NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Tamu di Atas Atap

Malam menyelimuti kediaman Klan Xiao.

Setelah seharian berkultivasi, Xiao Yi akhirnya membuka mata.

Cahaya bulan masuk melalui jendela, ditemani bintang-bintang yang memenuhi langit. Jika bukan karena Qi yang mengalir di tubuhnya dan Jiwa Bela Diri yang bersemayam di dekat dantian, ia hampir merasa masih berada di dunia lamanya.

"Ternyata langit di dua dunia tidak jauh berbeda."

Xiao Yi tersenyum tipis.

Pintu kamar terbuka.

Yiyi masuk membawa nampan makanan.

"Tuan Muda, waktunya makan."

"Taruh di sini."

Xiao Yi bangkit dari tempat tidur.

Setelah berkultivasi sepanjang hari, Qi Sejati dalam tubuhnya bertambah cukup banyak. Namun, ia masih belum menyentuh penghalang menuju Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tiga.

Kecepatan itu sebenarnya sudah mengerikan.

Kultivator biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk naik satu tingkat. Bahkan Xiao Ruohan, yang memiliki Jiwa Bela Diri Tingkat Kuning, pernah membutuhkan hampir sebulan untuk naik dari Tingkat Dua ke Tingkat Tiga.

Namun Xiao Yi tetap merasa lambat.

Kemarin, tiga Pil Penguat Tubuh membuatnya menerobos dalam waktu singkat.

Tanpa bantuan pil, meski Pedang Bingluan mampu menyerap Qi langit dan bumi dengan kecepatan luar biasa, kepadatan Qi di sekitar Kota Ziyun tetap terbatas.

"Kalau punya lebih banyak pil, semuanya akan jauh lebih mudah."

Masalahnya adalah uang.

Satu Pil Penguat Tubuh berharga sekitar dua belas tael perak. Sementara tunjangan bulanannya hanya dua puluh tael, belum termasuk kebutuhan lain.

Ia baru memahami satu kenyataan penting tentang dunia kultivasi.

Menjadi kuat ternyata mahal.

"Tuan Muda?"

Suara Yiyi membuyarkan pikirannya.

Xiao Yi menoleh dan mendapati gadis itu hendak meninggalkan kamar.

"Mau ke mana?"

Yiyi berhenti.

"Makan di dapur."

Xiao Yi memandang meja.

Ada dua mangkuk nasi, beberapa lauk sayuran, dan sepiring daging.

"Duduk."

Yiyi tertegun.

"Tapi..."

"Makan bersamaku."

Gadis itu tampak gugup.

"Dulu Tuan Muda mengatakan wajah Yiyi akan merusak selera makan..."

Xiao Yi terdiam sesaat.

Pemilik tubuh sebelumnya benar-benar meninggalkan terlalu banyak masalah untuk dibereskan.

"Itu dulu."

Ia menunjuk kursi di hadapannya.

"Duduk."

Yiyi akhirnya menurut.

Namun setelah mulai makan, Xiao Yi kembali mengerutkan kening.

Yiyi hanya mengambil nasi putih.

"Makan sayurnya."

Yiyi mengambil sepotong kecil sayuran.

"Daging juga."

Tangannya berhenti.

"Tuan Muda, daging ini—"

"Makan."

Yiyi mengambil satu potong dengan sangat hati-hati.

Xiao Yi hampir kehilangan kesabaran.

Namun sebelum sempat mengatakan sesuatu, telinganya bergerak sedikit.

Ada suara samar.

Bukan dari halaman.

Dari atas.

Atap.

Tatapan Xiao Yi tetap tenang, seolah tidak menyadari apa pun.

Ia melanjutkan makan beberapa suap.

Kemudian meletakkan sumpit.

"Yiyi."

"Ya?"

"Habiskan makananmu."

Gadis itu mengangguk.

"Sepuluh detik."

"Hah?"

"Sembilan."

Yiyi langsung makan secepat mungkin.

"Delapan."

Pipinya menggembung penuh nasi.

Xiao Yi hampir tertawa melihatnya, tetapi tetap memasang wajah datar.

Setelah selesai, ia menunjuk pintu.

"Bawa semuanya kembali ke dapur. Jangan kembali sebelum kupanggil."

Wajah Yiyi langsung berubah murung.

Ia mengira telah melakukan kesalahan.

"Baik, Tuan Muda."

Gadis itu membersihkan meja lalu berjalan keluar.

Sebelum menutup pintu, ia masih sempat menoleh dengan ekspresi bersalah.

Begitu langkahnya menjauh, senyum di wajah Xiao Yi lenyap.

Ia berdiri.

"Sudah cukup lama di atas sana."

Tidak ada jawaban.

Xiao Yi menatap langit-langit.

"Turun. Atau perlu aku yang menjemputmu?"

Hening sesaat.

Wus!

Bayangan hitam melompat dari atap dan masuk melalui jendela.

Seorang pria paruh baya mendarat tanpa suara.

Pakaiannya serba gelap. Bekas luka panjang melintang di wajahnya, sementara tatapan matanya mengandung hawa membunuh yang sulit disembunyikan.

Pria itu menatap Xiao Yi dengan heran.

"Kau bisa menemukanku?"

"Caramu bersembunyi terlalu buruk."

Wajah pria itu langsung mengeras.

Sebagai seseorang yang hidup dari pembunuhan, ucapan itu merupakan penghinaan.

"Siapa kau?" tanya Xiao Yi.

Pria tersebut menyeringai.

"Karena sebentar lagi kau mati, tidak masalah memberitahumu."

Ia maju selangkah.

"Yang Fu."

Ingatan Xiao Yi segera memberikan jawabannya.

Yang Fu, si Belati Beracun.

Pembunuh bayaran terkenal di Kota Ziyun.

Kultivasinya telah mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan, hanya satu langkah lagi menuju Alam Pengumpulan Qi.

Selama dibayar cukup mahal, ia tidak peduli siapa targetnya.

Xiao Yi tersenyum tipis.

"Jadi kau Belati Beracun."

Yang Fu mengangkat alis.

"Sepertinya kau pernah mendengar namaku."

"Tentu."

Xiao Yi memandangnya dari atas sampai bawah.

"Hanya saja, aku mengira pembunuh terkenal akan lebih pandai bersembunyi."

Niat membunuh langsung muncul di mata Yang Fu.

"Kau ingin mati lebih cepat?"

"Siapa yang membayarmu?"

Yang Fu tertawa kecil.

"Orang mati tidak perlu mengetahui terlalu banyak."

"Tak perlu dijawab."

Xiao Yi bersandar santai pada meja.

"Orang yang ingin membunuhku tidak banyak. Dan orang yang cukup bodoh untuk menyewa pembunuh setelah gagal membunuhku sendiri..."

Matanya menyipit.

"Xiao Ruohan."

Ekspresi Yang Fu berubah sesaat.

Hanya sepersekian detik.

Tetapi bagi Xiao Yi, itu sudah merupakan jawaban.

"Benar-benar dia."

Xiao Ruohan rupanya tidak berniat memberinya kesempatan untuk hidup lebih lama.

"Anak muda, kau ternyata tidak sebodoh rumor yang beredar."

Yang Fu perlahan berjalan mendekat.

"Sayangnya, menjadi pintar tidak akan menyelamatkanmu malam ini."

Xiao Yi tidak bergerak.

Namun pikirannya bekerja cepat.

Tingkat Dua melawan Tingkat Sembilan.

Perbedaannya terlalu besar.

Ia mampu mengalahkan Xiao Jie dan Xiao Shi karena pengalaman tempur mereka sangat buruk.

Yang Fu berbeda.

Orang ini adalah pembunuh yang hidup dari darah.

Terlebih lagi, perbedaan tujuh tingkat membuat kekuatan, kecepatan, dan jumlah Qi Sejati mereka berada pada kelas berbeda.

Pertarungan langsung adalah pilihan terburuk.

Xiao Yi hanya perlu bertahan.

Ini kediaman Klan Xiao.

Selama pertarungan menciptakan cukup banyak suara, para tetua pasti akan menyadarinya.

"Aku penasaran."

Xiao Yi sengaja membuka percakapan.

"Kau tahu aku adalah pewaris Patriak Klan Xiao. Apa kau tidak takut diburu setelah membunuhku?"

Yang Fu berhenti.

Kemudian ia tertawa.

"Takut?"

Cahaya kuning perlahan muncul di telapak tangannya.

Sebuah belati hitam terbentuk.

Bilahnya pendek dan tipis, tetapi permukaannya memancarkan kilau kehijauan yang membuat bulu kuduk berdiri.

Jiwa Bela Diri Belati Beracun Tingkat Kuning.

"Anak-anak klan besar seperti kalian memang menyebalkan."

Yang Fu menggenggam belati itu.

"Kalian lahir dengan sumber daya, pil dan perlindungan keluarga."

"Sedangkan orang sepertiku harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan sedikit sumber daya kultivasi."

Tatapannya semakin dingin.

"Dengan Jiwa Bela Diri Tingkat Kuning, seharusnya aku sudah memasuki Alam Pengumpulan Qi sejak lama. Tapi tanpa cukup pil dan sumber daya, aku terjebak di Tingkat Sembilan."

Xiao Yi akhirnya memahami alasan orang ini menerima pekerjaan berisiko tersebut.

Uang.

"Hadiah untuk kepalamu cukup besar."

Yang Fu menjilat bibir.

"Dengan uang itu, aku bisa membeli pil yang kubutuhkan. Begitu berhasil menerobos ke Alam Pengumpulan Qi, bahkan Keluarga Xiao akan kesulitan menangkapku."

Jarak mereka tinggal beberapa langkah.

Xiao Yi segera waspada.

Yang Fu menyeringai.

"Jangan khawatir."

Ia mengangkat belatinya.

"Racunnya bekerja cepat. Begitu bilah ini melukai kulitmu, kau tidak akan menderita lama."

Xiao Yi tidak menjawab.

Tatapannya tertuju pada bahu Yang Fu.

Kaki.

Pergelangan tangan.

Pernapasan.

Setiap detail masuk ke matanya.

Seorang pembunuh biasa melihat target.

Seorang pembunuh hebat melihat bagaimana target bergerak sebelum bergerak.

Dan Xiao Yi pernah berdiri di puncak profesi itu.

Yang Fu tiba-tiba menghilang.

Cepat!

Belati hitam melesat menuju tenggorokan Xiao Yi.

Jika terkena, ia bahkan tidak membutuhkan racun untuk mati.

Namun tepat sebelum ujung belati menyentuh kulit—

Tubuh Xiao Yi bergerak.

Pinggangnya melentur dengan sudut yang hampir mustahil.

Kakinya bergeser mengikuti serangan lawan.

Belati melewati lehernya hanya beberapa helai rambut.

Mata Yang Fu membesar.

"Apa?"

Xiao Yi sudah berada di sisi tubuhnya.

Gerakannya lembut, licin, dan sulit ditebak.

Seperti seekor ular yang meluncur di antara rerumputan.

Bentuk Ular.

Untuk pertama kalinya sejak memasuki kamar itu, ekspresi meremehkan di wajah Yang Fu menghilang.

Sementara Xiao Yi tersenyum dingin.

"Kau menyebut dirimu pembunuh?"

Tatapannya menusuk Yang Fu.

"Kalau begitu..."

"Biarkan aku mengajarimu cara membunuh yang sebenarnya."

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!