NovelToon NovelToon
Rumah Tangga

Rumah Tangga

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:173k
Nilai: 5
Nama Author: MinNami

Binar tak menyangka ujian cintanya bersama sang suami hadir setelah menikah, masalah bertubi-tubi silih berganti menghampiri rumah tangga mereka.

Mertua dan ipar yang selalu mengganggu kenyamanannya, masalah orang ketiga pun juga ikut mendekati biduk rumah tangganya. Mereka selalu mencari celah, agar bisa merusak hubungan yang selama ini ia bangun bersama sang suami.

Saat batas kesabaran mulai di ambang batas dan tidak satupun orang percaya padanya, pantaskah Binar bertahan dengan semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MinNami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Imam yang baik 2 -

Albiru tidak main-main dengan ancamannya. Setelah orang tua mereka datang Albiru segera memulai persidangannya. Tidak peduli dengan wajah sembab adik bungsunya itu karena saat ini Albiru benar-benar marah.

“Ada apa ini Biru?” Ibu Siti bertanya saat melihat wajah marah Albiru dan wajah sembab Ella.

“Jelaskan Ella.” Pinta Albiru datar, Binar yang duduk disampingnya ikut takut.

Ella tetap diam masih dengan tangis diwajahnya. Intan yang duduk disampingnya menggenggam erat tangan sahabatnya itu. Dia merasa bersalah karena Ella membelanya hingga membuat Albiru marah seperti ini.

“Ada apa Ella? Cerita sama Ayah,” Ayah Latif ikut bersuara merangkul pundak anak bungsunya dengan sayang.

“Dia sudah bikin keluarga kita malu Yah, meninggikan suara di depan kakak iparnya sendiri demi membela orang yang jelas-jelas salah.” Melihat Ella yang tidak berani menjawab akhirnya Albiru bersuara. Dia sudah cukup sabar menghadapi kelakuan Ella yang semakin lama semakin buruk terhadap Binar.

“Ella?” Ibu Siti beralih pada Ella meminta kejelasan.

“Mbak Binar jelas salah Yah Bu, Intan cuma minta tolong mas Biru buat antarin ke rumah sakit tapi mbak Binar menolak bahkan ngomong hal buruk tentang Intan.” Bela Ella, gadis itu sepertinya masih belum sadar dimana letak kesalahannya.

“Dijam dua pagi? Saat mas berada di Bandung? Apa menurutmu itu masuk akal?” Albiru bertanya sinis. Ibu Siti dan Ayah Latif tentu saja terkejut, tidak menyangka Intan yang mereka kenal sebagai gadis baik-baik malah berbuat hal yang tak masuk akal seperti ini.

“Tapi itu mendesak mas Biru!” Ella kembali meninggika suaranya disaat merasa terpojok.

“Jaga nada suaramu Ella!” Tegur Albiru yang membuat Ella kembali menunduk takut.

“Ella, apa yang kamu lakuin itu nggak baik nak. Kamu meninggikan nada suaramu pada yang lebih tua. Dan untuk kamu Intan Ayah nggak tau harus berkata apa, Biru sudah memiliki istri yang harus dia jaga perasaannya.” Nasehat Ayah Latif membuat Ella dan Intan semakin malu, keduanya sadar akan kesalahan mereka namun enggan mengakui.

Binar hanya diam, diam-diam wanita itu berterima kasih pada Ayah mertuanya yang bisa bersikap adil. Ini yang dari dulu dia harapkan keadilan dari kedua orang tua Albiru sehingga dia tidak perlu merasa sendirian di rumah ini.

...****************...

“Binar, Ibu mau bicara bisa?” Binar yang baru saja pulang kerja dikagetkan dengan kedatangan Ibu Siti.

“Iya Bu,” Binar mengangguk sopan membiarkan Ibu Siti membawanya ke halaman belakang. Dia bahkan belum sempat mengganti bajunya.

“Sebelumnya Ibu mau minta maaf atas kelakuan buruk Ella sama kamu. Ibu nggak membenarkan perilaku buruk Ella tapi Ibu mohon maafkan Ella, tolong maklumi kelakuannya.” Ibu Siti menggenggam tangan Binar seolah menyiratkan permohonan maaf dengan tulus.

Binar tidak menyangka akan hal ini, dia pikir masalah ini sudah selesai kemarin dengan Ella yang kembali meminta maaf padanya dan bersedia menerima hukuman. Namun ternyata Ibu Siti malam menambah beban dipundak Binar. Sungguh dia memaafkan Ella ketika gadis itu meminta maaf dengan air mata yang berlinang, tetapi ucapan Ibu Siti yang memintanya memaklumi sikap adik iparnya itu sungguh tidak masuk akal.

Apa yang bisa dimaklumi dengan terus menyodorkan sahabatnya sendiri untuk sang kakak yang jelas-jelas memiliki istri.

“Ibu, saya sudah memaafkan Ella tapi untuk memaklumi sikapnya jelas tidak bisa. Bagi saya apa yang dilakukan Ella sungguh tidak pantas, dia tahu jelas saya ini istri masnya tapi tetap berusaha mendekatkan Intan pada Biru.”

“Ella dan Intan nggak ada maksud lain Binar, mereka hanya tidak mengerti apa yang sudah mereka lakukan.” Ibu Siti kembali membela.

“Binar rasa setiap perempuan yang sudah mengerti arti pernikahan seharusnya tahu batasan. Ibu juga pasti melakukan hal yang sama jika diposisi Binar kan? Binar hanya menjaga rumah tangga Binar dari wanita yang berpotensi merusak keutuhan rumah tangga Binar.” Binar berucap pelan namun sarat akan ketegasan dan Ibu Siti jelas tidak bisa membantah.

Ibu Siti berpikir menantunya ini semakin hari semakin kuat, dan dia takut jika suatu Albiru akan begitu tunduk pada istrinya. Kodrat suami adalah pemimpin dalam rumah tangga dan istri tidak boleh berbalik memimpin.

 

...****************...

Binar mentap Albiru terus menerus, dia ingin mengatakan sesuatu namun dalam hatinya masih ada sedikit keraguan. Albiru yang merasa terus diperhatikan oleh istrinya segera menaruh ponsel ditangannya dan beralih menatap Binar.

“Kenapa sayang?” tanya Albiru.

Binar menatap ragu sejenak, “aku mau ngomong sesuatu Bi.”

Albiru menarik Binar mendekat agar bisa memeluk tubuh mungil istrinya.

“Silahkan nyonya,” ucapnya bercanda.

“Rumah kita kan sudah selesai dan aku rasa kita sudah cukup lama tinggal disini,” Binar terdiam sejenak sebelum melanjutkan. “Ayo kita pindah Bi, aku rasa enam bulan waktu yang cukup untuk Ibu rela melepas kamu.”

Albiru terdiam sejenak, sejujurnya dia sudah cukup lama memikirkan ini. “Jujur Bi, aku sudah lama memikirkan ini terlebih melihat masalah yang terus kamu hadapi. Tapi kemarin Ibu ngomong sama aku untuk bertahan disini sampai bisa mendidik Ella dengan baik.”

Binar tidak tahu harus berkata apa, sebenarnya dia tidak mempercayai alasan Ibu mertuanya itu. Dia berpikir apa harus Albiru yang mendidik adik bungsunya itu sedangkan Albiru sendiri memiliki tanggung jawab lain sebagai seorang suami.

“Tolong pikirkan lagi Bi, aku benar-benar ingin kita hidup mandiri. Kamu tahu kan itu impian kita membangun rumah tangga mandiri tanpa campur tangan orang tua kita.” Ujar Binar mengingatkan impian kecil mereka.

Albiru mengangguk, “kamu benar Bi, aku akan berusaha membujuk Ibu lagi.”

Binar bernapas lega, setidaknya Albiru masih akan berusaha membujuk Ibunya. Dan tugas Binar sekarang adalah bersabar. Dia berhadap akan hal manis dari hasil kesabarannya.

...***************...

Setelah pembicaraannya dengan Binar semalam, akhirnya Albiru memutuskan untuk segera berbicara pada Ibunya. Dia sendiri sudah lelah melihat pertengkaran Binar dan Ella.

"Ada apa Biru?" tanya Ibu Siti. Saat ini mereka berada dihalaman belakang rumah.

Albiru sengaja meminta waktu berdua saja dengan Ibunya agar Ella tidak ikut campur dalam pembicaraan kali ini.

"Biru sama Binar sudah memutuskan untuk tinggal di rumah kami sendiri Bu." Albiru berucap pelan takut menyinggung perasaan Ibunya.

Ibu Siti tampak terkejut, tidak menyangka hari ini datang juga. Padahal dia masih berharap untuk tetap tinggal bersama anak sulungnya ini.

"Kamu yakin nak sudah bisa hidup mandiri? Kalian berdua ini kan baru menikah tidak ada pengalaman, bagaimana kalau kalian butuh bantuan."

Albiru terdiam tidak tahu harus menjawab apa.

Melihat Albiru diam Ibu Siti melanjutkan kalimatnya, "kalian masih sama-sama muda, masih harus banyak belajar. Kalau disini kan ada Ibu sama Ayah yang bisa membimbing kalian."

"Tapi Bu, melihat setiap hari Binar sama Ella bertengkar, Biru capek Bu kasian juga sama Binar."

"Mereka masih menyesuaikan diri, pelan-pelan pasti bisa baikan. Tinggal disini lebih lama ya nak, Ibu sendiri belum rela melepas kamu tinggal jauh dari Ibu." Ibu Siti menangis menambah kesan rasa sedihnya.

Melihat itu Albiru menjadi tidak tega. Dia masih bimbang memilih yang mana. Satu sisi ada istrinya yang mulai tidak nyaman dan disisi lain ada Ibunya yang masih belum bisa merelakannya. Lantas yang manakah harus Albiru pilih?

TBC

Halo semua pembaca setia, terima kasih sudah mampir. Sambil menunggu cerita ini update, aku punya rekomendasi novel buat kalian karya Putri Nilam Sari. Jangan lupa dukunganya ya.

Judul : Hei!!! Gadis Berkacamata

Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya. Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga. Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??

1
kalea rizuky
rio nikah ma siapa
Dewi Dama
iklan novel baru..terus...setiap episode iklan.
lagiiii...
Dewi Dama
baru episode awal sdh ada iklan aja
Safa Almira
yey
Lala Al Fadholi
kalo ella tau jika bapaknya selingkuh ma bu siti dan buat ibu kandungnya pergi dia pst akan marah
VhIe OrLand
biru gk bisa tegas sbgaii anak lelaki yg sudah menikah aturannya pikirkan perasaan istrinya... itu mah dalilil ibu Siti aja
Mam Lilu
istrinya rio nih bikin penasaran 😁
Ayi
Thor siapa istri Rio?? bukannya Rio bakal nikahi Ella ?? pinasaran Thor 🤔🤔
Neneng Hernawati
ending nya bikin pinisirin siapa istrinya Rio belum terjawab🤔🤔
Kod Driyah
lawan trus Binar jngn takut
Kod Driyah
punya mertua sm ipar jahat di cekek aja biar mampus
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Kod Driyah
intan sm ella wanita licik
Sarifah azzamalfatih
Thor ko saya gak ketemu cinta untuk Gabriella
MinNami: belum terbit, masih proses 😊
total 1 replies
Kod Driyah
Biru ga tegas lbh condong membela adiknya
Mam Lilu
wah udah mau tamat
Ayi
smngaat Thor 🤗
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Neneng Hernawati
akhirnya Mila wanita ular ketangkap juga...tinggal Ella yg segera di jemput karmanya😏😏
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍nungguin Ella dpt karma😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!