NovelToon NovelToon
Married To My Enemy

Married To My Enemy

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Seorang penguntit telah dua kali menyusup ke rumah Stella. Ia merasa membutuhkan bantuan profesional. Karena itu, Kayson Sheridan, musuh bebuyutannya semasa kecil sekaligus pendiri Sheridan Securities, pun hadir untuk membantunya.

Kayson berjanji akan melindunginya serta menugaskan penyelidik terbaik untuk menangani kasus tersebut.

Mungkin Kayson tidak seburuk yang selama ini ia kira. Semakin lama bersama pria itu, Stella menyadari bahwa perasaannya jauh menjadi lebih rumit daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, seseorang telah mengincar Stella dan bertekad bahwa jika tidak dapat memilikinya, maka ia akan menghancurkannya.

୨ৎ SHERIDAN SECURITIES SEASON I ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebakaran

Stella berdiri di tepi halaman rumahnya, menatap ke arah bangunan itu. Matahari mulai terbit dan langit tampak aneh.

Keadaannya bisa lebih buruk.

Garis polisi berwarna kuning membentang di depan, melintasi berandanya. Ia hanya menemukan abu. Seluruh tempat itu sudah hancur rata.

Namun petugas patroli yang lewat segera menghubungi pemadam kebakaran. Truk pemadam datang tepat waktu. Dinding rumahnya masih berdiri. Satu jendela pecah dan jejak abu hitam serta jelaga mengotori sisi rumahnya. Pintu depannya juga rusak parah.

“Lo enggak apa-apa, Stella?”

Stella menoleh saat Riggs bertanya pelan dan memaksakan senyum.

“Gue kira gak bakal separah ini.” Lalu akhirnya ia mengucapkan kalimat yang sejak tadi berulang di kepalanya. “Atau bisa aja lebih parah.”

Kayson melangkah mendekat ke arah Riggs. “Iya, lo bisa aja ada di dalam semalem kalau Lo maksa tetep stay di sini. Itu baru lebih parah.”

Stella tersentak.

“Ya Tuhan, bro!” Riggs menarik Stella ke dalam pelukannya. “Punya sedikit empati, bisa nggak sih? Lo enggak bisa asal ngomong kayak gitu.”

Lengan Riggs memeluk Stella erat. “Lo punya asuransi, kan. Rumah ini bakal diperbaiki. Semua bakal baik-baik aja.”

Pelukannya terasa familiar. Menenangkan. Sentuhannya tidak membuat denyut nadinya melonjak atau tubuhnya tegang. Dia Riggs. Sahabatnya.

“Gue enggak bohong ke Stella.” Suara Kayson datar dan keras. “Nggak ada yang baik-baik aja. Ada orang gila di luar sana yang bakar rumahnya. Kalau dia ada di dalam, dia bisa mati.”

Sulit rasanya menarik napas panjang buat Stella.

“Mobilnya ada di sini,” tambah Kayson muram. “Bajingan itu bisa aja masuk, ngira Stella ada di dalam. Dan waktu dia enggak nemuin Stella, dia bakar rumah ini.”

Meski Riggs masih memeluknya, tubuh Stella terasa dingin.

“Oke, cukup pelukan-pelukannya!” Kayson menarik Stella dari pelukan Riggs. “Kita enggak bisa berdiri di sini terus. Gue baru ngomong sama penyelidik kebakaran.”

Kayson menunjuk seorang pria bersarung tangan putih yang berdiri di dekat mobil van. “Katanya api mulai dari kamar lo. Jelas pakai cairan pemicu. Pola kebakarnya kelihatan, jadi pelakunya nyiram cairan itu ke seluruh ruangan.”

Tubuh Stella gemetar.

Riggs langsung melangkah mendekat lagi.

Namun sebelum Riggs sempat menyentuhnya, Kayson sudah menarik Stella ke dadanya dan melingkarkan lengan di sekelilingnya.

“Heehh. Gue yang jagain dia, oke?” Kayson mengerutkan kening menatap Stella. “Ini cuma rumah. Cuma barang-barang. Yang paling penting itu lo. Lo selamat, dan gue bakal pastiin lo tetap selamat.”

Stella masih gemetar.

Ya, sebagian karena udara pagi di Kota Tua terasa sangat dingin. Bahkan ramalan cuaca bilang mungkin akan turun hujan minggu depan. Tapi gemetarannya juga karena takut. Takut yang teramat dalam.

“Dia bakar rumah gue.”

Kayson menariknya lebih dekat. “Gue tahu, Babby.”

“Apa? Barusan lo manggil dia apa? Baby?” tuntut Riggs, suaranya naik sedikit. “Apaan sih—”

“Dia lagi ngalamin hari yang kacau. Mundur Lo!” Kayson bahkan tidak menoleh. Fokusnya tetap pada Stella. “Nggak ada yang bisa lo lakuin di sini sekarang. Penyidik kebakaran harus memeriksa seluruh lokasi. Semua titik akses internal sudah diamankan. Api enggak bakal nyala lagi. Tapi lo juga enggak bakal bisa masuk dalam waktu dekat.”

Dan rumahnya?

Stella membelinya sendiri. Ia begitu bersemangat saat menandatangani dokumen hipotek itu.

“Riggs udah bantu gue ngecat dapur.Dan kita ngerobohin dinding antara ruang kerja, sama ruang makan karena gue mau … mau … konsep open house.”

Persis seperti yang Stella lihat di televisi.

“Dan ya. Kita hampir mati waktu ngerjain itu,” tambah Riggs kering.

“Itu rumah gue.” Rasa takut masih ada, tapi kemarahan mulai tumbuh dalam diri Stella. “Dia bakar rumah gue.”

“Petugas yang lihat kebakaran itu enggak sempat lihat pelakunya.” Wajah Kayson menegang. “Polisi bakal nyisir lingkungan sekitar, tapi gue juga bakal suruh tim gue bicara sama warga. Gue mau ambil rekaman kamera lalu lintas di sekitar sini. Kebakaran dimulai mendekati tengah malam, enggak banyak orang di luar. Kalau kita bisa nemuin dia di rekaman, dapat plat nomor atau kendaraannya, kita bakal tangkap dia.”

Stella mengerutkan kening. “Lo bisa akses kamera lalu lintas?”

Riggs melangkah mendekat. “Secara legal, nggak.” Suaranya rendah. “Tapi lo kenal kakak gue dan teknologinya.” Riggs tertawa kasar. “Lagipula Kayson selalu merasa sebagian besar aturan enggak berlaku buat dia.”

Kayson tidak menoleh pada saudaranya. Ia memberi Stella senyum lambat. “Gue bakal langgar semua aturan, selama kalau itu bikin lo aman.”

Itu … terasa baik dan manis. Mungkin seharusnya mengkhawatirkan. Mungkin juga Kayson berbohong, tapi ia terdengar begitu tulus.

Sekilas bayangan ciuman mereka muncul. Cara Stella kehilangan kendali dan hanya menginginkan pria itu.

“Kenapa lo ngeliatin dia kayak gitu?” suara Riggs terdengar curiga.

Kayson akhirnya menoleh pada saudaranya. “Ada seseorang yang mengincar Stella. Ya jelas gue khawatir.”

Merasa bersalah, Riggs mengangguk. “Benar.” Jarinya menyusuri lengan Stella lalu meremasnya lembut. “Lo udah kayak keluarga. Enggak ada yang boleh nyentuh keluarga kita.”

“Tapi gue bukan.” Stella menggigit bibir bawahnya. “Itu yang Kayson bilang semalam. Gue bukan keluarga kalian.”

Rahang Riggs, sangat mirip dengan rahang Kayson, mengeras. “Omong kosong.” Ia menatap Kayson. “Kenapa lo bilang begitu ke dia? Lo tahu, enggak pernah ada orang yang lebih dekat sama gue selain dia!”

“Stella bukan keluarga gue,” geram Kayson. “Tapi lo boleh yakin, kalau gue bakal melindunginya seperti keluarga.” Ia memiringkan kepala ke arah mobil benz yang menunggu. “Gue mau bawa lo ke kantor gue, Stella. Kita mulai bicara sama tim gue. Serangan kayak gini … enggak random. Dia enggak cuma lihat lo di jalan lalu memutuskan menghancurkan hidup lo.”

Perut Stella terasa mengencang.

“Mungkin lo kenal dia,” kata Kayson sambil menggeleng. “Bukan, bukan mungkin. Jelas Lo kenal dia. Ada dua kemungkinan. Pertama, dia ada di hidup lo, mungkin seseorang yang penting, mantan atau rekan kerja, orang yang enggak terima waktu lo nolak dia.”

Itu kemungkinan yang mengerikan.

“Atau kedua ... Seseorang yang pingin cari perhatian. Apa pun itu, di kasus kayak gini biasanya pelakunya terhubung sama lo, dan kita harus nemuin koneksi itu.”

1
Rita
like seru tegang
DityaR: Maacii kak
total 1 replies
Rita
bagus biarpun awal2 bingung ma obrolan nya ceritanya seru tebak2an siapa penjahaty semangat terus
Rita
sdh g sabar nervous
Rita
hhhmmmmmmm👀
Rita
😂😂😂😂saking kuaty
Rita
tegang,trauma,kecewa,sedih takut jadi satu kmu sdh bener
Rita
buruan mumpung lengah
Rita
seru g diduga
Rita
nah lho👀👀👀👀
Rita
😂😂😂😂
Rita
ini diluar pengamanan 🥰🥰🥰
Rita
👍👍👍👍👍👍bener
Rita
Mudah2n beneran selesai
DityaR: pembunuhnya aja belum ketemu, selesai gimana wkwkwk
total 1 replies
Rita
akhirnya
Rita
bikin deg2an Kayson
Rita
nikahin lah
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😂😂😂😂😂
Rita
hhmmm bnr2 sdh selesai blm?
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!