NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Jalan, Arga

Seteah acara tahlilan Arga selesai, Jung Kook menemui Gilang. Mereka berbicara di tempat yang sepi agar tidak ada yang curiga atau merasa aneh saat melihat Gilang bicara sendiri.

“Aku udah bicara dengan Ahqam. Kata Ahqam, ada satu cara supaya Arga bisa nongol dan ngobrol sama Indri.”

“Gimana caranya?”

“Aku bisa minjemin energiku ke dia. Tapi durasinya nggak lama, soalnya kekuatanku juga belum terlalu besar.”

“Kamu mau minjamin kekuatan kamu?” tanya Gilang

“Mau. Kasihan juga Arga. Supaya dia bisa ucapin perpisahan ke Indri.”

“Ya, udah. Besok aja tapi. Hari ini aku capek banget. Aku bakalan bilang sama Arga.”

Begitu pembicaraannya dengan Jung Kook selesai, Gilang segera kembali ke dekat Pradipta dan Giana. Karena hari sudah malam, mereka memutuskan untuk pulang.

“Ayo, In. Kita pulang,” ajak Giana.

“Aku mau tidur di sini aja,” putus indri. Dia ingin menghabiskan waktu lebih lama di kos Arga. Melihat barang-barang milik kekasihnya itu bisa membuatnya merasa sedang bersamanya.

“Tapi kamu jangan ke mana-mana ya,” ujar Giana lagi. Dia takut kalau Indri akan berbuat macam-macam.

“Emangnya aku mau ke mana? Tujuanku pergi dari rumah buat nyari Arga. Sekarang Arga udah ketemu. Aku cuma mau di sini aja.”

“Mau kutemani, nggak?”

“Aku nggak mau ngerepotin kamu.”

“Nggak, kok. Aku temani ya?” bujuk Giana. Akhirnya Indri pun mengangguk. Giana merasa lega, Indri mau memperbolehkannya menginap. Dia harus memastikan sendiri bahwa Indri tidak akan melakukan hal berbahaya seperti bunuh diri.

“Kalian pulang dulu aja. Biar aku yang temani Indri,” ujar Giana kepada Gilang dan Pradipta.

“Oke, deh. Aku titip Indri sama kamu. kalau ada apa-apa, langsung hubungi kami,” jawab Pradipta.

Giana hanya mengangguk. Dia masih berada di tempatnya, memperhatikan sampai Pradipta dan Gilang masuk ke dalam mobil dan tidak terlihat lagi. Setelah itu, barulah dia masuk ke dalam kos Arga.

Keputusan Giana untuk menemani Indri adalah keputusan yang tepat. Indri mencurahkan semua kesedihan dan penyesalannya kepada Giana.

Hatinya masih dihantam perasaan bersalah. Karena tindakan impulsifnya, dia membuat Arga kehilangan nyawa.

“Kalau aku nggak ngancam akan bunuh diri, mungkin Arga nggak akan nekat pergi ke rumahku malam-malam. Dia mungkin masih baik-baik aja sekarang,” ujar Indri.

Kalimat seperti ini entah sudah berapa kali Giana dengar. Indri benar-benar menyesal dan belum bisa memaafkan dirinya.

“Kamu tahu, kan, In. Kalau jodoh, rezeki, dan maut itu di tangan Tuhan. Kita nggak akan pernah tahu kapan ketiga hal itu datang kepada kita. Berhenti menyalahkan dirimu sendiri.

Walau kamu nggak bersikap begitu, kalau emang waktunya Arga sudah habis di dunia, pasti dia akan tetap pergi dengan cara apa pun.”

Indri mengangguk pelan. Dia memang memahami apa yang dikatakan Giana. Namun hatinya masih belum bisa menerima.

“Mending kita ngobrol yang lain aja. Ceritain gimana hubungan kamu sama Arga. Tolong kasih gambaran sama aku yang jomblo sejak lahir.”

Tak ayal sebuah senyuman terbit di bibir Indri. Dia pun akhirnya menceritakan hubungannya dengan Arga. Mereka menjalani hubungan jarak jauh karena Indri tinggal di Tangerang, sementara Arga di Bandung. Namun komunikasi mereka tetap lancar.

Arga banyak mengajarkan kepada Indri agar hidup lebih mandiri dan mengurangi sifat manjanya. Arga juga yang selalu mengingatkan Indri agar mau beribadah.

Sebelum berpacaran dengan Arga, Indri termasuk yang malas, bahkan jarang beribadah. Setelah bertemu Arga, sedikit demi sedikit wanita itu mulai berubah.

Cerita tentang Arga terus mengalir dari mulut Indri. Arga yang ada bersama mereka hanya tersenyum. Indri ternyata mengingat semua momen kebersamaan mereka.

“Kamu sendiri gimana, Gi? Apa kamu lagi suka sama seseorang sekarang?” tanya Indri.

“Ada sih. Tapi dia sulit digapai. Orangnya baik, kadang perhatian juga, tapi dia agak tertutup.”

“Siapa sih?” desak Indri yang penasaran. “Bukan Gilang, kan?”

“Ah dia mah ember bocor. Dia tuh lebih enak dijadiin teman.”

“Kalau bukan Gilang, apa jangan-jangan Dipta?”

Giana tidak menjawab tebakan Indri. Hanya wajahnya saja yang bersemu kemerahan. Sejak bergabung dengan Arkana Technology, diam-diam Giana mulai menyukai Pradipta.

Bosnya itu bukan hanya pintar, tetapi juga sangat perhatian kepada semua karyawannya. Hanya, Pradipta memang agak tertutup.

“Dianya sendiri gimana?” tanya Indri yang mulai tertarik dengan kisah Giana.

“Masih santai aja. kayak nggak ada apa-apa. Udah ah, jangan bahas lagi, aku malu. Kayaknya aku cuma cinta sendirian deh.”

Indri hanya tertawa melihat reaksi Giana. Kedua wanita itu terus berbincang hingga waktu hampir tengah malam.

***

Keesokan harinya, Gilang kembali datang dengan Pradipta. Dia menepati janjinya kepada Arga yang hendak mengucapkan perpisahan kepada Indri.

Gilang juga sudah mengatakan kepada Arga, apa yang dikatakan Jung Kook kemarin. Arwah pria itu senang bisa berbicara langsung dengan Indri.

“Tapi waktunya sedikit. Jadi, gunakan sebaik mungkin.”

“Iya. Makasih, Lang.”

Gilang kemudian menemui Indri di kamar kos Arga. Dia meminta Giana keluar sebentar karena Arga mau berbicara dengan Indri. Setelah Giana keluar, Gilang langsung berbicara dengan Indri.

“In, kamu masih mau lihat Arga?” tanya Gilang.

“Aku bisa lihat dia, Lang?” tanya Indri bersemangat. “Tentu aja aku mau.”

Gilang melihat kepada Jung Kook. Jin tersebut mulai menyalurkan energinya kepada Arga. Perlahan sosok Arga muncul di hadapan Indri.

“Arga!” panggil Indri. Wanita itu mendekat, lalu memeluk Arga. Namun wujud Arga yang bukan lagi manusia, membuatnya tak bisa melakukan itu.

“Arga, maafin aku. Maafin aku yang selalu buat kamu repot. Maafin sifat kekanak-kanakanku. Waktu itu aku nggak serius, Ga.

Aku cuma lagi kesal aja sama Papa makanya ngancam mau bunuh diri. Kamu mau maafin aku, kan?” ujar Indri sambil menangis.

“Aku sayang kamu, In. Kamu yang aku inginkan menjadi pendamping hidup. Tapi semuanya nggak berjalan sesuai rencana. Dan… aku kayaknya belum bisa maafin kamu.”

Indri langsung menangis mendengar kata-kata Arga. Wanita itu jatuh bersimpuh di hadapan kekasihnya itu. Dia semakin dilanda perasaan bersalah mendengar Arga tidak mau memaafkannya.

“Maafkan aku, Arga. Maafkan aku.”

“Aku akan memaafkanmu asal kamu mau melakukan apa yang kuminta.”

“Benarkah?” Indri merasa sedikit lega mendengarnya. “Kamu mau aku melakukan apa? Katakan aja.”

“Aku mau kamu terus hidup. Jalani hidupmu dengan baik. berhenti menjadi anak manja yang membuat orang tuamu pusing.

Jadilah perempuan yang mandiri dan kuat. Kalau kamu tidak mau dijodohkan, katakan baik-baik pada kedua orang tuamu. Kamu juga harus bertanggung jawab atas pilihan hidupmu.

Aku berharap kamu akan menemukan seseorang yang baik yang akan menjadi pendampingmu. Tapi sebelumnya, kamu harus memperbaiki dirimu dulu. Apa kamu bisa melakukannya?”

“Tentu, aku akan melakukan apa yang kamu minta. Aku juga akan mengingat semua yang sudah kamu ajarkan kepadaku,” jawab Indri cepat.

“Apa yang terjadi kepadaku, sudah merupakan suratan takdirku. Jangan menyalahkan orang lain apalagi dirimu sendiri.

Kamu harus berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu bisa melakukan ini juga, kan? Aku akan pergi dengan tenang kalau kamu mau melakukannya.”

Indri hanya mengangguk dengan berlinang air mata. Dia tahu ucapan Arga yang tidak mau memaafkannya hanyalah gertakan saja. Pria itu ingin dirinya berubah menjadi lebih baik lagi.

“Cincin yang kamu temukan, memang ingin kuberikan kepadamu. Tolong simpan cincin itu sebagai kenang-kenangan dariku.”

Tangis Indri semakin kencang. Dia tahu setelah pertemuan ini, dirinya tidak akan bisa melihat Arga lagi. Wanita itu terus memandangi kekasihnya dengan berlinang air mata.

“Aku sayang kamu, In. jaga dirimu baik-baik.”

“Aku juga sayang kamu, Ga. Aku akan selalu mengirimkan doa untukmu. Selamat jalan.”

Setelah puas berbicara dengan Indri, Arga pun berpamitan. Perlahan tubuhnya menghilang dari hadapan Indri. Dia memang hanya punya sedikit waktu untuk berbicara dengan kekasinya itu.

“Terima kasih, Gilang. Kamu dan Dipta sudah berhasil menemukan jasadku dan memberiku kesempatan berpamitan dengan Indri. Sampaikan rasa terima kasihku kepada Dipta. Aku pergi.”

Arga melambaikan tangannya. Sosok Arga perlahan mulai menipis hingga akhirnya menghilang dari hadapan Gilang.

“Selamat jalan, Arga,” lirih Gilang.

***

Kasus Arga selesai ya

1
vania larasati
lanjut kak
Umma Ridwan
iiiiih kalo bener yang ngikutin Giana teh si Ruben, berarti yang gondal gandulnya segede uprit punya nya si Ruben donk 🤣🤣
semoga neng Giana baik baik aja 🙏
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kena sial dia 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
senasib🤣🤣
Ani
bisa iya bisa nggak sih tapi kok yo beneran diikuti 🤔🤔🤔🤔
Safitri Agus
kenapa lari gi, tendang aja biar kapok kan reflek itu ya pas terkejut 🤭
Safitri Agus
Oalah kasihan 🤭🤣
Safitri Agus
🤭🤣🤣🤣
Safitri Agus
bisa jadi
Safitri Agus
sadiz ya😱
tehNci
Dari motor trail ke sepeda BMX,..jauh bangettt seenggaknya motor bebek atau matic gitu, masih sama¹ motor😂😂😛😛😛
tehNci
Wuiiih keren banget. si Leya ini😍🤩
tehNci
kirain Kania...
tehNci
Kania bukan ya?
tehNci
Giana lagi cosplay jadi detektif😄
tehNci
Mau mengumpankan dirikah? Semoga hanya menyelidiki saja
tehNci
Dasar gila nih orang. Buang mayat manusia kayak buang kresek bekas gorengan aja
tehNci
Kalo sudah mati, arwahnya bisa jadi petunjuk buat Jungkook dan Prisa
Lina Suwanti
semoga yg meninggal bukan Anjani n arwah korban ketemu sm Prisa atau Jun Kok biar bisa jd petunjuk
Ria alia
Murah banget tuh rudal dikeluarin mulu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!