Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
kurang aja!"Si perempuan kesal menghentakkan satu kakinya ke lantai seraya menatap tajam langkah mereka.
"berani sekali mereka menghinaku" tambahnya mengepalkan tangan.
" Sabar, nanti kita balas mereka" Temannya mengelus pundaknya menenangkan.
Di kantin..
Mereka memesan makanan & minuman setelah itu mereka duduk di kursi yang sudah tersedia sambil berbincang-bincang.
"Itu tadi siapa sih? " Risty membuka obrolan.
"Gak tau, gak kenal juga" Timpal Rani seraya
menyeruput minumannya.
"Perasaan kita gak punya musuh" Tambah Dea
"Iya, kayanya dia gak suka banget sama kita" Ujar risty
"Entahlah, mungkin dia sedang dirasuki penunggu sekolah ini" Sahut Rani yang di susul gelak tawa dua sahabatnya.
Sisi lain Danau
"Kruyuk kruyuk" Suara perut Tiara terdengar jelas di telinga Wahyu, sementara Tiara hanya bisa memegangi perutnya seraya memandang wahyu dengan senyum malunya.
"Kamu lapar?"
"Iya kak"
Wahyu menarik tangan Tiara menuju di mana motornya berada kemudian melajukan motornya dan berhenti di sebuah warung makan di pinggir jalan.
Mereka masuk & duduk kemudian memesan makanan.
"Mau makan sama apa? " Tanya Wahyu
"Telor dadar aja kak"
Wahyu juga memesan menu yang sama dengan Tiara di tambah sup sayur untuk mereka berdua.
Mereka makan tanpa ada yang bersuara karena memang sudah lapar, sesekali wahyu memperhatikan Tiara yang makan dengan lahap hanya bisa tersenyum.
"Abis ini mau kemana kita? " Tanya Wahyu membuka obrolan
"Pulang aja kak, udah siang sebentar lagi jam pulang sekolah"
Wahyu melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Oke"
"Lain kali kita jalan-jalan lagi" Tambahnya.
Selesai makan mereka pulang sekalian Wahyu mengantar Tiara pulang.
...****************...
Tiara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, senyumnya tak pernah pudar menghiasi wajahnya.
Dia sangat bahagia seolah ada kupu-kupu di perutnya tapi di sisi lain ia juga cemas karena sudah bolos hari ini walaupun bukan dengan sengaja.
Ini merupakan pertama kalinya dirinya bolos sekolah.
"Kak Tiara" Sapa Chika membuyarkan lamunannya
"Eh, ada apa ka? " Tiara langsung duduk.
Chika mendekat duduk di samping Tiara.
"gak ada apa-apa sih cuma kayanya kakak lagi bahagia banget"
"Ah, gak kok" Tiara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"terus kenapa senyum-senyum sendiri? "
"Kakak kan memang murah senyum" Sahut Tiara dengan pedenya
"Tapi gak gitu juga kali kak"
"Oh, chika tau" Tambahnya
"Tau apa? "
"Kakak punya pacar ya? Makanya bahagia banget"
"Gak! kakak gak punya pacar lagi pula ayah sama ibu gak ngizinin anak-anaknya buat pacaran sebelum lulus sekolah"
"Udah ah, kakak mau makan dulu.
Kamu udah makan? " Tambahnya
Tiara sengaja memilih untuk makan siang agar chika tidak terus bertanya walaupun sebenarnya dirinya masih kenyang.
"Belum kak ini mau ngajak kakak makan bareng.
Mereka berdua menyantap makan siang namun ada yang berbeda kali ini, rumah nampak begitu sepi.
" Ibu sama Chaca kemana? "
"Ke tempat bu lidia , ada hajatan di sana"
"Oh"
"Ayah kemana? "
"Ayah juga ke tempat bu Lidia lah kak"
"Kamu kenapa gak ikut? "
"Gak, malas" Chika Menyuap makanannya.
Selesai makan Tiara masuk ke dalam kamarnya, membuka buku diary miliknya dan menuliskan kebahagiaannya hari ini sambil terus menyunggingkan senyuman di bibirnya.
Rumah yang sepi memberikan kedamaian bagi Tiara, ia menguap kemudian memutuskan untuk tidur siang tanpa adanya gangguan dari siapa pun.
Ia terbangun, melirik jam dinding menunjukkan angka tiga sore, ia bergegas keluar kamar namun rumah masih nampak sepi.
"Sepertinya ibu & ayah belum pulang"
Tiara melangkah ke kamar Chika, di bukanya Tirai dan terlihat Chika masih tidur.
Tiara sesegera mungkin melakukan aktifitas sorenya agar cepat selesai, ia mencuci piring sambil bernyanyi-nyanyi.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨