Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 27
Di kantor Mahardika kali ini terlihat sangat sibuk karena ada beberapa orang yang akhirnya di amankan oleh pihak kepolisian. Karena sudah terbukti menggelapkan dana perusahaan. Polisi jug berdatangan menangkap mereka. Danar menatap dari kejauhan ke arah lobby. Dimana semua orang tampak sibuk.
"Pah Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada banyak polisi dan juga karyawan yang ditangkap. Bahkan di antara mereka ada yang katanya memiliki jabatan penting di perusahaan. Kalau ada dari mereka yang ditangkap, kami bisa masuk menggantikan mereka! Ini satu-satunya kesempatan kita, Pah! Sekarang Papa harus hubungi bagian HRD dan mengatakan kalau aku dan Anastasia yang akan menggantikan posisi mereka," ujar Revano yang berdiri di sebelah papanya.
"Tidak bisa! Aruna sudah menerapkan aturan baru. Kalian harus ikut tes seperti yang lainnya, jika lolos kalian bisa masuk jika tidak kalian paling akan mendapatkan jabatan hanya sebagai staff administrasi biasa!" jawab Danar.
"ck! Apa-apaan sih dia itu! Sok-sokan sekali mentang-mentang dia adalah pemilik perusahaan dan saham terbesar di sini menjadi seenaknya! Tapi kan papa di sini memiliki saham juga! Seharusnya ada perlakuan khusus kepada pemilik saham yang akan menyimpan karyawan khususnya di perusahaan ini! Dia tak boleh diktator!" kesal Anastasia.
"Papa sudah katakan hal itu di rapat, tapi Aruna menolaknya. Apalagi sekarang dia sedang merombak total badan perushaan. Lihat saja banyak yang di tangkap polisi karena mereka terbukti menyelewengkan dana perusahaan. Aruna tak main-main sepertinya ingin membersihkan perusahaan ini. Kalian harus berusaha sendiri jika ingin mendapatkan jabatan di perusahaan Mahardika!" ujar Pak Danar.
",Jadi kami harus ikut seleksi dengan para pelamar bau itu! Astaga aku saja tak tahan dengan bau-bau mereka saat tadi duduk di sana!" kesal Anastasia merasa jijik.
"Tak ada pilihan lain. Kembalilah ke sana dan berusahalah yang terbaik! Semoga salah satu diantara kalian bisa mendapatkan jabatan yang strategis dan bagus! Papa percaya dengan kemampuan kalian! Papa harus kembali ke ruangan Papa," ujar Danar masuk ke dalam lift menuju ke ruangannya.
"ck! Bagaimana ini Kak? Aku sama sekali tak paham apapun. Apalagi Aku tidak pernah bekerja di kantoran seperti ini sebelumnya. Abang tahu sendiri kalau ku dulu hanya kerja di warung dan paling bagus pernah di cafe walau hanya beberapa Minggu!" rengek Anastasia.
"Kamu pikir kakak juga nggak takut? Kamu tahu sendiri kakakmu ini dulu hanya bekerja serabutan dan juga menjadi kuli bangunan. Mama mengais sampah plastik untuk makan kita! Semua karena ijazah kita di tahan oleh keluarga Wanda sehingga kita tak punya pekerjaan layak!" kesal Revano.
Merka tak punya pilihan lain dan kembali ke ruang seleksi yang sudah di sediakan kembali duduk bersama dengan pelamar lainnya. Diantara yang lainnya Mereka terlihat lebih mencolok, sehingga saat mereka datang semua orang mengira kalau mereka adalah penguji untuk pemilihan karyawan kali ini.
"Baiklah siapakan diri kalian untuk tes kali ini. Kalian sudah duduk sesuai dengan jabatan yang kalian inginkan di perusahaan ini. Silakan kerjakan berkas yang ada di meja dan dalam 2 jam berkas itu harus sudah selesai!" ujar salah satu penguji dan duduk mengawasi mereka seperti anak sekolah yang sedang ujian.
Anastasia dan Revano tampak kebingungan. Revano memilih jabatan manager keuangan. sedangkan Anastasia memilih untuk jabatan manager pemasaran. Selama setengah jam mereka bahkan hanya membolak balik berkas di tangan dan kembali memandang ke arah laptop. Bingung harus memulai dari mana. Sedangkan yang lainnya sudah terlihat mulai mengerjakan berkas yang ada di meja masing-masing. Untuk pilihan jabatan yang mereka pilih memang tak banyak orang yang percaya diri untuk ikut tes jabatan manager. Kebanyakan mereka melamar untuk menjadi staff administrasi.
Revano mengusap wajahnya kasar dia benar-benar tak mengerti dengan angka dan table-table yang ada di sana. Begitupun Anastasia yang terlihat gelisah. Mereka memang tak memiliki kemampuan yang besar sesuai dengan pilihan mereka. Karena mereka sudah merencanakan sebelumnya, jika akan merekrut orang-orang yang pintar dan juga kompeten dalam pekerjaan itu untuk dijadikan asisten mereka. Sehingga mereka tidak perlu repot-repot bekerja dan berpikir karena semua akan dikerjakan oleh asisten mereka.
Namun rencana hanya tinggal rencana karena pada kenyataannya mereka tidak bisa mengimplementasikan rencana yang Sudah mereka buat dan susun dengan sangat rapi. Kenyataannya hari ini mereka harus ikut tes seperti yang lainnya. Entah kenapa semua terjadi secara tiba-tiba Aruna mengubah semua sistem di perusahaan Mahardika.
"Bagaimana ini? Kenapa mereka memberikan tugas yang begitu berat? Ini sulit sekali! Apa pekerjaan di kantor ini memang sesulit ini? Memang berapa gajinya sampai harus pusing seperti ini!" omel Anastasia.
"Apa anda sudah selesai Bu Anastasia?" tanya penguji.
"Ah belum, Pak!", jawabnya malu.
"Kalian perlu ingat, untuk karyawan rekrutan baru ini. memang sedikit berbeda jangan pemilihan para karyawan-karyawan sebelumnya. karena nantinya setelah kalian berhasil lolos dari beberapa tes yang akan dilakukan. selain gaji yang besar untuk kalian maka kalian juga akan mendapatkan banyak tunjangan dan fasilitas dari perusahaan. Sehingga saya minta Jangan pernah main-main dalam mengerjakan tugas-tugas ini,"
"Untuk kalian yang nantinya berhasil menjadi karyawan di perusahaan Mahardika. Jangan pernah coba-coba untuk bermain-main apalagi mencoba untuk korupsi di perusahaan Mahardika. Karena kalian lihat sendiri di luar ada banyak karyawan dan juga beberapa jajaran yang dibawa oleh polisi! Pimpinan kita yang sekarang berbeda, karena dia jauh lebih ketat dan tegas di banding dengan pimpinan sebelumnya! Jadilah pegawai yang jujur dan bekerja sesuai kapasitas kalian! Apa Kalian paham?" semuanya kompak dengan semangat mengatakan Paham.
"ck, tegas apaan? Yang jelas dia itu otoriter dan haus kekuasaan sehingga ayahku saja tak di beri wewenang sesuai porsinya. Padahal ayahku adalah anak pertama dari pemilik perusahaan ini sebelumnya. Lihat saja Aruna, aku akan mengambil semuanya darimu! perusahaan dan juga Xavier! Aku akan membuat kamu hancur dan tak akan bahagia!" geram Anastasia sambil mengepalkan tangannya penuh emosi.
Dia benar-benar kesulitan mengerjakan laporan di depannya. Bahkan dia mengerjakannya sangat asal karena waktu sebentar lagi hampir habis. Dia tak mungkin memberikan laptop dalam keadaan kosong. Sedangkan Revano terlihat berusaha keras mengerjakan lembaran kertas yang harus dia buta laporan di depannya.
hidup apa ada nya tp tenang n nyaman, tanpa tekanan ,,, semangat rexa
babang Xavier kau dmn, bantai habis tuh anggara family, krn mrk udh berani menghina menantu hananta
Xavier kasian rexa, d bantu ya