NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemarahan mama hera

Isak itu terdengar seperti sayatan sembilu di keheningan kamar lirih, rapuh, dan menyayat hati.

Thalia masih terlelap dalam jeratan mimpi buruknya, namun bulir-bulir bening tak henti merembes dari sudut matanya yang terpejam rapat.

"Hei, Thalia... bangunlah. Thalia?" Cavin berbisik, suaranya yang berat memecah sunyi. Ia duduk di tepian ranjang, jemarinya menepuk lembut pipi istrinya, berusaha menarik sang istri dari mimpi buruk nya "

Alih-alih terjaga, bibir pucat Thalia justru meracau. Kalimatnya patah, dipenuhi ketakutan "Om... Om, Mei Mei takut, Om..." igauan itu berulang, bagaikan kaset rusak yang memutar memori kelam.

"Thalia, sudah. Aku di sini," Cavin menyambar jemari Thalia, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya.

Di sudut ruangan, Mama Hera dan Papa Xian Ru bertukar pandang.

Keheranan merayap di wajah mereka. Mengapa menantu nya itu memanggil sosok 'Om' dengan nada segetir itu? Namun ajaibnya, sentuhan Cavin seolah menjadi jangkar.

Isak Thalia perlahan mereda, napasnya yang memburu kembali teratur, dan ia tenggelam lagi dalam tidur yang lebih tenang.

"Apa kata dokter Tom tadi?" tanya Mama Hera, suaranya masih bergetar oleh sisa kecemasan.

"Hanya dehidrasi dan kelelahan hebat, Ma," jawab Cavin jujur, meski hatinya terasa berat.

"Itu karena kau suami yang bebal!" sembur Mama Hera, tak lagi mampu membendung amarahnya. "Istri baru saja pulih, kau malah mengurungnya di mobil. Di mana hatimu, nak "

Cavin memilih bungkam. Ia tahu, di hadapan dengan amarah ibundanya,

kata-kata hanya akan menjadi kayu bakar. Ia menunduk, membiarkan teguran itu meresap sebagai hukuman atas kelalaiannya.

"Jangan ke kantor hari ini," titah Papa Ru memecah ketegangan.

"Tapi Pa, siang ini ada pertemuan penting"

"Biar Papa yang turun tangan. Kau tetap di sini, jaga istrimu,papa belum pensiun " potong sang ayah dengan otoritas yang tak terbantahkan.

Sebagai calon CEO yang tengah dalam masa pengawasan ketat para petinggi perusahaan, setiap gerak-gerik Cavin memang dinilai. Namun bagi Papa Ru , integritas seorang pria dimulai dari bagaimana ia menjaga rumah tangganya.

"Kau mau pulang-pulang jadi duda?" sindir Mama Hera tajam saat melihat anaknya ragu.

"Apa sih, Ma? Ini soal profesionalisme," ucap Cavin

Mama Hera beralih pada suaminya dengan tatapan memelas. "Pa..."

"Cavin, suruh sekretaris mu mengirim jadwal hari ini ke Papa," ujar Papa Ru mutlak.

Ia tak ingin berdebat, apalagi mengingat 'hukuman' tidur di kamar tamu yang pernah ia jalani jika berani membantah istrinya.

Dengan langkah gontai, Cavin bangkit.

"Baiklah. Aku hubungi Nino sebentar."

"Duduk kembali!" perintah Mama Hera.

"Mama sudah mengirim pesan pada asisten mu. Kau tidak perlu ke mana-mana."

Cavin terduduk pasrah. Di usianya yang hampir menyentuh kepala tiga, ia masih menjadi 'putra kecil' di bawah radar pengawasan orang tuanya.

Ia paham, sikap posesif ibunya adalah sisa-sisa luka masa lalu gejala baby blues yang pernah merenggut calon adiknya dan meninggalkan trauma psikomatis yang mendalam bagi Mama Hera.

Demi menjaga kestabilan jiwa sang ibu, Cavin telah belajar untuk menjadi putra yang patuh,

menempuh pendidikan di dalam negeri, dan menekan ego mudanya.

"Dua hari. Kau tidak boleh ke kantor selama dua hari, sekalipun ada hal penting tetap harus pulang lebih awal p"lanjut Mama Hera, matanya memicing.

"Ma, kenapa lama sekali?"

"Kalian baru menikah, tapi sudah seperti orang asing. Apartemen mu itu terlalu sempit, pengap! Bagaimana kalau istrimu bosan? Itu bisa memengaruhi kesehatannya, bahkan calon cucuku nanti."

"Thalia tidak hamil, Ma. Dia hanya sakit karena angin malam."

" ia Karena kamu tidak becus menjaganya! Kalau sampai dia kabur dan memilih hidup dengan pria lain , baru kau tahu rasa."

"Malah bagus, Cavin bisa" Kalimat Cavin terputus oleh ringisan perih saat jemari Mama Hera mendarat di telinganya, menjewer dengan gemas sekaligus geram.

"Siapa yang dia panggil 'Om' tadi?" tanya Mama Hera saat teringat sesuatu, beralih pada kecurigaan baru.

"Jangan-jangan dia memanggilmu begitu karena rambutmu yang berantakan itu? Kau terlihat seperti orang tua yang mengadopsi anak!"

telinga nya memerah karena jeweran ibunya,

ia memang membiarkan rambutnya tumbuh panjang demi mengejar gaya (man bun )yang maskulin,

meski ia menolak menumbuhkan cambang karena takut terlihat lebih tua dari kakeknya sendiri.

"Pa, apa di kantor tidak ada aturan kerapian? Lihat rambut anakmu ini," adu Mama Hera.

"Jangan sampai istrimu berpaling karena menyangka dia menikah dengan pria tua yang tidak terurus."

"Ma, aku tidak tua. Dia saja yang masih terlalu kecil," bela Cavin ,ia teringat kata Ronald kalau istri nya itu sebenarnya belum genap 20 tahun , ya selama berumah tangga yang udah mau menginjak dua bulan dia belum pernah melihat identitas istrinya,toh enggak penting juga pikir nya.

tak terima jika ia nyatakan tua ia lebih menyalahkan Istri nya karena begitu muda Selisih sebelas tahun memang nyata, namun dengan garis wajahnya yang tegas dan awet muda warisan Mama Hera, ia seharusnya masih pantas bersanding dengan siapa saja, termasuk dengan istrinya.

Namun di balik perdebatan itu, tatapan Cavin kembali jatuh pada sosok Thalia yang masih terbaring lemah. Di balik helai rambut yang menutup sebagian wajah istrinya, ada misteri tentang 'Om' dan ketakutan 'Mei Mei' yang kini mulai menghantui pikirannya. Apa benar yang di katakan oleh asisten nya bahwa sahabat istri nya mengatakan Thalia amnesia.

Karena sejujurnya ia belum terlalu mengenal dengan baik tentang istri nya ia terlanjur benci karena ucapan Aluna

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!