Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebersamaan
Hari ini, sesuai janji semalam aku akan pergi dengan Adit setelah usai kerja sore ini.
Akupun menunggunya di depan butik. Rencananya kami akan pergi ke pasar malam dekat perumahan yang Adit tempati dengan keluarganya.
Tiin... tiin... suara klakson mobilnya mengagetkan ku.
"Hai ra... lama nunggu ya? "sapa Adit setelah mendekati ku.
"Nggak juga kok, barusan keluar"jawabku jujur.
" ya udah yuk jalan".ajak Adit
Dan saat itu juga terdengar suara memanggilku dari arah belakang tepatnya dari depan butik. Ternyata bu Zahira yang memanggil dan melambaikan tangan menyuruhku untuk mendekat. Tergesa-gesa aku mendekat takutnya ada hal penting yang ingin beliau sampaikan.
"Ada apa bu? " aku bertanya bingung.
"Maaf ya saya ganggu bentar" dia berkata sambil senyum senyum mengalihkan pandangan pada Adit dan aku bergantian. "Begini, barusan ada salah satu klien butik minta di bikinin dres buat dinner formal dengan klien nya. aku pengen kamu yang buat gimana? bisa ya? " dia menjelaskan maksud tujuan nya memanggilku.
"InsyaAllah bisa bu... tinggal dia mintanya yang bagaimana" dengan antusias aku menjawab serasa dapat rejeki nomplok.. hehe
" Detailnya nanti saya kirim ke kamu ya... setelah itu kalau kamu sudah punya rancangannya baru kita bahas. Tapi cepet ya buat minggu depan soalnya." aku seperti meliat sorot matanya yang penuh harap.
Dan bismillah aku tak kan mengecewakan nya. Akan aku tunjukan kalau aku bisa. Kesempatan pertamaku harus sempurna.
"baik bu., siap" jawabku semangat.
Aku dan Adit pun pergi meninggalkan butik. Rasanya tak sabar untuk menunjukan karya ku. Senyum pun terlukis di wajah ku membayangkannya, apalagi di samping ku ada seorang yang aku sukai. adu tambah panas deh pipiku.
"Senyum senyum aja.. seneng banget ya bisa jalan sama aku? hahaha" ucapan Adit membuatku tersentak karena kaget.
"Idih kegeeran deh... tapi emang si kan bisa nikmatin pasar malam jadinya. " masih dengan senyumku yang merekah
"Pengen banget ke pasar malam dah gede juga." ejeknya
"Biarin...! seru tau.... " kekeh ku membela diri.
Suasana di dalam mobil kembali hening seolah kami terhanyut dalam pikiran masing masing.
"Ra... " Adit memanggil
"Kenapa? " Aku menatapnya menunggu perkataan selanjutnya.
"Apu pengen serius sama kamu.. Selama ini aku nyatain perasaan ku tapi kamu selalu bilang nggak mau pacaran. " Pengakuan nya membuatku terdiam.
"Ra... " panggilan Adit membuatku menoleh. melihat matanya yang seolah penuh harap.
"Maaf dit... aku emang nggak mau pacaran. Seperti yang pernah ku bilang, kita jalani aja kalau cocok dan emang jodoh ya kita bisa bersama". terang ku meyakinkan dia.
Walaupun terlihat kecewa tapi sepertinya dia ngerti. Kalau saja dia bilang mau ajak nikah mungkin aku akan pikirin serius tapi kalau gini aku juga nggak yakin untuk memulai keseriusan.
Akhirnya setelah puas main di pasar malam, aku pulang dan langsung membersihkan diri. Kemudian duduk di ruang tengah bersama ibu dan bapak. Bercanda tawa mengisi hati dengan kehangatan. Dengan kasih sayang yang begitu tulus. Menanyakan bagaimana hari ini berlalu. Menceritakan kejadian di hari ini.
Aku pun pergi ke kamar setelah rasa kantuk datang dan bersiap untuk istirahat. Dalam hati berharap soga esok lebih baik semoga hati ini selalu di selimuti kebahagiaan.
Hari ini aku bersiap pergi kerja setelah sarapan bersama keluarga. Dengan naik ojol aku berangkat dan siap menunjukan hasil karyaku pada bu Zahira. Dalam hati berdoa semoga ini sesuai dengan harapan si klien. Tiba di depan butik aku terkaget melihat seseorang. Dunia seperti berhenti di hadapan ku...
Deg.... dia....
orang itu...
kenapa...
di sini...