NovelToon NovelToon
SINKING OF LOVE

SINKING OF LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:588k
Nilai: 4.8
Nama Author: maomao

Kim Jane Soo gadis liar yang hendak dijual Paman tirinya berhasil kabur meski dengan luka di tubuhnya.

Ia berlari dan tidak sengaja melihat sebuah mobil milik CEO dari perusahaan TIG Entertaiment yang sangat berpengaruh di Asia, bernama Ji Ahn Yoo.

CEO dingin itu menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit yang jauh dari tempat tinggalnya. Karena pertama berjumpa CEO itu jatuh cinta melihat Kim Jane Soo, ia menahan wanita ini dengan segala macam cara agar tetap berada di sampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maomao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Kebetulan sekali hari ini aku bangun lebih awal.

"Huaaaaaaaaaaa." Aku menguap dengan mulut terbuka lebar.

"Tumben aku bangun cepat. Tunggu, iya aku ingat. Hari ini bukankah aku harus .... " Aku teringat perjanjian dengan Ahn Yoo.

Dengan panik aku memikirkan cara untuk mengelak, aku harus mengatakan apa kepadanya nanti kalau bertemu? Apa yang harus kulakukan jika dia bertanya?

Kruuuk-kruuuk-kruuuk!

Perutku mulai menangis, aku lapar sekali.

Lebih baik memikirkan perjanjian itu nanti saja. Perutku juga butuh asupan, makan adalah solusi terbaik. Aku menuju dapur berniat untuk makan. Sayangnya tidak ada apa-apa di atas meja.

"Tenang Jane, kamu pandai memasak. Bahkan chef terkenal kalah denganmu, hahahahah." Aku tertawa sendiri di dapur.

Saat membuka kulkas, aku melihat banyak persediaan. Ada daging, sayur, buah dan lain-lain di sini. Tapi aku memilih telur saja, selain mudah dan praktis, aku hanya bisa memasak telur dadar.

"Ehhh ada roti, cocok juga kalau dicampur telur," gumamku menunjuk roti tawar.

Dan tidak lama kemudian jadilah sandwich buatanku yang tentunya lezat. Aku menyantapnya sendiri di dapur. Aku ingin membaginya dengan Ahn Yoo, tapi aku yakin dia tidak akan mau. Bu San juga akan menolak makanan seperti ini, tidak cocok dengan seleranya.

"Astaga kenapa ini enak sekali? Aku memang berbakat di bidang memasak." Aku memuji diri sendiri.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ahn Yoo yang tiba-tiba saja datang.

Suara Ahn Yoo membuatku terkejut hingga tersedak.

"Huk,uhukuhukuhuk ...."

"Apa kau tidak bisa makan?" sindir Ahn Yoo sinis.

Aku mengambil air putih dan meneguknya dengan cepat.

"Bisakah kau minum dengan pelan." Ahn Yoo menegurku dan menarik gelas yang kupegang.

"Apa? Ini karena kamu juga, datang begitu saja. Aku terkejut hingga tersedak." Aku menatapnya dengan wajah kesal.

"Tunggu! Apa yang baru saja ku katakan. Kamu memang bodoh Jane, kamu membiarkan dirimu masuk ke dalam kandang singa," celetukku dalam hati dan memukul kepalaku.

"Ngomong-ngomong, kenapa kamu bangun cepat sekali?" tanyaku untuk mengalihkan perhatiannya.

Dia tidak menjawabnya dan mengisi gelasku tadi dengan air.

"Minum dengan perlahan, tidak perlu buru-buru." Ahn Yoo memberiku segelas air.

"Ha? Ini? Iya." Aku mengambil dan meminumnya dengan perlahan. Kenapa lagi dengan dia? Tiba-tiba perhatian seperti ini.

"Kamu ... kamu mau ini?" tanyaku ragu sambil menunjukkan sandwich yang ku masak tadi.

Dia hanya melihat makanan yang kupegang tanpa berbicara sepatah kata.

"Ya sudah kalau tidak mau makan, aku yang habiskan saja." Aku menarik kembali sandwich itu.

Kemudian dia menarik balik piring berisi sandwich itu dan dengan cepat memakannya.

"Aku pikir kamu tidak mau." Aku tersenyum heran melihatnya.

"Enak tidak?" sambungku dan menunggu respon darinya.

"Hmmm ... tidak enak sama sekali, bagaimana kau memasak sampah ini?" kritik Ahn Yoo pedas.

"Kalau tidak suka kenapa dihabiskan? Bahkan mulutmu saja tidak bisa berhenti memakan masakanku," kataku dengan suara pelan.

"Kenapa mentapku? Ada yang salah?" tanya Ahn Yoo kepadaku.

"Ti ... tidak, tidak ada," jawabku gugup.

Kemudian aku semakin terkejut ketika dia memakai gelas yang ku gunakan untuk minum tadi. Dia minum dari bekas bibirku.

"Itu, ehhmm, gelasnya ...." Aku berhenti bicara karena tidak sanggup mengatakan kebenaran yang konyol ini.

"Kenapa?" tanya Ahn Yoo heran.

Aku tidak menjawab pertanyaannya ini, tidak mungkin aku mengatakannya. Sangat memalukan jika harus jujur.

Kepalaku berisi pikiran kotor lagi.

"Bukankah ini disebut ciuman tidak langsung? Iss, kenapa aku berpikir seperti ini? Pergi!! Hussshusss," celetukku dalam hati.

Lamunanku hancur karena dia tiba-tiba saja bertanya kepadaku.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Ahn Yoo datar.

"Kamu," jawabku lancar.

"Ehhhh ... maksudnya lagi memikirkan bungamu semalam, hahahah." Aku tertawa canggung agar tidak ketahuan sudah berpikir macam-macam tentang dia.

Dia tersenyum, dia terlihat bahagia sekali.

"Kenapa kamu tersenyum begitu. Aku tidak memikirkanmu sama sekali, apa kamu mengerti?" kataku menyangkal.

"Aku tidak menuduhmu memikirkanku," balasnya dengan wajah curiga.

"Kyaaa! Aku ... aku, aku mau mandi, di sini sangat gerah," sambungku gugup tersipu malu.

Dia hanya mengernyitkan dahinya melihat sikapku yang tampak jelas sedang salah tingkah. Aku meninggalkannya sendiri di dapur, di sini terlalu canggung.

Mulutku terkadang memang tidak bisa dikontrol. Dengan bodohnya aku mengatakan kalau aku sedang memikirkannya. Sekarang aku yang malu sendiri.

Sesampainya di kamar, aku langsung mandi dan merapihkan ranjangku yang berantakan.

"Jane? kamu sudah membersihkan kamar ini?" tanya Bu San yang baru saja masuk.

"Iya," jawabku sombong.

"Kenapa dibersihkan? Ini tugas saya," sambungnya halus.

"Ihhh, ini adalah kamarku, yang membuatnya berantakan aku. Jadi, yang harus membereskan tentu aku, Bu San," kataku dengan jelas.

"Kamu memang sangat susah untuk di ingatkan," jawab Bu San dengan datar.

"Bu San, apa Ahn Yoo sudah pergi?"

"Hmmm? Tuan Ji masih di kamar, lagi pula hari ini dia tidak bekerja," jelas Bu San.

"Apaaa??" Aku terkejut mendengar penjelasan Bu San.

"Ada apa?" tanya Bu San terheran.

"Jadi dia, maksudnya Ahn Yoo tidak pergi?" tanyaku terbata-bata.

Bu San mengangguk dan kemudian menyuruhku turun ke bawah untuk sarapan. Karena belum kenyang memakan sandwich tadi, aku mengikuti Bu San turun ke dapur.

"Hari ini masak apa Bu San?" kataku sambil mengangkat buah yang baru saja dicuci.

"Kamu duduklah nanti saya yang hidangkan sendiri." Dia meletakkan buah yang kupegang.

Aku kenal betul dengan Bu San, dia tidak suka orang repot karena dia. Padahal aku menolongnya dengan ikhlas, tidak ada paksaan sama sekali. Alih-alih membiarkannya menghidangkan sarapan, aku hanya bisa duduk manis di kursi.

"Wahhhh ... nasi gorengnya wangi sekali," pujiku sambil menatap Bu San dengan senyuman.

Dengan sigap aku mengambil piring dan menyeduh nasi ke piring. Tapi tiba-tiba saja Ahn Yoo datang. Seperti biasa, dia sangat ahli mengagetkan orang.

"Kau?! Bukannya baru makan tadi?" senggak Ahn Yoo.

"Emmm, iya," anggukku santai.

"Apa kau belum kenyang? Kau rakus sekali," celotehnya mengejek.

"Bukannya aku ini rakus, tadi aku hanya makan dua roti saja dan kamu mengambil rotiku yang ketiga," jawabku sinis.

"Aku tidak mengambilnya, kau yang memberikannya padaku," jawabnya tidak mau kalah.

"Ya sudah," jawabku tidak senang. "Itu saja dipermasalahkan. Dasar gunung es," aku menggerutu dengan suara pelan

"Bu, jangan biarkan dia memakan itu. Aku tidak mau ada gajah di rumah ini," perintahnya kepada Bu san.

"Baik tuan," sahut Bu San lemah.

Di waktu yang sama aku tidak bisa menerima apa yang dikatan Ahn Yoo barusan.

"Gajah? katamu aku gajah? Wahhh, kenapa kamu ini suka sekali membuatku kesal," sambungku dengan ekspresi tidak senang.

"Jika tidak senang pergi beli sendiri dan makan sendiri," jawabnya datar dan meninggalkan dapur.

Aku sangat emosi melihat tingkah Ahn Yoo hari ini. Dia seperti senang sekali mencari masalah denganku. Padahal dia tahu kalau aku ini tidak bisa melawannya, tetapi dia selalu memancing amarahku.

Untuk meredakan emosiku, aku menenangkan diriku dengan berjalan-jalan menyusuri rumah ini. Aku benar-benar mengelilingi semua celah dan sudut di sini. Ketika sedang menatap-natap, aku melihat Ahn Yoo meninggalkan kamarnya dan lupa menutup pintu.

Berhubung masih penasaran dengannya, aku berniat untuk masuk dan ke dalam kamar Ahn Yoo . Aku melihat kondisi sekitar apakah sudah aman. Ketika waktunya pas, aku langsung masuk ke dalam dengan langkah yang hati-hati.

Kamar Ahn Yoo sangat wangi, rapi dan bersih. Sesuai dengan karakternya, perfectionis. Aku memperhatikan semua yang ada di sini. Aku tidak sengaja melihat sebuah foto di dalam laci mejanya.

"Ini gambar Ahn Yoo waktu masih kecil, sangat manis. Dia tampak bahagia bersama ibu dan ayahnya," gumamku sambil tersenyum melihat photo yang kupegang.

Selang beberapa detik, aku mendengar langkah kaki dari luar. Dengan panik aku memasukkan foto itu ke tempat semula dan bersembunyi di dalam lemari miliknya.

"Ya tuhan ... aku mohon kasihani aku, jangan biarkan dia melihatku di sini." Aku berdoa dalam hati sambil menutup mulutku sendiri.

Bersambung ...

**UNTUK READERS TERHORMAT,

AUTHOR SANGAT MEMBUTUHKAN DUKUNGAN KALIAN. LIKE, KOMEN, DAN TAMBAHKAN FAVORIT NOVEL INI, DAN TERUS IKUTI CERITANYA YAHHH!😚🌻

Terimakasih🍃😉**

1
hachii
semangat
Nur Faizah
hoho
Myta Veronica
absen thor,baru mau mulai baca nih 👋
Ratna Dwi
lanjut seson 2 Thor aq tunggu🙏
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Next
Wati_esha
Terima kasih update nya thor.
Next ya, ditunggu kelanjutannya.
Anyle Tiwa
semangat
Anyle Tiwa
oke
Kimmeldy - Meldy
lanjutkan thor di tunggu
Kimmeldy - Meldy
sukkaa

salam dari TMA
hadir dari imagine& writter
Tâm
Hi you can follow me
Evi Bae Lah
di tunggu episode selanjutnya
Zuni Tree
ahh, kok gak sampai nikah sihh
Zuni Tree
ahn yoo.. buruan kek ungkapin isi hatinya
Dheway
bukannya mereka berdua sdh pernah mengatakan saling mencinta di akmar ahn yoo meskipun tdk romantis
As-Sana (IG: rain_session: Kalau berkenan mari mampir ke novel saya ka HARMONI CINTA MELISA ❤️🤗

Kisah Sweet Rommance antara Pemain Biola dan Pianis
total 1 replies
Iqbal
trobos bor
Dheway
kapan nikahnya thor, bosen berante mulu
Dheway
kapan ahn yoo menikahi kim thorr
Kim Yoona
ahn yoo bisa aja kamu.. 😍😍😍
Kim Yoona
jangan jahil janee..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!