NovelToon NovelToon
My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: tari channel

Memiliki kepribadian yang susah untuk bergaul atau sering disebut introvert membuat Jasson lelaki tampan yang berprofesi sebagai dokter ini tidak memiliki wanita disisinya. Dikenal sebagai lelaki dingin dan acuh terhadap seluruh wanita yang mencoba mendekatinya, Entah itu memang karna tidak pernah mendekati wanita atau memang dia yang tidak tertarik kepada wanita tersebut, Hingga ada akhirnya dia datang mengunjungi pasien akibat pasien tidak mau kerumah sakit jadi terpaksa dia yang turun tangan mendatangi rumah pasien tersebut.

"Menjadi suamiku saja bagaimana?" Tiyara Watsons.

"Hah?" Jasson Drean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam kau

"Untuk apa kau meminta maaf? Dia memang terlalu lancang masuk keruangan ini tanpa mengetuk pintu" teriak Tiyara dengan wajah kesalnya.

"Diam kau" tegas Jasson dengan wajah datarnya.

"Kau yang diam, Ini adalah ruangan yang sudah aku bayar tidak berhak untuk siapapun masuk keruangan ini tanpa seizinku" teriak Tiyara kembali dengan wajah kesalnya akan Jasson yang berbicara seperti itu kepadanya.

Jasson nampak kesal akan prilaku Tiyara yang terus menjawab ucapannya. "Ah dokter Jasson jangan memarahinya, Nona ini memang tidak salah, Saya yang cukup lancang menyelonong masuk keruangan ini" ucap dokter Syeri dengan senyumnya.

"Sadar juga kau" balas Tiyara dengan wajah kesalnya dan membuang pandang dari dokter Syeri.

"Aku bilang diam" tegas Jasson kembali akan Tiyara yang membalas ucapan dokter Syeri.

"Saya kemari ingin mengecek keadaan anda dan memberikan obat untuk anda" ucap dokter Syeri dengan senyumnya.

Jasson menerimanya dengan senang hati. "Terima kasih" jawab Jasson.

Dokter Syeri menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Jasson dan setelah itu menoleh kearah Tiyara yang ada disamping Jasson. "Nona apakah anda merasa sakit lagi?" tanya Syeri dengan senyum ramahnya.

Tiyara menoleh kearahnya, Senyuman palsu sangat terlihat dimatanya saat melihat dokter Syeri. "Cih" umpat wanita itu.

"Jawab pertanyaannya, Dia bertanya kepadamu" bisik Jasson dengan wajah datarnya.

"Iya saya baik baik saja, Terima kasih sudah mengobatku" jawab Tiyara dengan wajah kesalnya.

"Sama sama nona, Jika begitu saya permisi" pamit dokter Syeri.

"Cepatlah keluar" balas Tiyara hingga membuat dokter Syeri nampak kesal namun dengan segera dia menghilangkan wajah kesalnya dan tersenyum tanpa mendapatkan senyum balasan dari siapapun.

Jasson langsung menoleh kearah Tiyara yang nampak masih kesal namun wanita itu langsung menurunkan tangannya yang berada diatas perutnya dan tersenyum menatap Jasson. "Lanjutkan ucapanmu tadi, Tadi...."

"Kau terlalu tidak sopan" potong Jasson dengan tatapan tajam akibat sangat kesal akan wanita itu yang berbicara selalu seenaknya saja.

"Tidak sopan dimana? Karna aku mengatakan....."

"Semua ucapanmu tadi tidak sopan, Apakah kau berhak bertanya seperti tadi? Apa kau pikir kau tidak menyinggung hatinya saat kau berbicara seperti tadi?" ketus Jasson dengan melototkan matanya dan tangan yang meremas tangan yang saat ini ia genggam.

"Jelas saja berhak" jawab Tiyara akan pertanyaan Jasson tadi.

"Tapi itu sangat tidak sopan, Kau sendiri apakah ada orang tuamu mengajarkanmu sopan santun?" tanya Jasson kembali dengan menatap tajam wanita itu.

"Jelas saja, Ayah...."

"Ah iya mungkin orang tuamu mengajarkannya namun kau tidak pernah melakukan apa yang orang tuamu ajarkan" potong Jasson.

Tiyara terdiam saat mendengar ucapan dari lelaki itu. "Orang tuamu sudah sangat baik mengajarkan mu namun satupun tidak ada yang kau praktekkan" bisik Jasson dengan wajah datarnya.

"Bisakah tidak membawa orang tua untuk saat ini?" tanya Tiyara dengan senyumnya.

"Kenapa? Kau berbicara kepada dokter Syeri tadi seperti itu tapi kenapa kau malah melarang aku mengatakan hal yang sama?" tanya Jasson dengan menatap tajam wanita itu.

"Aku mohon, Bisakah kau tidak menyebut orang tua?" tanya Tiyara kembali yang masih saja tersenyum.

"Terserah, Yang jelas kau harus meminta maaf kepada dokter Syeri atas ucapanmu tadi" jawab Jasson dan langsung berlalu dari sana. Tiyara memperhatikan kepergian suaminya tersebut hingga Jasson menutup kasar pintu ruangan tersebut membuat wanita itu memejamkan matanya akibat kaget.

"Tuan kenapa anda membanting pintunya?" tanya Dery dengan sopannya. Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan melangkahkan kaki menjauh dari ruangan tersebut.

Tiyara terdiam, Tubuhnya langsung melemah membuatnya langsung terduduk diatas ranjang pasien itu. Tatapan yang kosong menatap kedepan melihat matahari yang sudah mulai terbenam.

Tok..tok..tok

"Nona bolehkah saya masuk?" tanya Dery dari luar namun tidak mendapatkan jawaban sehingga mengumpulkan keberanian dan masuk kedalam ruangan tersebut.

Ckleekk

Pintu ruangan terbuka namun hal tersebut sama sekali tidak mengalihkan perhatian Tiyara yang saat ini menatap kedepan. "Nona apakah boleh saya masuk?" tanya Dery dengan nada ketakutan.

Tiyara sama sekali tidak memperdulikannya dan masih saja menatap kedepan. Dery menelan silivanya dan melangkahkan kakinya mendekat kearah nonanya tersebut. "Nona...."

"Apakah kau pernah melihat ayah ataupun ibu mengajarkan sopan santun kepadaku?" tanya Tiyara dengan pandangan entah kemana namun pikiran yang dipenuhi oleh kata kata suaminya tadi.

Dery terdiam saat mendengar pertanyaan tersebut. "Apa yang terjadi sehingga nona berbicara seperti ini?" guman Dery dengan wajah bingungnya dan menatap lekat nona nya tersebut.

Jasson membuang nafas panjang dan berjalan mendekat kearah dokter Syeri yang baru saja keluar dari ruang pasien. "Permisi dokter Syeri" panggil Jasson hingga membuat Syeri langsung menoleh kearahnya begitupun dengan suster yang mengikutinya.

"Dokter Jasson, Apa nona Tiyara kesakitan lagi?" tanya Syeri dengan wajah bingungnya.

"Tidak, Dia sudah baik baik saja namun saya meminta maaf atas ucapannya tadi mengatakan...."

"Ah dokter itu tidak apa apa, Hal tersebut sudah sering terjadi jadi saya sama sekali tidak dendam akan ucapan nona Tiyara" potong dokter Syeri dengan senyumnya bagaimana tidak, Wanita yang terkenal lembut dan selalu memanjakan pasiennya pantas saja dengan mudah memaafkan orang lain.

"Tapi perkataannya tadi sangat tidak sopan, Saya benar benar minta maaf atas namanya" ucap Jasson kembali dengan menundukkan kepalanya.

"Dokter tidak apa apa saya sudah memaafkan nona Tiyara" jawab Syeri dengan senyumnya.

"Terima kasih banyak sudah memaafkannya" ucap Jasson kembali yang masih saja menundukkan kepalanya.

"Dia terlihat sangat penting bagi anda, Memangnya dia siapa?" tanya dokter Syeri dengan senyumnya namun hati yang penasaran.

"Dia...." Jasson tidak tau ingin menjawab apa.

"Jika aku mengatakan dia adalah temanku tidak mungkin tapi....."

"Dia adalah pasien yang saya rawat" jawab Jasson.

"Tapi dia tidak memiliki penyakit jantung, Anda merawat apa?" tanya dokter Syeri dengan wajah bingungnya.

"Apakah harus aku mengatakan jika dia adalah istriku? Tapi kenapa aku terlalu peduli kepadanya dan meminta maaf atas namanya?" guman Jasson dengan wajah bingungnya bingung terhadap diri sendiri yang membela istri sendiri.

"Kau pernah melihat bagaimana ayah mengajarkanku saat aku tumbuh remaja? Aku tidak memilikinya sejak kecil, Ayah selalu mengajarkanku untuk menjawab jujur pertanyaan dan ucapan orang sesuai isi hatiku namun dia malah marah mengatakan aku tidak sopan" ucap Tiyara dengan menundukkan kepalanya.

Wajah menyendihkan sangat terlihat oleh Dery saat Tiyara menjelaskannya. "Ayah hanya mengajarkanku cara melawan musuh dan jujur, Kejujuran adalah hal terpenting kecuali itu membahayakan nyawa baru kita berbohong, Apa kau ingat kapan terakhir kali ayah mengajarkan sopan santun kepadaku?" tanya Tiyara dengan menatap lekat wajah Dery.

Ckleekkk

Jasson masuk kedalam ruangan tersebut. "Aku sama sekali tidak ingat dengan ajaran sopan santunnya, Apakah dia benar benar pernah mengajarkanku atau tidak?" tanya Tiyara kembali saat tidak mendapatkan jawaban dari Dery.

1
Ryani
ga ngehhhh bacanya
Ryani
baru baca novel yg cwenya ngebet gini🤣
Ryani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Alan Maulana
bagus
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
terlalu lama up ny Thor. jdi hampir lupa alur ceritanya🤭😂.
tapi smngat ya thor
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
🥰🥰mngat thor
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
😭😭😭
Ellin So
salahpaham yang berkepanjangan
tiyara selalu melindungi jasson
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳☠ᵏᵋᶜᶟEᷞmͥiͣ M⃠🏚🄷❦⃝ᶠ
aku mampir semangat berkarya ditunggu kelanjutannya...
ig. sciltriyy: mkasii loh kk udh selalu mampir dari jaman dulu² sampe skarang, sehat² y kk♥
total 1 replies
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
mampir
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
ngebet nikah wkwkwk
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
wkwkwk... bar-bar
™🦅 ELANG hiatus
lewat semangat ya
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
semangat
•nayeol•
wahhhh otornya sijeuni juga yakkk💚💚
aku mampir karna liat Poto Lucas ngupil wkwkwk🤣🤣
yakin bakal kubaca semua novel otot deh kalo gini😂
ᵃˡν͚ıňѧ𝐇𝐢𝐚𝐭𝐁𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫
SUKAA(✿ ♥‿♥)
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
semangat 💪💪💪
Mei Hiat
luar biasa
lanjutkan
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!