NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kehampaan yang Menekan di Ruang Giok

​Grandmaster Yun membimbing Tian Shan menuju Ruang Meditasi Tertinggi, sebuah ruangan yang dibangun dari giok putih murni yang dipercaya mampu menahan tekanan energi yang dahsyat.

Namun, saat Tian Shan melangkah masuk, giok-giok tersebut mulai mengeluarkan suara retakan halus.

Kehadiran Tian Shan sebagai Pendekar Langit Tahap Puncak membuat udara di dalam ruangan itu menjadi sangat padat, seolah-olah gravitasi meningkat berkali-kali lipat.

​Para pengawal elit sekte yang berdiri di sepanjang lorong terpaksa berlutut, bukan karena perintah, melainkan karena paru-paru mereka tidak sanggup menghirup udara yang telah didominasi oleh Qi Sang Legenda Naga.

​Tian Shan duduk di kursi kayu gaharu yang disediakan, tangannya yang tanpa senjata bersandar tenang di lututnya.

Ia tidak lagi memakai capingnya di dalam ruangan, memperlihatkan wajahnya yang tenang namun menyimpan kedalaman emosi yang sulit dibaca.

​"Yun," suara Tian Shan rendah, namun setiap suku katanya seperti hantaman palu godam bagi mental Grandmaster Yun.

"Kau dulu menyebutkan tentang Klan bayangan langit. Aku tahu mereka memiliki sebuah artefak yang mampu menjawab apa yang tidak bisa dijawab oleh logika manusia. Di mana artefak itu sekarang?"

​Grandmaster Yun duduk di lantai dingin, keringat dingin membasahi jubah keemasannya.

"Tuan... Anda berbicara tentang 'Lentera Pencari Asal'. Artefak itu adalah jantung dari Klan Bayangan Langit sebelum mereka dihancurkan oleh perpecahan internal berabad-abad lalu."

​"Aku tidak butuh sejarahnya," potong Tian Shan dingin.

Tekanan di ruangan itu meningkat seketika; lilin-lilin di sudut ruangan padam secara serentak, bukan karena angin, tapi karena energi yang membekukan api.

"Aku butuh lokasinya."

​"Ampun, Tuan! Konon, setelah klan itu runtuh, artefak itu dibawa ke Lembah Kematian Abadi di ujung Timur," jawab Yun dengan napas yang tersengal. "Tempat itu dilindungi oleh formasi kuno yang hanya bisa ditembus oleh seseorang yang telah melampaui batas kemanusiaan... seperti Anda."

​Tian Shan terdiam sejenak. Ia menatap telapak tangannya.

Meskipun ia sudah berada di puncak ranah Pendekar Langit, mampu membelah gunung dan berjalan di atas awan, pertanyaan yang ditinggalkan gurunya tentang "siapa dirinya" masih menjadi lubang hitam di jiwanya.

​"Kau tahu, Yun," ucap Tian Shan sambil menoleh ke arah jendela yang memperlihatkan kerumunan warga di kejauhan yang masih terpana dengan kehadirannya.

"Banyak orang mengira kekuatan ini adalah segalanya. Mereka melihatku sebagai dewa, sebagai pelindung, atau sebagai monster. Tapi bagiku, kekuatan ini hanyalah sebuah beban yang membuatku sulit untuk merasakan tanah di bawah kakiku."

​Yun tidak berani mendongak. Ia merasakan kesedihan yang sangat dalam di balik suara datar itu. "Tuan adalah legenda yang bangkit dari darah. Mungkin artefak itu memang diciptakan untuk orang seperti Anda."

​"Mungkin," bisik Tian Shan. "Atau mungkin artefak itu hanyalah kebohongan lain untuk memberi harapan pada orang-orang yang tersesat seperti aku."

​Tian Shan bangkit dari duduknya. Saat ia berdiri, seluruh bangunan sekte bergetar.

Grandmaster Yun merasa seolah-olah sebuah gunung baru saja diangkat dari pundaknya saat Tian Shan berjalan menuju pintu.

​"Tetaplah menjadi pemimpin yang bijak, Yun," ucap Tian Shan tanpa menoleh. "Jangan biarkan murid-muridmu menjadi sombong hanya karena mereka memakai sutra biru. Ingatlah, di atas langit masih ada langit, dan di bawah tanah, kita semua hanya akan menjadi debu yang sama."

​Tian Shan melangkah keluar, kembali mengenakan caping barunya.

Ia berjalan melewati para murid yang masih membeku dalam ketakutan dan warga yang menatapnya dengan penuh kekaguman dan kengerian.

​Ia tidak lagi menggunakan jalan setapak. Dengan satu hentakan kaki yang halus, tubuhnya melesat ke angkasa, membelah awan menuju arah Timur.

Perjalanannya menuju Lembah Kematian Abadi telah dimulai. Ia tidak mencari kemenangan, ia tidak mencari harta; ia hanya mencari jawaban atas selembar kertas masa lalu yang masih kosong.

​Sang Legenda Naga terbang menjauh, meninggalkan Kota Seribu Gerbang yang kini akan mengenang hari di mana seorang pria bercaping mengajarkan mereka bahwa kekuatan sejati adalah kesunyian yang mampu menggetarkan dunia.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!