NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Berondong
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam yang cukup melelahkan, mobil Alphard hitam itu akhirnya berhenti tepat di lobi sebuah hotel bintang lima yang megah di pusat kota Bandung.

Luna turun dengan anggun, kini sudah berganti pakaian mengenakan setelan kerja yang elegan dan kacamata hitam, kembali ke jati dirinya sebagai seorang CEO.

Namun, baru saja ia melangkah masuk ke lobi, langkahnya terhenti.

Di sana, berdiri Dirga Gunawan dengan setelan jas abu-abu yang mewah, seolah memang sedang menunggunya.

Dirga tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sulit diartikan.

Ia melangkah mendekat, matanya menatap Luna dengan penuh selidik, lalu ia melirik ke arah Arini yang sibuk mengurus check-in.

"Selamat datang di Bandung, Bu Luna. Ternyata dunia bisnis memang sempit, ya? Kita bertemu lagi dalam waktu kurang dari 24 jam," sapa Dirga dengan nada suara yang rendah namun tajam.

Luna mencoba tetap tenang saat menghadapi Dirga.

"Pak Dirga. Saya tidak menyangka Anda juga ada di sini."

Dirga tertawa kecil, namun matanya tidak menunjukkan keramahan.

Ia melangkah satu langkah lebih dekat, merendahkan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain.

"Saya ada urusan tender proyek di sini. Tapi yang membuat saya heran," Dirga menjeda kalimatnya sambil melihat sekeliling lobi yang mewah.

"Kemarin saya melihat Anda mengajar anak-anak dengan seragam batik sederhana, dan dijemput oleh pria ah, siapa tadi namanya? Suami Anda yang penjual soto itu?"

Luna mengepalkan tangannya di balik tas jinjingnya.

"Lalu sekarang, anda muncul di hotel semewah ini dengan mobil miliaran rupiah dan asisten pribadi. Jadi, pertanyaan saya satu, Bu Luna..."

Dirga menatap tajam ke arah pintu masuk hotel, seolah mencari seseorang.

"Dimana suami anda? Mengapa pria yang Anda sebut suami itu tidak ada di samping Anda saat Anda menikmati kemewahan ini? Atau, dia memang sengaja Anda tinggal di ruko kumuhnya agar tidak memalukan penampilan Anda di sini?"

Wajah Luna memanas mendengar penghinaan Dirga terhadap Pratama jauh lebih menyakitkan daripada penghinaan terhadap dirinya sendiri.

"Suami saya sedang bekerja keras dengan cara yang jujur, Pak Dirga. Sesuatu yang mungkin sulit dipahami oleh orang yang mengukur segalanya dengan uang," jawab Luna dingin.

"Benarkah?" pancing Dirga.

"Lalu, apakah suami jujur Anda itu tahu kalau istrinya saat ini sedang berada di hotel yang sama dengan saya? Dan apakah dia tahu kalau istrinya bukan sekadar guru TK biasa?"

Luna menghela nafas panjang dan lekas meninggalkan Dirga.

"Permisi Pak Dirga, saya masih ada urusan yang jauh lebih penting daripada mendengarkan spekulasi Anda," ucap Luna dengan suara dingin yang penuh otoritas.

Tanpa menunggu balasan dari Dirga, ia membalikkan badan dan melangkah tegas menuju lift yang baru saja terbuka.

Di dalam lift, Luna menghela napas panjang, mencoba meredakan emosinya.

Tatapan Dirga benar-benar membuatnya merasa terancam sekaligus muak. Namun, getaran ponsel di tasnya seketika mengubah raut wajahnya menjadi lembut.

[Dik, maaf kalau Mas ganggu. Sotonya alhamdulillah sudah habis diborong lagi sama orang puskesmas, jadi Mas sudah pulang ke rumah lebih awal. Adik lanjut saja kegiatannya di sana ya, Mas mau langsung ke pasar setelah ini untuk stok besok. Semangat kerjanya, Istriku.]

Luna tersenyum tipis membaca pesan dari suaminya.

Di tengah kemewahan hotel dan tekanan bisnis, kejujuran dan kerja keras suaminya adalah satu-satunya hal yang membuatnya merasa tetap membumi. Namun, rasa bersalah kembali menyelinap di suaminya yang sedang berkeringat di pasar untuk mencari nafkah, sementara ia berada di sini dalam segala kemudahan yang ia sembunyikan.

[Alhamdulillah, Mas. Hebat suamiku! Mas hati-hati ya di pasar, jangan sampai terlalu capek. Aku di sini sebentar lagi mulai kegiatannya.]

Pintu lift berdenting terbuka di lantai eksekutif. Arini sudah menunggu di depan ruang rapat.

"Bu Luna, semua perwakilan investor sudah hadir. Kita bisa mulai sekarang?" tanya Arini sigap.

Luna merapikan jasnya, menatap pantulan dirinya di dinding lift yang mengkilap. Sosok

"Ibu Guru Luna" sudah hilang, kini yang ada hanyalah Luna Jati, CEO yang tak terkalahkan.

"Ayo kita mulai," jawab Luna tegas.

Namun di dalam hatinya, ia berharap hari ini cepat berlalu agar ia bisa segera kembali ke kontrakan kecilnya dan memeluk suaminya tanpa ada rahasia lagi.

Luna duduk di kursi utama ruang rapat, menatap layar proyektor dengan fokus yang tajam. Namun, pintu ruangan tiba-tiba terbuka tanpa permisi.

Sosok Dirga Gunawan melangkah masuk dengan senyum penuh kemenangan, diikuti oleh asistennya yang membawa berkas tebal.

"Maaf mengganggu, tapi saya rasa proyek sebesar ini akan lebih stabil jika Gunawan Properti ikut menyuntikkan dana," ujar Dirga sambil menarik kursi kosong di hadapan Luna.

Luna menatap Dirga dengan dingin. Aura CEO-nya keluar sepenuhnya.

"Maaf Pak Dirga, Jati Grup sudah memiliki investor yang cukup dan kredibel. Saya tidak butuh Anda dalam proyek ini. Silakan keluar."

Dirga baru saja hendak membalas, namun suara langkah kaki lain terdengar dari arah pintu.

Seorang pria dengan setelan jas yang tak kalah mewah masuk dengan langkah santai, tangan dimasukkan ke saku celana.

"Bagaimana dengan aku, sayang?" tanya pria itu dengan nada penuh percaya diri yang memuakkan.

Luna terpaku. Jantungnya berdegup kencang karena amarah. Noah.

Mantan kekasihnya yang telah mengkhianatinya kini berdiri di sana, menatapnya dengan pandangan yang seolah-olah mereka masih memiliki hubungan spesial.

Kehadiran dua pria yang sama-sama tahu masa lalunya di satu ruangan membuat kepala Luna berdenyut.

Ia bisa melihat tatapan tajam Dirga yang cemburu pada Noah, dan tatapan meremehkan Noah pada Dirga.

Luna memejamkan mata sejenak, lalu memukul meja pelan dengan telapak tangannya.

"Rapat saya hentikan sebentar. Saya lanjut satu jam lagi. Semuanya, silakan tinggalkan ruangan kecuali tim internal saya!" tegas Luna.

Setelah para staf keluar, Luna berdiri dan menatap kedua pria itu dengan jijik.

"Kalian berdua benar-benar pengganggu."

Suasana di dalam ruang rapat yang mewah itu mendadak mencekam.

Luna berdiri tegak di ujung meja marmer, menatap dua pria di depannya dengan tatapan yang bisa membekukan apa pun.

Di sebelah kanan ada Dirga, sang CEO yang ambisius, dan di sebelah kiri ada Noah, masa lalu yang penuh luka.

"Saya tegaskan sekali lagi. Jati Grup tidak membuka pintu untuk pengkhianat seperti kamu, Noah. Dan saya tidak butuh campur tangan agresif dari Anda, Pak Dirga. Silakan keluar dari hotel ini sekarang juga." ucap Luna dengan suara yang terdengar rendah namun penuh otoritas.

Noah tertawa sinis, ia melangkah mendekati meja Luna.

"Sayang, jangan emosional. Bisnis adalah bisnis. Kamu pikir siapa yang bisa menyokong proyek besarmu kalau bukan aku?"

Namun, ucapan Noah terhenti saat ponsel Luna yang tergeletak di meja bergetar hebat.

Sebuah panggilan masuk memecah ketegangan. Layar ponsel itu menyala terang, menampilkan nama kontak yang sangat jelas.

'SUAMIKU'

Mata Noah dan Dirga seketika tertuju pada layar tersebut.

Keheningan yang menyakitkan menyelimuti ruangan.

"Suami?" gumam Noah, wajahnya berubah pucat lalu memerah karena geram.

"Kamu bercanda, Luna? Kamu menikah dengan siapa? Siapa laki-laki yang berani menyentuh milikku?"

Dirga, yang sudah tahu fakta ini sejak kemarin, hanya mengepalkan tangan dengan rahang mengeras.

Ia menikmati keterkejutan Noah, meski hatinya sendiri masih terasa terbakar api cemburu.

Luna segera menyambar ponselnya, ia tidak membiarkan panggilan itu terputus begitu saja, namun ia juga tidak ingin mengangkatnya di depan dua pria beracun ini.

Ia menatap Noah dengan senyum penuh kemenangan yang dingin.

"Iya, aku sudah menikah. Dan kamu tidak perlu tahu siapa dia, karena dia adalah pria yang jauh lebih terhormat daripada kamu yang hanya tahu cara berkhianat," tegas Luna.

Ia kemudian beralih menatap Dirga. "Dan untuk Anda, Pak Dirga, berhenti mencampuri urusan pribadi saya. Suami saya adalah urusan saya."

Luna menekan tombol tolak pada panggilan Pratama, lalu segera mengetik pesan singkat.

[Maaf Mas, aku lagi rapat sebentar, nanti aku telepon balik ya.]

"Sekarang, keluar!" teriak Luna sambil menunjuk pintu.

"Atau saya akan panggil keamanan untuk menyeret kalian berdua!"

Noah menatap Luna dengan kebencian yang mendalam.

"Ini belum selesai, Luna. Aku akan cari tahu siapa laki-laki yang sudah mencuci otakmu sampai mau menikah diam-diam."

Setelah kedua pria itu keluar dengan kemarahan masing-masing, Luna luruh di kursinya.

Tubuhnya langsung gemetar, ia baru saja mengusir dua raksasa bisnis, tapi hatinya justru merasa sangat rapuh.

Ia segera menghubungi kembali nomor Pratama, karena yang ia butuhkan sekarang adalah mendengar suara tenang suaminya untuk menghapus jejak kebencian di pikirannya.

1
tiara
itu pingsan kaget apa karena hamil ya🤭🤭🤭
awesome moment
pratama tu org dgn banyak potensi tp tersembunyi dalam kekisminan
Nabila Nabil
itu pingsan karna papa jati mau dipanggil opa dan arini dipanggil oma.... 🤣🤣
awesome moment
kpm tertangkap tu mokondo 2 ekor
awesome moment
lambe turah g punya obyek julid lg n
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
semoga Dirga dan Noah lekas tertangkap ya,agar papa Jati cepat menikah
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
pa Wandi ga bisa lagi gangguin Pratama tuh, hilang juga pemasukan ya kasian deh tukang nyinyir
my name is pho: 🤭🤭 hehe
total 1 replies
awesome moment
smg luna g kaget klo arini dan papa jati jujur.
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Setiawan
kog aneh yah ?? bukannya td pratama lg di jln pulang br bs nolongin luna ?? itu kesian amat mtr bebek tua nya di tggl di jln 🤭🤭🤭
awesome moment
whoah...sama2 virgin ternyata
awesome moment
smg pratam slain kejujuran punya kecerdasan bisnis yg keyen. biar g njomplang bgts sm luna
awesome moment
udh terhura dluan
awesome moment
dih...juwita tu perempuan model p c
awesome moment
👍👍👍luna panggil arini, mama dunk😄😄😄
tiara
wah ternyata Arini menjalin hubungan dengan papa Jati toh, seru nih nantinya
Nabila Nabil
ini nanti ceritanya Luna yg gantian manggil bu ke arini🤣🤣🤣🤣🤣 kocak sih... 🤣🤣🤣
deepey
saling support ya kk. 💪💪
deepey
paginya gulingnya sdh pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!