Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Ada apa Do?" Tanya Andra dengan napas yang tersengal, wajahnya terlihat menahan sesuatu
"Ini pak manager, ada berkas yang butuh tanda tangan bapak" Aldo meletakkan berkas itu diatas meja
Andra meraihnya, membalik untuk membaca lalu membubuhkan tanda tangan nya, beberapa kali tangan kirinya mencoba menghentikan aksi kekasihnya dibawah sana
Namun Sarah tidak berhenti, wanita itu malah semakin mempercepat kepalanya yang maju mundur membuat Andra semakin kewalahan
Aldo menyadari wajah sahabat sekaligus atasannya itu, bahkan untuk membubuhkan tanda tangan saja Andra sangat memakan waktu
"Ini"
"Terima kasih pak" Aldo keluar lalu menutup pintu
Begitu pintu tertutup, Andra mendongak sebelum kepuasan itu didapat. Sarah keluar dari kolong meja seraya mengusap sudut bibirnya
"Gimana?"
"Kamu memang luar biasa" Andra kembali mengecup bibir kekasihnya, sesaat keduanya hanyut dalam permainan bibir
"Sekarang kamu keluar! Bisa bahaya kalau ada karyawan yang tau" Sarah mengangguk setelahnya ia berlalu meninggalkan ruangan kekasihnya itu sambil memperbaiki penampilannya
"Sarah"
Yang dipanggil terlonjak, Sarah menutupi kegugupannya serta penampilannya yang masih berantakan
"Pak Aldo?"
"Kamu dari ruangannya pak Andra?" Tanya Aldo, pria tinggi berambut klimis itu mendekat
"I-iya, aku bawa laporan!" Jawab Sarah
"Tadi aku juga dari ruangan pak Andra, tapi kamu gak ada disana?" Aldo semakin mendekat, ia dapat melihat pewarna bibir Sarah yang keluar dari garis bibirnya
"Oh itu, emm" Kegugupan Sarah semakin membuat Aldo yakin jika diantara keduanya telah terjadi sesuatu
"Saya permisi dulu pak Aldo, saya banyak pekerjaan" Sarah berlalu tanpa menunggu jawaban dari pria itu
Setelah kepergian Sarah, Aldo menarik sudut bibirnya. Bukannya ini bagus, dirinya telah menunggu sangat lama untuk ini
Saat pulang kantor pun, Aldo masih mengikuti mobil Andra dari belakang dengan menggunakan sepeda motornya, pria itu menjaga jarak agar tidak ketahuan
Aldo berhenti tidak jauh dari mobil Andra, atasannya itu tampak memasuki area apartemen. Andra juga turun bersama Sarah dan keduanya bergandengan tangan
"Bagus sekali" Aldo bergumam, pria itu kembali melajukan motornya menjauh dari area apartemen, terserah saja Andra mau melakukan apa dengan kekasih gelapnya itu, lebih baik ia pergi dan menjalankan aksinya malam ini juga
Aini baru saja menidurkan putrinya saat terdengar suara ketukan di pintu luar. Ia berpikir apa itu suaminya? Tapi biasanya Andra tidak mengetuk pintu
Aini melangkah menuju ruang depan, saat pintu terbuka, Aini mengernyit melihat siapa tamu yang datang
"Mas Aldo? Ada apa yaa mas?" Tanya Aini, ia mengenal salah satu teman suaminya ini
"Boleh aku masuk Ai? Ada yang mau aku bicarakan" Aldo tersenyum
Aini terlihat ragu, ia tidak mungkin memasukkan seorang pria kedalam rumah sementara suaminya tidak ada
"Tapi mas Andra lagi gak dirumah, mas" Aini berusaha menolak dengan nada halus
"Iya, aku tau kok. Tapi tadi aku udah janjian, katanya sebentar lagi Andra datang" Aldo berusaha meyakinkan istri dari sahabatnya ini
"Ya udah mas! Ayo masuk" Aini bergeser lalu pria tinggi itu masuk, Aini merasa aneh karena Aldo tercium sangat wangi, entah berapa banyak parfum yang dia gunakan
"Pintunya aku buka yaa mas! Takut ada fitnah" Aini berucap tidak enak
"Iya Ai" Aldo duduk di sofa ruang tamu, ia tersenyum pada Aini yang berdiri "Aku haus, boleh minta air gak, Ai? Air putih aja"
Aini tersenyum "Tunggu sebentar yaa mas" Aini berlalu menuju dapur, sementara ia melangkah, Aldo yang berada dibelakangnya mengusap dagunya melihat bentuk tubuh Aini
"Apa yang bikin si Andra selingkuh sama Sarah yaa? Bahkan Aini berkali-kali lipat jauh lebih cantik, emang cuma gak dandan aja" Gumam Aldo merutuki kebodohan sahabatnya itu
Aini tengah mengaduk kopinya saat tiba-tiba terdengar suara bariton seorang pria
"Kamu bikin apa Ai?"
Aini terlonjak, jantungnya berdetak kencang saat Aldo tiba-tiba saja berdiri dibelakangnya
"Mas kok disini? Mas tunggu aja diluar! Kopinya udah siap kok" Aini berbalik, namun ia menyadari jika tatapan pria didepannya ini sedikit berbeda
"Mas cuma mau lihat kamu bikin kopinya"
Aldo berjalan semakin dekat, Aini tidak bisa mundur lagi karena tubuhnya sudah menempel pada meja dibelakangnya
"Mas mau apa? Jangan macam-macam yaa mas!" Aini mengancam, terlebih saat pria dihadapannya menunjukkan senyum smirk nya
"Aku gak mau ngapa-ngapain kok Ai, aku cuma mau satu macem aja sama kamu" Aldo mendekat, namun sebelum itu, Aini meraih gelas kopi lalu melemparkannya ke arah pria itu
Aldo mengumpat karena tangannya terkena siraman kopi yang airnya masih panas, kemarahan ini membuatnya semakin ingin memiliki wanita beranak satu itu
"Aini... Mau kemana kamu Aini" Aldo berlari menyusul wanita idamannya itu
Aini berusaha menggapai pintu yang sudah tertutup, namun kaki panjang Aldo jauh lebih cepat
Tubuh Aini ditarik lalu dilemparkan diatas lantai, Aldo mendekat sambil melepas jaket kulit yang ia kenakan
Penampilannya sudah sangat tampan seperti ini tapi Aini masih menolak juga, tidak bisa dibiarkan
"Kamu mau kemana sayang? Sebaiknya kita bersama saja! Suami kamu itu gak setia Aini"
Aini berusaha mundur walaupun tubuhnya terasa sakit, terutama pada tubuh bagian belakangnya
"Kamu mau apa mas? Tolong jangan seperti ini" Aini memelas, namun melihat itu semakin membuat pria yang tengah mendekat itu kian bernafsu
"Kamu sebaiknya menikmati ini saja Aini" Aldo dapat menarik kaki wanita cantik itu, Aldo juga mengusap kaki putih nan jenjang itu
Bahkan hanya melihat kaki Aini saja sudah membuatnya bergairah, lalu bagaimana dengan bagian lainnya
"Kamu memang cantik Aini, suami kamu itu memang buta"
Aini berteriak minta tolong, tubuhnya membeku saat Aldo menghirup lehernya bahkan pria itu mengecupnya membuat Aini merasa jijik
Wanita cantik itu memberontak namun tenaganya tidak sebanding dengan pria seperti Aldo
"Dasar Andra bodoh!" Gumam Aldo sambil menikmati aroma tubuh Aini
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.