"Kami hanyalah orang-orang yang berada di luar pikiran manusia. Karena kami tidaklah nyata. Kami hanyalah lambang dari jiwa yang menuntut kedamaian."
Seorang teroris tak terkalahkan di Korea mendadak melakukan boom bunuh diri tanpa sebab setelah menghancurkan sebuah perusahan dan meninggalkan banyak pertanyaan besar. Teroris yang dikenal dengan nama Jii Joon tersebut dinyatakan tewas dalam insiden tersebut dengan bukti-bukti nyata.
Namun bagi sebagian orang yang memahami kecerdasan Jii Joon memiliki keyakinan yang berbeda. Mereka yakin bahwa teroris tersebut masih hidup dengan kondisi baik dan mungkin sedang menyusun rencana untuk serangan yang lebih kuat.
Tujuan untuk mengungkap rahasia dan misteri yang terus menjadi pertanyaan besar di balik tindakan dan identitas sang teroris pun mulai dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leorein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lambang Keluarga
"Apa kalian lembur malam ini?" tiba-tiba Jaksa Young.
Kedua orang itu dikagetkan oleh suara wanita yang berdiri di depan pintu.
"Tidak," jawab Detektif Han dengan gerak-gerik aneh karena kaget dan segera menjauh dari Haa Do Young.
Detektif Han kembali ke meja kerjanya dengan perasaan masih terkejut sementara Haa Do Young juga terdiam di kursinya. Kedatangan Jaksa Young benar-benar menghentikan pencarian yang sedang dia lakukan lewat benda elektronik ini.
Detektif Han berpura-pura merapikan berkas di meja kerjanya yang berantakan walau sebenarnya dia sedang berusaha menyembunyikan berkas tentang si Ji Joon.
Haa Do Young kemudian juga bergegas menghilangkan penemuannya tentang Peach dari komputernya.
Kasus ini telah di tutup. Mereka tidak bisa lagi mengungkitnya. Karena itu jaksa wanita itu tidak boleh tahu jika mereka berdua justru masih menyelidiki kasus yang telah dianggap selesai itu. Setidaknya mereka tidak bisa mengungkapkan pada orang lain tanpa bukti apa-apa.
"Haa Do Young bermain game. Aku hanya menonton tapi itu menyenangkan," ucap Detektif Han memberi alasan.
Junior muda itu tercengang sebentar dengan alasan Detektif Han, dia tidak protes, justru dia segera mengklik satu permainan yang sedang asing dimainkan oleh banyak orang saat ini seolah dia benar-benar sedang bermain saat ini.
Haa Do Young kemudian tersenyum kepada jaksa wanita itu tanda membenarkan alasan Detektif Han. Jaksa Young dengan mudah percaya. Ini yang Detektif Han suka dari Haa Do Young. Junior yang baru tiga bulan bersamanya itu bukan hanya dapat diandalkan, tapi juga sangat membantu. Berkat Haa Do Young ia bebas dari pertanyaan panjang tunangannya.
"Segeralah pulang," pesan Detektif Han kepada Haa Do Young.
Pemuda itu memberi hormat kepada senior yang bergerak pergi menyusul Jaksa Young yang masih berdiri di ambang pintu menunggu untuk pulang bersama.
Sepergi Detektif Han dan Jaksa Young Haa Do Young segera membereskan semua barang-barangnya dan membenarkan letak beberapa barang sudah tidak menentu.
Dia juga harus segera pulang, ini sudah hampir pukul dua belas malam. Dia mematikan komputer miliknya, mengambil jaket dan siap pergi.
Kaki Haa Do Young terhenti tiba-tiba. Kepala Haa Do Young teringat sesuatu.
Dengan bergegas Haa Di Young kembali ke kursinya dan menghidupkan kembali komputer dengan rasa tak sabar ingin memastikannya. Buru-buru dia mulai beroperasi dengan cepat dan mata yang begitu fokus ke layar. Dia kembali kepada aksi di negeri Sakura.
Jantungnya berderu, peluh dingin membasahi keningnya. Di akhir pencarian itu, Haa Do Young seolah kehilangan nyawanya malam ini juga.
Dia bertanya-tanya dalam hati. Benarkah ini? Ada sebuah isyarat lambang lain dari aksi seorang ******* di Jepang selain isyarat lambang Peach. Isyarat lambang itu tidak ada di Korea ataupun Hongkong.
Haa Do Young tahu dengan baik, itu bukanlah simbol percakapan antar anggota melaikan lambang sebuah keluarga. Hanya kepala keluarga atau pewaris utama yang mengetahui lambang itu. Haa Do Young mengetahui tentang lambang itu karena dia sendiri adalah pewaris berikutnya dari keluarga yang memiliki lambang itu.
Haa Do Young bertanya-tanya siapa yang telah memakai lambang keluarganya. Ayahnya adalah kepala keluarga saat ini yang memiliki lambang tersebut, tidak ada yang lain. Dan ayahnya tidak memiliki saudara.
Mungkinkah anggota keluarga yang lain? Yang tahu tentang lambang itu. Haa Do Young bertanya-tanay.
Jika penjahat itu adalah anggota keluarga dari keluarga yang sama dengan Haa Do Young. Siapa dia? Tidak ada kerabat Haa Do Young yang tinggal di Jepang. Haa Do Young mengenal semua kerabat dan semua kerabatnya berada di Korea. Tidak ada yang tinggal di luar negeri.
Haa Do Young buru-buru mematikan layar komputer ketika melihat petugas CS masuk.
Dia segera menghampiri wanita paruh baya itu, bercakap-cakap sebentar, mengucapkan selamat malam barulah Haa Do Young pulang.
Wanita memang meminta bekerja di waktu jam segini karena dia ada pekerjaan lain di jam lain.
Kepala Haa Do Young masih berisi tentang lambang keluarganya yang juga dipakai oleh ******* tak dia kenal.
Apa ******* yang beraksi di Jepang adalah kerabatnya? Sangat tidak mungkin lambang tersebut keberadaanya di setiap aksi pemboman itu hanya sebuah ketidak sengajaan.
Haa Do Young tahu dia harus mencari tahu. Itu pilihan terbaik yang dia miliki. Dia sangat berharap bahwa semoga saja keluarganya tidak terlibat dengan aksi gila yang banyak memakan korban ini. Haa Do Young sangat berharap seperti itu.
Begitu Haa Do Young berjalan dengan termenung, ponsel Haa Do Young yang di saku celana kanan berdering. Haa Do Young mengambil ponselnya dan melihat si penelpon. "Hyung" tertulis seperti itu.
Dia bertanya-tanya untuk apa Detektif Han menelponnya di jam segini. Apa untuk menanyai perkembangan dari apa yang mereka cari? Haa Do Young tidak bernafsu untuk membahas itu sekarang. Moodnya sedang kacau oleh lambang keluarganya yang dipakai oleh penjahat. Walau begitu dia tetap mengangkat panggilan itu.
"Ada apa Hyung?" tanya Haa Do Young langsung.
"Kau sudah pulang?" Detektif Han balas bertanya.
"Aku sudah ingin tidur," jawab Haa Do Young memberi alasan palsu berharap Detektif Han mengakhiri panggilan ini. Dan itu tentu saja hanya alibi bohong untuk menghindar dari Detektif Han.
"Kau tidur di jalan?" Tanya Detektif Han lagi.
Haa Do Young langsung kaget. Dia kemudian langsung melihat-lihat ke sekelilingnya. Tampaklah Detektif Han sedang duduk di bangku panjang di bawah lampu jalanan.
Tangan kiri Detektif Han melambai ke arah Haa Do Young sementara tangan kanannya memegang ponsel yang menempel di telinga. Haa Do Young menyimpan kembali ponselnya dan menghampiri Detektif Han.
Dia duduk di samping Detektif Han dengan jarak yang terhalang oleh beberapa minuman kaleng dalam kantong plastik.
Satu minuman kaleng diserahkan oleh Detektif Han kepada Haa Do Young. Pemuda itu menerimanya tanpa bicara sekaligus sambil tersenyum hambar.
"Wajahmu terlihat menyedihkan sekali sekarang. Kau kalah bertarung dalam game mu itu?" canda Detektif Han.
Haa Do Young tersenyum mendengar candaan Detektif Han. "Aku mencurigai salah satu keluargaku terlibat dengan Peach," ucap Haa Do Young memberitahu.
Sebenarnya Detektif Han sedikit terkejut mendengarnya. Detektif Han pikir Haa Do Young hanya bercanda, tetapi melihat ekspresi Haa Do Young membuat Detektif Han menunda candaannya yang lain yang ingin ia keluarkan.
"Kenapa?"
"Pelaku di Jepang. Orang itu. Aku sudah mencari tahu. Selain lambang Peach ada lambang lain yang hanya di pakai olehnya. Lambang itu tidak dipakai oleh Jii Joon ataupun pelaku di Hongkong. Dan lambang itu adalah lambang keluargaku.
"Hanya para pewaris yang mengetahui lambang itu, makanya aku tahu. Hyung sendiri tahu, sebelumnya keluargaku adalah keluarga kaya, bahkan sangat kaya. Karena itu kami memiliki ciri keluarga kami sendiri.
"Dia mungkin tahu karena dia bisa saja anggota keluarga. Jika tidak, untuk apa dia menunjukan lambang itu setiap tindakannya? Aku mengenal semua kerabatku tapi mereka semua ada di Korea tidak ada yang tinggal di Jepang. Lalu siapa orang itu? Apa hubungannya dengan keluargaku? Apa yang dia inginkan dengan memakan lambang keluargaku Aku ingin tahu itu," ucap Haa Do Young dengan nada yang resah.
"Apa keputusanmu berikutnya?" Tanya Detektif Han serius.
"Aku akan mencari tahu. Aku harus tahu," jawab Haa Do Young dengan tak yakin tapi bertekat untuk tetap melakukan apa yang dia ucapkan.
"Baiklah. Kita akan membereskan semuanya," Detektif Han menepuk bahu Haa Do Young.
Mereka kemudian berbincang-bincang tentang hal lain sambil menghabiskan minuman kaleng. Malam ini Haa Do Young tidak pulang sendirian. Detektif Han ikut pulang bersamanya dan menginap di rumahnya.
Ini ketiga kalinya Detektif Han menginap di tempat Haa Do Young dan Haa Do Young bahkan lebih sering dari itu menginap di rumah Detektif Han. Bukan karena Haa Do Young menawarkan diri tetapi karena Detektif Han yang selalu memaksa.
Bagi Haa Do Young, Detektif Han sudah menjadi kakaknya sendiri. Dia lebih mudah berbagi dengan Detektif Han daripada ayah atau ibunya.
Sebenarnya Haa Do Young tidak terlalu akrab dengan keluarganya. Ayah Haa Do Young orang yang cukup keras. Sejak kecil Haa Do Young tinggal di London menempuh pendidikan di sana. Dia kembali ke Korea karena secara serentak bisnis seluruh keluarga dan kerabatnya bangkrut secara drastis seolah tuhan menghukum mereka.
Namun, fakta tak bisa terlupakan bahwa ada seseorang yang dengan sengaja menjatuhkan mereka. Sampai hari ini tidak ada yang tahu siapa dalang di balik kebangkrutan keluarga Haa Do Young dan alasan orang itu pun tidak diketahui.
Bertemu dengan Detektif Han membawa Haa Do Young sampai ke jalan ini. Dia mencoba mencari tahu siapa pelaku yang dengan sengaja menjatuhkan ekonomi keluarganya. Menjadi seorang detektif pemula. Walau seorang pemula dia cukup hebat untuk duduk di depan komputer dan terjun ke lapangan. Dia juga sangat menikamati hidup barunya yang sekarang.