Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keterkejutan Ketiga Teman Aulia
"APA?!" teriak Danish, Arkan dan Dhira
Terkejut?? Tentu saja, siapa yang tak mengenal nama legendaris itu. Semua orang pasti mengenalnya, bukan hanya para pengusaha. Orang-orang kecil pun, akan mengenal nama tersebut.
Pengusaha sukses, yang usahanya ada dimana-mana. Bahkan dalam mungkin, setiap bidang usaha akan ada namanya. Sebagai pemilik saham terbesar, karena Investasi yang tidaklah sedikit.
Selain di bidang usaha, beliau juga membangun tempat ibadah dimana-mana, untuk semua agama. Belum lagi panti asuhan dan panti jompo, membangun sekolah untuk anak-anak tak mampu. Dan banyak hal baik lainnya, yang membuat orang besar atau pun orang kecil menunduk hormat. Setiap kali mendengar nama SYAHRIZKY, pengusaha sukses dunia dan akhirat.
Kebaikan beliau, akan selalu diingat oleh semua orang.
Aulia memejamkan kedua kelopak matanya, identitas yang ia sembunyikan. Akhirnya terbongkar juga, ketiga temannya berakhir tau juga.
"LIAAA... KAMU TEH KAYA?!" teriak Danish tanpa sadar
"Bukan kaya lagi Dan, tajir melintir. Miliarder dia... Ya Allah, gue ga percaya kalo bisa temenan sama orang terkaya." ucap Dhira
Arkana?? Dia tak bisa berkata-kata, Aulia pandai menyembunyikan jati dirinya. Dari cara berpakaian, Aulia terlihat biasa saja. Bahkan tempat tinggal?? Jauh dari kata seorang miliarder, meski ia menebak Aulia anak orang kaya. Tapi ini....
"Biasa aja sih kalian, jangan kaya orang sawan gitu." ucap Aulia, membuat Danish dan Dhira mendelik.
"Ga bisa Lia, lu nyuruh kita biasa aja. Di saat jantung ini mendapatkan pukulan hebat, mendengar kabar lu seorang miliarder. Cucu dari seorang, yang di kenal sebagai RAJA BISNIS. Yang belasan tahun tiba-tiba menghilang dari peradaban, dan sekarang cucunya tiba-tiba muncul dari dasar tanah." balas Danish, dengan menatap jauh ke depan
PLAK
"LU KIRA GUE ZOMBIE??" bentak Aulia kesal
"Hehehe... Terkaget-kaget gue Lia, gue ga nyangka kalo lu itu.... tunggu...
"Kalo lu cucunya kakek Syahrizky, itu artinya lu...
"Pewaris sekolah kita kan?" ucapan Danish di potong oleh Arkan
JELEGEERRR
Ketiganya shock bukan main, apalagi ketika mereka kembali mengingat. Masalah Aulia dan Karen, yang mana perempuan itu mencari masalah dengan cucu dari pemilik sekolah.
Dia yang selalu mengagungkan jabatan kedua orang tuanya, tenyata tak ada apa-apanya di mata Aulia. Dan... Pantas saja, sangat mudah bagi Aulia mengeluarkan kedua orang tua Karen.
Aulia menatap heran, ketiga temannya yang tiba-tiba menjadi patung.
"Lu bertiga... Ga kenapa-kenapa kan?? Kek orang kena liat setan, tau ga?" tanya Aulia
"Lebih dari setan sih ini" jawab Dhira
"Shock banget sih ini, untung jantung aman." sambung Danish, Arkan hanya menggelengkan kepalanya
"CK" Aulia bedecak kesal, respon seperti ini yang dia ga suka.
"Terus kalo udah tau, kalian mau gimana? Mau jauhin gue? Terutama lu Dan.." tanya Aulia, Danish tersadar dan segera menggelengkan kepalanya.
"Sorry Li, gue ga mungkin kaya gitu. Gue cuma kaget, gue seneng, tapi... Gue.. minder banget, lu ma gue...
"Apa sih?? Gue sembunyiin identitas, supaya bisa dapetin temen yang emang tulus temenan ma gue. Bukan temenan karena kekayaan gue, paham?!" Danish dan yang lainnya mengangguk
"Acara kagetnya udahan ya, udah terlalu lama. Sekarang kita kembali ke tujuan awal, Aulia... Kita akan lakukan panggilan video dengan kakek mu, ada yang mau beliau bicarakan dengan mu." ucap ayah Brahma, mengembalikan jiwa ketiga muda-mudi agar kembali berpijak di atas bumi.
"Kakek?" tanya Aulia, ayah Brahma mengangguk
Posisi duduk berubah, kini Aulia duduk di lantai depan meja. Karena ia merasa nyaman begitu, laptop di atas meja. Di belakangnya ada ayah Brahma dan ibu Ayu, sedangkan ketiga temannya duduk di sofa samping. Mereka pun segera melakukan panggilan vidio, di laptop yang ia bawa.
'Assalamu'alaikum... Akhirnya, kakek sudah menunggu sejak tadi.' ucap kakek Pamir, bibir Aulia mencebik. Ia sudah bersiap untuk menangis, namun sang kakek tersenyum.
"Wa'alaikum salam "
'Jangan nangis sayang, malu di liat banyak orang.' ucap kakek Pamir
"Kangen, mau pulang" ucap Aulia, kakek Pamir terkekeh
'Baru juga berapa hari di sana, masa udah ngerengek minta pulang. Sekarang kan, Aulia udah punya temen banyak.' balas kakek Pamir, Aulia melihat ke arah ketiga temannya.
"Gimana kabar kakek dan kakek Fauzi? Kabar yang lain bagaimana? Semua baik-baik saja kan? Maaf, Aulia belum menghubungi kakek, sekolah ternyata seaneh ini. Mereka minta bikin yel-yel, itu sangat mengerikan." tanya Aulia, seraya menjelaskan pengalaman pertama sekolahnya. Kakek Pamir tertawa terbahak, ia kembali ingat. Dengan vidio yang di perlihatkan oleh kakek Fauzi, vidio Aulia mengucapkan yel-yel di depan kelas.
Aulia mengerutkan dahi, ia menyipitkan kedua matanya.
"Jangan bilang, kakek sudah melihatnya." ucap Aulia, kakek Pamir kembali tertawa. Aulia langsung memasang wajah cemberut, Dhira yang melihatnya begitu gemas.
"Bagaiman bisa ada gadis secantik Aulia? Bagaimana pun eskpresi wajahnya, ia terlihat sangat menggemaskan? Sayang... kamu tidak tertarik padanya?" tanya Dhira pelan, pada Arkan. Arkan menoleh dan menggelengkan kepalanya, lalu ia mengusap sayang kepala Dhira.
"Secantik apapun perempuan di depan ku, tetap kamu yang paling cantik di mataku." jawab Arkan, membuat senyuman Dhira muncul
"Terima kasih, karena selalu berada di pihak ku." ucap Dhira
"Ehem..." rupanya sepasang sejoli itu lupa, bila di kursi yang mereka duduki bukan hanya berdua.
"Bisa di tunda dulu melankolis nya? Kalian kagak lupa kan, kalo aku duduk di samping Arkan?" ucap Danish, Dhira menahan tawanya.
"Maaf Dan, gue lupa kalo ada jomblo di sofa ini." jawab Dhira
'Maaf sayang, sungguh kakek tak menyangka kalo kamu akan melakukan hal itu. Itu adalah pengalaman berharga untukmu, ketiga temanmu semua bisa di percaya. Kita bicarakan hal yang penting sekarang, kakek minta kamu untuk mencari semua aib dan kebusukan keluarga Dhira. Cari alasan sebenarnya, di balik perlakuan pilih kasih keluarga Dhira pada sepupunya itu. Kakek sudah mengirimkan informasi, yang kakek dapat di email mu. Sisanya kakek serahkan padamu, kakek tau kamu bisa membobol semuanya hanya dalam waktu singkat.' ucap kakek Pamir, Aulia mengeluarkan ponsel dan membaca isinya.
'Kakek ingin, sebelum kamu menguak semuanya. Lepaskan Dhira dari keluarga kandungnya terlebih dahulu, yaitu dengan cara menikahkannya dengan keluarga Mubarak.' Aulia mengangguk, dengan kedua matanya yang fokus pada ponsel.
Aulia tak percaya, dengan yang ia baca. Ternyata di balik keceriaan Dhira, ada kisah hidup yang sangat menyakitkan.
"Kakek tenang saja, Aulia akan melakukannya sekarang juga. Kalo gitu, panggilan ini kita akhiri. Atau kakek mau lanjut berbicara dengan om Brahma?" ucap Aulia
'Tidak nak, kakek sudah banyak bicara dengannya sejak semalam. Kakek serahkan misi ini padamu, misi mempererat hubungan pertemanan kamu.' Aulia tersenyum kecil
"Assalamu'alaikum"
'Wa'alaikum salam' panggilan pun berakhir, Aulia menoleh ke belakang.
"Om... boleh Aulia pakai ruang kerja nya?" tanya Aulia
"Tentu, silahkan nak." jawab om Brahma senang hati
"Mmm... sama laptopnya juga, boleh pinjam?" om Brahma tersenyum dan mengangguk, beliau mengajak Aulia ke ruang kerjanya.
"Mmm... om, apa boleh Aulia minta bawakan sesuatu?" tanya Aulia sebelum menutup pintu
"Katakanlah" jawab om Brahma
"Nanti Aulia kirim pesan ke Dhira, nanti setelah ada semua. Kalo sudah ada, bawa saja ke sini. Setelahnya, sebelum Aulia keluar dari ruangan ini. JANGAN ADA YANG MASUK!!!" ucap Aulia, om Brahma mengangguk dan pergi meninggalkan Aulia.
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
☕️nya emak🥰
votenya emak🥰
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪