NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

" Jadi kapan kita akan memulai persiapan pernikahan mereka?" Tanya tuan Wijaya saat ini kedua keluarga itu sedang berkumpul di restoran untuk mengenang kembali saat mereka masih muda dulu dan sekaligus membicarakan masa depan untuk anak mereka.

" Aku melihat mereka sudah begitu dekat dan sudah sering bersama , sebaiknya kita mempercepat niat baik ini." Sambung tuan Bram , ia begitu bahagia dan tentu saja dengan senang hati menerima pinangan sahabat lamanya itu untuk putrinya. Meski ia tahu Aisyah belum sepenuhnya melupakan David tapi sejak kehadiran Rain , putrinya itu kembali seperti dulu meski tak sepenuhnya, setidaknya Aisyah tidak lagi menutup dirinya.

" Sebaiknya kita , tanyakan pada mereka dulu." Mama Retno seperti nya memiliki firasat jika Aisyah akan menolak perjodohan ini. Menyembuhkan patah hati itu tidaklah mudah dan putrinya sedang berada di fase itu.

" Tidak perlu... mereka pasti setuju."

Setelah pembicaraan di restoran tadi,mama Retno terlihat murung,bukan karena ia menolak perjodohan itu tapi ia merasa putrinya itu belum benar - benar sembuh dari masa lalunya.

Waktu terus berjalan begitu cepat. Mama Retno mendatangi kamar Aisyah yang sedang duduk di balkon sambil menatap langit sore. Suara langkahnya yang pelan membuat Aisyah menoleh.

" Mama mau ngobrol sebentar ya sayang?" ujar Mama Retno dengan nada lembut, kemudian duduk di sisi putrinya.

Aisyah mengangguk perlahan, tangan nya masih memegang cangkir teh hangat yang sudah mulai dingin. "Ada apa ya ,ma?"

Mama Retno menarik napas dalam, mencari kata-kata yang tepat. " Apa pendapatmu mengenai Rain?."

Saat kata-kata itu keluar, wajah Aisyah langsung berubah kebingungan. " Mama lihat kalian semakin dekat."

Aisyah terdiam sejenak, matanya kembali menatap kejauhan. " Kak Rain orang yang baik sekali , Ma. Dia membantu Aisyah dan Mayang dalam mengembangkan cafe.kami berteman baik sekarang."

Mama Retno terdiam mendengar ucapan Aisyah, dan putrinya itu hanya menganggap Rain teman . Mama Retno terlihat gelisah ingin mengatakan sesuatu tapi rasanya mulutnya begitu berat untuk mengatakannya.

" Mama kenapa?" Tanya Aisyah yang menyadari kegelisahan mamanya itu.

"Mama ingin mengatakan sesuatu yang serius," ujar Mama Retno dengan suara pelan, menepuk lembut tangan Aisyah. "Ayahmu dan om Wijaya sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Rain. Mereka berpikir kalian sudah siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya."

Wajah Aisyah seketika menjadi pucat, cangkir teh yang ada di tangannya hampir terjatuh. "J-jodohkan? Tapi Ma, aku hanya melihat kak Rain sebagai teman baik saja. Bahkan tidak lebih seperti kakak yang selalu membantu Aisyah," ujarnya dengan nada sedikit terkejut.Kedekatannya dengan Rain ternyata di salah pahami oleh keluarga mereka.

" Apa kamu belum bisa melupakan David?" tanya Mama Retno dengan tatapan penuh pengertian.

Aisyah menutup matanya sejenak, air mata mulai mengucur di pipinya. "Aku sudah mencoba Ma, benar-benar mencoba. Tapi apa daya ku ,aku belum bisa menerima begitu saja . Rain memang baik, tapi aku tidak bisa menerima dia dengan masalalu yang belum usai dan di hatiku hanya ada David seorang. Itu tidak adil bagi dia," ujarnya sambil mengusap air matanya.

Namun , mereka tidak menyadari bahwa Rain sudah berada di depan pintu kamar, ingin memberitahu kabar baik tentang ekspansi cabang cafe Aisyah. Kata-kata Aisyah itu terdengar jelas di telinganya, membuatnya terdiam sejenak sebelum memilih untuk kembali pergi dengan hati yang sedikit tertekan namun juga memahami.

Rain berjalan perlahan menjauh dari kamar Aisyah, tangannya masih menggenggam amplop berisi proposal ekspansi cabang cafe. Hatinya terasa sedikit berat, tapi ia tidak bisa menyalahkan Aisyah ,cinta memang tidak bisa dipaksakan.

......................

" Tidak bisa , pernikahan mereka harus tetap terlaksana." Ujar tuan Bram dengan suara bergetar.

" Tapi bagaimana bisa, sedangkan Aisyah tidak mencintai Rain." Sela mama Retno,ia bukannya menolak pernikahan ini tapi ia tak ingin putrinya hidup dengan pria yang tidak dia cintai.

" Lalu kamu ingin dia menikah dengan David lalu mengikuti keyakinan David dan meninggalkan kita ,apa kamu mau itu?"

Mama Retno terdiam mendengar ucapan suaminya itu.Tangan Mama Retno menggenggam kain roknya dengan erat, matanya penuh dengan perjuangan batin. "Aku tidak mau itu juga, Bram. Tapi apa gunanya memaksakan Aisyah dengan Rain? Bukankah itu sama saja membuatnya tidak bahagia?"

Tuan Bram berdiri dan berjalan bolak-balik di ruang tamu, raut wajahnya menampakkan kesedihan dan kemarahan secara bersamaan "Kita tahu betul seperti apa Rain itu, sayang. Dia akan menjaga Aisyah dengan baik, memberikan hidup yang layak dan pasti pelan-pelan Rain akan meluluhkan hati Aisyah,papa yakin itu. David berbeda dia memilih jalan yang membuat keluarga kita harus kehilangan putri kita. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi!"

"Entah Aisyah menerima atau tidak pernikahan ini akan terjadi bulan depan." papa Bram lalu beranjak pergi meninggalkan mama Retno yang tercengang akan keputusan suaminya itu.

Mama Retno duduk terpaku di kursi, tangan nya masih menggenggam kain roknya. Hatinya begitu cemas memikirkan kondisi putri nya tapi semua ini demi kebaikan Aisyah sendiri. Tanpa berpikir panjang, mama Retno segera berdiri dan berjalan menuju kamar Aisyah.

Ketika memasuki kamar, dia melihat Aisyah sedang berada di balkon, terlihat Aisyah memeluk lututnya sambil menangis dengan terdiam. Ternyata Aisyah sudah mendengar sebagian pembicaraan mereka dari luar pintu.

"Sayang..." ujar Mama Retno dengan suara remuk, lalu memeluk putrinya erat-erat.

"Apa aku harus menikah dengan Kak Rain, Ma?" tanya Aisyah dengan suara menggigil. "Aku tidak bisa."

" Semua ini demi kebaikan mu ,sayang ...lupakan David dan menikahlah dengan Rain.Suatu hari kamu akan memahami keputusan papamu."

Aisyah terdiam dalam pelukan mamanya, ia tak bisa mengatakan apapun lagi. Sekuat apapun dia menolak semua akan berakhir sia-sia. Dia tahu betul sekeras apa papanya itu jika sudah mengambil keputusan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Sah...sah.." Suara gemuruh orang - orang di dalam ballroom hotel menambah suasana kemeriahan pesta pernikahan .

Suasana ballroom hotel terlihat megah dengan dekorasi bunga putih dan biru muda yang meriah. Aisyah berdiri di pelaminan, mengenakan gaun pengantin putih yang indah namun wajahnya tidak menunjukkan kegembiraan seperti hal pengantin wanita pada umumnya terlihat pada wajah nya yang nampak murung. Matanya merah karena menangis terdiam sebelum acara dimulai, dan kini hanya menatap jauh dengan tatapan kosong.

Di sisinya, Rain mengenakan jas hitam yang rapi. Wajahnya tampak tenang tapi penuh kesedihan tersembunyi. Ia mengerti bahwa Aisyah sedang menjalani pernikahan ini dengan terpaksa, dan ia bertekad untuk tidak pernah memaksakan diri pada wanita cantik itu meskipun mereka sudah resmi menjadi suami istri.

"Tuhan mohon berkati pernikahan ini dan limpahkan kebahagiaan serta kedamaian bagi kedua mempelai," ucap pemimpin acara saat melangsungkan ijab kabul. Saat kata-kata terakhir diucapkan, tepukan riuh menyambut mereka, namun Aisyah hanya bisa mengucapkan terima kasih dengan suara yang hampir tak terdengar.

Pada sesi foto bersama keluarga, Tuan Bram tampak bahagia dan lega, sementara Mama Retno hanya bisa memaksakan senyum. Tuan Wijaya mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, namun dia juga merasakan bahwa ada sesuatu yang kurang dalam pernikahan ini.

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!