NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romansa-Teen school / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 5
Nama Author: Suci Aulia

Cinta, persahabatan, dan balas dendam, membawa Kairen dan Raizel ke dalam sebuah lingkaran kebimbangan untuk menuju sebuah kisah hidup yang sebenarnya. Cinta, persahabatan, atau balas dendam, hanya mereka yang menentukan.

"Gue akan temuin mereka dan bawa mereka kesini, hidup ataupun mati" ~Kairen Elashka Alexander

"Kalo harus ada yang yang disalahkan disini, maka itu adalah perasaan!!" ~Raizel Elashki Alexander

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Ini?

Agatha memberesi bukunya yang berserakan di meja. Kuliah sambil kerja memang melelahkan, tapi dia suka.

Saat gadis itu memasukkan beberapa buku ke dalam tas. Pintu ruangannya tiba-tiba dibuka tanpa permisi. Raizel pelakunya. Pemuda itu menyengir jahil di ambang pintu. Satu setengah bulan menjalani terapi, dia sudah bisa berjalan meskipun harus dengan bantuan tongkat. Tapi dia cukup puas, setidaknya dia tidak merasa seperti mayat hidup di atas kasur.

"Bisa nggak sih, kalo masuk itu ketok pintu dulu?!" Agatha menggerutu kesal. Sejak berteman akrab, Raizel berubah menjadi orang yang nggak tau malu. Malah malu-maluin.

"Santai aja kenapa sih, gitu doang juga!!" sahut Raizel acuh.

Dengan perlahan, dia masuk ke dalam ruangan kemudian duduk di sofa yang ada disana.

"Ta..."

"Apaan?!"

"Makan yuk, di kantin. Laper nih gue" ajak Raizel dengan wajah memelas. Dia hanya boleh makan makanan luar seminggu sekali, selebihnya hanya boleh makan makanan dari rumah sakit. Sedangkan 2 hari yang lalu dia baru saja mengambil jatah makannya, kali ini dia berharap Si perawat cantik mau memberi kompensasi.

"Lo kan kemaren udah!!" desis Agatha sambil menatap tajam kearah Raizel. Gini nih, gini ciri-ciri orang dikasih hati minta jantung. Nggak tau terimakasih.

"Yaelah, Taa. Please lahhh, kali iniiiii aja. Gue pengen banget makan ayam bakar. Boleh yaaa, pleaseee"

Raizel memasang wajah memelas andalannya. Mamanya biasanya luluh, nggak tau kalo si mama lemon.

"Tapi kalo Dokter Yudi tau gimana?!!!" tukas Agatha lagi. Please lah adeknya cebong, jangan bikin hidup Ata makin suram!!!.

"Makanya jangan lo kasih tau beggo!!"

Raizel terus mendesak, sampai Agatha mau tidak mau harus menuruti. Dengan memasang wajah dongkol, gadis itu menemani Raizel makan ayam bakar di Kantin Rumah Sakit.

Raizel tersenyum puas. Dengan semangat 45, dia mulai memakan makanan yang diidam-idamkan sejak semalam. Ayam bakar Pak Ujang. Selain enak, ayam bakarnya juga murah. Pas buat isi kantong Agatha yang pas-pasan.

"Pelan-pelan makannya" tegur Agatha. Dia mengambil sehelai tissue, kemudian mengarahkan tissue itu kearah Raizel. Dia membersihkan noda saus di ujung bibir pemuda itu dengan telaten.

Raizel terpaku. Antara kaget dan terkagum, dia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya sendiri. Melihat Agatha dari jarak sedekat ini, membuat perasaan aneh itu muncul.

"Perasaan apa ini?"

*******************

Kairen keliling sekolah diikuti dua dayangnya, siapa lagi kalo bukan Noval sama Vero. Kalo Satya, Boy mah golongan orang waras. Biarkan Kai, Noval, dan Vero yang golongan orang setengah waras mengeksplorasikan diri menjadi polisi dadakan di sekolah.

Kayak sekarang. Sambil membawa rotan milik Bu Prety yang dia curi tadi pagi, Kairen mengikat dasinya di dahi, bertingkah kayak pangeran baja kuning.

"HAYOLOH, LO NGEROKOK YA!!"

Mereka yang lagi muter di area toilet, tiba-tiba berhenti karena si toa berjalan Vero.

"Berisik banget sih lo, kayak adek gue!!" salah satu orang dari sekumpulan cowok yang lagi nongki sambil ngerokok asoy di toilet tiba-tiba menyela. Dia menengok ke kanan dan kiri, takut-takut kalau ada guru yang lewat.

"Tuli dini niih gue lama-lama deket Lo!!" desis Noval sembari menggosok telinganya yang terasa pengang.

Kairen memasang wajah tengil. Sebuah siasat dapet duit cepet tiba-tiba muncul di otaknya. Pemuda itu bersendekap dada, matanya menatap nyalang kearah segerombolan siswa yang tengah memasang wajah pias. Mereka takut sama rotannya Kai yang panjangnya 1 meter.

"Maksud kalian ngerokok di sekolah itu apa?!" Kairen memasang wajah sok serius. Dia cekikikan sendiri dalam hati, merasa geli dengan sikap yang barusan dia tunjukkan.

"Cakep nih gue kalo ikutan main FTV" gumamnya dalam hati.

"Rai, jangan laporin kita ke BK ya. Tega banget lo sama kita-kita"

"Masak lo nggak kasian sih"

"Tega banget ya nggak?"

"Kagak bakalan gue ulangin deh, suerrr"

"Entar gue bisa diamuk emak kalo gue ketauan masuk BK. Jangan bilang ke si botak donggg"

Suara aspirasi dari para siswa kalem sekalem author mencuat. Noval yang bertugas sebagai MPS, Majelis Permusyawaratan Siswa mencatat aspirasi mereka untuk diumumkan di tausiah mama dedeh besok pagi.

"JADI GINI PAK CEBONG. MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR KEBOBROKAN PASAL 300 AYAT 5, MEREKA ITU BISA DIKASIH KOMPENSASI. TAPI DENGAN SATU SYARAT" Vero si DPS, Dewan Perwakilan Siswa dadakan, menyampaikan argumennya yang unfaedah.

"Apaan tuh?" sela Vero

"Jadi ajudan Rai misalnya"

Kairen mengusap dagunya seperti orang berfikir.

"Menurut kalian, gue ganteng nggak?"

Sekumpulan siswa itu saling tatap. Merasa bingung dengan pertanyaan Ketua Osis mereka yang akhir-akhir ini jarang bawa otak. Sampai akhirnya salah satu siswa terkoneksi, dia langsung menjawab.

"Ya ganteng lahh. Iya kan guys?"

"Aa, I-iya. Lo GANTENGGGG BUANGETTTTT"

Kai pengen ngakak rasanya liat muka tertekan mereka. Keliatan banget kalo nggak ikhlas.

"Berhubung kalian ngomongnya nggak ikhlas, jadi gue bakal tetep lapor ke Pak Jamet"

"WEHHHHH, RAI ANJENKKK"

******************

"Lama amat sih lo nulisnya" Kairen mendengus malas sambil menatap kearah Satya yang masih sibuk menuliskan sesuatu di sebuah kertas kecil berwarna peach. Dia terlihat sangat serius, bahkan gerutuan Kairen sejak tadi dia hiraukan.

Beberapa menit menunggu, akhirnya Satya selesai dengan tulisannya. Dia kemudian melingkarkan kertas itu pada sebuah coklat, lalu mengikatnya dengan pita.

"Nih, kasihin ke Kimy. Awas kalo lo makan!!" Satya menatap Kairen penuh selidik. Sebenarnya dia ragu menyuruh anak kodok, tapi yang masih solid cuma dia doang.

"Iya, iya. Bawel lo!!" Kairen menerima cokelat dari Satya, kemudian meletakkan cokelat itu di saku. Dia lalu bangkit dari duduk, berjalan keluar untuk mencari keberadaan si Baskom yang udah bikin dia repot.

Kairen menengok ke kanan dan kiri, berharap si Kimy lewat depan mata. Sampai langkahnya terhenti di Taman Belakang sekolah. Di ujung sana, orang yang dia cari sedang duduk sambil mendengarkan musik lewat headset.

Dia berjalan mendekat. Tangannya menepuk bahu Kimmy berulang kali hingga gadis itu mendongak.

"Kenapa?"

Kairen tak menjawab. Dia meraih tangan Kimy, kemudian meletakkan cokelat dari Satya di tangannya.

"Gue tau ini sederhana, tapi gue berharap semoga lo bisa menghargai usaha orang lain"

Pemuda itu menepuk kepala Kimy sejenak. Setelah mengatakan itu dia kemudian pergi, meninggalkan Kimy dengan sejuta pertanyaan.

Gadis itu menatap bingung kearah cokelat di tangannya. Dia membuka pita di cokelat itu, kemudian membaca surat yang tertera disana.

Ada yang bilang kalo pelangi itu adalah hal yang terindah.

Ada juga yang bilang kalo senja lebih indah.

Bintang cantik, bulan mempesona, matahari sempurna. Tapi diantara semuanya, nggak ada yang spesial.

Karena menurut gue, cuma lo yang spesial. Senyuman lo lebih indah dari pelangi dan senja. Paras lo lebih cantik dari bintang sama bulan. Dan semua yang ada di diri lo lebih sempura dari matahari.

Kalaupun ada seseorang tang nanya ke gue siapa yang terindah. Gue pasti bakal jawab, Kimyora

Kimy membaca surat itu dengan tangan berkeringat. Dia menoleh kearah Kai pergi tadi, pemuda itu sudah tidak ada.

"Apa inii?"

******************

~Hy guys, aku minta maaf banget karena baru up. Minggu ini aku full PTM, jadi gaada waktu buat up.

Maaf banget ya, tapi aku usahain akan up terus.

Makasih yang udah mau nunggu. Jangan lupa tinggalkan jejakk, happy reading:)

1
kanaya
sangat suka novel ini karena ending yg berbeda dari novel yg lain
Erna Wati
auto mewek thor
kanaya
luka di kasih garem tambah lemon
kanaya
kenapa enggak jujur aja sih
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
waduhhh KAI d teror siapa kah org nya !!!!
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
Kimmy cuantik bngttt jadi anu deh
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
yg d maksud Kimmy itu siapa
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
wah kalah ganteng visualnya sama aku 🤭
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
insyaallah kai akan berubah saat cinta masa kecil nya dtang
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
bahagia bngtt punya ortu yg pengertian dan saling mendukung kpd anak2ny
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
Rai km harus sembuh jngn sampai lumpuh kasian.
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
kasian Rai sampai celaka siapa orng nya
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
bismillahirrahmanirrahim
mampir dulu ka,awal baca aja udh bikin ketawa dan kesel 🤭🤭
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
kasian Kimmy semoga cepat kai ungkap perasaan nya apa tunggu itu cincin jadi baru mau ungkapkan perasaan nya 🤔
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
segera cari kebenaran agastha agar kau gk menyakiti hati orang lain
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
cari dulu kebenaran angatha baru kau bertindak gimana kedepannya
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
greget deh sama kai ini kalau ada rasa yg lain dari sahabat di hatimu ungkapkan saja ya
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
akhirnya kai tau juga penyakit Kimmy
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
semangat untuk sembuh Kimmy
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
wah sadis sama lawan itu bener kak KAI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!