NovelToon NovelToon
Suamiku Mencintai Wanita Lain

Suamiku Mencintai Wanita Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Selingkuh / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wiwit Kurniasih

"Rena....,Aku mau minta maaf sebelumnya,tapi jujur ini juga berat untuk aku,tapi aku juga harus jujur sama kamu".

Rena tak memandang curiga saat suaminya berkata seperti itu,tapi setelahnya ucapan kejujuran dari suaminya seperti pisau tajam yang menusuk hatinya.

"Aku mencintai wanita lain yang kutemui 6 bulan terakhir ini,Dia bukan hanya cantik tapi juga pintar memasak,semua yang ada didiri wanita itu aku sangat menyukainya".

Rena diam membeku,tapi Ia juga ingin tau apa yang menjadi alasan suaminya bisa mencintai wanita lain padahal ada istri yang sudah Ia nikahi lebih dari 10 tahun.

"Kenapa Mas...?,Kenapa harus ada wanita lain yang Mas cintai".

"Aku sudah tidak cinta sama kamu Rena,Kamu berubah,Kamu tidak lagi menarik dimataku,Kamu juga selalu mementingkan anak-anak daripada aku suamimu".

Rena kembali diam,Ia ingin meledak tapi teringat ada 2 anaknya yang harus Ia jaga mentalnya.

"Baiklah Mas....,terus apa maumu kalau sudah seperti ini?Kamu mau pisah?".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwit Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Dion

Malam yang sunyi tak membuat Rena bisa memejamkan matanya,tubuh dan pikirannya begitu lelah.

Rena duduk menyendiri dibalkon rumahnya,Ia menatap hamparan taman yang begitu menyejukkan matanya.

Hari pertama bekerja telah membuat mentalnya sedikit berantakan,Bukan hanya karena pekerjaan tapi beban dipundaknya terasa begitu berat.

Menjadi single parent untuk kedua anaknya membuat Rena harus berjuang lebih keras daripada orang diluaran sana,apalagi diusia yang semakin menua membuat Rena mau nggak mau harus mengurungkan niatnya untuk bersenang-senang.

Sempat terlintas ingin kembali membuka hati setelah putusan sidang cerai selesai,tapi bagaimana penghianatan oleh mantan suaminya membuat Rena benar-benar sulit percaya lagi dengan laki-laki.

Pikiran Rena terus bergelut dengan sunyinya malam,Ia semakin merasakan kesepian dalam kesendirian.

Rena berkali-kali membuka ponselnya,tidak ada notifikasi apapun yang Rena dapatkan.

Rena menghela nafas panjang berkali-kali,rasa sesak itu ada dalam benaknya,Ia ingin bercerita tentang semua perasaan dan pikirannya tapi siapa orangnya Rena tidak tau.

**

Hari kedua Rena bekerja Ia kembali diantar oleh Adrian,Rena dan Adrian sama-sama diam saat diperjalanan.

Baru saja Rena turun dari mobil,Ia dikejutkan oleh kehadiran Dion yang tiba-tiba.

"Rena...,Maksud kamu apaan nyuruh pihak HRD untuk memecat aku?".tanya Dion dengan berteriak.

Rena bersikap acuh dan memilih berjalan meninggalkan Dion,tapi Dion terus mengejarnya karena ingin meminta penjelasan.

Dion merasa marah karena harapan untuk bekerja kembali sirna dikarenakan Ia mendapatkan pesan langsung dari Ibu Sri bahwa Ia dipecat secara tidak hormat,bahkan Ibu Sri menjabarkan bahwa selama ini pekerjaan Dion sangat berantakan.

Nama Rena terlintas dikepala Dion karena hanya Rena satu-satunya orang yang bisa mengecek pekerjaannya.

Dion tak terima,Ia tidak ingin pergi dari Perusahaan disaat Ia hidup tanpa kejelasan,bahkan untuk hidup 1 minggu kedepan Dion sama sekali tak ada bayangan.

Kekesalan Dion semakin membuat Rena mempercepat laju jalannya,tapi Rena tak peduli karena soal pemecatan dia tidak ada hubungannya,Ia hanya menjabarkan bahwa pekerjaan sebelumnya sangat berantakan.

Dion yang semakin kesal mencekal tangan Rena dengan kencang,Rena berhenti dan meringis kesakitan.

"Dion sakit......,Lepasin nggak?Atau aku teriak?".

Teriakan Rena membuat para karyawan yang baru saja datang merasa heran,tapi mereka tak berani melerai apalagi setelah gosip beredar bahwa Rena adalah mantan istri dari Dion.

Tapi hal berbeda dilakukan oleh Sabian yang baru keluar dari lift,Ia yang awalnya ingin memberikan pesan kepada receptionist bahwa sebentar lagi ada tamu,tapi justru melihat Rena yang kesakitan tangannya dicekal oleh Dion.

"Dion....,Kamu apa-apaan sih?kenapa kamu mencekal tangan Rena seperti itu ?,jika kalian ada masalah lebih baik selesaikan diluar,ini kantor dan Saya paling nggak suka masalah rumah tangga dibawa kekantor".

Rena melepaskan diri dari cekalan Dion,Ia mendekati Sabian dan mengatakan sesuatu yang membuat Sabian marah.

"Pak Sabian....,Dion kesini karena tidak terima dipecat,lagian masalah rumah tangga saya sama dia telah selesai dari saat pengajuan cerai diajukan".

Sabian maju beberapa langkah mendekati Dion,Ia menatap tajam Dion yang masih berani memasang wajah amarahnya.

"Dion....,Aku kasih tau ya sama kamu,Yang memecat kamu itu saya!!,Awalnya saya masih mau memberi kamu kesempatan karena dedikasimu disini yang sudah cukup lama,Namun ternyata pekerjaanmu sangat berantakan,bahkan Saya baru tau kalau yang mengerjakan laporan akhir itu bukan kamu tapi kamu menyuruh para rekan kerjamu,Kamu juga diam-diam meminta uang dari mereka dengan alasan agar mereka tidak dipecat,Dan bodohnya saya baru tau setelah sekian lama,Kamu jahat Dion,Kamu tak pantas dikantor ini".

Dion menunduk,Ia terpojok dan tidak punya alasan lagi untuk mengelak.

Dengan segala rasa malu dan kesal,Dion pergi begitu saja dari hadapan Sabian,hal itu membuat Sabian dan Rena merasa lega,Karena Dion tak lagi bisa menginjakkan kaki dikantor itu lagi.

Sabian dan Rena berjalan masuk kedalam lift,Sabian sedikit merasa bersalah karena telah menuduh Rena membicarakan masalah rumah tangga dikantor.

Masih didalam lift yang sedang melaju keatas,Sabian menatap Rena yang memilih membuang muka.

"Rena....,Aku minta maaf soal tadi,Aku nggak ada maksud apapun,Aku hanya tak ingin kantor menjadi tempat untuk berdebat".

Masih membuang muka Rena menjawab.

"Nggak apa-apa Pak....,Lagian seharusnya saya yang mengucapkan terimakasih sama Bapak,Jika bukan karena Bapak saya pasti akan lebih tersakiti karena ulah Dion".

Sabian hanya diam,lift kemudian terbuka dan mereka berpisah jalan keruangan masing-masing.

Rena langsung fokus dengan pekerjaan yang masih tertunda,Ia ingin segera menyelesaikannya dan melaporkan langsung pada Sabian.

Seiring berjalannya waktu,Rena terus fokus dengan kerjaan demi kerjaan,sampai suara ponselnya begitu mengagetkan.

Rena segera menerima telpon yang mana itu dari Adrian,Ia merasa ada hal yang tidak beres saat Adrian menelpon,apalagi masih 1 jam lagi Aluna akan pulang.

"Halo Adrian....,Ada apa?Apa kamu sedang menunggu Aluna disekolah?".

Adrian disebrang sana panik,Rena yang mendengar langsung bangun dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan.

"Ada apa Adrian..?,Aluna baik-baik aja kan?".

"Begini Bu....,Saya tidak diperbolehkan menjemput Aluna karena Dion ternyata ada disekolah dan ingin mengajak Aluna pergi,Saya harus gimana Bu?".

Rena seketika emosi,bahkan Ia memukul tembok dengan kencang,Ia marah atas perbuatan Dion yang kurang ajar,padahal dari awal dia yang membuang kedua anaknya sendiri,kini setelah masalah yang terjadi justru datang mengacaukan semuanya.

Rena dengan tegas meminta Adrian untuk tetap berada disekolahan,Ia yang akan berkoordinasi langsung dengan guru.

"Adrian....,Kamu tetap disitu,tunggu kabar baik dari aku segera".

Rena buru-buru menghubungi wali kelas Aluna,Ia tidak ingin seujung kuku pun Aluna dalam genggaman Dion.

Penghinaan dan kesakitan yang Dion berikan sudah cukup membuat trauma dalam kehidupan kedua anaknya,Ia tidak ingin lagi terhubung walaupun Ia tau Dion adalah Ayahnya.

Rena merasa sangat beruntung karena guru kelas Aluna bisa diajak kerjasama,Ia segera menelpon Adrian untuk mengkonfirmasi.

"Adrian....,Tetaplah disana sampai Aluna keluar sekolah,Dion akan diusir oleh pihak sekolahan dengan berbagai alasan,atau lebih baik kamu cari tempat aman agar tidak menjadi pelampiasan Dion.

Adrian mengangguk patuh dibalik ponselnya,lagi-lagi Adrian merasa kasian dengan Rena,Ia bisa membayangkan bagaimana Rena menghadapi semua masalahnya seorang diri.

"Kasian sekali kamu Rena....,sudah disakiti tapi masih juga diganggu,Harus bagaimana agar aku bisa mengeluarkanmu dari penderitaan ini?",gumam Adrian begitu lirih.

1
Isabela Devi
waduh Cika kerja di tempat gituan toh🤦
Isabela Devi
semoga Rena dan kedua anaknya mendapatkan kebahagiaan yg lebih dr sebelumnya 🙏
Isabela Devi
syukurlah orang tua Adrian menerimah walaurena janda 2 anak
Isabela Devi
ya Luna bongkar rahasia🤭
Isabela Devi
adrian masih berusaha terus untuk mendapatkan rena
Isabela Devi
nnti Andrian akan bawa kamu masuk lagi ke rumah itu Rena
Isabela Devi
mending di jual gitu dari pada orang lain yg mengaku rumah itu py mereka apa lagi notabene mertua🤦
Isabela Devi
masalah satu belum selesai sekarang Uda mo Tamba masalah lagi aja🤦
sutiasih kasih
untung rena g milih km sabian...
klo milih km.... yg ada sakit hati lgi dunk... mntan suaminya hobi selingkuh... eee kamunya hobi jajan...
🙄🙄
Anonymous
SABIAN emang goblok pantesan adek nya si SABIAN itu
Sunaryati
Ada tipo harusnya Adrian tapi terketuk Sabian
ChikoRamadani
bahagia terus kk othor tpi ditambahin ad sedikit anomalinya... pak sabian pasti gak akan rela jika tau rena menikah dengan adrian🤭
Cookies
bahagia thor,
Mundri Astuti
Alhamdulillah ortunya Adrian legowo ❤️
Cookies
untung ortu ny merestui,
Mundri Astuti
😂😂 keciduk deh ren
iyain aja udah...Adrian cepet halalin
Cookies
lanjut thor
Mundri Astuti
lagi napa masih kerja sama sabian si ren, jangan marah banget sama Adrian ren, kecewa boleh tapi liat sisi baiknya dulu, bukankah kamu terbantu, dia beda dari mantan dan si sabian" itu yg katanya ada rasa sama kamu
Lee Mbaa Young
Andrian pengusaha sukses, mungkin usaha nya sendiri.
Kl Sabian kn di bawah ketiak ortu. gk akn enak nikah ma Sabian krn di lihat lihat Sabian itu gk tegas. hidup nya masih tergantung harta ortu.
Billwinnie Kaulitz
aku tim nya rena adrian ya..😍🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!