Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
"Kita sudah sampai," ucap Brian menghentikan mobilnya di sebuah taman.
"Kejutannya ada disini?" tanya Maudy.
"He'em," ucap Brian tersenyum.
Brian turun dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Maudy turun dengan wajah yang bingung.
Brian menggandeng tangannya, lalu membawa Maudy ke meja makan yang berada di tengah-tengah taman itu, dimana semuanya sudah disiapkan oleh Ryan.
Di sekitar meja itu sudah dipenuhi dengan bunga mawar merah yang bertebaran dimana-mana dan di taman itu pula sudah didekorasi dengan sangat apik. Namun, Maudy terlihat biasa saja dan duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Ryan.
"Honey, apakah kau tidak senang?" tanya Brian setelah melihat wajah Maudy yang tidak menunjukkan kebahagiaannya.
"Kalau cuma mau makan kayak gini, kenapa nggak di mansion mu saja?" ucap Maudy memutar bola matanya malas.
"Jadi kau tidak suka?" tanya Brian lagi dengan wajah kecewanya.
"Biasa aja." Jawab Maudy santai.
"Maaf," ucap Brian.
"Ya sudah kita makan saja! Toh kita sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk makan doang." Maudy mengambil makanan yang tersaji di depannya.
"Aku pikir kau akan senang jika kita makan di tempat terbuka seperti ini," ucap Brian.
"Aku nggak suka karena tempat ini terlalu terbuka. Jika kulitku terkena sinar matahari takut nantinya warna kulitku makin gelap, aku kan seorang model, penampilan adalah nomer satu bagiku," ucap Maudy dengan gaya sombongnya.
"Okay, aku nggak akan mengajakmu untuk makan di tempat terbuka lagi. Sekarang makanlah!" ucap Brian dengan senyum dipaksakan.
Entah kenapa aku merasa Maudy berubah sejak menjadi model, apakah karena pria itu? Aku sudah menutup mata dengan memaafkannya karena dia sudah putus dengan pria itu, aku pikir Maudy berhubungan dengannya karena merasa kesepian. Tetapi yang ku lihat sekarang, Maudy sudah benar-benar berubah. Brian membatin sambil menatap Maudy dengan perasaan kecewa.
"Honey, kenapa kamu nggak makan?" tanya Maudy menatap Brian yang sedang melamun.
"Honey, kau melamun?" tanya Maudy lagi.
"Enggak apa-apa, ayo makan!" Brian membuyarkan lamunannya dan langsung mengambil makanannya dan memakan makan yang tersaji di depannya tanpa memperdulikan Maudy yang menatap aneh padanya.
......❤❤❤❤❤......
Sementara di mansion Brian, Gracia menatap kartu nama yang di berikan oleh dokter Anton lalu menyimpannya di kamar yang ia tempati. Gracia pindah ke kamarnya sendiri sejak Anton pergi meninggalkan mansion Brian.
Gracia tidur meringkuk di kasur lusuhnya. Dan seketika saja air matanya lolos tak terbendung mengingat Brian pergi bersama wanita lain dengan begitu mesranya.
"Kenapa aku menangis? Aku tidak mencintainya, tetapi kenapa hatiku sakit saat melihat mas Brian baik pada orang lain sedangkan padaku dia begitu kejam. Apakah aku harus menyerah? Aku sudah merasa tidak kuat meskipun aku baru memulainya." Gracia menangis se segukan di kamarnya dengan perasaan yang amat terluka.
"Seandainya mas Brian punya sedikit belas kasih padaku, mungkin dia tidak akan pergi. Dia pasti akan merawat ku di sini. Namun, sayangnya dia terlalu membenciku hingga rasanya tidak ada celah bagiku untuk masuk kedalamnya. Aku lemah, aku lemah. Aku benci diriku sendiri, aku benci. hiks... hiks..." Gracia menangis se segukan hingga bik Yeti yang mendengarnya dari luar kamar Gracia, membuatnya tak tega. Dan bik Yeti pun ikut menangis mendengar ucapan Gracia.
...💋💋💋💋💋...
Maaf Othor Update nya telat...
Othor masih ada kegiatan di dunia nyata 😍😘
Jangan lupa like 😍
Othor akan terus update jika ada yang menunggu Othor 🙈
Thank you All...
lope-lope se kebon buat kalian
Muachhh 😘