NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:677
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Dibalik Asap Cerutu

"Clara..."

Panggilan dari arah belakang membuat Clara seketika mengalihkan pandangannya.

Rose menghampiri Clara dengan langkah terburu-buru dan napas terengah. "Gawat, Bos Andri minta ditemani sekarang juga," ujar Rose dengan raut panik.

"Nanti dulu, aku lagi ada urusan," tolak Clara cepat. Ia kembali membalikkan badan, menatap ke arah lorong ruang VIP. Namun, lelaki tegap yang tadi memapah tubuh Daffa sudah hilang tanpa jejak dari pandangannya.

"Sialan, dia pergi!" umpat Clara gusar.

Belum sempat melangkah mengejar ke arah pintu keluar, tangannya sudah diseret oleh Rose menuju ruangan lain di ujung lorong—tempat seorang pria kaya bernama Andri sudah menunggu.

Dengan terpaksa Clara menuruti langkah Rose. Bagaimana pun, malam ini ia belum mendapatkan uang sepeser pun dari Daffa yang mendadak hilang kesadaran.

Di dalam ruangan remang itu, Clara duduk memberi jarak dari Andri. Kepulan asap rokok yang tebal ditiupkan pria itu tepat ke arah wajahnya. Bukannya marah, Clara justru menyunggingkan senyum tipis yang memikat seraya meraih botol wine dan menuangkannya ke dalam gelas.

"Berapa lama?" tanya Clara, langsung membuka percakapan tanpa basa-basi.

Andri meraih gelas porselen kecil yang telah terisi wine. Ia meneguknya hingga tandas dalam sekali teguk, lalu menatap Clara dengan senyuman menggoda.

"Sampai kamu lemas," bisik Andri dengan suara rendah, seraya mengusapkan punggung tangannya ke lengan mulus Clara yang terbuka.

Clara terkekeh pelan. Tanpa rasa canggung, ia kembali menuangkan wine ke gelas pria itu. "Aku tidak punya banyak waktu malam ini."

Andri tertawa seraya menyilangkan kakinya kaku. Tawa khas seorang pebisnis kaya yang tak pernah terbebani oleh urusan uang—tawa penuh kebebasan.

"Check in," bisiknya lagi, kali ini memiringkan tubuh dan mendekatkan bibirnya ke leher jenjang Clara.

Clara menyunggingkan senyum tajam yang dingin. Ia berdiri menghentikan kontak fisik tersebut, merapikan mini dress merahnya yang sedikit terangkat, lalu menyambar gelas wine miliknya dan meneguk isinya hingga habis.

"Cukup. Sepuluh juta, transfer sekarang. Hubungi Rose kalau mau bertemu denganku lagi," ujar Clara tegas, lalu berbalik pergi meninggalkan ruangan tanpa menunggu jawaban.

Andri hanya menatap kepergian Clara dengan senyuman miring seraya terus menghembuskan asap rokoknya. Ia tak berniat mengejar. Pria itu merogoh saku jasnya, membuka aplikasi e-wallet di ponselnya, dan langsung mengirimkan nominal yang diminta Clara tanpa ragu.

Sementara itu di area parkir luar kelab, Darrel bersusah payah memasukkan tubuh Daffa ke dalam mobil. Tak ada seorang pun yang membantunya. Padahal, porsi tubuh kakaknya itu jauh lebih besar dan berat dibanding dirinya.

Keringat dingin menetes melewati pelipis Darrel. Ia membanting pintu mobil hingga tertutup rapat, lalu berbalik dan berlari kembali ke dalam kelab. Rasa penasaran yang membakar dadanya tak bisa ditahan lagi.

Pandangannya menyapu area ruang VIP yang ia tinggalkan beberapa menit lalu, namun tak ada lagi jejak wanita yang tadi berdiri di sana.

Darrel terus melangkah lebih dalam menyusuri lorong-lorong remang kelab. Hingga akhirnya, matanya menangkap sosok wanita paruh baya yang sempat ia lihat memanggil wanita itu dengan sebutan 'Clara'.

"Maaf, apa saya bisa bertemu dengan Clara?" tanya Darrel menghentikan langkah Rose.

Rose menyunggingkan senyum miring. Ia menatap Darrel dari ujung kepala hingga kaki, menilai pakaian mewah yang dikenakan pria muda di depannya, sebelum senyumnya kembali memudar.

"Anak muda, kamu tidak bisa bertemu dengannya kalau tidak ada janji temu," sahut Rose dingin.

Darrel menyipitkan matanya tajam. "Janji temu?"

"Hmm... Ya sudah, saya sibuk," potong Rose acuh tak acuh.

"Tunggu! Bagaimana cara membuat janji temu dengannya?" teriak Darrel menahan langkah wanita itu.

Namun Rose tak menghiraukannya. Ia melangkah pergi menghilang di balik keramaian lantai dansa.

Kepala Darrel makin dipenuhi kekacauan. Apakah wanita yang ia lihat tadi benar-benar Aura?

Tapi mengapa penampilannya begitu bertolak belakang dengan sosok Aura yang baru saja ia temui di pesta beberapa jam lalu?

Dan untuk apa seorang penulis novel berada di tempat seperti ini?

Dengan rasa penasaran yang menggantung tanpa jawaban, Darrel memilih kembali ke mobilnya. Di kursi penumpang, Daffa tertidur sangat nyenyak, bahkan suara dengkurannya makin terdengar jelas.

Darrel memutar kunci kontak. Mobil sport itu perlahan melaju membelah kegelapan malam, meninggalkan kelab beserta tumpukan teka-teki yang kian rumit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!