NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Pria Misterius di Gang Sempit

“Nona, ada seseorang yang mengikuti kita.”

Suara Xiao Mo tiba-tiba terdengar di benak Yun Luofeng ketika dia berjalan meninggalkan Paviliun Medis.

Langkahnya tidak berubah, tetapi sorot matanya segera menajam.

“Siapa?”

“Orang-orang Mu Wushuang.”

Yun Luofeng melirik sekilas ke belakang. Tanpa memperlihatkan bahwa dirinya telah menyadari pengejaran itu, dia berbelok memasuki sebuah gang sempit.

Beberapa saat kemudian, sejumlah orang bergegas melewati persimpangan dan mencarinya di tengah keramaian.

Yun Luofeng menunggu sampai mereka menjauh.

“Aku harus segera menjadi lebih kuat.”

Di Benua Longxiao, kekuatan adalah hukum yang sesungguhnya. Selama seseorang memiliki kekuatan yang cukup, bahkan seorang Kaisar tidak bisa memperlakukannya sesuka hati.

Setelah memastikan para pengejar menghilang, Yun Luofeng keluar dari persembunyian.

Namun baru beberapa langkah, suara benturan terdengar dari atas.

Sebuah bayangan hitam jatuh melewati tembok.

Yun Luofeng tidak sempat menghindar.

Bruk!

Tubuh seorang pria menghantamnya hingga keduanya terjatuh. Lebih buruk lagi, wajah pria itu tepat berada di atas wajahnya dan bibir mereka tanpa sengaja bertemu.

Mata Yun Luofeng menyipit berbahaya.

“Minggir.”

Tidak ada jawaban.

Barulah dia menyadari napas pria tersebut sangat lemah.

Yun Luofeng mendorongnya hingga tubuh pria itu terguling. Kepalanya membentur tembok dan topeng hitam yang menutupi wajahnya terlepas.

Untuk sesaat, Yun Luofeng terpaku.

Pria itu memiliki wajah nyaris sempurna, dengan alis tajam dan garis wajah tegas seperti pahatan. Jubah hitamnya sedikit terbuka akibat jatuh tadi, memperlihatkan tubuh terlatih yang penuh bekas luka.

“Nona!”

Suara Xiao Mo mendadak bersemangat.

“Dia memiliki Tubuh Spiritual!”

Yun Luofeng mengerutkan kening. “Apa itu?”

“Konstitusi khusus yang memiliki kemiripan dengan Tubuh Spiritual Kosong milik Nona. Pemilik Tubuh Spiritual tidak dapat berkultivasi sebelum berusia sepuluh tahun. Namun setelah melewati usia tersebut, kecepatan kultivasinya akan meningkat sangat pesat.”

Xiao Mo berhenti sesaat, tetapi ketika kembali berbicara, suaranya terdengar semakin antusias.

“Bawa dia pulang! Selama dia berada di dekat Nona, kecepatan kultivasi Nona bisa meningkat. Kalau kalian melakukan kultivasi berpasangan, manfaatnya akan jauh lebih besar!”

Sudut bibir Yun Luofeng berkedut.

“Kau menyuruhku menculik pria yang sedang tidak sadarkan diri?”

“Nona, kesempatan seperti ini sangat langka!”

“Tidak tertarik.”

Yun Luofeng memang membutuhkan kekuatan, tetapi dia belum sampai pada tahap harus menyeret pria asing pulang demi mempercepat kultivasinya.

Meski demikian, dia juga tidak berniat membiarkannya mati begitu saja.

Yun Luofeng mengambil beberapa jarum yang dibeli dalam perjalanan, kemudian menusukkannya pada beberapa titik tubuh pria tersebut untuk menahan kerusakan akibat luka dalam. Setelah itu, dia mengambil sedikit rumput obat yang diperolehnya dari Paviliun Medis, menghaluskannya, lalu memberikannya kepada pria itu.

“Sudah cukup. Aku hanya bisa menstabilkan kondisinya untuk sementara.”

Yun Luofeng bangkit dan membersihkan pakaiannya.

“Kalau dia bisa bertahan hidup, berarti keberuntungannya memang bagus.”

“Nona, tunggu! Bawa dia pulang dulu. Tubuh Spiritual seperti ini benar-benar—”

Yun Luofeng langsung memutus hubungan dengan Xiao Mo.

Dunia akhirnya tenang.

Dia mengambil tanaman obatnya dan meninggalkan gang, tanpa menyadari bahwa pertemuan singkat dengan pria berbaju hitam itu kelak akan membawa perubahan besar dalam hidupnya.

 

Pada saat bersamaan, suasana di aula utama istana jauh dari tenang.

“Yang Mulia harus memberikan keadilan kepada cucu hamba!”

Yun Luo berdiri di hadapan Kaisar Gao Tu dengan wajah penuh penderitaan, seolah Yun Luofeng baru saja lolos dari bencana besar.

“Kalau para penjaga Klan Yun tidak mempertaruhkan diri demi melindunginya, cucu hamba mungkin sudah menjadi korban kebiadaban Mu Shen!”

Para pejabat di aula menundukkan kepala.

Tidak seorang pun ingin terseret ke dalam pertengkaran dua tokoh besar Longyuan.

Mu Xingchou yang baru tiba hampir tersedak mendengar tuduhan itu.

“Yun Luo! Jangan memutarbalikkan fakta!”

Wajah Perdana Menteri memerah.

“Cucumu tidak terluka sedikit pun, sedangkan cucuku dipukuli sampai tidak sadarkan diri! Klan Yun bahkan masih berani meminta kompensasi?”

Yun Luo mendengus.

“Cucuku tidak terluka karena para penjagaku berhasil melindunginya! Apa mereka harus menunggu sampai Mu Shen berhasil melakukan sesuatu baru boleh bertindak?”

“Dasar tidak tahu malu!”

“Memangnya cucumu tahu malu?”

Mu Xingchou gemetar karena marah. Kalau kekuatannya mampu menandingi Yun Luo, mungkin dia sudah menerjang lelaki tua itu sejak tadi.

Akhirnya dia menoleh kepada Kaisar.

“Yang Mulia, mohon putuskan siapa yang benar!”

Gao Tu memijat keningnya.

Dia memang lebih dekat dengan Klan Mu. Selir kesayangannya merupakan putri Mu Xingchou, sementara hubungan antara Gao Ling dan Mu Wushuang bukan lagi rahasia.

Namun Yun Luo baru kembali setelah sepuluh tahun mempertahankan perbatasan.

Jika Kaisar terang-terangan memihak Klan Mu, para prajurit dan rakyat akan mempertanyakan bagaimana kerajaan memperlakukan orang yang telah mempertaruhkan hidup demi Longyuan.

“Perdana Menteri Mu,” katanya akhirnya, “Mu Shen memang bersalah dalam masalah ini. Para penjaga Klan Yun bertindak untuk melindungi Yun Luofeng. Setelah kondisinya pulih, suruh dia datang meminta maaf.”

“Yang Mulia—”

“Cukup.”

Gao Tu mengangkat tangan.

“Namun karena Yun Luofeng tidak mengalami luka, tuntutan kompensasi juga dibatalkan. Masalah ini berakhir sampai di sini. Tidak seorang pun diperbolehkan memperpanjangnya lagi.”

Yun Luo menundukkan pandangan.

Kekecewaan melintas di matanya.

Tindakan Mu Shen yang jauh lebih serius telah diperkecil menjadi sekadar gangguan. Sekali lagi, Kaisar berusaha melindungi Klan Mu.

“Karena Yang Mulia telah memutuskan, hamba menerimanya.”

Nada suara Yun Luo mendadak tenang.

“Tetapi ada satu perkara lain yang ingin hamba sampaikan.”

Gao Tu mengangkat alis.

Yun Luo memasukkan tangan ke balik jubahnya dan mengeluarkan sebuah token.

“Hamba sudah tua. Setelah bertahun-tahun berada di medan perang, tubuh ini tidak lagi sanggup memimpin pasukan seperti dahulu.”

Aula mendadak sunyi.

Beberapa pejabat langsung mengangkat kepala.

“Karena itu, mulai hari ini hamba ingin melepaskan kekuasaan militer.”

Yun Luo menyerahkan token tersebut kepada kasim.

“Mohon Yang Mulia mengambil kembali Token Komando.”

Mata Gao Tu berubah.

Inilah benda yang selama ini membuatnya sulit tidur.

Dengan token tersebut, Yun Luo memegang kendali atas ratusan ribu prajurit yang telah mengikutinya melewati berbagai peperangan. Sang Kaisar berkali-kali memikirkan cara mengambil kembali kekuasaan itu tanpa memicu kemarahan pasukan maupun rakyat.

Sekarang Yun Luo justru menyerahkannya sendiri.

Kasim membawa token itu ke hadapan Gao Tu.

Sang Kaisar menerimanya dengan wajah tetap berwibawa, tetapi kegembiraan sulit disembunyikan dari sorot matanya.

Yun Luo menangkap perubahan kecil tersebut.

Dalam hati, dia semakin yakin bahwa keputusan Yun Luofeng benar.

Kaisar memang sudah lama menginginkan kekuasaan militernya.

Dan karena Gao Tu begitu menginginkan token tersebut, Yun Luo tentu tidak berniat menyerahkannya secara cuma-cuma.

Kini, giliran Klan Yun menentukan harga.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!