NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Perempuan itu adalah cinta pertama papanya. Dan sekaligus Ibu kandung Mirza. Mereka membohongi Tante selama ini." isak Ribka. Tangisnya semakin menyayat hati Kenny. Tapi dia tidak tau harus berbuat apa.

"Maksud Tante ibu tiri Mirza itu adalah sekaligus ibu kandungnya, gitu? Kok bisa Tante? Apa Mirza mengetahui soal ini juga?" beliak Kenny rada bingung.

"Iya. Delapan belas tahun yang lalu Tante kehilangan Putra Tante. Namanya Jason. Usianya lima tahun waktu itu. Tante membawanya ke pasar dan dia diculik. Sampai sekarang Jason belum ditemukan. Bertahun-tahun Tante merasa bersalah dan selalu disalahkan.

"Suatu hari suami Tante membawa pulang seorang anak kecil usia dua tahun. Katanya dia telah mengadopsi anak itu dari Panti Asuhan. Pengganti Jason. Tante tidak bisa menolak. Karena rasa bersalah itu, Tante menyayangi Mirza seolah dia adalah Jason."

"Beberapa hari yang lalu, Tante tanpa sengaja mendengar percakapan suami Tante dan Ibu mertua. Suami Tante ternyata sudah menikah diam-diam dengan Khaty. Ibu kandung Mirza sendiri. Hati Tante hancur saat mengetahui rahasia itu. Dan yang paling menyakitkan. Dalang penculikan Jason adalah Khaty. Mereka bersekongkol, supaya Mirza tinggal bersama ayahnya." urai Ribka panjang lebar.

"Astaga, jahat sekali. Apakah Mirza tau kalau Khaty ibu kandungnya?"

"Entahlah. Tante tidak tega memberitahunya. Hanya saja Mirza curiga karena Khaty berusaha menarik perhatiannya. Dengan memberinya uang. Dan itu membuat Mirza muak. Mirza malah menyerahkan uang itu kepada Tante. Sebagai pegangan Tante kalau Tante diceraikan."

"Tante sudah minta cerai. Dan tidak ingin tinggal di rumah itu lagi." ucap Ribka menutup ceritanya. " Maafkan Tante ya. Kamu harus mendengar hal seperti ini dari Tante."

"Tidak apa Tante. Kenny malah senang karena Tante percaya pada Kenny. Oke, Kenny akan carikan rumah kontrakan itu. Besok aku hubungi Tante."

"Terima kasih ya ,Ken. Kamu sangat baik sekali, telah sudi menolong Tante."

"Sama-sama Tante. Kenny juga berterima kasih karena Tante mau menganggap Kenny sebagai anak Tante."

"Kamu memang anak baik. Ibumu pasti bangga memiliki anak seperti kamu." Ribka mengelus rambut Kenny. Lalu Kenny juga mengusap sisa air mata di sudut mata Ribka.

"Tante, mulai saat ini Kenny janji akan melindungi Tante."

"Terima kasih, ya."

Tiba-tiba ponsel Ribka berdering. Ribka memeriksa siapa yang menelponnya. Ternyata suaminya.

"Halo?"

"Ribka, kamu dimana? Gara-gara kamu Ibu masuk rumah sakit. Cepat pulang!" terdengar suara hardikan Raymond.

"Aku sedang ada urusan. Mengapa mencariku? Beliaukan orang tuamu sendiri. Jadi rawat dan jaga sendiri!" ucap Ribka langsung mematikan ponselnya.

Kenny tersenyum mendengar balasan Ribka. Dia mengacungi jempol. "Sangat bagus Tante. Jangan mau ditindas terus. Kenny dan Mirza ada dipihak Tante. Ayo, Tan kita nikmati hidangan ini."

"Untuk pertama kalinya, Ribka merasakan kelegaan menghinggapi segenap perasaannya. Dia tidak takut apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi dia berjanji akan kuat. Karena ada orang yang peduli dengannya.

Sementara itu, Raymond kaget mendengar jawaban Ribka. Dia menatap ponselnya beberapa saat.

"Bagaimana Bang? Apa kata kakak ipar. Aku tidak bisa lama-lama di rumah sakit ini.. Kepalaku pusing." keluh Alisya tidak betah berada di rumah sakit. Bau obat membuatnya mual.

"Dia tidak mau datang. Aneh, akhir-akhir ini dia sangat berubah." guman Raymond.

"Itu salah Abang. Sejak Khaty muncul di rumah kita kakak ipar banyak berubah." sahut Alisya kesal.

"Jangan bawa-bawa nama Khaty dalam masalah ini."

"Yah, jelas dialah biang masalah dalam rumah tangga Abang. Aku sendiri heran. Kurang baik apalagi kakak ipar selama ini. Abang sendiri tidak mau menghargai istrinya."

"Kamu ini ngomong apa sih, ngelantur kemana-mana."

"Pokoknya, kalau kak Ribka tidak.mau merawat ibu lagi, itu kesalahanmu Bang. Aku jelas tidak punya waktu merawat Ibu."

"Kamu jangan kurang ajar ya. Beliau Ibu kita." tunjuk Raymond ke ranjang Bu Nora. Heran dengan ucapan adiknya sendiri.

"Pokoknya aku tidak bisa, Bang. Aku sibuk menyusun skripsi. Otakku sudah suntuk. Haruskan ditambah lagi dengan merawat Ibu. Suruh saja Khaty yang rawat. Bukankah dia juga istri abang." Alisya langsung ngeloyor pergi.

"Sialan! Anak itu? Beraninya ngomong seperti itu? Aaakh!" Raymond meremas kepalanya yang mendadak berdenyut sakit.

Tadi dia terpaksa meninggalkan acara jamuan makan malam itu. Saat Alisya menelponnya. Raymond tidak percaya kejadian yang menimpa ibunya. Tersiram kuah sup panas. Padahal adiknya ada di rumah tetapi istrinya pergi dengan seseorang. Itu laporan adiknya tadi.

Lebih kaget lagi saat mendengar jawaban istrinya saat ditelepon. Biasanya dia akan patuh dan tidak berani membantahnya.

"Ribka benar-benar keterlaluan. Ada urusan apa dia di luar sana? Pacaran?" geram Raymond panas.

Ting!

Sebuah pesan masuk ke ponsel Raymond. Seseorang mengiriminya foto. Raymond kaget luar biasa melihat foto itu. Foto istrinya sedang makan di sebuah kafe. Dengan seorang pria muda yang lebih pantas jadi anaknya.

"Hah! Siapa pria itu? Jadi benar tuduhan Ibu, kalau Ribka berubah. Tidak mungkin. Serendah itukah kamu aslinya Ribka. Pacaran dengan brondong? Sialan!" geram Raymond murka.

Raymond tidak mengenali nomor itu. Dan tidak ada dalam kontaknya. Kenny yang mengiriminya. Tadi dia meminta difoto kepada pelayan kafe. Dan meminta nomor Raymond juga dari Ribka. Tanpa curiga Ribka memberikannya.

Raymond kembali menghubungi Ribka. Kenny tersenyum licik saat melihat sekilas nomor yang menghubungi Ribka.

"Ada hubungan apa kamu dengan pria yang bersamamu? Ibuku sekarat di rumah sakit. Tapi kamu malah asyik dengan pria lain." Ribka kaget mendengar ucapan suaminya.

'Dia tau aku bersama Kenny?' batin Ribka sedikit panik.

"Oh, cepat sekali khabar itu sampai kepadamu. Kamu memata-mataiku ya? Kalau kamu bisa berbuat sesuka hatimu? Kenapa aku tidak."

"Ribka! Kamu itu masih istriku!"

"Kamu juga masih suamiku, tapi kamu tega menghianatiku!"

"Oh, ceritanya ini balas dendam ya?"

"Terserah!" Ribka lalu memutus panggilan telepon itu.

"Sialan! Beraninya kamu lakukan itu Ribka!" maki Raymond. Karena Ribka telah dua kali memutus panggilan sebelum dia selesai bicara. Awas kamu nanti!"

"Siapa itu Tante?" Kenny pura-pura tidak tau siapa yang menelpon.

"Raymond, papanya Mirza. Dia menuduh Tante pacaran. Kok bisa tau dia Tante sedang bersama kamu."

"Kenny mengirimi Om, foto kita barusan Tante."

"Apa? Kamu yang lakukan? Kenapa?" beliak Ribka kaget.

"Tidak apa-apa Tante. Hanya menunjukkan kalau Tante itu cukup berharga di mata orang lain. Biar Om, segera menceraikan Tante dan bebas dari laki-laki NPD itu." ucap Kenny datar. Tapi dalam hatinya penuh gejolak amarah.

"Astaga Kenny. Kamu jangan sampai terlibat dengan masalah Tante."

"Tenang saja Tante. Jangan khawatir. Kalau Om Raymond berani menyakiti Tante lagi. Kenny pastikan hidup Om Ray tidak akan pernah sama lagi." Kenny tanpa sadar mengepalkan tinjunya. Ribka bergidik ngeri, melihat Kenny yang menahan amarahnya. Segitunya Kenny membelanya? ***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!