Di usia yang tak dikatakan muda, Amaira Husna selalu didesak untuk segera menikah. Alih-alih berkeluh-kesah kepada sahabatnya, Reynand. Menceritakan kegalauannya tentang bagaimana cara mengambil sikap sebab orangtuanya telah mencarikan jodoh untuknya, justru dia mendapati hal yang tak pernah dia sangka.
Salahnya yang bercerita atau inilah solusi satu-satunya untuk menolak jodoh dari orangtua. Sebab Reynand datang di hari yang sama bertepatan disaat tamu orangtuanya tiba. Reynand datang mengutarakan niat untuk melamarnya.
Akankah Amaira menerima tindakan konyol Reynand, yang notabenenya berstatus sahabat dengan hubungan yang jelas tanpa dilingkupi adanya cinta.
Atau terpaksa menerima dan menganggapnya sebatas solusi yang malah berbuntut frustasi akibat keputusannya?
Tpe-
20-09-2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Suasana terasa begitu membosankan, berfikir tenang sudah, mencoba duduk rilekspun sudah apalagi ngemilin snack kesukaan juga sudah. Tapi rasa-rasanya ada yang kurang.
Mataku masih tetap fokus kedepan sesekali juga noleh kiri maupun kanan. Bahkan melakukan gerakan-gerakan kecil untuk meregangkan otot-otot pada lengan maupun leher.
Kini pandanganku agak sedikit ku turunkan, dan yang kulihat sekarang adalah audio tape pada mobilku. Ternyata aku lupa menyalakan musik, pantas saja ada yang kurang yakni terasa sepi.
Sekarang aku tengah berada di situasi kemacetan. Pulang kerja terjebak macet. Lumayan sudah dua puluh menit mobil berjalan layaknya semut yang baris berbaris. Padahal sudah hampir sampai. Maklum juga sih rumahku letaknya memang dekat dengan jalan utama, ketemu POM bensin tinggal belok kiri masuk gang kira-kira 850 meter sudah sampai.
Tanganku mulai mengotak-atik audio tape yang menerapkan konsep multimedia dengan fitur touch screnn. Jadi tinggal sentuh muncul menu pilihan yang tersedia.
Yang aku pilih kali ini adalah menu Radio. Radio favorit yang telah kusimpan channelnya. Dengerin musik juga dengerin penyiarnya. Kali aja pas acara yang disuguhkan gokil dan lucu. Kan bisa tu mencairkan suasana bahkan Ikutan ngakak dan hasilnya bisa terhibur.
Suara Penyiar mulai terdengar, Dan aku hapal penyiar kali ini. Mbak Njengkelin namanya. Aku mulai menyimak dan juga memperhatikan mobil di depanku, kali aja maju dikit aku juga ikutan maju.
"Tetap stay-tone di radio kesayangan kita. FramboZ FM . Naff ~Kenanglah Aku". (Suara mbak penyiar)
Karamnya cinta ini
Tenggelamkanku di luka yang terdalam
Hampa hati terasa
Kau tinggalkanku meski ku tak rela
Salahkah diriku hingga saat ini
Ku masih mengharap kau tuk kembali
Mungkin Suatu saat nanti
Kau temukan bahagia meski tak
Bersamaku Bila nanti kau tak kembali
Kenanglah Aku sepanjang hidupku
Setelah didengar-dengar dan diperhatikan lirik lagunya cukup melow. Lha jadi ke ingat mantan. Hai Abang mantan apa kabar??
Apa kau masih hidup??.
Ya meski usiaku sudah hampir menginjak tigapuluh tahun. Aku ini baru pacaran sekali loh. Dan jangkanya lumayan yakni empat tahun lamanya. Kenal waktu SMP tingkat dua. Dia adalah seorang anak pindahan. Cukup berbakat dan tentunya pintar. Awalnya aku kagum karena dia anaknya mudah berbaur dan berkomunikasi apalagi dia berbakat dalam seni yakni bermain alat musik juga menyanyi.
Seringnya dia ikut serta meramaikan acara Pensi yang diadakan tiap kenaikan kelas. Begitu pula aku, aku adalah salah satu siswi yang cukup aktif. Mulai dari ikut organisasi seperti contohnya anggota OSIS maupun jadi panitia di tiap acara yang diselenggarakan. Dan juga aku ikut berpartisipasi, ya walau hanya ikut menyumbangkan suara untuk meramaikan acara. Gini-gini suaraku gak jelek-jelek amat. Sebelas duabelas dengan Raisa .... Ha ha ha Maksa .
Sejak dan dari tiap kegiatan aku dan dia sering bertemu. Munculah rasa kagum, suka lalu hingga jadian.
Cinta monyet, entahlah.
Pacaran pada usia segitu paling cuma makan bareng, nonton bareng dan paling pol cuma bergandengan tangan.
Aitsssss jangan berpikir macam-macam, aku aja diusia sampai sekarang belum pernah yang namanya ciuman. upss, jangan kasih tahu siapa-siapa. Cukup aku, Author dan para pembaca yang tahu, yang lain jangan.
Hubungan kita kandas tiada kejelasan. Disaat hari kelulusan ia menghilang begitu saja. Padahal di hari kelulusan itu kami para siswa-siswi saling corat-coret mewarnai seragam kebanggaan pada masanya yakni putih abu-abu. Dan seragam itu pun masih tergantung di almari bajuku. Lalu di lanjut dengan acara berkonfoi yang suara knalpotnya sampai memekakkan telinga.
Tapi di hari itulah aku kehilangan seseorang, yakni seorang Pacar. Entah dimanapun engkau berada kuharap kamu baik-baik saja.
Tak terasa jalan sudah mendekati belokan arah masuk gang komplek tempat aku tinggal. aku kemudian nyalakan lampu sein kiriku untuk memberi aba-aba pada pengendara mobil dibelakangku bahwa aku akan berbelok.
Dan kucukupkan acara nostalgia masa-masa remajaku. Karna kini aku sudah sampai di pintu gerbang rumah kediaman orang tuaku. Saat aku turun dari mobil untuk membuka gerbang depan, kulihat mobil Reynand keluar dari pekarangan rumah Om Danu.
To be continue
inspirasi dari Musisi jogja Project of Youtube
Versi Akustik
Kenanglah Aku by Naff