NovelToon NovelToon
My Secret Wife

My Secret Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Perjodohan
Popularitas:79.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Almaira

Persahabatan dua generasi.

Antara seorang pemuda dengan seorang kakek tua pensiunan pegawai negeri.

Lucunya, sang kakek tidak mengetahui bahwa sahabatnya sebenarnya seorang CEO dari perusahaan terkenal.

Persahabatan yang telah terjalin beberapa tahu itu sangat terjalin erat hingga akhirnya, di penghujung akhir hayatnya, sang kakek meminta sahabatnya untuk menikahi cucu satu satunya.

Akankah sang CEO akan menuruti permintaan sahabatnya untuk menikahi cucunya yang ternyata adalah sekretaris yang bekerja dengannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jantung..

Devan melajukan mobilnya dengan kencang menuju bandara, dia harus menjemput ibunya dan Angel yang kembali dari Singapura.

Hari Sabtu kemarin, mereka bertiga pergi jalan jalan kesana, Devan terpaksa menuruti kemauan dua orang wanita itu yang ingin menghabiskan weekend bersama sekalian berbelanja disana.

Devan kembali sendirian pada Minggu malam, karena hari Seninnya dia harus kembali bekerja, sementara ibu dan Angel akan kembali petang ini, karena itulah dia diminta untuk menjemput mereka.

Rupanya dia sedikit telat karena ternyata Ibu dan tunangannya sudah menunggu cukup lama.

"Maafkan aku ibu..jalanan macet.." Devan memeluk dan mencium pipi ibunya.

"Tidak apa apa nak.." Jawab Fenny, mengelus halus pundak putranya.

Angel memeluk Devan.

"Kamu tidak minta maaf padaku..?" Ucap Angel manja.

"Maafkan aku.." Ucap Devan pelan sambil melepaskan pelukan Angel.

"Tidak apa apa sayang..." Jawab Angel sambil mencium pipi Devan.

Membuat Devan kaget sementara ibunya yang melihat hanya tersenyum bahagia.

Devan mengambil koper ibunya, mereka berjalan beriringan menuju mobil, Angel selalu bersikap manja dengan terus menggandeng tangan Devan.

Sejak dulu memang Angel selaku bersikap seperti itu dan sama sekali Devan tidak pernah keberatan, namun entah mengapa akhir akhir ini Devan merasa sangat tidak nyaman dengan sikap manja Angel kepadanya.

Devan mengingat persis, ketika mereka berjalan jalan ke Singapore kemarin, sama sekali dia tidak bisa melepaskan bayangan Asha dari pikirannya, walaupun dia tengah bersenang-senang dengan Angel, namun dia selalu memikirkan Asha sepanjang hari.

Hal itu semakin membuatnya yakin bahwa dirinya memang mencintai Asha.

Oleh karena itu, keputusannya sudah bulat, dia akan berbicara kepada ibunya, mengatakan bahwa dirinya berniat memutuskan pertunangan dan membatalkan rencana pernikahannya.

Dan rencananya dia akan mengatakannya malam ini juga.

***

Asha berbaring di kursi santainya, melihat langit malam yang bertabur bintang, sesekali dilihatnya cincin dijari manisnya.

"Benarkah dia mencintaiku..?"

Asha tersenyum sendiri mengingat kembali setiap kata kata yang diucapkan Devan kepadanya.

Mungkinkah semua perkataan yang diucapkan Devan menjadi kenyataan, mereka akan hidup bersama kemudian mempunyai anak dan hidup bahagia selamanya.

Mungkinkah akan semudah itu..?

Asha mendesah, mengingatkan dirinya agar tidak berharap banyak, dia hanya menginginkan yang terbaik untuk semuanya, dirinya, Devan dan wanita itu, Angela.

Asha mengambil ponselnya, entah sudah kali ke berapa dia mengeceknya, namun tidak ada pesan atau panggilan yang masuk, padahal jelas-jelas Devan tadi mengatakan untuk memintanya membalas pesan atau mengangkat teleponnya.

Rupanya dia terlalu banyak berharap, mungkin sekarang Devan tengah sibuk dengan tunangannya, mengingat itu entah mengapa hatinya menjadi sedikit sakit.

Asha kembali melihat jari manisnya, memutar mutar cincin yang terpasang disana.

Asha tersenyum mengingat Devan yang menyuruh dia memakai cincin itu agar tidak ada pria yang mendekatinya, dia malah diminta berbohong pada semua orang kantor kalau dirinya telah bertunangan, bagaimana reaksi Mbak Diah, Della dan Riri ketika mendengarnya, Asha sudah bisa membayangkannya, membuat dia kembali tersenyum sendiri.

Hari sudah semakin malam, sekali lagi Asha melihat ponselnya, tetap tidak ada pesan atau panggilan yang masuk, dia beranjak dari kursinya, masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.

***

"Aku ingin membatalkan rencana pernikahanku dengan Angel.."

Fenny yang kaget membelalakkan matanya.

Dia melihat tajam Devan yang bersimpuh di kakinya.

"Apa maksudmu nak.."

"Maafkan aku ibu.." Devan menyimpan kepalanya di pangkuan sang ibunda.

"Aku tidak pernah mencintai Angel.."

Fenny terlihat semakin kaget.

"Apa maksud kamu, rencana pernikahan kalian dua bulan lagi.."

"Karena itu ibu, sebelum semuanya terlambat.."

Fenny berdiri, diikuti oleh Devan.

"Apa karena ada wanita lain..?" Fenny melihat Devan tajam.

Devan mengangguk.

Fenny terlihat syok, dia menghempaskan badannya pada sofa.

"Siapa..wanita itu..?" Tanya Fenny terbata bata, menahan tangisnya.

Devan tidak menjawab, dia melihat ibunya yang sangat terguncang.

"Siapa wanita itu..?" Tanya Fenny lagi dengan sedikit keras, air mata mengalir di pipinya.

"Ibu.." Devan duduk di samping ibunya yang kini menangis.

"Aku sangat mencintai wanita itu.."

"Aku tidak bisa menikahi Angel karena tidak pernah mencintainya.."

"Kamu mencintai Angel nak..tapi wanita itu telah berhasil menggodamu.."

"Tidak Bu..ibu salah.."

"Kamu yang salah nak..sadarlah, kamu dan Angel saling mencintai, ibu tahu itu.."

"Lupakan wanita itu, dia hanya mencoba merusak hubunganmu dengan Angel, merusak kebahagiaan kalian.."

"Mungkin saja dia mendekatimu hanya karena hartamu, itu bisa saja nak.." Fenny memegang wajah Devan.

"Dengarkan ibu nak..jangan mudah tergoda, tidak ada wanita lain yang lebih cocok denganmu selain Angel.."

Devan melepaskan tangan ibunya.

"Ibu salah..dia tidak seperti itu.."

"Kamu hanya sedang bingung nak, jangan cepat mengambil keputusan dengan membatalkan pernikahan kalian..."

"Tidak Bu..aku tidak bingung, aku sangat mencintai wanita itu.."

"Dan aku akan tetap membatalkan pernikahanku dengan Angel.."

Fenny memejamkan matanya, air mata terus mengalir di pipinya.

Tiba-tiba dia memegang dadanya.

Fenny jatuh tersungkur dengan memegang dadanya yang kesakitan.

***

"Hari ini Pak Devan tidak akan masuk karena ibunya sedang dirawat di rumah sakit.." Ucap Nando kepada Asha.

Asha terlihat kaget.

"Sakit apa..?"

"Katanya serangan jantung.."

Asha semakin kaget.

"Apakah karena..?" Gumam Asha menduga-duga.

1
tehNci
makanya...ganti passcode apartemen doong Devan....
Bibit Sumber berkat
gas poll ws jangan kasih kendor
Bibit Sumber berkat
keren
Bibit Sumber berkat
kangen sma babang devan sma asha... apakabar nando
Rhee Ea Arifthyanie
aaaaaaaaa..... akhirnya ketemu juga, aku cari " novel ini tapi lupa, akhirnya sekarang ketemu dan bisa baca lagi
Widi Safitri
Luar biasa
Her Niati
Biasa
Her Niati
Kecewa
Linda Febri
Luar biasa
Murni Binti sulaiman
luar biasa
Murni Binti sulaiman
Kecewa
Ferrita Dudiana
Luar biasa
aryuu
disini kok aku doain ibunya Devan meninggal 🤭
Ray Siddiq
Bu Fenny ini manipulatif gak sih?
Rachma Aziman
Luar biasa
Rachma Aziman
Lumayan
Herry Hermanto
Luar biasa
Ayani Lombok
ternyata aku dulu pernah baca crita ini tpi lamaaaa sekali lupa entah kpan
Delly Octavian
alur cerita yang lumayan indah
destiana
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!