NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi

Sistem Penakluk Para Dewi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Playboy
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Seorang siswa SMA miskin yang baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya secara tak sengaja memperoleh sebuah kitab pusaka milik Santo Cinta—sebuah buku misterius yang menyimpan tak terhitung kemampuan luar biasa, khusus digunakan untuk menaklukkan hati para gadis. Sejak saat itu, hidupnya pun berubah drastis.
Tak hanya meraih keberhasilan dalam urusan asmara, ia juga mulai menapaki jalan kesuksesan dalam dunia bisnis. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan beragam perempuan menawan: teman sekelas yang cantik, putri seorang tokoh dunia bawah tanah, gadis super imut yang menggemaskan, hingga selebritas terkenal dengan pesona memikat.
Di antara cinta, kekuatan rahasia, dan perubahan nasib, kisahnya berkembang menjadi perjalanan penuh romansa, peluang, dan godaan yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Ketika Zhang Yuze mendengar bahwa tingkat keberhasilannya sangat menyedihkan—sekadar sepuluh persen—semangatnya seketika runtuh. Hatinya terasa kosong, seolah disiram air dingin di tengah kobaran api harapan. Namun, perasaan muram itu tidak bertahan lama.

Sepuluh persen bukanlah nol.

Dan baginya, selama masih ada peluang—sekecil apa pun—ia akan terus melangkah maju.

Begitu ia teringat bahwa dirinya kini telah mengumpulkan 570 poin Energi Iman, yang dapat digunakan untuk secara bertahap mengaktifkan kemampuan-kemampuan luar biasa dari Cermin Pusaka Dewa, gairahnya kembali menyala.

Setidaknya, ia sudah melangkah melewati gerbang awal.

Sesampainya di rumah, Zhang Yuze mendapati bahwa ibunya telah pulang lebih dulu. Ia menyapanya dengan singkat, lalu segera masuk ke kamarnya. Hatinya dipenuhi kegelisahan sekaligus antusiasme, seolah ada kekuatan yang mendesaknya untuk segera bertindak.

Ia mengeluarkan Kitab Pusaka—manifestasi fisik dari Cermin Pusaka Dewa—dan membukanya dengan hati-hati. Pada saat itulah ia menyadari sesuatu yang membuat napasnya tertahan. Seluruh pilihan kemampuan yang sebelumnya berwarna abu-abu kini telah berubah menjadi terang dan berkilau. Itu menandakan satu hal: ia telah memenuhi syarat untuk mengaktifkan semuanya.

Namun kegembiraan itu segera diimbangi oleh kesadaran pahit. Energi Iman yang dimilikinya saat ini hanya berjumlah 570 poin. Jumlah itu jelas tidak cukup untuk mengaktifkan seluruh kemampuan sekaligus. Ia harus memilih—dan pilihan yang salah bisa berdampak panjang pada masa depannya.

“Roh Kitab,” ucap Zhang Yuze sambil menatap Kitab Pusaka di tangannya, alisnya berkerut dalam. “Apakah kau punya saran?”

Roh Kitab terdiam sejenak, seolah tengah mempertimbangkan dengan saksama, sebelum akhirnya menjawab dengan nada tenang namun mantap,

“Aku menyarankan agar kau menggunakan seratus poin Energi Iman sebagai energi awal untuk Seni Sejati Naga Tersembunyi. Meski kau telah mulai melatih teknik itu, tahap menciptakan sesuatu dari ketiadaan adalah bagian tersulit. Jika kau mengandalkan metode alami semata, mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk menumbuhkan Energi Inti Sejati awal.”

Mata Zhang Yuze membelalak. Nada suaranya meninggi tanpa sadar.

“Apakah Energi Inti Sejati itu bisa digantikan oleh Energi Iman?”

“Energi Iman adalah kekuatan paling mendasar di dunia ini,” jawab Roh Kitab dengan senyum samar yang terasa di benak Zhang Yuze. “Secara prinsip, ia dapat dikonversi, bahkan menggantikan hampir semua jenis energi. Energi Inti Sejati hanyalah salah satu bentuk energi—tentu saja tidak menjadi masalah.”

Penjelasan itu membuat Zhang Yuze terdiam sejenak. Pikirannya berputar cepat, menimbang kemungkinan, menakar risiko, dan menghitung keuntungan. Tidak lama kemudian, tatapan matanya mengeras, pertanda sebuah keputusan telah dibuat.

“Lalu… apa yang harus kulakukan sekarang?” tanyanya dengan nada bersemangat yang tak mampu ia sembunyikan.

“Sekarang,” jawab Roh Kitab, “kau hanya perlu menyentuhkan jarimu pada kemampuan yang ingin kau aktifkan.”

Sesederhana itu.

Zhang Yuze mengangguk pelan. Tanpa ragu, ia mengulurkan tangannya dan menempelkan jarinya pada tiga pilihan kemampuan sekaligus: Koordinasi, Angin Cepat, dan Penguatan.

Begitu ia menyelesaikan tindakan tersebut, Cermin Pusaka Dewa tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Kitab itu melayang sendiri, terangkat ke udara, dan berhenti tepat di atas kepala Zhang Yuze.

Meski rasa ingin tahunya meluap-luap, ia tidak berani bergerak sedikit pun. Cermin Pusaka Dewa berputar perlahan di atas kepalanya, memancarkan aura yang agung dan misterius. Tepat ketika pikirannya mulai melayang ke mana-mana, tiga berkas cahaya dengan warna berbeda—emas, hijau pucat, dan biru muda—turun bersamaan, menyelubungi tubuhnya.

Zhang Yuze merasakan seolah-olah tiga aliran panas yang kuat terus mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Sensasi itu seperti arus deras yang memaksa jalannya sendiri, menyatu dengan daging, tulang, dan darahnya. Rasa nyeri yang muncul bukan sekadar sakit fisik; itu seperti tubuhnya sedang diremukkan dan dibentuk ulang dari dalam. Setiap inci tubuhnya berteriak, seakan-akan sedang diuji batas ketahanannya.

Rasa sakit itu hampir tak terlukiskan dengan kata-kata.

Waktu terasa melambat. Setiap detik berlalu bagaikan satu jam penuh penderitaan. Namun, setelah kira-kira setengah jam, arus kekuatan itu akhirnya berhenti.

Zhang Yuze terhuyung, hampir jatuh, sebelum akhirnya ia berhasil menahan diri. Napasnya terengah-engah, seluruh tubuhnya basah oleh keringat, dan rasa lelah yang luar biasa menyergapnya. Ia merasa seolah-olah baru saja melewati sebuah pertempuran hidup dan mati.

“Apakah… apakah ini sudah selesai?” tanyanya dengan suara gemetar, sisa ketakutan masih terasa di dadanya.

“Ya,” jawab Roh Kitab dengan nada ringan. “Apakah kau tidak merasakan sesuatu yang berbeda sekarang?”

Mendengar itu, Zhang Yuze segera memeriksa tubuhnya. Saat itulah ia menyadari perubahan yang jelas. Tubuhnya terasa lebih ringan, namun pada saat yang sama dipenuhi kekuatan. Otot-otot yang sebelumnya tipis kini tampak lebih tegas. Posturnya terlihat lebih kokoh, seolah tubuhnya telah diperbesar satu tingkat. Setiap gerakan kecil saja membuatnya merasa dipenuhi tenaga yang siap meledak kapan saja.

“Ini… efek dari Penguatan?” gumamnya, wajahnya dipenuhi keterkejutan sekaligus kegembiraan. “Efeknya begitu nyata!”

Ia mengepalkan tangannya perlahan dan merasakan kekuatan mengalir dengan patuh. Ini bukan sekadar ilusi—ini adalah perubahan yang benar-benar terjadi pada tubuhnya.

Tiba-tiba, ia teringat sesuatu.

“Benar! Aku masih memiliki seratus poin Energi Iman tersisa. Bagaimana cara mengubahnya menjadi energi awal Energi Inti Sejati?”

“Segera edarkan energimu,” perintah Roh Kitab dari dalam tubuhnya. “Lakukan konversi sekarang.”

Zhang Yuze tidak berani menunda. Ia segera duduk bersila dan mulai mengedarkan Seni Sejati Naga Tersembunyi. Energi murni mengalir mengikuti jalur yang telah ditanamkan ke dalam benaknya, berputar di dalam tubuhnya tanpa henti. Setiap putaran terasa semakin stabil, semakin halus, seolah-olah energi itu mulai menemukan bentuk sejatinya.

Empat puluh sembilan siklus penuh berlalu.

Pada putaran terakhir, sisa Energi Iman itu akhirnya sepenuhnya berubah menjadi Energi Inti Sejati yang murni dan stabil.

Zhang Yuze membuka matanya perlahan. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut yang sulit disembunyikan. Pada saat itu, ia merasakan tubuhnya dipenuhi oleh energi yang padat dan mantap, berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya kuat, tetapi juga stabil—sebuah fondasi sejati bagi kekuatan yang lebih besar di masa depan.

Di dalam hatinya, sebuah keyakinan mulai tumbuh.

Langkah pertamanya telah berhasil.

Dan jalan menuju perubahan besar telah resmi terbuka.

Mengangkat Cermin Pusaka Dewa ke hadapannya, Zhang Yuze teringat pada informasi tentang Liu Mengting. Di dalam hatinya timbul rasa penasaran: apakah cermin pusaka itu juga telah mengumpulkan data tentang gadis tersebut? Hampir bersamaan dengan munculnya pikiran itu, permukaan Cermin Pusaka Dewa berkilau lembut, lalu barisan tulisan tipis muncul dengan sendirinya.

Liu Mengting

Jenis kelamin: Perempuan

Usia: 19 tahun (perkiraan)

Ayah: …

Ibu: …

Zhang Yuze terpaku. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa informasi yang ditampilkan sedemikian lengkap, bahkan mencantumkan nomor QQ dan nomor ponsel Liu Mengting. Sejenak ia terdiam, hatinya berdebar oleh perasaan campur aduk antara kagum dan tak percaya. Namun yang paling membuatnya tercengang bukanlah kelengkapan data tersebut, melainkan peringkat kecantikan yang tertera di bagian bawah.

Tingkat kecantikan: C

“C…?” gumam Zhang Yuze nyaris tak bersuara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!