Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.
"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya
Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Chelsea menerima pesan, pesan dari kakak iparnya, muncul di layar ponselnya. Membuat dadanya terasa sesak. Ia melihat gambar itu.
Ia tahu betul, Aditya tidak pernah mengantar dan menjemput Tasya, tapi hari ini, dia berdiri di depan gerbang sekolah.
Chelsea melihat lagi gambar Aditya yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah Tasya. Keningnya berkerut.
Pesan masuk dari kakak iparnya, membuat Chelsea bertanya tanya..
" Beberapa hari ini aku selalu melihat Aditya berdiri di depan sekolah, Kenapa dek ? seolah-olah dia sedang menunggu seseorang "
"Kakak yakin itu Aditya?"
"Ya.....dia terlalu serius menatap gerbang sekolah ini, sampai dia tidak melihat aku yang berdiri tidak jauh darinya?"
"Baik kak, mungkin dia sedang mencari atau menunggu seseorang. Aku akan tanya "
Chelsea menatap foto Aditya yang sedang bersandar di mobil, menatap gerbang sekolah Tasya..
Ada apa....
Kenapa Aditya ke sana....
Ponsel itu masih berada ditangannya, pikirannya kosong. Ia kecewa pada sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa itu.
Chelsea mulai menyalahkan dirinya..
" Apakah mungkin karena....Aku... tidak sempurna " Ucapnya lirih.
"Apakah Aditya kecewa dengan keadaanku ?" Chelsea masih memikirkan hal itu
"Tapi... kenapa,. Aditya selalu ketakutan saat tidur. Seolah-olah dia tidak ingin tidur" Batin Chelsea.
Aditya menyembunyikan sesuatu,. sesuatu yang besar, hanya dia yang tahu.
Chelsea menggulir lagi gambar di ponselnya, ia membaca kembali tulisan pada kertas usang yang ia foto.
"Aditya.......
Chelsea melihat jam, baru pukul empat sore, masih ada waktu dia ke kantor Aditya. Chelsea yakin dia akan menemukan sesuatu di kantor itu, entah kenapa,dia merasa banyak rahasia yang Aditya sembunyikan. Dia juga akan mencari siapa karyawannya yang bernama Elfa, yang membuat Aditya gelisah.
Chelsea keluar dengan mobilnya, semenjak kehilangan bayinya, hari ini dia memberanikan diri membawa mobil sendiri. Chelsea penasaran, terlalu banyak kejadian kejadian yang membuat ia merasa Aditya banyak berubah.
Mobil melaju memasuki kawasan kantor Aditya, Chelsea tidak melihat mobil Aditya.
"Kebetulan sekali"
Beberapa karyawan suaminya terkejut " Jangan beritahu suamiku kalau aku di kantor?" Kata Chelsea pada karyawan di ruangan itu.
"Oh ya....apa ada karyawan wanita yang bernama Elfa di kantor ini "
"Tidak ada Bu "
"Baiklah..."
Ia membuka ruangan kerja Aditya, Chelsea tidak memperpanjang waktu. Tatapannya tertuju pada meja kerja Aditya.
Dia yakin di sana ada laci atau kotak kecil, seperti di rumah.
Klik.....laci terbuka, tatapannya langsung tertuju pada satu lembar foto lama yang tepiannya sudah mulai menguning. Chelsea menatap foto itu, foto seorang gadis muda, cantik dan tampaknya sangat di cintai oleh orang yang mengambil gambarnya.Gadis itu tersenyum malu-malu tapi sangat manis.
Dalam foto itu, gadis itu menatap dengan mata berbinar memancarkan ketulusan.
Chelsea mengambil foto itu, dia menggenggam erat. Dia takut foto itu jatuh atau hilang. Chelsea merasakan tangannya bergetar.
"Siapa gadis ini ?"
Chelsea melangkah keluar, namun baru beberapa langkah sebelum sampai pintu. Ponselnya berdering, Chelsea melihat nama yang tertera di ponsel "Kekasihku "
Chelsea tertawa kecil " Ya Dit ?"
"Kamu di mana sayang? kalau mau keluar, kenapa tidak tunggu aku yang antar kamu ?"
"Aku terburu-buru Dit, ini udah mau pulang"
"Baiklah aku tunggu di rumah, hati hati sayang"
Chelsea melanjutkan langkah...
_____
Sesampai dirumah, Chelsea mendapati Aditya sedang duduk di ruang tengah. Menunggu Chelsea
"Sayang, kamu dari mana ?"
"Dari panti asuhan, cuma mau ketemu pengurus panti. Besok perlengkapan bayi semua aku kirim ke sana "
Aditya menelan ludah yang terasa sepahit empedu, dengan tatapan nanar ia mendekati istrinya.
"Sayang... Apakah kamu yakin?"
"Aku yakin Dit, ini udah keputusan aku"
"Tapi..."
"Tapi apa ? Kamu mau bilang agar aku bersabar lagi ? Dit, Aku lelah. Melihat barang barang ini, aku merasa semakin tersiksa "
"Kamu, bisa.. menyimpan di gudang atau dalam lemari. Kamu sembunyikan saja sayang"
"Percuma barang barang itu disimpan, hanya akan jadi pajangan saja Dit. Rumah kita tetap kosong.. Lebih baik aku sumbang kan di panti saja "
Chelsea berbalik dengan langkah kaki yang cepat, ia ingin segera masuk dalam kamar. Mengamankan foto yang ia simpan dalam tasnya.
Lampu lampu di sekitar perumahan sudah menyala, Aditya tidak melihat istrinya turun setelah masuk ke dalam kamar. Keningnya berkerut, Aditya merasakan ada sesuatu yang berubah sejak istrinya kembali.
"Panggil istriku untuk makan malam?"
"Tuan, Ibu sudah tidur.."
"Udah tidur?" Aditya melihat jam di tangannya baru pukul tujuh malam.
Aditya merasa aneh, tanpa menyentuh makanan yang tersedia di atas meja, Aditya menapaki tangga menuju lantai atas kamar mereka.
"Sayang...." Aditya terkejut, Chelsea tidak tidur. Dia sedang duduk membelakangi pintu, menunduk.
Aditya mendekat" Sayang, kamu kenapa?" Mata Aditya tertuju pada selembar kertas yang di pegang Chelsea, Selembar kertas usang.
Deg....
Jantung Aditya berdegup sangat kencang, Chelsea berdiri, ia berbalik menatap Aditya. Chelsea bisa melihat, mata Aditya mengerjab liar, menghindari tatapan Chelsea. Aditya merasa seakan akan nyawa nya di cabut paksa saat melihat istrinya berdiri di depan nya, sedang menggenggam foto Elfa dengan tangan gemetar.
"Siapa dia Dit ?" Tanya Chelsea, suaranya pelan namun ada amarah dalam nada suara Chelsea, amarah yang tertahan.
Aditya membeku, lidahnya keluh.tubuhnya terasa kaku. Seolah-olah Oksigen dalam kamar itu menguap seketika.
"Sayang.... dari ma..na foto itu kamu dapatkan?" Suara Aditya bergetar, seperti anak kecil yang baru saja melakukan kesalahan.
"Dari laci di kantor mu "
"Kamu.. Ke kantorku ? Kapan ?"
"Aku bertanya, siapa dia?" Kilatan cahaya lampu semakin memperjelas tatapan Chelsea yang dingin.
"Sayang..itu...bu.... bukan apa-apa, dia... bukan.. si.. siapa siapa..."
"Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa ?" Chelsea mengangkat foto itu tepat di depan wajah Aditya."Apakah gadis ini yang sering kamu sebut namanya dalam mimpi kamu ?"
"Sayang, dia bukan siapa siapa" Aditya mengulang kata-katanya
"Tapi kamu menyimpan foto wanita ini di laci meja kantor mu, Dit....dan ini...... " Chelsea menunjuk gambar di ponselnya. Gambar kertas kertas yang ia foto.
"Kertas-kertas usang ini, kamu simpan semua ini dalam kotak rahasia di kamar kerja kamu. Untuk apa ? Agar kamu, bisa melihat diam diam gambar dan kertas usang ini " Matanya yang sembab kini menyala oleh kecurigaan.
"Kertas kertas ini, bagaimana.. bagaimana bisa kamu dapatkan Chelsea?" Aditya menelan ludah dengan susah payah setelah dia bicara. Aditya terpaku, dunianya seolah berhenti. Apa yang Chelsea tahu.
" Chelsea, dengarkan aku dulu....."
"Siapa perempuan ini, Aditya...?" Teriak Chelsea
"Aku tidak mengenalnya Chelsea, cukup...!" Aditya membentak Chelsea, dia tersadar saat Chelsea tersentak mundur " Maaf.... maafkan aku, aku.....aku.... tidak bermaksud membentak kamu sayang.."
Chelsea melangkah mundur, Aditya menatap foto di tangan istrinya, Aditya melarikan diri dari tatapan Chelsea......." seharusnya aku katakan yang sebenarnya, tapi aku takut. Aku takut Chelsea tahu bahwa ternyata suaminya hanyalah seorang laki-laki pengecut. aku takut kehilangan satu satunya wanita yang mencintaiku dengan tulus " Aditya bergumam lirih.
Malam itu, ia mengendarai mobilnya tanpa tujuan mengelilingi kota, hingga dia berhenti di salah satu rumah, ia mendengar suara tangis bayi.
Aditya mencari suara bayi itu, selama tiga belas tahun ia mendambakan suara itu hadir dalam rumahnya.
Aditya semakin mendekati rumah itu, perlahan lahan air mata yang ia tahan akhirnya jatuh, pria dengan harga diri yang tinggi, pria bermartabat yang angkuh. Kini menangis saat mendengar suara-suara bayi itu.
"Di mana kamu Elfa, tunjukkan dirimu. aku akan memohon ampunan darimu, ambil sumpahmu " Raungnya dalam hati.
"Tolong Elfa, kamu di mana ? tolong muncul, jangan biarkan aku kehilangan kepercayaan istriku karena kamu terus menghantuiku. Tolong, muncul dan pukul aku, maki aku tapi jangan biarkan aku hancur dan mati, Elfa...."
.
.
.
Next....
anakmu tak kan mnerima mu.
apalagi km ingin dia mati dulu.
Chelsea kl km gk cerai dng Aditya mk km selamanya tak akn punya anak.
CPT cerai sebelum terlambat km tambh ngenes. hidup dng laki biadap, tega mmbunuh darah daging nya sendiri.