NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Alun-alun kota nampak ramai sore ini karena malam minggu.

Kebanyakan anak muda yang sedang menjalin asmara, dan banyak juga anak-anak saling berlarian bersama orang tua mereka.

Arga memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus di alun-alun---Di sana kebanyakan adalah sepeda motor yang terparkir, mobil biasanya di gunakan oleh keluarga.

Hanya Arga dan Rania, pasangan suami-istri yang mengenakan mobil---Mereka belum di karuniai seorang anak karena umur pernikahan mereka masih seumur jagung.

Setelah Arga memarkirkan mobilnya, mesin di matikan pria itu melepas sabuk pengamannya, lalu membuka pintu mobil.

Rania melepaskan sabuk pengaman, sementara Arga yang sudah turun mengitari mobil lalu membuka pintu samping penumpang---disana ada Rania.

Kaki Rania yang mau turun, baru satu kaki diikuti kaki yang lain---Namun saat kakinya mau melangkah turun hak sepatu Rania tersangkut di bibir pintu.

Tubuh gadis berambut ikal itu tak seimbang, lalu oleng.

"Argh...," ujar Rania.

Beruntung dalam satu gerakan, Arga memegang pinggang sang istri menahan tubuh ramping istrinya.

Waktu seolah berhenti, mereka saling bertatapan sejenak dalam jarak begitu dekat.

Rania merasakan napas Arga di wajahnya, hangat dan tertahan---matanya langsung membulat, saat jantungnya berdegup kencang.

Arga menelan ludahnya menatap wajah Rania yang cantik, tangannya masih setia menahan tubuh sang istri.

"Pelan-pelan," ucap Arga dengan canggung.

Rania hanya mengangguk dengan salah tingkah, rambut ikalnya di selipkan ke belakang telinganya. Dirinya tak menjawab sang suami.

Terlihat kedua pipi Rania sudah bersemu merah, beberapa detik kemudian----tangan Arga terlepas dari pinggang istrinya saat posisi tubuhnya sudah seimbang.

"Maafkan saya," kata Arga dengan singkat, seolah takut melewati batas---karena Arga belum mendapatkan izin dari Rania.

Rania tersenyum mengangguk dan merapikan pakaiannya, Rania tak tahu perasaannya antara tolakan singkat atau rasa gengsi mengakui cinta.

Di sekeliling mereka, suara tawa anak-anak yang bermain dengan orangtuanya, juga para anak muda yang pacaran sambil makan cilok.

Setelah menutup mobil, Arga menggunakan remot otomatis.

Rania berjalan di belakang Arga, tapi Arga berjalan di sampingnya.

"Rania...," ucap Arga dengan lirih.

Hal yang membuat Rania menoleh ke arah Arga, gadis berambut ikal ini antara sadar dan tak sadar mau menyahut panggilan sang suami.

Dirinya merasa tak takut lagi, entah karena tempat ini ramai, atau karena rasa trauma itu hilang di gantikan---Cinta yang bersemi.

"Ada apa?" tanya Rania singkat.

"Minjem tangan," ujar Arga.

Rania tanpa ekspresi memberikan tangan kirinya, lalu di sambut tangan kanan oleh Arga.

Hal yang membuat Rania tercengang adalah Arga mengandeng tangannya, lalu mencium punggung tangan kiri Rania.

Sontak hati Rania menjadi menghangat, senyum merekah tanpa sadar.

"Tangan ini akan aku selalu pegang, tak akan aku biarkan istri aku kabur atau disakitin!" tegas Arga dengan nada yang posesif.

"Ayo kita jajan, apapun itu buat istri aku," ajak Arga nampak antusias mengajak istrinya.

Rania hanya tersenyum dan mengikuti arahan suaminya, Rania tersenyum saat melihat tingkah Arga yang kekanakan.

Pria itu membeli balon tiup dari pedagang kaki lima agar bisa menghibur istrinya.

"Arga...ngapain beli balon tiup?" tanya Rania yang sudah biasa saja pada Arga, dengan alis berkerut.

"Aku ada sulap buat kamu," ucap Arga menyentuh dagu istrinya.

Arga tak peduli dengan tatapan orang-orang sekitar, toh dirinya dan sang istri sudah sah.

"Bang beli satu," ujar Arga.

Setelah membelinya, Arga menanyakan Rania seperti anak kecil.

"Mau jajan apa lagi Rania?" tanya Arga.

Rania menatap dimsum, hanya diam ketakutan---jujur Rania masih canggung meminta sesuatu pada sang suami.

"Ah ayo kita beli dimsum," ajak Arga menarik tangan istrinya.

Arga membelikan dimsum dan air mineral untuk sang istri, lalu keduanya ke area taman.

Tangan Arga memainkan balon busanya, sementara Rania makan dimsum.

Rania melihat bagaimana Arga bertingkah konyol selayaknya anak kecil, dengan menggunakan balon mainan.

Gadis berambut ikal ini hanya tertawa melihat tingkah Arga, sungguh Rania bisa merasakan perubahan drastis dalam diri sang suami.

Setelahnya keduanya kembali jalan lagi, kali ini Rania merasa lebih ceria daripada sebelumnya.

Tangan Rania mau di gandeng oleh Arga, keduanya akhirnya membeli gula-gula demi menikmati senja di langit sore kota ini.

Rania dan Arga duduk sambil menikmati gula-gula, bibir keduanya kali ini tersenyum melupakan masalah yang menimpa meraka sejenak.

"Rania ada apa?" tanya Arga pada istrinya.

"Kamu kalo capek kita bisa pulang," lanjut Arga yang amat memperhatikan istrinya.

Rania hanya menggelengkan kepalanya.

"Nggak kok, nikmatin aja senja," ujar Rania dengan senyum merekah.

Baru kali ini Arga melihat istrinya tersenyum saat mau bicara kepadanya, Rania tidak menjauh atau menghindar darinya.

Angin berhembus di rambut Rania yang ikal dengan pelan, tangan Rania menyelipkan ke belakang telinganya.

Arga memperhatikan gerakan kecil itu.

"Dulu, kamu sering ke tempat kaya gini?" tanya Arga hati-hati, seolah memilih kata agar tak menyinggung Rania.

"Nggak pernah, aku nggak suka tempat ramai," ujar Rania.

Arga berusaha memancing pertanyaan, mengenai istrinya---karena dirinya harus mengenal lebih dalam mengenai Rania.

"Lalu kamu suka tempat seperti apa?" tanya Arga menatap istrinya.

"Aku suka tempat alam, kaya kegiatan trekking, tempat sejarah dan yang vintage gitu."

Rania menjelaskan seolah tak ada beban yang tertumpu di pikirannya, dirinya suka ke tempat seperti itu hanya untuk menjual foto melalui website.

"Oh, kamu suka menjual foto?" tanya Arga.

Rania tersenyum hanya mengangguk-angguk kepalanya.

"Dan mana peralatan Photograpinya?" tanya Arga sambil makan gula-gula.

"Peralatan fotoku di rumah, aku nggak boleh membawanya sama ayahku, karena tugasku seminggu cuman ngelayanin kamu," jelas Rania yang tanpa sadar membuat hati Arga terenyuh.

"Perasaan selama dua hari ini aku mulu yang layanin kamu," ledek Arga.

Rania tak punya jawaban atas pertanyaan itu, tapi Arga akan menyiapkan kejutan untuk istrinya nanti. Sesuatu yang akan membuat Rania bahagia.

Karena pria itu berjanji, saat dirinya mendapatkan Rania kembali dan Allah SWt mengizinkannya----Arga berjanji akan selalu membahagiakan makmumnya ini.

Rania dan Arga menikmati senja di langit kota, ini pertama kalinya Arga dan Rania pergi bersama setelah menikah.

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!