NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15 catur takdir dan gerbang logam hitam

Cahaya matahari pagi yang pucat menyelinap melalui sela-sela nisan besar di permukaan Makam Bintang Agung. Namun, di kedalaman bumi, waktu seolah berhenti. Xing Shenyuan berdiri di depan cermin perunggu buram di dalam gubuknya. Ia memperhatikan pantulan dirinya; garis wajahnya tampak lebih tegas, dan pancaran matanya kini membawa kedalaman ungu yang menghanyutkan—hasil dari Inti Emas Sempurna yang baru saja ia tempa.

Di belakangnya, Su Yan sedang merapikan jubah merah marun yang elegan, kontras dengan gaun putih yang biasa ia kenakan. Hari ini, ia tidak lagi berperan sebagai perawat makam. Ia adalah Utusan Bayangan.

"Tuan, apakah Anda yakin?" Su Yan bertanya, suaranya sedikit bergetar saat ia mengencangkan sabuk sutranya. "Meninggalkan makam berarti saya akan berada di luar jangkauan perlindungan formasi Anda. Jika Kekaisaran menyadari siapa saya..."

Shenyuan berbalik, mendekati Su Yan. Ia memegang kedua bahu wanita itu, memberikan rasa hangat yang seketika menenangkan kegelisahan di hati Su Yan.

"Kau bukan lagi alkemis biasa, Su Yan. Dengan teknik yang kau pelajari di perpustakaan dan pil pemurni yang kau konsumsi, kau memiliki kemampuan untuk menipu indra bahkan seorang ahli Jiwa Baru Lahir sekalipun," ucap Shenyuan dengan nada yang sangat meyakinkan. "Ibu Kota adalah sarang ular. Tapi ular hanya akan menggigit jika mereka merasa terancam. Kau akan masuk ke sana sebagai pengusaha obat langka yang mencari suaka. Bangun jaringan, beli informasi, dan yang terpenting... tanamkan pengaruh kita di antara para bangsawan yang mulai tidak puas dengan kepemimpinan ayahku."

Hadiah Perpisahan: Login di Perbatasan Dalam

Sebelum Su Yan berangkat, Shenyuan memanggil antarmuka sistemnya. Ia membutuhkan sesuatu yang bisa menjamin keselamatan Su Yan di luar sana.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Altar Pemberangkatan (Area Transisi)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

>

"Login," perintah Shenyuan dalam hati.

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Hadiah: "Jarum Penebus Jiwa" (Satu Set - 12 Jarum) dan "Jimat Pemindah Ruang" (Sekali Pakai).]

> [Deskripsi Item:]

> * Jarum Penebus Jiwa: Senjata tersembunyi tingkat tinggi. Dapat menembus pelindung Qi dan melumpuhkan jalur meridian musuh dalam sekejap. Cocok untuk alkemis yang memahami anatomi tubuh manusia.

> * Jimat Pemindah Ruang: Memindahkan pengguna sejauh 50 mil ke arah acak saat dalam bahaya fatal.

>

Shenyuan menarik napas lega. Sistem seolah memahami kekhawatirannya. Ia menyerahkan kotak kayu berisi jarum-jarum perak tipis dan jimat kuning itu kepada Su Yan.

"Gunakan ini hanya jika kau terdesak," bisik Shenyuan. "Jangan ragu untuk membunuh jika itu demi keselamatanmu. Ingat, kau adalah mataku di sana."

Su Yan menerima hadiah itu dengan mata berkaca-kaca. Ia tiba-tiba melangkah maju dan memeluk Shenyuan erat, menyandarkan wajahnya di dada bidang tuannya untuk terakhir kali sebelum perjalanan panjangnya. "Hamba akan kembali dengan kabar kemenangan, Tuan. Jaga diri Anda... dan jangan biarkan Xiaoyue membakar seluruh perpustakaan saat saya tidak ada."

Shenyuan terkekeh, membelas pelukan itu dengan lembut. "Aku janji."

Keberangkatan dan Tanggung Jawab Baru

Lin Xiaoyue berdiri di gerbang luar makam, melambaikan tangan saat kereta kuda sederhana yang membawa Su Yan perlahan menghilang di balik kabut pegunungan. Wajah gadis kecil itu tampak mendung.

"Guru, Kakak Su pergi... Makam ini akan terasa sangat sepi," gumam Xiaoyue sambil menendang kerikil kecil.

Shenyuan berdiri di sampingnya, jubah hitamnya berkibar ditiup angin dingin. "Sepi adalah teman terbaik bagi seorang kultivator, Xiaoyue. Tapi jangan khawatir, kau tidak akan punya waktu untuk merasa bosan. Kau memiliki tugas baru."

Xiaoyue mendongak, matanya yang besar berkedip penuh harap. "Tugas apa, Guru?"

"Kau akan menjadi penjaga pintu masuk Lantai Bawah Tanah Kedua. Selama aku menjelajah di bawah, tidak boleh ada satu pun makhluk hidup, termasuk hewan liar, yang melewati garis formasi ini. Kau harus melatih teknik Pernapasan Api Biru-mu hingga kau bisa membekukan api itu menjadi pedang."

Xiaoyue mengepalkan tangannya, semangatnya kembali berkobar. "Siap, Guru! Aku akan menjadi perisai terkuatmu!"

Menjelajahi Lantai Bawah Tanah Kedua: Arsip Terlupakan

Shenyuan kembali masuk ke dalam bumi, melewati rak-rak buku di Lantai Pertama yang kini terasa familiar. Di ujung ruangan, terdapat sebuah gerbang logam hitam yang tertutup rapat, tanpa lubang kunci konvensional—hanya sebuah cekungan kecil yang tertutup karat.

Ia mengeluarkan Kunci Perunggu Berkarat yang ia dapatkan dari login beberapa hari lalu.

Begitu kunci itu ditempelkan ke cekungan, gerbang logam itu bergetar hebat. Debu-debu berjatuhan dari langit-langit gua.

Kreeeeeet—

Gerbang itu terbuka ke samping, memperlihatkan sebuah ruangan yang jauh lebih kecil namun jauh lebih berbahaya. Berbeda dengan lantai pertama yang berisi kertas, lantai kedua ini berisi Artefak.

Udara di sini terasa sangat tajam, dipenuhi dengan sisa-sisa niat bertarung (battle intent) dari senjata-senjata yang terkubur di sini. Ada pedang yang patah, zirah yang hancur, dan beberapa kotak tersegel.

Shenyuan berjalan perlahan, lenteranya menerangi sebuah peti besar di tengah ruangan yang dililit oleh rantai besi hitam.

> [Peringatan Sistem: Area "Arsip Terlupakan" terdeteksi.]

> [Tekanan Mental: Tinggi.]

> [Disarankan: Gunakan Inti Emas Sempurna untuk menetralkan Niat Pedang di sekitar.]

>

Shenyuan melepaskan auranya. Tekanan ungu dari Inti Emas-nya menyebar, menciptakan gelembung perlindungan yang mengusir hawa dingin di sekitarnya. Ia mendekati peti tersebut dan melihat sebuah prasasti kecil di atasnya:

"Bagi mereka yang memegang cahaya di tengah kegelapan, inilah beban yang harus kau pikul."

Penemuan Besar: Zirah Bayangan Bintang

Shenyuan menyentuh peti itu. Dengan kekuatan fisiknya yang telah diperkuat, ia memutus rantai-rantai yang sudah rapuh tersebut. Di dalam peti, tergeletak sebuah set zirah ringan yang terbuat dari material hitam legam yang seolah menyerap cahaya di sekitarnya.

Zirah itu terdiri dari pelindung dada, pelindung lengan, dan sebuah ikat kepala perak dengan permata ungu di tengahnya.

> [Item Terdeteksi: "Zirah Bayangan Bintang" (Tingkat Surga - Rusak).]

> [Status: Membutuhkan 2.000 Unit Energi Kematian untuk perbaikan dasar.]

> [Efek Saat Ini: Menyembunyikan 90% aura pengguna dan memberikan perlindungan fisik terhadap serangan ahli Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah.]

>

"Item tingkat Surga..." Shenyuan bergumam, matanya berkilat. Meskipun rusak, zirah ini adalah harta karun yang tak ternilai. Dengan zirah ini, ia bisa bergerak di luar makam tanpa terdeteksi oleh radar spiritual Kekaisaran.

Ia segera mengenakan zirah tersebut di bawah jubah hitamnya. Seketika, ia merasa tubuhnya menjadi seringan bulu, dan denyut energinya menjadi hampir tidak terdeteksi, bahkan bagi dirinya sendiri.

Penutup Bab: Bayangan di Ibu Kota

Sementara itu, ratusan mil jauhnya, kereta kuda Su Yan melewati gerbang megah Ibu Kota Kekaisaran Bintang Agung. Para penjaga yang sombong memeriksa keretanya, namun dengan satu tatapan dingin dan sedikit manipulasi energi, Su Yan membuat mereka gemetar dan membiarkannya lewat begitu saja.

Ia menatap istana megah di puncak bukit, tempat yang dulu ia pandang dengan hormat, namun kini ia pandang sebagai target yang harus diruntuhkan.

"Tuan Shenyuan," bisik Su Yan sambil menggenggam Jarum Penebus Jiwa di balik lengan bajunya. "Permainan catur ini telah dimulai."

Di kedalaman makam, Shenyuan kembali duduk bersila di depan peti artefak, memulai proses integrasi dengan zirah barunya. Ia tahu, langkah berikutnya bukan lagi sekadar bertahan, melainkan mulai menarik benang-benang takdir yang akan menjatuhkan ayahnya dari takhta.

* Kultivasi: Puncak Inti Emas (Sempurna).

* Item Baru: Zirah Bayangan Bintang.

* Energi Kematian: 1.200 -> 200 (Setelah perbaikan sebagian zirah).

* Misi Berikutnya: Bangun Jaringan Informasi melalui Su Yan.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!