Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih sangat mencintai
"Kamu cantik tapi aku tidak mencintaimu. Kamu terlalu ceroboh dan aku tidak suka itu" Ucap Arga sambil memandang wajah Rara yang sudah terlelap dan damai di dalam tidurnya.
Setelah membaringkan Rara di atas ranjang kamarnya, Arga keluar dari dalam kamar Rara. Pria itu mendesah pelan saat mengingat kata yang Rara ucapkan tadi
"Kenapa aku harus terjebak pernikahan dengan wanita sepertinya. Aku benar-benar tidak menyukai wanita itu, Kalau saja bukan karna mama, Mungkin aku tidak akan pernah menikahi gadis desa dan tidak tau apa-apa sepertinya" Ucap Arga disela langkahnya
Karna jam masih menunjukkan pukul 22:00. Arga masih memutuskan untuk menonton siaran televisi. Pria itu berjalan turun menyusuri tangga rumahnya. Entah kenapa bayangan Raisya saat membawakan lagu tadi terlintas begitu saja
"Seandainya aku bisa memiliki istri sepertinya. Mungkin aku tidak akan pernah merasa malu untuk memperkenalkannya pada teman-temanku"
"Jika saja saat itu aku menolak permintaan mama. Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, Dan aku bisa menikah dengan wanita pilihanku sendiri. Bukan istri pilihan mama sepertinya" Ucap Arga sambil mengambil nafas panjang
****
Malam sudah berlalu. Pagi ini Rara bangun lebih dulu lalu memasak makanan yang akan dia sajikan untuk suami dinginnya pagi ini.
"Selamat pagi kak" Ujar Rara saat Arga sudah turun dari atas
"Hmmm" Hanya itu yang menjadi jawaban Arga
"Ini sarapannya ya kak. Semoga kak Arga suka"
"Tidak perlu repot-repot masak. Aku tidak akan pernah memakan masakan kamu" Ucapnya dingin dan acuh terhadap Rara
Mendengar itu membuat Rara mengusap dadanya pelan. Biarpun sakit, Tapi entah kenapa Rara tidak bisa membenci Arga. Rasa cintanya sudah lebih besar dari pada rasa benci yang batu saja tumbuh dalam hari Rara
"Sabar Ra sabar, Semua akan ada waktunya. Percayalah, suatu hari nanti kak Arga pasti bisa mencintai kamu" Ucap Rara yang mencoba menguatkan dirinya sendiri
Hari ini Rara sudah memutuskan untuk mendaftar kuliah dengan jurusan kedokteran. Akan Rara buktikan pada Arga jika dirinya bisa dan mampu.
Semua perkataan Arga malam itu masih bisa terdengar jelas pada kedua telinga Rara. Mengingat itu membuat Rara memejamkan kedua matanya yang terasa begitu panas.
Rara memesan ojek online untuk mengantarnya ke universitas yang menjadi pilihan Rara. Wanita itu sudah bertekad akan berkuliah dengan biaya sendiri. Biaya yang akan dia usahakan sendiri tanpa mau menggunakan black card pemberian Arga tempo hari.
Sebenarnya Rara masih begitu ingin menjadi seorang selebriti, Namun satu pesan ayahnya yang selalu terngiang pada indra pendengarannya
'Jangan pernah lagi memilih hidup yang akan menyulitkan mu di kemudian hari Ra. Berhentilah menjadi seorang selebriti, Karna apapun yang kamu lakukan akan menjadi bahan omongan setiap orang'
Kata-kata itu masih bisa teringat jelas oleh Rara. Malam tadi dia melupakan sejenak karna terlalu sakit dengan apa yang Arga katakan.
"Rara janji yah. Rar tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan Rara yang tadi malam khilaf yah" Ucap Rara sambil menatap gambar mendiang ayahnya
Saat mengingat mendiang ayahnya membuat air mata Rara berhasil lolos begitu saja. Sosok laki-laki pertama yang menjadi idola Rara. Semua pengorbanan ayahnya masih bisa teringat jelas oleh Rara.
Bagi Rara, Nugraha adalah sosok ayah terbaik sedunia. karna kecelakaan itu sudah membuat Rara kehilangan sosok terbaik dan mengharuskan dia bekerja sebagai baby sitter untuk membatu kelanjutan hidup ibu dan juga kedua adiknya
Tanpa Rara sadari, Ternyata ojek yang mengantarnya sudah tiba di depan sebuah gedung mewah yang menjadi tujuan Rara.
"Masyaallah. Ini gedung mewah sekali, Apa mungkin ki bisa kuliah disini denhan mendaftar beasiswa di universitas ini" Ucap Rara sambil memandang takjub gedung yang ada di depannya
Kali ini Rara hanya menggunakan celana jeans dengan baju lengan panjang. Rambutnya di ikat satu seperti ekor kuda. Tidak seperti dandanannya malam tadi. Tidak akan ada satu orang pun yang akan mengenali Rara sebagai Raisya atau Kiara Anastasya selebriti terkenal
"Semoga hari ini aku bisa lulus tes beasiswa" Ucap Rara penuh harap
Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih. Akhirnya nama Rara di panggil dan di minta untuk melakukan ujian seleksi khusus beasiswa kedokteran
"Bismillah. Semoga kali ini aku bisa lolos" Ucap Rara sebelum memulai ujiannya
Beruntung sebelum berangkat Rara masih sempat belajar. Dan apa yang dia pelajari ternyata ada beberapa yang masuk di ujian kali ini.
•
•
•
"Bagaimana Ga. Apa kamu mau menjalani tugas di luar kota selama 1 minggu?" Tanya Tomi pada Arga yang sudah duduk di kursinya
"Tentu saja Tom. Mana mungkin aku melewati tugas penting seperti itu. Terlebih lagi ini menyangkut nyawa banyak orang"
"Apa kamu akan membawa istrimu? Aku juga akan membawa istri juga anakku" Ucap Tomi lagi
"Tidak. Aku tidak akan pernah membawa di kemanapun. Sudah cukup dia bikin aku malu kala itu. Kejadian itu benar-benar membuat aku seperti tidak punya muka. Mana ada Bimo yang melihat semuanya" Ucap Arga lagi
"Kejadian apa sampai-sampai membuat kamu malu membawa istrimu. Padahal istrimu cantik begitu loh Ga"
"Memang cantik, Tapi sayang ceroboh dan seperti anak kecil. Aku tidak menyukai hal itu Tom. Masa iya kapten Arga memiliki istri yang kelakuannya seperti anak kecil"
Mendengar semua ucapan Arga membuat Tomi hanya menggelengkan kepalanya. Masih tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya yang satu ini. Sejak dulu Arga memang kadang memiliki gengsi dan ego yang tak jauh beda.
Rasa gengsi yang berlebihan serta ego yang keterlaluan. Hal itu juga salah satu Alasan kenapa Arga masih sendiri di usianya yang sudah masuk 30 tahun. tidak ada satu wanita pun yang mampu bertahan dengan semua sifat yang Arga miliki. Kecuali Vena. Namun Arga hanya menganggap wanita itu sahabat dan tidak lebih dari itu
"Terserah kamu saja Ga. Asal jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. Yang aku lihat, Sepertinya istrimu sudah mulai ada rasa sama kamu Ga"
"Aku tidak akan pernah menyesal" Jawabnya dan langsung keluar meninggalkan Tomi sendiri
"Suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal Ga. dan jika saat itu tiba. Kamu akan benar-benar kehilangan istrimu" Ucap Tomi
Tomi memang sudah kenal dengan Rara. Karna dulu Tomi sudah sering datang ke kediaman Nugraha. Yang Tomi lihat, Rara sudah menyimpan rasa pada Arga jauh sebelum pernikahan itu terjadi.
•
•
•
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Rara kembali" Ucap William sendu
"Semua ini gara-gara mama dan papa. Jika saja mereka tidak mengatakan hal itu pada Rara, Mungkin Rara masih akan setia menunggu aku hingga aku kembali" Ucap William lagi
William memang masih begitu mencintai Rara. Selama di luar negri, William memang pernah berhubungan dengan wanita lain. Tapi tidak ada 1 pun dari mereka yang bisa William cintai seperti dian mencintai Rara.
"Aku masih sangat mencintaimu Ra. Apa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kita bersama" Ucap William sambil memandang foto Rara yang ada di ponselnya
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????