NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 PELARIAN DARI PENJARA

Steve Lim dan Ruolan Tan keluar dari labirin kematian, dan mereka berdua merasa lega. Tapi, mereka berdua tidak tahu bahwa ada seseorang yang telah menunggu mereka di luar. Seorang pria yang tampan dan berkuasa, dengan senyum yang dingin dan mata yang tajam.

"Ah, Steve Lim," kata pria itu. "Aku sudah lama menunggu kamu."

Steve Lim memandang pria itu dengan mata yang skeptis. "Siapa kamu?" tanya Steve Lim.

Pria itu tersenyum. "Aku adalah Menteri Keuangan Makau, Chen," jawabnya. "Dan aku adalah orang yang telah menjebak kamu, Steve Lim."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penasaran. "Apa maksudmu?" tanya Ruolan Tan.

Menteri Chen tersenyum. "Aku adalah orang yang telah bekerja sama dengan mafia untuk menjebak Steve Lim," katanya. "Dan aku akan memastikan bahwa Steve Lim akan dipenjara seumur hidup."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu tidak akan pernah menang, Chen," kata Steve Lim.

Menteri Chen tersenyum. "Kita lihat saja, Steve Lim," katanya. "Kita lihat saja."

Menteri Chen tersenyum, lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya. "Aku punya bukti yang cukup untuk menjebloskan kamu ke penjara, Steve Lim," katanya. "Dan aku akan memastikan bahwa kamu tidak akan pernah keluar dari sana."

Steve Lim memandang ponsel itu dengan mata yang skeptis. "Apa itu?" tanya Steve Lim.

Menteri Chen tersenyum. "Ini adalah rekaman percakapan kamu dengan salah satu bos mafia Makau," katanya. "Di mana kamu membahas rencana untuk mencuci uang hasil kejahatan."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang penasaran. "Kamu tidak bisa melakukan ini, Menteri Chen," katanya. "Kamu tidak bisa menggunakan cara-cara kotor seperti itu."

Menteri Chen tersenyum. "Aku bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuan aku," katanya. "Dan aku akan memastikan bahwa Steve Lim akan menjadi contoh bagi orang lain yang berani melawan aku."

Steve Lim memandang Menteri Chen dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu tidak akan pernah menang, Chen," katanya. "Aku akan membuktikan bahwa kamu salah."

Menteri Chen tersenyum. "Kita lihat saja, Steve Lim," katanya. "Kita lihat saja."

Menteri Chen memasukkan ponselnya kembali ke sakunya, lalu memberi isyarat kepada beberapa orang yang berdiri di belakangnya. "Bawa Steve Lim ke kantor polisi," katanya. "Aku akan memastikan bahwa dia dipenjara seumur hidup."

Steve Lim mencoba untuk melawan, tapi dia dikuasai oleh orang-orang Menteri Chen. Ruolan Tan mencoba untuk membantu, tapi dia juga dihadang oleh orang-orang Menteri Chen.

"Tidak, jangan!" seru Ruolan Tan. "Biarkan Steve Lim pergi!"

Menteri Chen tersenyum, lalu membisikkan sesuatu di telinga Ruolan Tan. "Aku akan membiarkan Steve Lim pergi, jika kamu mau bekerja sama dengan aku."

Ruolan Tan memandang Menteri Chen dengan mata yang skeptis. "Apa yang kamu maksud?" tanya Ruolan Tan.

Menteri Chen tersenyum. "Aku ingin kamu menjadi mata-mata untuk aku," katanya. "Aku ingin kamu memata-matai Steve Lim dan memberitahu aku tentang rencana-rencananya."

Ruolan Tan memandang Steve Lim yang sedang dibawa pergi, lalu memandang Menteri Chen. "Aku akan melakukannya," katanya.

Menteri Chen tersenyum, lalu memberikan Ruolan Tan sebuah ponsel. "Ini adalah kontak aku," katanya. "Kamu harus memberitahu aku tentang rencana-rencana Steve Lim setiap hari."

Ruolan Tan mengambil ponsel itu, lalu memasukkannya ke sakunya. "Aku akan melakukannya," katanya.

Menteri Chen tersenyum, lalu pergi meninggalkan Ruolan Tan yang berdiri sendirian di jalan. Ruolan Tan memandang ke arah Steve Lim yang sedang dibawa pergi, lalu mengambil napas dalam-dalam.

"Aku harus menyelamatkan kamu, Steve Lim," katanya kepada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, Ruolan Tan mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Dia berbalik, lalu melihat seorang pria yang tampan dan misterius berdiri di belakangnya.

"Siapa kamu?" tanya Ruolan Tan.

Pria itu tersenyum. "Aku adalah David," katanya. "Aku ada di sini untuk membantu kamu menyelamatkan Steve Lim."

Menteri Chen tampaknya tidak akan membiarkan Steve Lim pergi dengan mudah. Ruolan Tan harus berhati-hati, karena dia mungkin sedang berjalan ke dalam perangkap maut.

"Aku harus berhati-hati," kata Ruolan Tan kepada dirinya sendiri. "Aku tidak tahu apa yang sedang menanti aku."

David, pria misterius itu, mendekati Ruolan Tan. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan," katanya. "Aku ada di sini untuk membantu kamu. Tapi kita harus berhati-hati, karena Menteri Chen tidak akan membiarkan Steve Lim pergi dengan mudah."

Ruolan Tan memandang David dengan mata yang skeptis. "Bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya Ruolan Tan.

David tersenyum. "Aku memiliki bukti yang dapat membuktikan bahwa aku ada di sini untuk membantu kamu," katanya. "Aku akan memberitahu kamu tentang rencana Menteri Chen. Tapi kita harus pergi dari sini sekarang, sebelum dia menyadari bahwa kita sudah tahu tentang rencananya."

David memimpin Ruolan Tan ke sebuah mobil yang terparkir di dekatnya. "Masuk," katanya. "Kita harus pergi dari sini sekarang."

Ruolan Tan masuk ke dalam mobil, dan David menghidupkan mesin. "Aku akan memberitahu kamu tentang rencana Menteri Chen," katanya. "Tapi pertama-tama, kita harus pergi ke tempat yang aman."

Mobil itu melaju dengan cepat, meninggalkan jalan yang sunyi di belakang. Ruolan Tan memandang David dengan mata yang skeptis. "Apa yang kamu tahu tentang Menteri Chen?" tanya Ruolan Tan.

David tersenyum. "Aku tahu bahwa Menteri Chen memiliki rencana untuk membunuh Steve Lim di penjara," katanya. "Dia tidak akan membiarkan Steve Lim hidup untuk membongkar rencananya."

Ruolan Tan memandang David dengan mata yang lebar. "Apa?!" serunya. "Kita harus menyelamatkan Steve Lim sekarang juga!"

David mengangguk. "Aku sudah siap," katanya. "Aku memiliki rencana untuk menyelamatkan Steve Lim. Tapi kita harus berhati-hati, karena Menteri Chen memiliki banyak anak buah yang siap untuk menghentikan kita."

David dan Ruolan Tan tiba di depan penjara tempat Steve Lim ditahan. "Aku sudah siap," kata David. "Aku akan masuk ke dalam penjara dan mencari Steve Lim. Kamu tunggu di sini dan siapkan mobil."

Ruolan Tan mengangguk. "Aku siap," katanya.

David keluar dari mobil dan menuju ke arah penjara. Dia berjalan dengan santai, seperti orang yang biasa berada di tempat itu. Ketika dia tiba di depan pintu penjara, dia memberi isyarat kepada penjaga.

"Hai, aku di sini untuk mengantar makanan ke dalam," kata David.

Penjaga itu memandang David dengan skeptis, tapi kemudian mengangguk. "Oke, masuk saja."

David masuk ke dalam penjara, dan Ruolan Tan menunggu di mobil. Beberapa menit kemudian, David muncul kembali dengan Steve Lim di belakangnya.

"Naik!" seru David.

Steve Lim dan David naik ke dalam mobil, dan Ruolan Tan melajukan mobil itu dengan cepat. "Kita harus pergi dari sini sekarang!" seru Ruolan Tan.

Mereka melajukan mobil itu dengan cepat, meninggalkan penjara di belakang. Tapi, tiba-tiba, mereka mendengar suara sirene polisi di belakang mereka.

"Kita dikejar!" seru David.

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!