NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siska Delvi

Nadia seorang gadis yang diterima kerja sebagai admin di sebuah pabrik sawit di kabupaten Dharmasraya sumatera Barat terlibat cinta terlarang dengan asisten manager di pabrik sawit tersebut yang bernama Arif, mereka sama-sama tidak bisa memendam perasaan karena sering bertemu di tempat pekerjaan, padahal mereka sama-sama punya tunangan di kampung nya masing-masing siapa kah nanti yang akan di pilih Nadia apakah Arif Assisten Manager atau Tunangannya yang bernama Rizki seorang guru sejarah di kampung halamannya di padang panjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Delvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 SOP Mess Tamu

Sudah tiga hari Karin tidur di mess tamu ber-AC.

Tiga hari itu juga Arif tidak pernah tidur di mess tamunya. Arif selalu tidur di bangku kayu depan klinik atau di ruang security, dengan alasan jaga malam.

Karin kesal. Sangat kesal.

Malam ketiga, jam sepuluh malam, Karin sudah mandi, pakai daster satin warna merah muda yang baru dibeli di Medan, rambutnya di blow, parfumnya wangi menyengat sampai keluar mess. Ia sengaja tidak kunci pintu mess tamu.

Ia chat Arif.

Karin: Sayang, ke mess tamu dong. Aku takut sendirian. AC-nya bunyi aneh. Temani aku sebentar ya.

Arif yang lagi di pos security baca chat itu, menghela napas panjang. Ia tahu maksud Karin.

Arif: Sayang gak bisa nanti melanggar SOP pabrik, laki-laki tidak boleh masuk mess tamu perempuan di atas jam 8 malam. Apalagi mess tamu untuk direksi. Nanti satpam lihat, saya bisa ditegur Pak Hendra.

Karin: SOP lagi, SOP lagi! Arif, aku ini tunangan kamu! Bukan perempuan lain! Kita sudah tunangan tiga tahun! Masa aku minta ditemani saja tidak boleh? Kamu lebih pilih SOP daripada aku?

Arif tidak balas lagi.

Lima menit kemudian, pintu pos security diketuk. Karin datang sendiri ke pos security, masih pakai daster satin merah muda itu, kopernya tidak dibawa, tapi di tangannya ada dua gelas kopi.

Satpam yang jaga langsung kaget dan pura-pura lihat ke arah lain.

"Arif, ini aku bawakan kopi. Kamu belum minum kopi malam ini kan? Biar tidak ngantuk jaga malam," kata Karin manja, duduk di sebelah Arif di bangku pos security yang sempit.

Arif langsung berdiri, jaga jarak satu meter.

"Karin, kamu ngapain kesini pakai baju begitu? Ini pos security, banyak supir truk lewat. Gak sopan. Balik ke mess tamu sana," kata Arif pelan tapi tegas.

Karin pura-pura nangis.uhh..uh.."Arif, kamu usir aku? Aku ini jauh-jauh dari Medan 20 jam naik bus ALS demi kamu! Aku tidur sendirian di mess ber-AC tapi dingin, tidak ada yang temani! Kamu malah jaga di pos security sama satpam bau rokok!"

Beberapa supir truk yang lagi ngopi di warung dekat pos security melirik.

Arif tarik tangan Karin pelan, bawa agak menjauh dari pos.

"Karin, dengar. Ini pabrik. Bukan hotel di Medan. Di sini ada aturan. Aturan tertulis: Karyawan laki-laki dan perempuan dilarang berduaan di dalam mess setelah jam 20.00. Itu SOP nomor 12. Kalau saya langgar, saya sebagai Asisten Manager kasih contoh tidak baik ke anak buah. Pak Bambang, Mbak Sari, semua lihat. Saya malu, Sayang," jelas Arif, mencoba sabar.

Karin hentakkan kaki.

"SOP! SOP! Kamu nikah sama SOP saja sana, Arif! Jangan nikah sama aku! Aku ini dokter ! Aku tidak perlu SOP pabrik sawit untuk tahu mana yang benar mana yang salah! Aku tahu kamu nolak aku karena admin baru itu kan? Karena Nadia itu kan? Kamu takut ketahuan Nadia kalau kamu mesra sama aku!" tuduh Karin keras, air matanya keluar beneran.

Nama Nadia disebut lagi.

Arif wajahnya berubah tegang.

"Jangan bawa-bawa Nadia! Ini tidak ada hubungannya sama Nadia! Ini soal profesionalitas! Kamu yang datang kesini tidak bilang, kamu yang pakai daster ke pos security! Kamu yang langgar SOP!" bentak Arif, kali ini agak keras.

Karin kaget dibentak. Ia nangis kencang di depan pos security.

"Arif! Kamu bentak aku lagi! Dua kali kamu bentak aku demi perempuan itu! Di kantin kemarin, sekarang di sini! Kamu sudah tidak sayang sama aku ya? Kamu suka sama admin itu ya? Ngaku, rif!"

Suara Karin keras sekali. Satpam dan supir truk semua dengar.

Arif memejamkan mata, menahan malu luar biasa. Ia tarik napas dalam.

"Karin, masuk ke mess tamu sekarang. Kita bicara besok pagi di kantor, dengan kepala dingin. Tidak di sini, tidak dengan baju seperti ini. Tolong hargai saya sebagai Asisten Manager di depan anak buah saya," kata Arif, suaranya sudah sangat lelah.

Karin lihat Arif tidak akan luluh. Ia lap air mata, betulkan daster satinnya yang miring.

"Oke! Aku balik! Tapi ingat, Arif! Aku tidak akan diam! Kalau kamu tidak mau mesra sama aku yang tunangan sah kamu, berarti ada yang salah sama kamu! Dan aku tahu siapa yang salah! Nadia! Pasti dia yang goda kamu di ruang administrasi!" kata Karin sambil jalan balik ke mess tamu dengan hentakan kaki keras, daster satinnya berkibar kena angin malam.

Arif ditinggal sendirian di pos security. Satpam pura-pura batuk.

"Pak Arif, aman, Pak? Perlu saya antar Dr. Karin balik?" tanya satpam takut-takut.

"Gak usah, Pak. Biarin aja. Terima kasih," jawab Arif pelan. Ia duduk lagi di bangku kayu, pegang kepala.

Dari jauh, dari jendela mess putri yang gelap, ada yang melihat semua kejadian itu.

Nadia.

Nadia belum tidur. Ia lihat Karin pakai daster satin merah muda jalan ke pos security, ia lihat Arif berdiri jaga jarak, ia dengar samar-samar teriakan Karin sebut namanya.

Nadia tutup jendela pelan, tapi hatinya tidak tenang.

Ia buka ponsel, lihat cincin tunangannya dari Rizki yang ia taruh di atas meja.

Ia ingat tadi siang Karin pamer cincin berlian. Dan malam ini Karin ditolak mesra sama tunangannya sendiri di depan pos security.

Tiba-tiba Nadia merasa kasihan sama Karin. Sama-sama perempuan yang ingin disayang tunangannya, tapi tidak dapat.

Di mess tamu ber-AC, Karin banting pintu keras, kunci pintu, dan nangis di atas kasur spring bed sambil peluk guling.

Di pos security, Arif masih duduk sampai jam dua belas malam, tidak berani balik ke mess putra karena takut lewat depan mess tamu dan Karin panggil dia lagi.

Malam itu, tiga orang di tiga tempat berbeda, sama-sama tidak bisa tidur. Satu karena ditolak, satu karena menolak, dan satu karena melihat penolakan itu dan merasa bersalah tanpa tahu kenapa.

Dan SOP pabrik nomor 12 yang dilanggar Karin malam itu, besok paginya akan ditempel ulang oleh Pak Hendra di papan pengumuman dengan tulisan besar: DILARANG KERAS BERDUAAN DI MESS SETELAH JAM 20.00. PELANGGAR AKAN DIBERI SP 1.

Semua orang tahu, aturan itu ditempel gara-gara kejadian daster satin merah muda semalam.

Bersambung

---

1
𝐀⃝🥀Weny
semoga kalian berjodoh🤲 tambah up lagi dong thor 😊
𝐀⃝🥀Weny: 😊😊😊😊😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!