Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.15. Boneka perawat
" Tia masih di ruangan Administrasi Rumah sakit, dia terpaksa menggunakan cek yang di berikan oleh Rangga, sebenarnya dia berniat mengembalikannya tapi karena keadaan mendesak dia memakai membayar tunggakan Rumah sakit Ayahnya.
Sementara Rangga dalam perjalanan menuju Ke Rumah sakit, dia telah membuat surat perjanjian, ia mengingat kalau isinya hanya menguntungkan pihak pertama, dia menatap keluarga jendela mobil sambil tersenyum syarat penuh makna, rencana-rencana untuk Tia nanti. Tia belum tau kalau pekerjaannya nanti menjadi perawat pribadi Regina, menjadi Boneka perawat untuknya, apapun dan bagaimanapun caranya, ia harus dan mau melakukan semua perintah Rangga Nanti termasuk menjadi pendonor darah jika sewaktu-waktu regina butuh darah, karena terkadang regina di beri transfusi darah, yang biasanya sekali sebulan.
Setelah dari ruangan Administrasi Tia menuju ke kantin untuk mengisi perutnya, dia sadar dia butuh tenaga untuk menghadapi Rangga dan merawat Ayahnya. Tiba - tiba telponnya berdering, dia mengangkat, orang yang di seberang sana langsung To the point aja"" temui aku di ruangan rawat Regina sekarang juga"" dan dia tau siapa orang itu, dia segera menghabiskan makannya dan menyeruput jus jeruk yang jadi teman menu makan pagi sekaligus makan siangnya. Dia kemudian ke kasir dan segera berlalu dari sana menuju ruangan yang di sebutkan oleh Rangga.
Di dalam sana Rangga sudah duduk di samping Regina"" Jadi tugas kamu mulai hari ini menjaga regina lebih tepatnya menjadi perawat pribadi dari Regina" tanpa basi-basi sedikit pun ke pada Tia,, Ia melempar Map cokelat keatas meja dan menyuruh Tia membaca isinya,, Tia merasa keberatan karena tidak ada yang menguntungkan baginya"" terserah itu urusanmu" dan soal biaya Ayahmu mulai hari ini aku yang akan menanggungnya.
Sementara Sion berdecak dalam hati, sebenarnya bosnya ini kenapa, selalu menyiksa Tia tapi tidak rela kalau ada yang menyakitinya,, ia menggelengkan kepalanya, Benci apa cinta yang ada di hatimu Bos??Aku jadi tidak mengerti??
Sementara ibu Regina yang ada juga di dalam ruangan itu menyahut tidak setuju, karena menurutnya gara - gara Tia lah sehingga anaknya jadi begini, padahal dia tau pasti semua ini rencana gila dari anaknya sendiri bersama kakak Tia, yang merencanakan kecelakaan palsu waktu itu " saya tidak setuju kalau dia yang rawat anak saya nanti dia kembali nekat mencelakainya lagi"
Itu urusan dan keputusanku, Rangga menyela perkataan ibu Regina, dan perintahnya itu mutlak, ibu Regina naik pitam ingin kembali memukul Tia tapi tangannya di tahan oleh Rangga dan di hempaskan Dengan keras.
Sion tunjukan ruangan pribadinya mulai sekarang dan berikan baju perawat, semua telah Rangga persiapkan termasuk menyewa satu ruangan khusus yang berdekatan dengan kamar Regina. "Mari nona,, tapi sebelum melangkah keluar Rangga menyuruh menandatangani surat perjanjian yang dia bawa tadi, dengan satu tarikan nafas Tia menandatangani surat itu. " Dan mulai hari ini Ibu tidak usah sering datang merawat Regina karena sudah ada perawatnya". Ibu Regina mengangguk pasrah, kemudian berlalu pergi. Sementara Rangga memandang wajah tunangannya, sekedar memandang tanpa pernah menyentuhnya, ya Rangga memang selalu datang menjenguk dan menanyakan perkembangan Regina tapi tak pernah sekalipun menyentuhnya, hanya sekedar perhatian karena takut dengan kakeknya sekaligus menyesal karena ia merasa bertanggung jawab sebagai calon tunangannya.
Tiba-tiba Regina sesak, Rangga jadi panik dan segera memencet bel memanggil Dokter, tak berselang lama datanglah dua orang perawat dan Dokter Arka memeriksanya.
Tanpanya Regina butuh di transfusi darah lagi karena HB nya menurun, tapi persediaan darah kayaknya kosong untuk golongan darah Nona Regina.
Rangga menelpon Asisten Sion untuk segera memanggil Tia dan segera menuju keruangan itu. Tak lama di balik pintu Regina masuk, Dokter Arka belum mengerti dengan situasi yang ada , bagaimana Tia bisa berpakaian perawat, Ambil saja darahnya Dia, mulai hari ini dialah Ban Darah untuk Regina kapanpun Regina butuh darah, ambil saja Darah ya karena saya sudah membayar mahal untuk itu. Tia menolak untuk melakukan transfusi darah tapi Rangga mengingat surat perjanjian itu.
" Dokter Arka, memberi tahu pada Rangga kalau Tia harus di cek fisik dulu dengan darahnya tapi, tapi Rangga marah dan tetap menyuruh membawa Tia ke Ban darah untuk transfusi"" Ambil darahnya sebanyak yang di butuhkan oleh Regina, berapapun itu, Tia hanya pasrah sambil mengikuti petugas menuju ke tempat transfusi darah, dan Rangga juga ikut menyaksikan bagaimana Tia kesakitan dan lemah setelah darahnya di ambil,"" ambil saja sampai cukup," kata Rangga, "" Tapi Tuan Nona ini bisa mati kalau terlalu banyak darah yang di donorkan"" Di sini aku yang punya Rumah Sakit akulah penentu semuanya, jadi perintahku adalah mutlak"" Kalau tidak kalau semua akan saya pecat" Dokter Arka mencoba menyela kata-kata Rangga"" Tapi Tia butuh juga tenaga untuk merawat Regina dan Ayahnya bagaimana kalau dia sakit siapa yang akan merawatnya"" Rangga terdiam lalu pergi dari sana"
"Tia kamu tidak apa-apa?? Dokter Arka begitu kasihan melihat keadaan Tia, dia segera membawa Tia ke tempat peristirahatannya lalu memberikan obat untuk memulihkan tenaganya kembali''Rangga betul-betul sudah keterlaluan.
Tiba-tiba Austyn datang Ke Rumah sakit, karena mencari Ayahnya dan tidak sengaja masuk kedalam kamar Tia..
\*\*\*\*Bersambung\*""✍️