NovelToon NovelToon
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:599.8k
Nilai: 5
Nama Author: nasya kamila

Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka

Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih

Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.

***

Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.

Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.

Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?

Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?

Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Makan Siang Bersama

"Mama... Devan rindu mama"

Aku menoleh ke arah sumber suara. Ku lihat lelaki kecil yang terus memanggilku mama sejak kemarin itu merangkulku erat, bahkan lebih erat dari kemarin. Seakan tak mau kehilangan ku lagi.

"Ya elah anak orang, apa kata dunia anak perawan tiba-tiba di panggil mama sama anak yang baru aku kenal" Batinku meronta tapi ragaku tak bisa menolak. Bagaimanapun aku masih punya hati untuk tidak menyakiti hati anak sekecil itu apalagi aku pun mulai merasa terbiasa dengannya.Ini semua gara-gara aku terkunci dan ketiduran diruangan ini deh.

"Sejak Devan bangun tidur, dia terus saja cariin kamu ,bahkan dia langsung minta datang ke kantor saat bangun tadi hanya untuk bertemu kamu.Makanya aku nungguin kamu dari tadi."Ucapnya seakan tahu kebingunganku. Aku menghembuskan nafasku pelan.

" Devan sayang, tapi maaf tan... eh ma-ma gak bisa nemenin Devan. Mama disini kan lagi kerja. Kalau mama di pecat gimana? "Rayu ku

" Gak akan ada yang berani pecat kamu"Potong Titan

Ingin rasanya ku jitak kepala tuh cowok. Gak peka banget sih jadi orang. Otak boleh aja jenius tapi masa masalah gini aja gak faham. Aku cuma lagi berusaha ngerayu nih anak eh malah dia ngomong gitu.

"Gak usah ikut campur ya, aku lagi ngomong sama Devan" Bisik ku pada Titan . Titan hanya tersenyum tipis lalu manggut-manggut sambil membentuk bibirnya seperti huruf O.

"Gak apa-apa mama, Devan mau kok ikut kerja sama mama kayak kemarin"

Susah nih, beneran susah kayaknya ngerayu nih anak.

"Nanti Devan kecapean. Ingat kan kemarin Devan sampai ketiduran gitu" Aku masih berusaha untuk merayunya.

"Pokoknya Devan mau sama mama, Devan gak mau pisah lagi sama mama"

Ya salam

Beneran gagal nih aku ngerayu nya.

" Sepertinya kita perlu bicara serius deh Tan"Ucapku kemudian.

Aku gak mau tau,masalah ini harus segera terselesaikan hari ini juga. Aku punya privasi, aku harus kerja dan aku punya keluarga. Ya kale aku harus jadi angge-angge orong-orong, ora melok gawe melok momong nih anak orang.

Bukan apa-apa ya? Aku suka anak kecil karena aku terbiasa merawat Jeje dari bayi. Masalahnya tidak ada hubungan antara aku, Titan maupun Devan. Aku hanya sekedar tau mereka. Aku bukan baby sister Devan atau mama bocah kecil itu.Tapi Devan seakan tak mau lepas dariku.Ku harap mereka bisa mengerti karena aku punya kehidupan sendiri.

"Ya.... tapi nanti siang, ehm bisa kamu tolong jagain Devan dulu. Aku ada meeting pagi ini" Ucapnya memelas.

Ujung-ujungnya gak bisa nolak kan, nasib ya nasib.

****

Siang harinya, aku dan Titan sudah duduk berhadapan disebuah restoran dekat kantor .Sementara Devan, bocah kecil itu lagi-lagi harus tertidur dipangkuan ku setelah seharian berlarian di kantin dan mungkin sangat kecapean.

Titan memilih tidak makan dikantin karena kami ingin berbicara secara pribadi denganku.Aku juga gak mau pegawainya beranggapan yang aneh-aneh tentang kami.Makanya Titan juga memesan tempat VVIP disini biar ngobrolnya enak.

Aku gak mau ya di anggap pegawai kecentilan dengan bos mereka, secara aku kan masih anak baru juga. Nyari musuh itu lebih gampang gaes dari pada nyari temen. Asal kalian tau nih ya, gimana rasanya jadi aku selama dua hari ini,tepatnya setelah Devan anak bos mereka nempel kepadaku. Mata elang para gadis jomblo di kantor ini seakan mengintaiku setiap saat dan siap menerkam ku di waktu yang tepat.Ya kale mereka nganggap aku anak ayam makanan mereka.

Emang sih Titan udah jadi idola sejak dulu. Kalau di tanya apa aku dulu juga ngidolain dia? Jawabannya iya.Meski aku gak pernah nunjukin ngefans sama dia atau ngejar-ngejar dia seperti teman-teman yang lain.Tapi aku cukup bahagia duduk di belakangnya saat ujian dengan memperhatikan punggungnya yang lebar.

Oh my wow.....

Asal kalian tau ya lihat punggungnya aja udah bikin aku klepek-klepek apa lagi bisa nyenderin kepalaku disana sambil meluk dari belakang.Eh... eh.. eh... ngomong apa aku ini. Ingat Nadin perempuan gak boleh terlihat murahan didepan laki-laki. Mengagumi boleh tapi jangan berlebihan. Anggap aja kamu lagi ngidolain artis terkenal dan juga jangan terlalu halu berlebihan.

Tapi itu dulu ya, waktu aku masih jadi ABG labil. Kalau sekarang gak ada kata main-main apalagi setelah aku merasakan sakitnya di hianati. Sakitnya tuh disini.

Ok kembali ke laptop

Setelah makanan pesanan kami datang, kami pun mulai makan. Seperti prinsipku, sebelum membicarakan hal yang penting sebaiknya perut dalam kondisi kenyang karena otak juga akan bisa berfikir dengan dengan baik. Bukan begitu pemirsa....

Sayangnya aku lupa kalau saat ini aku sedang memangku Devan yang tertidur. Sedangkan karena kalap di traktir aku memesan Stek di restoran ini.Sekarang masalahnya gimana cara makannya. Masa iya aku harus makan pakai tangan lalu gigitin daging itu sedikit demi sedikit. Ya kale makan stek itu pake dua tangan. Tangan kanan untuk motong dagingnya tangan kiri untuk masukin dagingnya kemulut. Sementara satu tanganku saja sudah buat nyangga kepala Devan yang tidur. Lebih baik gak makan dari pada aku harus terlihat jorok di depan Titan.

Menyadari aku yang belum makan Titan yang kebetulan memesan makanan yang sama mengiris dagingnya dan menyodorkan ke mulutku.

"Buka mulutnya"

Beneran nih dia nyuapin aku. Gak salah denger kan dia nyuruh aku buka mulut.

"Kamu gak mungkin bisa makan sendiri kan"Tambahnya.Mau gak mau aku pun membuka mulut juga. Masak nolak rezki sih apa lagi perutku memang sudah terasa lapar.

Titan kembali mengiris daging kemudian hendak memasukkan ke mulutnya sendiri.

"Eh tapi... garpunya kan bekasku"Sela ku tiba-tiba. Titan menghentikan aksinya dan melihatku.

" Sebelumnya aku yang makan duluan bukan. Kalau kamu aja mau garpu bekasku masa aku gak mau garpu bekas kamu sih apalagi sekarang kita sudah sepiring berdua lo. Setelah ini apa lagi yang mau berdua coba"Ucapnya sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Titan kembali mengiris stek dan menyodorkan makanan kemulut ku.

"Sudah terlambat untuk bilang jijik. Kamu tau gak, makanan ini kadar ke lezatnya naik 1000 level saat kita makan sepiring berdua. Berasa ada manis-manisnya"

Ya salam

Iklan air mineral kale ada manis-manisnya.Benar-benar di buat migrain kepalaku kalau tiap hari hadapin cowok modelan kayak gini. Super mesum abis. Tapi terpaksa aku menerima suapan itu karena perutku yang keroncongan dan memang makanan itu terasa sangat lezat sehingga rasanya mulutku gak mau berhenti untuk makan.

Karena porsinya yang cukup besar maka satu piring saja sudah cukup membuat perut kami kenyang karena ternyata kami punya satu kesamaan yaitu gak terlalu banyak makan.

Setelah selesai makan,Titan pun memanggil pelayan untuk membereskan sisa makanan kami. Dia bilang selain kenyang tempat harus juga sudah bersih saat kami mulai obrolan nanti.

Ok sih aku ngikut aja. Tapi kok ya sayang ya...

Makanan di piring aku kan belum tersentuh sama sekali.

"Tan makanan ini juga dibayar kan" Ucapku sambil menunjuk stek yang ada di piring ku.

"Ya" Jawabnya sambil memainkan HP nya

"Kenapa? " Tanya nya lagi.

"Duh ngomong gak ya" Batinku

"Ehm... boleh dibungkus gak, sayangkan udah dibayar juga"

Kelihatan kismin nya gak sih. Sumpah kok aku nyesel banget ngomong gitu apalagi setelah itu aku lihat Titan malah tersenyum.

Duh malu-maluin banget sih kamu Nad.

*

*

*

1
Herlini
suka benar, alur cerita dan bahasanya tdk membosankan,, ak beri 5 bintang deh
Dwi Laras Anggreni
good
Fitriyani
iiih,,,kesel bgt aq sm titan,,,be*o bener,,,baik boleh,tp jgn t*l*l...😠
Fitriyani
setuju aku sm kamu Ale...
Fitriyani
mf lg y thor,mgkn q slh 1 istri yg beda dr istri2 yg lain,klo q ada d posisi Nadin,suami yg kita cinta trnyta nyakitin hati n perasaan,bkn hanya lewat kata tp jg sikapnya,wlwpun sbnrnya itu adlh kebohongan,aq g bs dgn mudah maafin Dy,aplgi dsni mnrt aq Titan bkn nya lgsg mnjlaskn apa yg sbnrnya trjd,malah jd playing victim,klo aq jd Nadin g semudah itu aq mmafkn,,
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏
Fitriyani
mf y thor, sbnrnya q udh feeling sih,tp ttp aja kesel sm Titan 😠
Pipit Sopiah
puassss,,, sukurin mari jogged sama sama
Pipit Sopiah
mak lampir cabe cabean muncul
Pipit Sopiah
seru ceritanya menarik
Pipit Sopiah
mungkin devan anak kakaknya x
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
wah ngakak aku🤣🤣
Pipit Sopiah
aneh ya pelakor dimana mana otaknya ga waras,,
Pipit Sopiah
semangat kamu bisa nad
Pipit Sopiah
sabar nad nad🤭
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
Masih hadir langsung like
Kamila Azmi Rokhit: makasih kak semoga suka ya🤣
total 1 replies
Sriza Juniarti
hempaskan pelakor💪💪👍👍
Sriza Juniarti
aku mampir kk..seru kayaknya
Kamila Azmi Rokhit: Terima kasih banyak kak. Semoga suka
total 1 replies
Fitri Sagustine04
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!