NovelToon NovelToon
Penyesalanmu Mas

Penyesalanmu Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Berbaikan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"

Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.

"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vas bunga

Runi membuang rasa cemburunya. Sadar sekali lelaki itu tidak ada rasa terhadap dirinya. Ia tidak boleh sedih ataupun kecewa. Mulai sekarang harus terbiasa melihat hal-hal yang mungkin akan lebih intim diantara mereka.

Runi memilih menghindar, ia ikut bergabung dengan Bik Sumi dan Art lainnya di dapur.

"Lagi makan apa itu, Bik? Kok aku nggak di kasih?" Ucap Runi menghampiri Bik Sumi yang sedang makan sesuatu.

"Eh Run, ini oleh-oleh dari Batam. Ayo cobain. Ini di kasih Bu Emeli."

"Eh, anaknya Bu Angel cantik banget ya. Kayaknya udah Deket banget sama Mas Yandra," timpal Lela.

"Iya, kayaknya bentar lagi Mas tampan akan melepas masa lajangnya," imbuh Cici.

Runi hanya mengangguk tipis sembari ikut nyomot oleh-oleh yang ada di hadapan mereka. Tak ingin berpendapat apapun. Jujur, hatinya belum bisa untuk sebiasa itu terhadap lelaki yang ia cintai. Bahkan lelaki itu sudah mengambil hal yang paling berharga dalam hidupnya.

Malam ini Runi sulit sekali menemui kantuknya. Entah apa yang sedang di pikirkan sehingga membuatnya mengalami insomnia.

"Kenapa aku tidak bisa tidur? Ish, mana tiba-tiba lapar," Runi berdecak seraya beranjak dari tempat tidurnya, lalu keluar kamar menuju dapur.

Saat Runi berjalan menuju dapur, terdengar  gelak tawa dari arah luar. Sepertinya mereka baru saja pulang.

"Terimakasih ya Mas, aku suka banget dengan filmnya," ucap Gracia berjalan beriringan dengan Yandra.

"Oke, lunas ya. Jadi nggak boleh lagi ngomong kalau kamu di cuekin," jawab Yandra tersenyum datar.

"Hihi... Tapi masih ada satu lagi hutang Mas Yandra belum lunas."

"Hah? Perasaan udah nggak ada lagi?" Yandra menghentikan langkahnya menatap Gracia penuh tanda tanya.

"Nggak usah bingung begitu. Hutang yang aku maksud ialah, hutang perasaan yang belum terbalaskan," sahut Gracia membuat air muka Yandra seketika berubah menjadi tegang.

"Ah, jangan bahas itu sekarang ya. Sekarang lebih baik kita istirahat. Aku udah capek banget ini, pengen segera tidur," ucap lelaki itu tak ingin membahas tentang perasaan.

"Tapi aku butuh jawaban, Mas!" Garcia menarik tangan Yandra sehingga langkah lelaki itu kembali terhenti.

Yandra menghela nafas dalam. "Cia, aku tidak bisa memberi jawabannya sekarang. Tolong jangan bahas itu."

"Apakah Mas Yandra sudah memiliki kekasih?" Tanya Gracia menatap dalam.

"Ah, belum. Aku belum punya kekasih ataupun teman dekat. Tetapi aku sekarang hanya ingin fokus dengan pendidikanku. Aku belum kepikiran untuk pacaran apalagi menikah," jawab lelaki itu jujur.

Kata-kata Yandra barusan membuat hati  seseorang di pojok sana meringis. Ah masih saja tidak mau sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.

PRANGG!!

"Astaghfirullah... Yah pecah lagi," ucap Runi saat sikutnya tak sengaja menyenggol vas bunga yang ada di meja hias.

"Runi!" Seru Yandra segera berjalan mendekati wanita itu. "Kenapa bisa pecah? Ini vas bunga kesayangan Mama," ucap Yandra menyadari bahwa yang pecah adalah benda kesayangan Mama.

"Loh, ada apa ini? Apa yang tadi terdengar pecah?" Tanya Nyonya Emeli ikut keluar dari kamarnya. Ia ikut bergabung untuk melihat ada kejadian apa di sana.

"Ya ampun, ini kenapa vas bunga mama bisa pecah?" Tanya Mama dengan mata membola.

Runi mengangkat wajahnya dengan perlahan. Jantungnya berdegup tak karuan. Terlihat wanita itu sangat cemas dan ketakutan.

"Ah Ma, aku minta maaf. Tadi aku nggak sengaja nyenggol vas bunga Mama. Maaf ya. Soalnya mama naruhnya terlalu tepi," ucap Yandra membuat Runi seketika menatap tak percaya.

"Ya ampun, Yandra! Kamu ceroboh banget sih? Bisa-bisa jalan sebesar ini nyenggol barang yang letaknya di sudut. Apa sih kamu," gerutu wanita itu menatap kesal pada putranya.

Yandra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya namanya juga udah naas Ma. Nanti aku ganti deh. Pokoknya aku ganti sama yang lebih bagus."

"Ini tuh gak ada jual disini. Adanya di Singapur. Ini hadiah ultah dari Papa." Nyonya Emeli masih tidak rela benda kesayangannya sudah pecah.

"Aish, nanti aku beliin Mama yang dari itali. Pokoknya lebih bagus dari pemberian Papa," bujuk Yandra dengan senyum merayu.

"Janji sama Mama ya?"

"Iya janji!"

"Yasudah. Tolong di bersihkan ya Runi."

"B-baik, Bu!" Runi masih gugup.

"Kalian baru pulang?" Tanya Nyonya Emeli.

"Iya Tan, tadi kami nonton film bagus di bioskop. Pokoknya bikin candu," jawab Gracia.

"Wah syukurlah. Tante senang kalian bisa lebih dekat seperti ini. Selagi masih disini, kalian habisakan waktu bersama untuk bersenang-senang," ujar wanita itu memberi dukungan.

"Terimakasih ya, Tante. Pokoknya Tante yang terbaik deh," ucap Gracia tersenyum senang.

"Sama-sama sayang. Ayo sekarang kamu istirahat ya." Nyonya Emeli mengusap bahu Gracia sangat lembut.

"Baik, Tante."

Gracia dan nyonya Emeli segera menuju kamar mereka masing-masing. Sementara itu Yandra masih berdiri di sana. Ia masih menunggui Runi yang sedang membersihkan pecahan vas bunga tersebut.

"Mas, kenapa harus berbohong sama Bu Emeli?" Tanya Runi memberanikan diri menatap lelaki yang ada di hadapannya.

"Apakah kamu mau kena amukan Mama? Dikira kamu itu siapa? Aku saja anaknya masih terkena marah," jawab lelaki itu menatap malas.

Runi terdiam mendengar jawaban lelaki itu. Ada rasa senang di hatinya. Ternyata dia baik juga mau pasang badan untuk dirinya.

"Terimakasih ya Mas," ucapnya tersenyum manis.

"Sudah cepat bereskan. Lagian ngapain kamu disini? Apakah kamu sedang nguping pembicaraan aku dan Gracia?" Tanya Yandra menatap curiga.

"Ng... Nggak. Aku nggak nguping kok. Cuma nggak sengaja," jawab wanita itu sembari fokus dengan pekerjaannya.

Yandra menggelengkan kepala. Ia segera beranjak meninggalkan Runi yang masih melakukan pekerjaannya.

Runi menatap kepergian lelaki yang sikapnya tak bisa di tebak. "Tidak, aku tidak boleh goyah dengan perlakuan dia. Mungkin dia hanya kasihan saja." Runi membuang nafas kasarnya.

Setelah selesai membereskan kekacauan yang ada, Runi kembali ke dapur untuk mengambil makanan. Efek nggak bisa tidur membuatnya lapar di tengah malam buta.

"Ghem!"

"Astaghfirullah! Ngagetin aja sih Mas!" Ujar Runi tersentak.

Yandra berjalan menghampiri. Kini posisinya berada di belakang Runi. Jarak mereka sangat dekat. Hal itu membuat jantung Runi berdegup tak beraturan.

"Lagi ngapain kamu?" Tanyanya sangat dekat di telinga wanita itu.

"Ah ini, aku..." Runi sangat gugup.

Yandra menatap piring yang ada di tangan Runi. "Tumben banget makan tengah malam?"

"Iya, akibat pikiran kacau," jawabnya dengan nada sedikit kesal.

Yandra menaikkan sebelah alisnya. "Pikiran kacau? Kayaknya berat banget masalahnya?" Ujarnya tersenyum tipis.

"Ck, nggak usah ganggu aku. Nanti ada yang cemburu," balas Runi berdecak malas.

Yandra masih tersenyum acuh. Ia sudah tahu apa maksud ucapan Runi. Ah entahlah, berurusan dengan wanita membuatnya pusing.

"Buatkan aku kopi gingseng," titahnya.

"Buat saja sendiri. Aku mau balik ke kamar," tolak wanita itu tiba-tiba kesal sendiri melihat sikap Yandra acuh tanpa dosa.

Bersambung....

1
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
aduh no komen dulu lihat tokoh utamanya sakit apalagi kalau Sampai meninggal 😭😭😭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
hihihi kacian
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
gracia ini lama lama kek ulet bulu ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
siapa suhunya? mama mertua nya😭🤧
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk tuan Saga jadi tameng buat Rumi agar nene sihir gak berani macam2
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Dari cara Yandra memperlakukan Rumi sepertinya dia sudah mulai cinta cuma belom nyadar aja 🤭🤣
Dew666
💜💜💜
Naufal Affiq
semoga yandra benar-benar bisa mencintai runi seutuhnya,
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
syukurlah ada perubahan sikap positif Yandra pada Runi. Semoga Yandra setia terus kepada Runi...🥰
dewi
smg yandra benar2 bisa mencintai runi dgn sepenuh hati ....bisa ngak kira2 wkt yadra ke medan runi tinggal d rmh org tua dokter vano saja biar dia tdk seters ngadepin mama nya si yandra
dewi: heeee iya kk smg selalu d berikan kesehatan d tetap semagat dlm berkarya
total 2 replies
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
apa pengangkatan rahim bisa dilakukan setelah bayinya lahir ya pasti ada resikonya karena otomatis setelahnya tidak bisa punya anak lagi , tapi nunggu lahiran juga beresiko karena sudah kanker stadium lanjut 😭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
kasihan nasib mu Runi 🥲
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ternyata Runi agresif juga 🤣🤣🤣
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Vano pasti dilema harus jujur atau menutupi soal penyakitnya sesuai permintaan Runi
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kasiann Runi... habis enak enak malah berakhir bencana 😔😥
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Runi mulai berani juga menggoda duluan😲 🙈🙈
Jengendah Aja Dech
❤️
Naufal Affiq
jujur aja dr vano sama yandra,biar dia tau,bagai mana kondisi istrinya,dan yandra bisa mengambil tindakan untuk kesembuhan runi dsn anak nya,jangan diam aja
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
mamanya lama lama kena stroke ini😭🤣
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh rumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!