NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Hutan Binatang Buas terletak di perbatasan utara wilayah Keluarga Han, membentang sejauh ratusan mil hingga menyentuh kaki Pegunungan Kabut Hantu yang misterius. Ini adalah zona terlarang bagi manusia biasa. Pohon-pohon di sini tumbuh menjulang setinggi puluhan meter, dengan kanopi daun yang begitu lebat hingga sinar matahari nyaris tidak bisa menyentuh lantai hutan. Udara di dalam hutan itu lembap, berbau lumut basah, getah pohon, dan aroma samar darah kering yang tak pernah hilang.

Han Feng melangkah masuk ke dalam kegelapan hijau itu.

Setiap langkah yang diambil Han Feng meninggalkan jejak kaki yang dalam di tanah gembur. Bukan karena tanahnya lunak, melainkan karena beban mengerikan yang ada di punggung Han Feng. Pedang Meteor Hitam seberat 300 Jin (150 kg) itu menekan tulang belakang dan bahu Han Feng setiap detik. Bagi orang biasa, membawa beban seberat ini sambil berjalan mendaki bukit terjal adalah siksaan neraka. Tapi bagi Han Feng, ini adalah kultivasi berjalan.

"Hah... Hah..."

Napas Han Feng terdengar berat dan teratur. Keringat sebesar biji jagung bercucuran dari dahinya, menetes membasahi jubah abu-abunya yang kini sudah kotor oleh lumpur.

Han Feng tidak menggunakan Energi Qi untuk meringankan beban itu. Han Feng sengaja membiarkan gravitasi dan bobot besi meteor itu menyiksa otot-ototnya. Sutra Hati Naga Purba bekerja paling efektif saat tubuh berada di bawah tekanan ekstrem. Han Feng bisa merasakan serat-serat otot di punggung dan kakinya robek mikroskopis, lalu segera diperbaiki oleh aliran hangat teknik kultivasinya menjadi serat yang lebih padat dan kuat.

Krek!

Suara ranting patah terdengar di sisi kiri Han Feng.

Tanpa menoleh, Han Feng berhenti melangkah. Telinga Han Feng yang tajam menangkap suara desisan halus dan gesekan sisik pada kulit kayu.

Seekor Ular Piton Batu—binatang buas Tingkat 1 Menengah—meluncur turun dari dahan pohon. Ular itu memiliki panjang lima meter dengan kulit bermotif batu granit yang bisa menyamarkan keberadaannya dengan sempurna. Mulut ular itu terbuka lebar, memperlihatkan taring beracun yang mengarah lurus ke leher Han Feng.

Serangan itu cepat dan sunyi.

Namun, reaksi Han Feng lebih cepat.

Han Feng tidak menghunus pedang besarnya. Di ruang sempit dan serangan dadakan seperti ini, mencabut pedang raksasa di punggung terlalu memakan waktu.

Han Feng memutar pinggangnya, menyalurkan kekuatan dari kaki yang menancap di tanah, naik ke pinggang, lalu meledak di bahu kanan. Han Feng membantingkan sisi tubuhnya—bersama dengan Pedang Meteor Hitam yang masih terikat di punggung—ke arah kepala ular yang menerjang.

BRAKK!

Terdengar suara benturan yang mengerikan, seperti palu godam menghantam semangka.

Kepala Ular Piton Batu itu hancur seketika saat beradu dengan kerasnya Pedang Meteor Hitam. Tubuh ular yang panjang itu terpental mundur, menabrak batang pohon hingga pohon itu bergetar dan menggugurkan daun-daun kering.

Ular itu jatuh ke tanah, menggeliat sebentar karena refleks saraf, lalu mati total.

Han Feng menoleh, menatap bangkai ular itu dengan tatapan datar.

"Bahkan tanpa dihunus, benda ini sudah menjadi perisai dan senjata tumpul yang mematikan," komentar Han Feng.

Han Feng berjongkok di samping bangkai ular itu. Tangan kanannya menempel pada bagian tubuh ular yang paling tebal.

"Serap."

Pusaran energi merah kembali muncul. Esensi darah dan sedikit Energi Qi yang tersimpan di dalam tubuh ular itu disedot keluar, mengalir masuk ke dalam meridian Han Feng, menjadi bahan bakar untuk memperkuat Tubuh Dewa Naga.

Dalam waktu kurang dari satu menit, bangkai ular yang tadinya kekar itu menyusut menjadi kulit kering yang keriput.

"Binatang Tingkat 1 Menengah memberikan energi yang terlalu sedikit," keluh Han Feng sambil berdiri kembali. "Efeknya seperti meminum segelas air saat haus. Menyegarkan, tapi tidak mengenyangkan. Aku harus masuk lebih dalam."

Han Feng kembali melanjutkan perjalanannya, menembus semak belukar yang semakin rapat, menuju zona yang lebih berbahaya.

Lima hari berlalu di dalam Hutan Binatang Buas.

Penampilan Han Feng telah berubah drastis. Jubah abu-abunya yang rapi kini telah robek di sana-sini, memperlihatkan kulit berwarna tembaga yang penuh dengan bekas luka goresan yang sudah sembuh. Rambut hitamnya yang panjang diikat asal-asalan ke belakang. Tubuhnya memancarkan bau amis darah yang kental—bau seorang pemburu yang telah membantai puluhan mangsa.

Selama lima hari ini, Han Feng hidup seperti orang primitif. Han Feng tidur di atas dahan pohon tinggi, minum dari mata air pegunungan, dan memakan daging binatang buas yang diburunya.

Han Feng telah membunuh lebih dari tiga puluh binatang buas Tingkat 1 Puncak. Mulai dari Babi Hutan Taring Besi hingga Macan Tutul Angin. Pedang Meteor Hitam di tangannya, yang awalnya terasa kaku dan berat, kini mulai terasa menyatu dengan lengannya.

Han Feng tidak mempelajari teknik pedang rumit. Han Feng hanya melatih tiga gerakan dasar secara berulang-ulang ribuan kali setiap hari:

Tebas vertikal. Tebas horizontal. Dan tusukan.

Dengan berat 150 kilogram, teknik rumit tidak diperlukan. Ketika Han Feng mengayunkan pedang itu dengan kecepatan penuh, inersia yang dihasilkan sudah cukup untuk membelah batu besar menjadi dua bagian. Tidak ada binatang buas Tingkat 1 yang bisa menahan satu tebasan pedang ini. Tulang mereka akan remuk bahkan sebelum mata pedang yang tumpul itu menyentuh kulit.

Siang itu, Han Feng tiba di sebuah lembah kecil yang dikelilingi tebing batu kapur.

Tiba-tiba, langkah kaki Han Feng terhenti. Bulu kuduk di lehernya meremang. Ini adalah insting bahaya yang telah diasah melalui pertarungan hidup mati selama beberapa hari terakhir.

Suara geraman rendah, seperti gema guntur dari dalam tanah, terdengar dari arah gua di ujung lembah.

GRRRRRRR...

Tanah di bawah kaki Han Feng bergetar pelan.

Dari kegelapan gua, muncul sepasang mata kuning yang menyala. Sosok raksasa perlahan melangkah keluar menuju cahaya matahari.

Itu adalah seekor beruang. Tapi bukan beruang biasa. Tingginya saat berdiri dengan empat kaki mencapai dua meter. Tubuhnya tertutup bulu cokelat kaku yang tampak seperti jarum kawat. Yang paling mencolok adalah lapisan kulit tebal menyerupai batuan armor yang menutupi dada, bahu, dan kepalanya.

[Analisis Target: Beruang Tanah Lapis Baja (Armored Earth Bear)] [Tingkat: Binatang Buas Tingkat 2 Awal] [Kekuatan: Setara Kultivator Pengumpulan Qi (Qi Gathering) Tingkat 1] [Kelebihan: Pertahanan Fisik Ekstrem, Kekuatan Brutal] [Kelemahan: Gerakan Lambat, Mata]

Han Feng menarik napas dingin.

Binatang Tingkat 2!

Ini adalah lompatan kekuatan yang signifikan. Binatang Tingkat 2 sudah bisa memanipulasi elemen Qi secara naluriah. Beruang ini setara dengan kultivator yang sudah membuka Dantian dan bisa menggunakan serangan jarak jauh.

Bagi murid Keluarga Han biasa yang masih di tahap Pembentukan Tubuh, bertemu beruang ini sendirian berarti kematian mutlak.

Tapi Han Feng tidak lari. Sebaliknya, sudut bibir Han Feng terangkat membentuk senyum gila.

"Akhirnya... lawan yang layak untuk menguji pedang ini," bisik Han Feng.

1
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!