kembali menjadi seorang pria yang utuh. Namun, di sudut benaknya yang lain, ada wajah Andini yang tenang, suara langkah kakinya di rumah Lembang yang sunyi, dan janji yang ia buat di atas pusara Keenan.

​Magdalena bukan sekadar wanita penggoda, melainkan wanita yang juga pernah terluka dan sedang mencoba merebut kembali satu-satunya hal yang ia anggap sebagai rumah baginya: hati Farhady. Ia menggunakan setiap senjata yang ia miliki—kecantikan, kecerdasan, dan sejarah—untuk meruntuhkan tembok pertahanan yang dibangun Farhady selama bertahun-tahun.

​Saat Farhady berpamitan untuk pulang, udara malam Dago Pakar terasa lebih menggigit dari biasanya. Di dalam mobilnya, ia tidak langsung menyalakan mesin. Ia menatap ke arah cahaya kota di bawah sana, lalu melirik ke arah utara, ke arah pegunungan Lembang yang tertutup kegelapan. Ia menyadari satu hal: ia sedang berada di tengah-tengah dua gravitasi yang sangat kuat. Magdalena yang menariknya kembali ke masa lalu yang penuh gairah, dan Andini yang menahannya di masa kini yang penuh pengabdian.

​Dua dunia ini kini saling bergesekan, menciptakan percikan-percikan emosi yang menghanyutkan. Farhady menyadari bahwa keputusannya di masa depan tidak hanya akan mengubah hidupnya sendiri, tapi juga akan berdampak pada dua wanita yang kini menjadi poros dunianya. Tanpa adanya telepon yang menginterupsi atau kejadian mendadak, pergolakan itu murni lahir dari dalam sanubarinya, sebuah elegi orang dewasa yang harus memilih antara kesetiaan pada janji atau keberanian untuk kembali mencintai.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!