Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 7.
Pukul 16:30
Haduh, hari ini rasanya berat banget sih buat aku, kenapa masalah selalu suka berteman dengan aku ya?. Sekarang aku harus mulai semuanya dari awal lagi, aku harus semangat!. Gapapa kalau aku harus jalan sendiri, aku hanya perlu fokus sama pendidikan dan pekerjaan aku sekarang ini.
Rumah Arbian.
" Haeyla itu cantik ya Bian. " celetuk mama
" Ya, lebih tepatnya indah. " sahut Arbian
" Kamu suka dia?. "
" Cuma kagum, selebihnya belum tahu. "
" Haeyla sepertinya anak yang baik, tutur kata nya sangat tersusun. "
" Ya ma, dia wanita cerdas dan pintar, maka dari itu sesuai dengan karakter nya. "
Kesan pertama mama Arbian kepada Haeyla terlihat baik, mama Arbian menyukai Haeyla karena karakter nya yang ber etika.
Cafe Fourtune.
" Sore kak Ardha. " sapa Haeyla
" Eh La, sore sore. "
" Kakak gak kuliah hari ini?."
" Baru aja pulang La, oh iya tadi ada cowo yang cari kamu. "
" Siapa? "
" Kakak sih gak tau siapa nya. "
" Ciri cirinya kak?."
" Tinggi, putih, maco lah, suaranya rada berat gitu. "
Itu pasti Divo, tapi mau apa dia cari aku?, kenapa akhir akhir ini dia sering banget mau ketemu sama aku?, aneh juga sih, tapi yaudahlah selama aku gak terganggu juga.
" Yaudah kak, aku lanjut mau kerja ya. "
Haeyla pergi ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan nya, gaji Haeyla di tempat dia bekerja sekarang lumayan bagus, cukup untuk biaya hidupnya selama sebulan penuh.
Telpon Haeyla berdering.
" Mama, halo ma. "
" Sayang, kamu baik baik aja?, tadi malam kamu telpon mama, tapi mama gak angkat, maaf ya sayang. "
" Aku oke kok ma sekarang, ya cuma tadi malam aku lagi kangen sama mama aja kok. " Sebenarnya aku mau cerita semua ke mama, tapi aku takut kalau nanti mama jadi kepikiran dan tidak fokus disana.
" Maafin mama ya Haeyla, mama juga kangen sama kamu, tapi mama masih belum bisa temui kamh. "
" Gapapa kok ma, yang penting mama disana sehat dan baik baik aja aku udah senang banget. " ucap Haeyla meyakinkan mama nya.
" Mama gak bisa lama lama telpon kamu sayang, karena mama harus kembali bekerja. "
" Iya ma, aku juga lagi kerja, bye ma love you. "
Sebenernya aku masih kangen sama mama, bahkan untuk sekedar menelpon saja kita harus curi curi waktu ma, kapan mama pulang dan kembali tinggal sama aku kaya dulu lagi sih ma.
" La, kaya nya hari ini kamu harus lembur La, gapapa kan ya?, atau kamu gak bisa? "
" Oh bisa kak, aku bisa, kalo boleh tau sampai jam berapa ya kak?."
" Agak malam sih La, mungkin sekitar jam 12 san gitu gimana? "
" Mau ada tamu banyak atau gimana kak?"
" Iya, kebetulan mereka reservasi udah lama tapi aku yang kelupaan. "
" Yaudah gapapa kak, aku aman kok. "
Tongkrongan .
" Lo pada tadi siang sampe sore ada liat Haeyla gak? " tanya Divo pada teman teman nya.
" Engga ada sih kalau gue. " sahut revano
" Gue sih ada, siang dia pergi sama Arbian kan. " sahut Ifar
" Gue baru aja lihat tadi, tadi gue lihat di jalan gelugur, Haeyla jalan buru buru banget, mau gue tegur takut malah ganggu gue. " timpal Bento.
" Serius lo?, jalan ke arah mana Ben? "
" Lupa gue, antara ke jalan melati atau jalan cempaka gitu. "
" Pakai dress or baju biasa?."
" Biasa, pakai topi juga dia. "
Apa Haeyla kerja ya?, tapi masa dia kerja di dalam kondisi nya yang belum stabil sih. Tapi bisa aja sih, soalnya keliatan dia pekerja keras banget. Apa gue susul aja ya?, tapi nanti dia kira gue ngikutin dia dan dia terganggu lagi. ( Divo bingung).
" Coba lo cek aja Vo, biar gak bingung otak lo itu. " tegas Ifar
" Mau nya, tapi kaya nya dia butuh waktu sendiri saat ini. " sahut Divo.
Keputusan Divo sudah benar dengan memebiarkan Haeyla sendiri saat ini, karena yang Haeyla butuhkan saat ini hanyalah dirinya sendiri beserta ketenangan.
Cafe Fourtune pukul 22:35.
Haeyla memandangi foto dirinya dan Cilian di ponsel milik nya.
Padahal aku sayang banget sama kamu Cil, tapi kenapa kamu sejauh ini ke aku, aku gak pernah nyangka kalau kamu lebih percaya isi pikiran kamu di bandingkan harus mendengarkan penjelasan aku dulu, persahabatan kita berakhir cuma karena kesalahpahaman karena laki laki Cila, itu sama sekali gak berguna. Terimakasih sudah pernah menjadi sahabat terbaik aku Cila, sekarang mungkin jalan kita sudah berbeda. ( mengusap air matanya)
" Haeyla kamu tolong anterin minum ke meja 09 ya!. " suruh ka Ardha
" Siap kak. " aku pun pergi mengantarkan pesanan yang di suruh oleh kak Ardha.
Malam ini Cafe Fourtune benar benar sangat ramai, semua meja hampir terisi penuh, syukurlah, semoga akan selalu seperti ini.
" Silahkan ini pesanan nya ya, jus jambu dan jus jeruk, silahkan menikmati. " Haeyla memberikan pesanan
" Terimakasih ya kak, kamu cantik sekali. " ucap seorang gadis muda yang menjadi tamu malam ini.
" Terimakasih pujian nya. " Haeyla pergi menuju dapur kembali.
Telpon Haeyla berdering.
" Halo, ada apa Arbian?. "
" Haeyla kamu dimana?, aku mau kesana. "
" Aku lagi kerja dan sibuk banget, maaf aku tutup telpon nya ya. "
Rumah Arbian pukul 23:00
Yaudahlah, aku ke tempat Haeyla kerja aja, sekalian nongkrong juga kan.
Arbian menyalakan motor nya dan berniat akan menghampiri Haeyla ke tempat kerja nya.
" Ma, Bian keluar sebentar ya, cari angin. "
" Hati hati sayang. "
Brakkkkk!!!!
Arbian menabrak seseorang.
" Aww sakit banget kaki dan kepala gue astaga. "
" Cilia?, ngapain kamu?, ayo aku bantu, kamu gak kenapa napa?."
Arbian turun dari motornya dan menolong Cila yang tidak sengaja tertabrak oleh nya.
" Ayo ku bawa ke rumah sakit. " Arbian pun mengantar Cila ke rumah sakit.
Mobil Arbian.
" Sabar ya Cil, sebentar lagi sampai. " Arbian mengganti motor nya dan menggunakan mobil karena harus mengantar Cila.
" Kaya nya kaki gue patah deh, soalnya gak bisa di gerakin sama sekali. "
" Jangan di gerakin dulu, biar dokter aja nanti. " sahut Arbian
Kenapa Cilia bisa ada di persimpangan rumah aku malam malam begini coba?. (batin Arbian).
Rumah Sakit Lentera Medika.
" Sus ini tolong temen saya sus, coba cek keadaan nya gimana. " pinta Arbian
" Ayo mas ikut saya ke ruang pemeriksaan."
Arbian menggendong Cilia dan masuk ke ruang pemeriksaan.
" Mas silahkan tunggu di luar ya. " pinta suster.
Semoga dia gak kenapa kenapa deh, kalau gak kasihan juga dia.
30 menit setelah pemeriksaan.
" Dengan mas Arbian ya?."
" Iya Dok, saya sendiri. "
" Begini mas, mbak Cila mengalami patah tulang kaki, jadi untuk sementara harus berjalan dengan menggunakan tongkat, setelah pemulihan nanti baru akan bisa berjalan normal kembali. "
" Begitu Dok, baik terimakasih, saya boleh masuk ke dalam?. "
" Boleh silahkan mas. "
Arbian masuk ke dalam ruangan dan melihat Cilia yang sedang di infus dan juga kaki yang di gifs dan kepala nya yang di perban.
" Cil, maaf banget, aku bener bener gak sengaja nabrak kamu. " ucap Arbian
" Its oke Ar, tapi aku bingung gimana caranya aku ke sekolah kalau gini, aku gak bisa apa apa sendiri. " dengan wajah sedihnya.
" Tenang aja, selama kamu belum pulih aku yang akan bantu kamu, ini juga karena aku. " jawab Arbian.
Nah, kena juga kamu dalam permainan aku Ar, kamu gak akan bisa lepas dari aku gitu aja, enak aja kamu mau hidup bahagia setelah nyakitin perasaan aku, kita lihat permainan ini besok Haeyla, apa reaksi kamu. (Batin Cilia).
Ternyata Cilia sengaja menunggu Arbian keluar dari rumah nya, dan dia rela menabrakkan dirinya hingga mengalami patah tulang hanya demi misi balas dendam nya.
Bersambung.