NovelToon NovelToon
Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Menikahi tentara / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Alvierra Zea Khanza atau biasa dipanggil Zea rela menjadi gubernur demi mewujudkan impian sang nenek. Tapi sejak menjabat, berbagai teror dan ancaman mulai mengincarnya.

Demi keselamatan Zea, sang kakek mengirim seorang pengawal pribadi bernama Sagara Arya, kapten dingin yang ternyata menyimpan misi rahasia yaitu membunuh Zea.

Sayangnya, menghadapi gubernur yang bar-bar, keras kepala, tetapi begitu tulus mencintai rakyatnya membuat Kapten Sagara perlahan melupakan misinya.

Di antara ancaman, rahasia, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh, sang kapten justru jatuh cinta kepada perempuan yang seharusnya menjadi targetnya.

Ketika tugas dan cinta berada di dua sisi yang berlawanan, akankah Sagara memilih perintah atau melindungi perempuan yang telah mencuri hatinya?

Yuk stay tune ya. Yang gak suka silakan skip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran?

Pagi itu merupakan hari akhir pekan, sehingga Zea tidak perlu berangkat ke kantor gubernur seperti biasanya. Gadis itu tampak duduk santai di meja makan bersama sang bunda, Zahra, menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh para pelayan.

“Zea, sebentar lagi adikmu, Zayden, akan pulang setelah menyelesaikan kuliah S2-nya,” ujar Zahra sambil meletakkan sendok. “Kakakmu, Zayn, juga akan datang berkunjung. Bunda berharap nanti kalian bertiga bisa meluangkan waktu untuk menjenguk nenek di Desa Angin.”

Zea yang sedang mengunyah roti langsung mengangguk patuh. “Baik, Bunda. Zea juga sudah lama tidak menjenguk Nenek. Nanti kalau Kak Zayn dan Zayden sudah pulang, kita berangkat bersama saja.”

Zahra tersenyum melihat putrinya yang kali ini tidak membantah. Namun, belum sempat ia melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari halaman depan rumah mereka.

“Suara apa itu?” Zahra mengerutkan kening sambil menoleh ke arah pintu utama.

Zea ikut menghentikan aktivitas makannya. “Jangan-jangan ada yang mau menagih utang, Bun? Kalau begitu, suruh saja mereka datang hari kerja. Hari ini gubernur sedang libur.”

“Zea!” tegur Zahra, meskipun sudut bibirnya sempat terangkat mendengar jawaban putrinya.

Belum sempat mereka beranjak dari meja makan, seorang pelayan bergegas masuk dengan wajah kebingungan. “Permisi, Nyonya. Ada tamu datang, tetapi rombongannya cukup banyak.”

“Siapa?” tanya Zahra.

Pelayan itu tampak ragu sebelum menjawab, “Keluarga Tuan Reno, Nyonya. Mereka datang bersama keluarga besar dan membawa beberapa hantaran, seperti orang yang hendak melamar.”

Seketika Zahra membelalakkan mata. “Melamar? Siapa yang mau dilamar?”

“Sepertinya Nona Zea, Nyonya.”

Zea yang baru saja hendak meneguk air langsung berhenti. “Hah? Melamar siapa? Saya? Kok aku gak tahu bakal dilamar?”

Zahra segera bangkit dari kursinya. “Ayo, kita lihat dulu ada apa sebenarnya.”

Zea ikut berdiri dengan wajah tidak percaya. Dalam hati, ia benar-benar ingin tahu keberanian macam apa yang dimiliki Reno hingga berani datang ke rumahnya setelah kejadian memalukan di kafe beberapa hari lalu.

Sementara itu, di halaman depan, Papa Althaf dan Kakek Sultan kebetulan baru saja kembali dari kegiatan joging pagi.

Keduanya langsung menghentikan langkah ketika melihat beberapa mobil rental terparkir di depan rumah, disertai rombongan orang berpakaian rapi yang membawa sejumlah hantaran.

“Ada apa ini?” tanya Althaf dengan dahi berkerut.

Kakek Sultan ikut memperhatikan rombongan tersebut. “Sepertinya ada acara, tetapi mengapa tidak ada yang memberi tahu kita?”

Di antara rombongan itu, tampak Reno berdiri dengan setelan kemeja batik murahan, didampingi kedua orang tuanya.

Nyonya Lestari mengenakan gamis bermotif mencolok dengan perhiasan emas di beberapa jarinya, sementara di sampingnya berdiri seorang gadis muda bernama Puspa, adik bungsu Reno.

Tidak hanya mereka, beberapa anggota keluarga besar Reno juga ikut hadir. Pakaian mereka tampak begitu meriah, seolah kedatangan mereka memang sengaja dipersiapkan untuk sebuah acara besar.

Yang paling membuat Althaf heran adalah keberadaan beberapa orang yang sibuk mengarahkan kamera ponsel ke arah rumahnya. Bahkan, salah seorang dari mereka tampak sedang melakukan siaran langsung di media sosial.

“Halo, teman-teman semuanya! Hari ini kita akan menyaksikan prosesi lamaran dari gubernur kita yang paling cantik, Ibu Zea, dengan teman masa kecilnya, Saudara Reno!” seru seorang perempuan dengan penuh semangat di depan kamera.

Siaran langsung itu seketika menarik perhatian warganet. Nama Zea tentu bukan nama asing bagi masyarakat, apalagi ia dikenal sebagai salah satu gubernur termuda yang sering menjadi sorotan publik.

Kolom komentar pun mulai dipenuhi berbagai pertanyaan.

Serius? Bu Gubernur mau dilamar?

Wah, akhirnya ada kabar pernikahan juga!

Teman masa kecil? Romantis sekali!

Ini benar-benar sudah dapat persetujuan keluarga belum?

Di halaman rumah, Althaf menatap Reno dengan ekspresi semakin serius. “Reno, sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan? Mengapa kamu datang membawa rombongan sebanyak ini?”

Reno segera memasang senyum sopan. “Om Althaf, Kakek Sultan, sebelumnya saya mohon maaf karena datang mendadak. Saya tidak bermaksud mengganggu waktu istirahat keluarga.”

“Lalu, apa tujuan kedatanganmu?” tanya Kakek Sultan dengan suara berat.

Reno menarik napas, kemudian melangkah sedikit ke depan. “Hari ini saya datang bersama keluarga besar untuk menyampaikan niat baik. Saya ingin melamar putri Om, yaitu Zea.”

Suasana seketika hening.

Althaf membeku, sementara Kakek Sultan mengangkat sebelah alisnya. Mereka sama sekali tidak menyangka Reno akan datang dengan tujuan seperti itu, terlebih tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Tidak lama kemudian, Zahra dan Zea tiba di halaman depan. Zahra langsung terkejut melihat banyaknya orang yang berkumpul, sedangkan Zea justru menatap Reno dengan ekspresi datar.

“Melamar?” ulang Zea pelan.

Reno segera tersenyum lebar ketika melihat perempuan itu. “Zea, akhirnya kamu keluar juga. Aku datang untuk membicarakan masa depan kita.”

Zea menatapnya beberapa detik sebelum tertawa kecil tanpa humor. “Masa depan kita? Sejak kapan kita punya masa depan bersama?”

Senyum Reno sedikit memudar. Namun, ia segera kembali memasang wajah penuh penyesalan, seolah kedatangannya hari ini merupakan bukti keseriusannya.

“Zea, aku tahu kamu masih marah karena kejadian kemarin. Aku datang untuk meminta maaf sekaligus membuktikan bahwa aku benar-benar serius dengan hubungan kita.”

“Hubungan yang mana?” tanya Zea santai. “Hubungan kamu dengan Citra atau hubungan kamu dengan barang-barang yang dulu sering kamu pinjam dariku?”

Beberapa anggota keluarga Reno langsung saling pandang. Lestari yang sejak tadi tersenyum lebar mulai merasa tidak nyaman mendengar ucapan Zea.

“Zea, jangan membahas masalah pribadi di depan banyak orang,” sela Lestari dengan senyum dipaksakan. “Kami datang dengan niat baik, Nak. Ibu ingin hubungan kalian segera menjadi hubungan yang resmi.”

Zea menoleh kepadanya. “Oh, jadi Tante datang untuk melamar saya?”

“Tentu saja!” jawab Lestari cepat. “Reno sudah mengenalmu sejak kecil. Kalian juga sudah dekat selama bertahun-tahun, jadi menurut Ibu tidak ada alasan untuk menunda lagi.”

Zea mengangguk pelan, kemudian melirik kamera ponsel yang masih mengarah kepadanya. “Wah, luar biasa. Jadi, saya baru tahu kalau ternyata saya sudah punya hubungan serius tanpa pernah menyetujuinya.”

1
Septi Septi
semangat berkarya kak,karya mu luar biasa bagus, selalu suka dgn ceritamu
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Septi Septi
zea kau jadi kepala kampung ku aja lah, biyar sejahtera ini pemerintah an kampung ku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: 🤣🤣🤣 Kalau ada, aku juga mau kak yang kayak Zea ini
total 1 replies
Azka Bara
aq suka novel yang kaya gini ceweknya bar bar dan ada sentuhan komedinya 😍
Carlinaya H.
thanks kak, semoga cerita berikut nya lebih seru
Linda Areros
tetap semangat ya kak author cerita author keren keren
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
banyak yg ngeluh karna rarensi turun
seorang KK cublik saja ngeluh bahkan smpe di hapus
aduh NT ini kenapa sih yaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduh bau2 mau tamat saja ini ya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
weeeehhh adegan yg romantis tp penuh dngn dramastik sekali
kek naik roles coaster jadi dah Dig dug gitu 🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduh piye iki mau apa coba
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq ikut tegang bacanya swerr
ini kerjaan siiapa mafia GE seng itu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lha dalah para mafia gendeng yg rela mengeruk uang dr hasil jual beli barang haram pantas saja sagara di suruh menghabisi zea karna di angap ancaman besar
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kira2 siapa ya yg menyuruh sagara apa jabatanya lebih dan untuk apa mau menghabisi zea apakah karna ancaman gitu
Aqella Lindi
waduh ulat bulu datang 🤣
Aqella Lindi
udah ad rasa si kapten mah,bntar lg pasti bucin 🤭🤭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
mama_im
thanx kak yul, moga cerita berikutnya lebih baik rate nya 👍👍👍👍
mama_im
aduuuhhhh pernyataan cinta yg sangat dramatis 😅😅😅
Angga Gati
💖💖💖💖💖💖💖💖
FisyanaLica
Ceritanya bagus,, konfliknya g bertele-tele
Yuli Yanti
author sayang knpa cepat banget tamat nya aq blm puas baca nya😭 ya udh lah aq tunggu cerita bru nya yg lbh seru keren lgi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!