NovelToon NovelToon
Takut Nikah

Takut Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cintamanis / Romansa
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Kapan nikah?"

"Udah mau 30 loh."

"Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua."

Jena muak sekali dengan semua itu. Baginya, menikah bukan kriteria kesuksesan seseorang. Mau nikah atau pun tidak, itu juga bukan urusan mereka, tapi entah kenapa, mereka suka sekali mengurusi hidupnya.

3 kali ia menjalin kasih, endingnya selalu diselingkuhi. Sahabat terbaiknya, jadi janda diusia 25 tahun karena suaminya selingkuh. Dan yang paling gong, Papa yang ia sayang dan sosok yang ia kagumi, diam-diam ternyata punya istri kedua. Lalu, laki-laki seperti apa lagi yang bisa ia percaya.

Baginya, berurusan dengan laki-laki, hanyalah cari penyakit. Entah sekarang atau nanti, pasti endingnya disakiti. Ia tak mau menikah. Kalau sendiri bisa bahagia, untuk apa berdua?

Sampai kejadian tak terduga, mempertemukanmu dia dengan Budi. Laki-laki yang humoris, dan selalu bilang. "Gak semua laki-laki kayak gitu, Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Sesampainya di rumah, Andika baru saja melewati pintu ketika suara Juwita langsung menyambutnya.

“Jadi benar, Mas mau menikah lagi?”

Andika menghela napas panjang. “Jena cuma bercanda, jangan terlalu kamu pikirkan."

“Bercanda?” Juwita langsung mendekat. “Kalau cuma bercanda, kenapa dia bisa bicara seolah-olah Papa sudah punya perempuan? Dan hal seperti ini, bukan suatu candaan. Aku yakin, Papa ada perempuan lain, makanya Jena bisa bicara begitu."

“Dia hanya bicara sembarangan, gak usah kamu anggap serius."

“Siapa perempuan itu, Mas?”

“Tidak ada.”

“Jangan bohong!”

“Juwita, aku bilang tidak ada.”

“Kamu sedang menyembunyikan sesuatu! Sedang mencoba bermain-main di belakangku?" Kedua telapak tangan Juwita terkepal.

Andika mulai kehilangan kesabaran. “Sudah berapa kali aku bilang tidak ada perempuan lain?”

Juwita masih terus mendesak. “Kalau memang tidak ada, gak mungkin Jena bicara seperti tadi. Siapa perempuan yang mau kamu nikahi?”

“Tidak ada!” Suara Andika meninggi.

Ia berjalan melewati Juwita, tetapi wanita itu masih mengejarnya.

“Mas, aku ingin tahu siapa wanita itu! Apa dia bekerja di kantor kamu? Apa dia wanita panggilan? Katakan Mas, siapa wanita yang ingin kamu nikahi?"

Andika akhirnya berbalik, rahangnya mengeras, wajahnya memerah. "Cukup Juwita! Aku tak mau membahas ini lagi. Dan satu lagi. Kalau aku sedang di rumah Asri, kamu tidak perlu terus menelepon dan menyuruhku pulang. Aku tahu kapan waktunya pulang!”

Juwita terdiam beberapa saat, lalu tersenyum. “Kamu tahu kapan waktunya pulang?” sindirnya.

Andika langsung menatapnya.

“Buktinya, kamu lupa kalau hari ini kamu janji mau menemani Dara lomba fashion show?”

Andika membeku. “Dara...” Tangannya spontan menepuk jidat. “Astaga!” Tanpa berkata-kata lagi, Andika buru-buru menaiki tangga menuju kamar putri keduanya bersama Juwita itu.

Sementara itu, di balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Naura sejak tadi diam-diam mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Setelah memastikan Papanya pergi, ia menghampiri Juwita.

“Mama...”

Juwita menoleh.

“Beneran, Papa mau menikah lagi?” Wajah Naura tampak sedih. “Sekarang saja Papa tidak bisa selalu ada di rumah.” Ia menunduk. “Kalau nanti istrinya ada tiga... bagaimana?” Kedua telapak tangannya meremat celana piyama yang ia kenakan.

Juwita terdiam. Ia tahu ketakutan itu bukan hanya miliknya. Naura juga takut kehilangan perhatian Papanya. Dara, anak bungsunya pasti juga sama. Ia memegang kedua bahu Naura, mencoba menenangkannya.

“Jangan khawatir.”

“Tapi, Ma...”

“Mama akan memastikan Papa tidak akan menikah lagi.”

Naura menatap ibunya. “Mama serius?”

“Sangat serius.” Juwita menarik napas dalam-dalam. “Mama sudah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan status sebagai istri Papa yang sah. Mama tidak rela setelah semua penantian itu, Papa justru menikah lagi dan membuat kesempatan Mama semakin sulit.”

Ia mengusap rambut Naura. “Selama Mama masih ada, Mama akan mempertahankan apa yang menjadi hak Mama. Setelah tua bangka Asri itu meninggal, Mama akan menjadi satu-satunya istri Papa dan meresmikan pernikahan kamu. Setelah itu, kamu nama kamu dan Dara, bisa masuk ke kartu keluarga dimana ada Papa. Sehingga kamu tidak perlu malu lagi jika ada yang melihat kartu keluarga kita."

Naura hanya mengangguk, meski kegelisahan di wajahnya belum sepenuhnya hilang.

Dari lantai atas terdengar suara Andika memanggil Dara.

Juwita menatap ke arah tangga. Untuk sesaat, wajahnya berubah keras. Ia tidak akan membiarkan perempuan lain mengambil tempat yang selama ini mati-matian ingin ia dapatkan.

"Kamu susul Papa ke kamar Dara. Kalian pergi sama-sama ke tempat fashion show, Mama di rumah saja, kurang enak badan."

Setelah Naura naik ke lantai atas, Juwita menelepon Fajar, asisten pribadi suaminya.

"Siapa wanita yang sedang dekat dengan Pak Andika?" tanyanya langsung setelah telepon tersambung.

"Maksud Ibu?"

"Jangan berani-beraninya kamu sembunyikan sesuatu dari saya! Katakan, siapa wanita itu?"

"Maaf Bu, tapi tidak ada wanita yang sedang dekat dengan Bapak." Fajar jadi bingung.

"Saya akan tranfer kamu 10 juta sekarang juga, beri tahu saya, siapa wanita itu?"

"Tapi, saya memang tidak tahu. Bapak tak ada dekat dengan wanita mana pun."

Juwita menutup telepon, melemparkan gawainya itu ke atas sofa. Wajahnya menegang. "Siapa pun wanita itu, tidak akan pernah ku biarkan dia merebut posisiku."

Ia kemudian teringat ucapan Jena, jika wanita yang ingin dinikahi suaminya, seumuran anaknya. Apa mungkin seumuran Jena? Kalau seumuran Naura, sepertinya tidak, karena Naura masih 17 tahun. Saingannya wanita muda, dan itu pasti berat mengingat usianya sekarang sudah menginjak 42 tahun.

Ia sudah melakukan berbagai hal demi membuat Andika tidak berpaling, termasuk operasi plastik dan pasang susuk. Jika semua itu sudah dia lakukan dan Andika tetap berpaling, apalagi yang harus dia lakukan?

1
Septi
wkwkwkwkwk bisaa aja alesannya..
Septi
nah bagus itu... 😅
mimief
bukan baik Jen
begitulah orang lagi jatuh cinta😔.
susah ketemu makhluk yg ga ngerti kode morse🫣🤣🤣
Hani Ekawati
Baik karena Budi ingin memikat kamu dengan panah asmara 🤣🤣🤣
Linda Gunawan
dijamin sebelum 6 bulan kamu udah falling in love sama Budi, Jen🤣 kamu yg bakal terBudi Budi ntar
Hani Ekawati
Jena takut disaat sudah jatuh cinta nanti sosok laki laki yang dicintainya akan seperti ayahnya yang ternyata punya istri lagi.
novel destiny
aku suka sama jalan cerita nya kaka.. semangat terus berkarya 🫶
novel destiny
karna budi ga mau salah jalan, pernikahan bukan permainan.. kalo dari awal ajah udah salah, gimana kedepannya.. lagian budi cinta nya dari jaman awal kuliah. gimana coba 😁
Endah Puji Lestari
😍
Sastri Dalila
👍👍👍
ahs@
jena, trauma melihat pernikahan kedua orangtuanya.....
Sugiharti Rusli
sepertinya Jena memang harus dibuat sadar dulu sama Budi dengan keyakinan nya kelak tentang pernikahannya yah,,,
Sugiharti Rusli
dan bagusnya Budi bisa meyakinkan Jena mempertimbangkan persyaratan yang dia ajukan dengan batas waktunya,,,
Sugiharti Rusli
dan sikap Budi sudah benar, dia ga pernah akan mempermaikan institusi pernikahan pernikahan karena sikap Jena sekarang
Sugiharti Rusli
memang sih ga ada yang pernah tahu ke depannya akan ada halangan apa, tapi juga bisa diperjuangkan sih kalo ada kemauan
Sugiharti Rusli
sepertinya si Jena memang sudah terdoktrin kalo semua pernikahan akan gagal yah pads waktunya,,,
jumirah slavina
hilihhhhhhhh... padahal Kamu takut JeJen berubah pikiran kn...??

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ya ampunnnnnnn JeJennnnnnn krn dia sudah mencintai'mu lahhhh apalagiiiii
jumirah slavina
bukan gak saling cinta TAPI Kamu aja yang belum klo Budi udah cinta tuh
Kar Genjreng
itu yang namakan pria bertanggung jawab bukan mokondo Jena,,,Pria punya harga diri ga semau pria. itu ga setia atau mempermain wanita sama saja mempermainkan. pernikahan mana bisa bagi Budiman,,,sudah menunggu lama ingin mendekati wanita yang dulu di idolakan. tetapi. tidak sampai karena sikon
sekarang di kasih kesempatan tidak akan di sia sia kan ,,,batasnya jam 7. Jena Budiman akan berubah jadi pangeran makanya jangan bermain dengan Pria niat baik

😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!