NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Pembuktian Kelompok Tembaga

Di perbatasan paling selatan dari Hutan Misti, terbentang Kerajaan Bebas Deplehem. Kota ini bukanlah tempat bagi para bangsawan dengan tata krama tinggi, melainkan surga bagi para tentara bayaran, pedagang gelap, dan petualang yang mencari peruntungan.

Malam itu, aula utama Guild Petualang Deplehem dipenuhi oleh kebisingan yang memekakkan telinga. Asap cerutu, bau bir gandum yang tumpah, serta tawa kasar dari ratusan pria bersenjata mengudara tebal di bawah cahaya lampu gantung.

Di salah satu meja kayu di sudut ruangan, duduklah lima orang petualang. Mereka mengenakan zirah dan jubah yang terawat sangat baik, dengan lencana perak berlapis emas tersemat di dada mereka—menandakan bahwa mereka adalah kelompok petualang Rank A.

Namun, alih-alih dihormati, tatapan meremehkan justru sering diarahkan ke meja mereka.

"Lihat itu, Kelompok Tembaga sedang merayakan bayaran mereka," cibir seorang petualang berwajah codet dari meja seberang, sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar ke seluruh aula. "Kudengar hari ini kalian berhasil menyelamatkan seekor kucing bangsawan dari atas pohon, ya? Pekerjaan yang sangat berbahaya untuk Rank A!"

Gelak tawa meledak dari meja-meja di sekitarnya.

Gion, pemimpin kelompok itu, hanya menghela napas panjang sambil memutar gelas bir di tangannya. Ia adalah seorang pria tampan berusia akhir dua puluhan. Meskipun memiliki lencana Rank A berkat keahliannya sebagai Swordsman, Gion selalu menghindari risiko yang tidak perlu demi keselamatan timnya.

Di sebelahnya, Rulli sang pemanah (Rank B) mendengus kesal. "Aku muak mendengarnya, Gion. Sampai kapan kita harus mengambil misi-misi remeh ini? Lencana kita Rank A!"

"Biarkan saja para pemabuk itu bicara," sahut Hansen, pria bertubuh kurus yang merupakan seorang penyembuh (Healer Rank B). "Lebih baik ditertawakan karena mengambil misi kawal gandum daripada mati konyol di perut monster."

"Aku tidak setuju dengan Hansen kali ini," suara dingin dan merdu memotong pembicaraan. Fibia, seorang penyihir wanita (Mage Rank B) dengan rambut merah menyala, mengetukkan tongkat kayunya ke lantai. "Harga diri kita diinjak-injak setiap hari. Kita memiliki kemampuan, Gion. Kita butuh misi besar untuk membungkam mulut kotor mereka."

Namun, di antara semua anggota kelompok, yang paling menahan amarah adalah sosok yang duduk di ujung meja.

Ia bertubuh pendek, hanya setinggi dada manusia dewasa, namun memiliki bahu yang lebar dan proporsi otot yang sangat padat. Ia adalah Balina, seorang prajurit wanita dari suku Dwarf (Warrior Rank A). Rambut cokelat kemerahannya dikepang tebal di belakang kepala, dan sebuah kapak tempur raksasa bersandar di kursinya. Zirah baja murni yang membalut tubuhnya memancarkan kualitas tempaan kelas satu.

"Fibia benar!" geram Balina, menggebrak meja hingga gelas-gelas bir melompat. Suaranya serak namun penuh tenaga. "Aku tidak turun dari pegunungan utara untuk memetik ramuan herbal bersama kalian! Kapakku butuh darah monster tingkat tinggi. Jika kalian tidak berani mengambil misi sungguhan hari ini, aku akan keluar dari kelompok ini!"

Mendengar ancaman dari petarung terkuat di kelompoknya, Gion akhirnya meletakkan gelasnya. Ia menatap wajah anggota timnya satu per satu, menyadari bahwa kehati-hatiannya selama ini justru menggerus moral mereka.

Gion berdiri, meraih pedang panjangnya. Kesunyian mulai menjalar di aula guild saat sang Swordsman Rank A itu melangkah mendekati papan misi utama.

Petualang berwajah codet yang tadi mengejeknya menyeringai. "Ada apa, Gion? Mau mencari misi membersihkan selokan lagi?"

Gion mengabaikannya. Matanya menatap deretan perkamen misi dengan bayaran tertinggi. Tangannya terulur, lalu merobek sebuah perkamen berwarna merah yang ditempel paling atas—tanda bahwa itu adalah misi tingkat bahaya fatal.

Gion berbalik dan membanting perkamen itu ke atas meja resepsionis guild.

"Kami mengambil misi penaklukan ini," ucap Gion dengan suara lantang yang bergema ke seluruh ruangan.

Resepsionis guild, seorang wanita tua yang sudah puluhan tahun bekerja di sana, membelalakkan matanya saat membaca isi perkamen tersebut.

"T-Tuan Gion... Anda yakin?" suara resepsionis itu bergetar. "Ini adalah misi penaklukan koloni Serigala Mistik di wilayah selatan Hutan Misti. Ada laporan bahwa koloni ini dipimpin oleh seekor Alpha tingkat tinggi. Kelompok Rank A beranggotakan sepuluh orang saja menolak misi ini minggu lalu!"

Aula yang tadinya riuh seketika hening. Para petualang yang tadi tertawa kini saling berpandangan dengan wajah pucat.

Serigala Mistik bukanlah monster biasa; mereka cerdas, sangat cepat, dan memburu dalam kelompok besar. Terlebih lagi, Hutan Misti di sebelah utara Deplehem adalah teritori mematikan yang selalu dihindari.

"Apa mereka gila?!" bisik salah satu petualang. "Mereka cuma berlima! Masuk ke sarang Alpha Serigala Mistik dengan jumlah segitu sama saja dengan bunuh diri!"

Namun, di meja kelompok mereka, Balina sang Dwarf wanita justru menyeringai lebar, memperlihatkan gigi-giginya yang kokoh. Ia memanggul kapak raksasanya dengan mudah. Di sebelahnya, Fibia memutar tongkat sihirnya dengan senyum percaya diri.

"Akhirnya kau menggunakan keberanianmu, Ketua," ucap Balina, memukul pelindung dadanya sendiri dengan antusias. "Ayo kita tunjukkan pada pecundang-pecundang di ruangan ini, bagaimana kelompok Rank A yang sesungguhnya bertarung!"

Gion menatap anggota timnya yang kini dipenuhi oleh semangat membara. "Persiapkan perbekalan kalian. Kita berangkat ke Hutan Misti besok pagi. Kita selesaikan misi ini, dan kita bungkam mereka semua!"

Malam itu, kelompok petualang yang kerap dicap sebagai "Rank A terlemah" telah mengikat janji dengan maut. Mereka bersiap untuk membuktikan diri mereka sebagai pahlawan, tanpa sedikit pun menyadari bahwa di dalam Hutan Misti yang kelam, jaring bayangan dari Pangeran Kekaisaran Goblin tengah menunggu kedatangan mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!