Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Bagian 7 – Teknik Daoyin
"Aku akan melanjutkan latihan!" kata Sekar dingin sambil melihat Arya dengan mata berbinar.
Sekar tidak suka diganggu. Ekspresi wajah yang membuat orang merasakan sebuah jarak antara mereka, dan karena jarang bersosialisasi antara teman sekelasnya, terutama anak laki-laki, ia terlihat aneh tanpa teman di sekelilingnya.
"Aku akan pergi, secepatnya!" kata Arya dengan senyum yang samar. Ia melirik Sekar dari atas hingga ke bawah.
Alis Sekar terangkat.
Bukankah caranya melihat sangat tidak sopan? Pikirnya. Entah kenapa ia merasa marah. Begitu banyak anak laki-laki yang mengejarnya di Institut Anggrek Suci, namun ia mengabaikan mereka. Ia hanya fokus berlatih. Makanya ia merasa tingkah Arya tidak berbeda dengan para anak laki-laki di institut. Sangat menjengkelkan!
"Kenapa masih di sini? Tanya Sekar dengan nada yang tak senang. Arya sudah mengganggunya terlalu lama.
Tatapan Arya berhenti saat melihat Kaki Sekar. Ia tidak memakai sepatu sama sekali, ia bisa melihat kaki yang ramping diterangi cahaya bulan, yang sedikit memerah.
"Ketika malam tiba, apakah kau tidak merasa kakimu serasa terbakar api?" tanya Arya.
Mendengar pertanyaan Arya, Sekar merasa terkejut dan bertanya, "Bagaimana kau tahu?"
Karena suhu panas, saat latihan di malam hari, Sekar biasanya tak akan memakai sepatu.
"Tentu saja aku tahu," senyum Arya, "Bukan hanya itu, aku tahu lebih banyak. Bukan hanya kakimu yang terasa seperti terbakar api, tapi tubuhmu akan sangat dingin. Di pertengahan malam setiap harinya, kau selalu merasakannya. Sangat menyakitkan. Bahkan untuk melatih kekuatan jiwamu sangat tidak mungkin, benar kan?"
Sekar terkejut mendengar penjelasan Arya. Ia telah meyimpan sakit itu sendiri dan tak ada yang tahu, bahkan keluargannya. Bagaimana Arya tahu semua itu?
Melihat ekspresi wajah Sekar, Arya tahu bahwa tebakannya tepat. Di masa lalu, Sekar menderita penyakit arktik. Berlatih di malam hari, akan membuat udara dingin masuk ke dalam tubuh, menyumbat pembuluh. Di banyak kasus, Penyakit arktik membuat penderitanya akan mengalami sakit yang parah, kasus yang paling parah dapat membuat tubuh meledak. Untungnya di masa lampau, ia hanya harus terbaring selama dua tahun.
"Selain itu kau juga merasakan gejala yang lain, tubuhmu akan memar di beberapa bagian tertentu. Membuatmu kesakitan dan tak dapat menghilang, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh," kata Arya dengan yakinnya, "Kau belum mendapatkan peringkat perunggumu, tapi saat kau mendapatkannya, skenario terbaiknya adalah kau akan mengalami cedera serius dan mengalami penurunan prestasi. Skenario terburuknya adalah kau akan mati."
Setelah mendengar perkataan Arya, Sekar menjadi terdiam. Ia mengepalkan kedua tangannya, dan kedua mata yang merah menyala. Bagaiman bisa? Walaupun ia seseorang yang kuat, tapi setelah mendengarnya, ia merasakan angin yang merobohkan kekuatannya. Arya memberitahukan penyakitnya dengan sekali lirikan. Arya tak mungkin salah.
Sejak kecil, keluarganya telah menginginkan pernikahannya dengan salah satu keluarga Keraton, Surya. Saat ia beranjak tumbuh, Sekar mencari tahu sosok Surya. Karena ia tidak ingin menikahi seorang playboy, ia mulai berlatih dengan giat dengan harapan ia dapat melunturkan takdir yang kejam ini. Sayangnya, Langit tak mengijinkannya. Saat ia akan mendapatkan peringkat itu, malah kabar kondisinya yang ia terima.
Arya tak dapat menahan rasa ibanya melihat kondisi Sekar saat ini yang biasanya terlihat kuat.
"Arya, karena kau mengetahui penyakit ini, tentunya kau tahu cara untuk mengobatinya, benar kan?" tanya Sekar. Merasa takut akan perkataan Arya, ia tiba-tiba meruntuhkan kekuatannya dan memohon, "Dapatkah kau membantuku?"
Ia hanyalah seorang gadis 13 tahun.
Sekar memiliki karakter yang kuat dan jarang meminta bantuan kepada yang lainnya. Arya yang mendengar permohonan tersebut seketika merasa luluh. Ia terdiam sesaat, sebelum berkata, "Penyakit ini dapat di obati, kau dapat mencarinya di perpustakaan institut Anggrek Suci. Penyakit ini disebut: penyakit arktik."
"Sungguh?" balas Sekar. Harapannya kembali muncul, "Bagaimana cara menyembuhkannya?"
"Teknik Daoyin harus digunakan untuk memijat area yang terkena, untuk menghilangkan memar. Ramuan berasal dari campuran rumput Golden Striped dan rumput Imperial Sky yang harus dikonsumsi tiap hari, berdasarkan kondisimu, selama sebulan penuh atau lebih dari itu. Berita baiknya, 10 hari cukup bagimu untuk memulihkan diri," kata Arya. Ini adalah metode untuk mengobati penyakit tersebut.
"Teknik Daoyin?" ulang Sekar. Ia mengerutkan dahinya. Ia adalah anggota keluarga ningrat, tapi ia tidak pernah mendengar teknik ini sebelumnya.
"Selain itu, kau harus berhenti untuk melatih kekuatan jiwa di malam hari," kata Arya sambil melemaskan tangannya ke arah Sekar. "Biarkan aku melihat teknik cultivationmu."
Sekar menatap Arya. Jika yang meminta adalah orang asing, ia akan menganggapnya sebagai cara untuk memperdayainya. Tapi setelah melihat ekspresi Arya, ia merasa yakin padanya. Arya telah banyak memberikannya informasi, oleh karenanya ia akan mempercayainya. Ia mengambil catatan teknik tersebut dari dalam cincin interspatial dan dan menyerahkan ke Arya. Itu adalah sepotong kertas yang berumur, dengan sekelompok kata yang tertulis di dalamnya.
Setelah menerimanya, Arya dengan hati-hati memegang bagian belakang giok putih Sekar, tangan yang lembut, tapi Arya tidak keberatan. Ia sangat fokus membaca kertas tersebut.
Setelah Arya menyentuh tangan Sekar, Sekar dengan cepat menarik tangannya dan merasakan jantungnya berdetak. Ia merasa sangat kacau. Ia berpikir, bagaimana jika Arya ingin memerasnya? Dan bagaimana jika ia mempunyai pikiran kotor tentangnya?
Saat Sekar mengangkat kepalanya, ia melihat Arya tidak memperdulikan reaksinya bahkan saat tangan mereka bersentuhan, dan ia merasa lega. Ekspresi Arya sangat serius ketika melihat kertas tersebut. Ini membuat Sekar menjadi sedikit bingung. Setelah beberapa saat, ia menundukkan kepalanya kembali dan mulai memikirkan sesuatu.
"Keturunan Noble Family yang besar dan kuat hanya melatih teknik cultivation dengan level rendah, tak heran jika Kota Kemuliaan hancur…" gumam Arya.
"Apa katamu?" Sekar menatap Arya dengan mata lebarnya. Ia hanya mendengar beberapa kata Arya yang samar, tapi tak begitu jelas.
"Tak ada." senyum Arya, "Teknik ini sangat rendah, ini akan merusak meridian saat melatihnya. Ini merupakan penyebab dari penyakitmu. Lakukan perubahan dari "Psychic Mind" ke "Heavenly Psychic" dan ubah ini "Jiwa dan roh bersatu…" lanjut Arya, mengubah kekuatan jiwa teknik cultivation melalui pengenalan.
Sekar merasa tak yakin dengan penjelasan Arya. Teknik ini telah turun temurun diwariskan. Memiliki peringkat ke 6 di koleksi keluarga. Bagaimana ini di ubah sesuai kehendak Arya? Meskipun begitu, ia tetap mendengarkan Arya. Sekar adalah pengguna teknik ini, jadi mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan hal tersebut. Namun, Sekar menyadari bahwa perubahan yang dilakukan Arya sangat beralasan. Kenyataannya, perubahan dapat membuat sesuatu menjadi lebih baik dari aslinya.
Sekar membuka matanya lebar-lebar dan menatap Arya.
"Arya, dapatkah kau mengulanginya? Aku harus mengingatnya!" kata Sekar dengan cepatnya.
"Oke," Arya memperlambat perkataannya, mengulang kembali perubahan pada teknik cultivation. Setelah latihan, Sekar memiliki kemampuan untuk mengingat semua hal. Walaupun hanya sebagian yang dapat dimengerti, ia tetap berusaha mengingatnya. Semakin ia mendalaminya, semakin ia menyadari betapa kuatnya teknik ini setelah mengalami perubahan.
Sekar yang tadinya melirik ke arah Arya dengan kebingungan, namun lirikan itu kini berganti dengan kekaguman.
Betapa banyak ilmu yang harus dimiliki untuk menaikkan level di teknik ini? Bahkan iblis petarung emas hitam takkan mampu melakukannya. Bagaimana Arya memahaminya melebihi iblis petarung emas hitam, bahkan hampir mencapai tingkatan legenda?
Menyimpannya sebagai sebuah harta karun yang tak ternilai, Sekar mengingat semua perubahan yang Arya sampaikan di dalam hatinya. Ia tidak dapat menggambarkan perasaan yang ia miliki ke Arya: kagum, memuja?
Mereka memiliki usia yang sama, namun Sekar menyadari ada pembatas yang besar di antara mereka. Sangat menyebalkan mengingat ia dulu menganngap Arya sebagai orang yang paling bodoh. Ia menyadari kesombongan guru Kirana dan murid yang lain yang mengejek Arya. Ia menjadi sangat yakin dengan apa yang dikatakan Arya di kelas sebelumnya bahwa ia akan menjadi iblis petarung tingkat legenda.
Sejak ia kecil, Sekar telah melampaui teman-temannya dari bakat dan kepintaran. Ini pertama kalinya ia menghormati orang yang seumuran dengannya.
Arya pernah berkata bahwa ia akan menikahi wanita paling cantik di Kota Kemuliaan. Saat Sekar mengingat hal itu, pikirannya menjadi kacau. Ia tertunduk tanpa mengatakan apapun. Tiba-tiba, sosok Lestari berada di pikirannya. Walaupun ia merasa yakin dengan penampilannya, ia mengakui bahwa ia tak akan dapat bersaing dengan Lestari,
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Arya menatap Sekar. Ia menjadi bingung sejak melihat ekspresi aneh Sekar
"Tidak, tak ada…" Sekar segera mengangkat kepalanya, dan bertanya, "Arya, kau tahu teknik Daoyin?"
"Tentu saja aku tahu," Arya menganggukkan kepalanya dan berkata, "Namun teknik ini membutuhkan kontak langsung dengan area yang memar. Tidak akan pantas jika aku yang melakukannnya."
Sekar melihat wajah Arya. Ia memiliki alis yang tajam, sinar mendalam di matanya. Aura ketampanan di sekelilingnnya yang memiliki kesamaan dengan sosok yang ia idamkan.
Ia menundukkan kepalanya sambil berkata, "Aku tak keberatan, maukah kau mengobatiku? Aku tidak ingin mencari orang yang tak berguna."
Kalimat terakhir Sekar yang ia ucapkan hanya untuk membuatnya nyaman.
Sekali lagi, Sekar meruntuhkan kekuatan yang ia miliki di depan Arya.
"Uh…." Arya terdiam sesaat
Jika ia menolaknya ia akan terlihat seperti anak kecil.
Hatinya milik Lestari. Ia hanya kagum pada Sekar. Ia tidak memiliki ekspektasi lain dan berkata, "Oke, aku akan menolongmu dengan teknik Daoyin setiap tiga hari sekali. Lakukan apa yang telah aku katakan, minumlah ramuan itu dan kau akan baik-baik saja."
"En," balas Sekar, diam-diam mengangguk.
"Di mana saja memar itu?" tanya Arya
Pipi Sekar tiba-tiba memerah dan menunjuk bagian belakang kakinya.
"Ada satu di sini"
Arya menundukkan kepala untuk melihat. Ia melihat bulatan yang telah berwarna ungu gelap di kaki putih mulus Sekar. Memar nampak serius.
"Parah," kata Arya sambil mengerutkan kening dan melanjutkan. "Beruntung karena hanya di kaki, akan sangat merepotkan jika berada di bagian lain. Ini lebih aman karena hanya berada di area kaki. Akan segera sembuh."
Arya duduk di atas sisa-sisa rerumputan.
"En" kata Sekar, menganggukkan kepalanya. Ia tidak mengatakan bahwa hanya memiliki memar di kaki. Ketika ia meletakkan kakinya di tungkai Arya, sebuah cahaya melintas di matanya. Ia nampak memikirkan sesuatu.