Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter eighteen
Kakek tua Bao marah karena mendengar kalau Bao-yo semakin sukses, dia tidak terima cucu yang tidak dia harapkan sukses seperti itu. dia memaki Bao-yo terus, apa lagi Bao-yo dan Annchi berbagi bibit ke keluarga orang lain
"Kau lihat Bao-yu... anak dari wanita jal*ng mu itu Haa... dia tidak berbakti kepada keluarga kita... padahal dia putra mu dari wanita yang kau cintai, sekarang kau lihat bukan anak sialan itu benar-benar tak berguna" teriak Kakek tua Bao. tuan Bao-Yi hanya bisa mengepalkan tangannya, dia benar-benar muak tiap ada musibah atau kesialan keluarga nya selalu menyalahkan putra dan mendiang istri keduanya
"Sudah benar putra ku tak memberikan bibit itu pada keluarga ini, andai aku tak memiliki perjanjian dengan ibu aku sudah pergi meninggalkan keluarga laknat ini" gumam Tuan Bao-Yu. dia membenarkan Bao-yo karena tidak memberikan bibit unggul itu ke keluarga nya
"Kenapa kau diam saja? cepat pergi ke rumah Putra sialan itu, Aku mau dia memberikan bibit unggul yang dia berikan kepada keluarga Sin... kau itu Ayahnya harusnya dia berbakti kepadamu" teriak Kakek tua Bao. tuan Bao-Yu pun pergi meninggalkan rumah utama
Tuan Bao-Yu bukan pergi ke rumah Bao-yo, dia menelusuri sungai, dia akan pergi ke hutan untuk mencari sesuatu untuk menjenguk cucu-cucunya. Tuan Bao-Yu selalu menahan rindu kepada cucu-cucunya dan putra dari wanita yang dia cintai
"Istriku.... aku merindukan mu, Apa kau melihat keadaanku di sini istriku? andai aku bisa ikut denganmu, tapi aku juga harus menjaga putra kita dari keluarga ku sendiri. andai aku bisa mencurahkan rasa sayangku kepada Bao-yo, hiks... aku harus menahan rasa rindu dan rasa sayangku untuk istriku" tuan Bao-Yo berjalan tanpa melihat sekitar
BYUR
Bai dan Sin Win melihat seseorang terjatuh ke sungai tempat mereka berendam, Sin Win dan Bai sedang latihan pernafasan di dalam air. mereka langsung saling tatap dan memberi kode untuk menyelamatkan seseorang yang jatuh itu
Bai tidak tahu orang yang akan dia selamatkan itu adalah kakeknya sendiri, Bai berenang dan Sin Win memegang tali yang diikat ke pohon. Bai pun langsung menarik tangan lelaki tua itu dan Sin Win ikut menarik tali itu
BUG
Tuan Bao-Yu di tarik ke pinggir sungai oleh Sin Win. mata Sin Win melotot saat melihat wajah lelaki yang di selamat oleh nya dan sahabatnya itu
"Bai'er.... lihat ini kakek mu" teriak Sin Win. Bai yang tadi akan membuka baju pun langsung membalikkan tubuhnya dan melihat apakah benar yang diucapkan sahabatnya itu
"Aduh.... kakek kenapa kakek loncat ke sungai bagian itu? hais... itu tidak terlalu dalam Kek" ucap Bai. sambil menepuk pipi kakeknya yang tidak sadarkan diri. Bai pun langsung nekan dada kakek nya, dia mencoba apa yang di ajarkan sang ibu
"Sin Win, pergi kerumah ku. beritahu ayah dan ibu kalau kita menemukan kakek Bao-Yu di sungai cepat" ucap nya sambil terus menekan dada kakek nya
Sin Win pun langsung lari menggunakan ilmu peringatan yang sudah diajarkan oleh Annchi
"Paman..... bibi.... tolong Bai melontong Kakek Bao-Yu, eh kok melontong? maksud ku menolong kakek Bai-Yu yang berniat bunuh diri" teriak Sin Win. Annchi yang sedang merayu Bao-yo pun terkejut
"Ha... melontong?" tanya Bao-yo dan Annchi. mereka pun langsung berlari keluar. saat di luar mereka melihat Sin Win yang sedang menarik nafas dalam-dalam
"Hah....hah... itu hah.... aduh... ayo kita ke sungai" tarik Sin Win ke Bao-yo. Bao-yo yang ditarik pun langsung menarik Annchi. Mereka bertiga berlari saring pegangan tangan
"Mau temana talian? hei.... atu nda di Ajat? hais... tidat bica dibial tan ini, meleta pacti mau matan enat, tunggu An yang cantit ini" teriak An. mengikuti kedua orang tua nya, sedangkan Bai menatap tuan Bao-Yu. dengan tatapan selidiki
"Kakek ini, kalau mau bunuh diri jangan di sana... aku nanti yang di salahkan, kalau mau bunuh diri di sana noh... di bagian paling dalam, jadi ngga bakal ketahuan" ucap kesal Bai
"Bai'er kakek bukan mau bunuh diri" jawab lirih Tuan Bao-Yu. dia sebenarnya malu karena di bantu naik oleh cucunya, sedangkan dia tak bisa berenang
"Lalu kalau ngga bunuh diri ngapain? ini udah sore, untuk aku sedang melatih pernafasan di dalam air. coba kalau ngga ada orang bisa di cemili kakek sama ikan di sungai ini" ucap Bai
"Kakek terpeleset" jawab lirih Tuan Bao-Yu. mata Bai membulat sempurna saat mendengar jawaban kakeknya itu
"Terpeleset? kakek terpeleset? memang kakek mau kemana sore-sore gini melipir ke sungai? emang kakek mau di culik nenek perhuni hutan?" tanya Bai. tuan Bao-Yu meringis saat mendengar pertanyaan cucunya itu
"Ja jangan nakutin kakek Bai'er... kakek ke hutan ingin berburu sesuatu yang untuk kakek bawa ke rumahmu" jawab gugup Tuan Bao-Yu
"Wah... kakek Mau berburu apa sore hari seperti ini? laginya kalau kakek mau ke rumah aku tinggal datang saja tidak usah membawa buah tangan, kalau kakek merasa kasihan kepadaku dan adikku kakek tinggal memberikan kami uang saku saja, kami tidak akan menolaknya kok kami dengan senang hati akan menerimanya" ucap Bai. Tuan Bao-Yu mengerjapkan matanya saat mendengar ucapan sang cucu
"Kakek tidak punya uang, kamu tahu sendiri uang kakek selalu diserahkan kepada kakek buyut mu" ucap lirih Tuan Bao-Yu. Bai menatap penuh kasihan saat mendengar jawaban dari kakeknya, bagaimanapun Tuan Bao-Yu itu kakek kandung nya
"Bai'er.... kau tidak apa-apa nak" teriak Bao-yo. dia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan putranya, saat Bao-yo tiba disana pun. melihat putranya yang sedang duduk dengan ayahnya
"Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Bao-yo. Bao-yo juga takut ayah dan putranya terluka
Annchi pun langsung memeriksa Ayah mertuanya terlebih dahulu, setelah selesai memeriksa keadaan Ayah mertuanya dia pun langsung memeriksa keadaan Bai
"Syukurlah kalian baik-baik saja, ayo kita kembali kerumah dulu... agar kalian cepat berganti pakaian, jangan terlalu lama dengan pakaian basah Ayo cepat kita kembali ke rumah" ucap Annchi. Bai pun di gendong oleh Bao-yo
"Hah... hah... Talian mau temana lagi? ini nafac An'el macih cenin tamic loh" ucap An yang baru saja tiba menyusul kedua orang tuanya. baru dia tiba menyusul keduanya tapi sekarang semua orang akan kembali
"Cia-cia Atu bel lali, ahilnya malah tembali lagi......
BERSAMBUNG......