NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹⁶ — Surya Resmi Menjadi Tersangka.

Pagi itu desa tidak benar-benar sunyi, tapi juga tidak seramai biasanya. Ada kegelisahan yang menggantung di udara—seperti kabut tipis yang tak terlihat, namun terasa di dada setiap orang yang melangkah.

Surya berdiri di teras kantor desa dengan rahang mengeras, beberapa hari terakhir tidak berjalan sesuai kendalinya. Laporan administratif yang ia buat untuk menekan Lastri justru berbalik menjadi sorotan. Surat-surat yang ia tolak, rekomendasi yang ia tahan, bantuan yang ia tunda—semuanya kini tercatat rapi, difotokopi, dan beredar di tangan orang-orang yang paham hukum.

Kini dia tak bisa lagi meremehkan Lastri, ada sesuatu yang berubah. Bukan pada Lastri saja, tapi pada desa ini.

“Pak Kades.”

Surya menoleh, sekretaris desa berdiri canggung di ambang pintu.

“Ada apa lagi?” nada Surya tajam.

“Warga minta klarifikasi. Soal dana bantuan warga yang ditahan, dan soal... isu pernikahan siri Bapak.”

Kata-kata terakhir itu seperti pisau kecil yang menyentuh urat nadi.

“Itu fitnah,” potong Surya cepat. “Jangan ikut menyebarkan gosip murahan.”

Sekretaris desa menunduk, namun tidak segera pergi. “Masalahnya… sekarang bukan cuma gosip, Pak. Ada salinan dokumen, dan juga ada pengakuan saksi-saksi. Dan… ada laporan resmi.”

Surya membeku sesaat.

“Laporan siapa?”

“Bu Lastri.”

Wajah Surya menegang.

Lastri sedang di rumahnya, memegang map cokelat di pangkuannya. Isinya bukan hanya berkas hukum, tapi potongan hidupnya sendiri. Tentang tahun-tahun dia diam, dan memilih bertahan. Kini semuanya terbuka di hadapannya.

“Secara hukum, laporan sudah diterima,” ujar Denis, bersama seorang pengacara yang akan mendampingi Lastri dalam urusan hukum. “Pernikahan siri... tanpa izin istri sah masuk pelanggaran. Ditambah penyalahgunaan jabatan untuk menekan warga, posisi Surya sangat lemah. Untuk kejahatan Surya yang lain, saya masih mengumpulkan bukti. Mungkin prosesnya akan panjang.”

Lastri mengangguk pelan, seraya menghembuskan nafas lega.

Desa mulai bergerak dengan caranya sendiri, kebenaran pun tidak bisa dihentikan lagi. Ibu-ibu yang biasanya bergosip terutama tentang Lastri di warung, kini berbicara dengan nada lebih hati-hati.

Surya selalu percaya satu hal, kekuasaan bisa melindungi segalanya. Namun, pagi itu keyakinan itu retak.

Ia baru saja keluar dari ruang desa, ketika dua orang berpakaian rapi menghampirinya. Bukan warga, bukan pula staf desa. Seragam mereka netral, wajah mereka datar terlatih untuk tidak terlibat emosi.

“Saudara Surya?”

“Iya.”

“Kami dari kepolisian, mohon ikut kami untuk pemeriksaan lanjutan.”

Surya menelan ludah. Tangannya refleks meraih ponsel untuk meminta bantuan seseorang yang mempunyai jabatan tinggi, tapi salah satu petugas bicara kembali dengan nada tegas.

“Pak Surya, mohon kooperatif!”

Surya tahu, ini bukan sekadar pemeriksaan biasa. Ia menoleh ke sekeliling, tidak ada lagi bawahan yang berdiri sigap untuknya. Tidak ada lagi warga yang menyapa dengan hormat, yang ada hanya tatapan ingin tahu dari para staf pegawai. Dan beberapa orang-orangnya terang-terangan menunduk, seolah mereka takut ikut terseret.

Untuk pertama kalinya, Surya merasa sendirian di ruang publik.

Berita bergerak cepat di desa, lebih cepat dari yang Surya perkirakan.

“Pak Kades dipanggil polisi?”

“Katanya soal nikah siri.”

“Serius? Bukannya istrinya dulu itu Lastri?”

Nama Lastri kembali beredar, tapi kali ini tanpa nada sinis. Ada kehati-hatian, ada rasa bersalah di hati mereka yang mulai menyelinap karena pernah menyudutkan wanita itu.

Lastri sendiri mengetahui kabar itu dari Denis.

“Surya sudah dibawa untuk diperiksa, belum ditahan... tapi baru saja statusnya naik.”

Lastri tidak langsung menjawab, “Apa… saya harus datang?”

“Belum perlu. Untuk sekarang, biarkan hukum bekerja. Kamu sudah melakukan bagian tersulit, berani bersuara dan bertindak.”

Lastri mengangguk, jantungnya berdegup kencang karena ia sedang menjalani akibat dari sebuah keputusan besar.

Di ruang pemeriksaan, Surya duduk dengan tubuh kaku. Di depannya, berkas-berkas ditata rapi.

“Saudara Surya,” ujar penyidik, “Kami memiliki bukti pernikahan siri yang Saudara lakukan tanpa izin istri sah. Ada saksi, ada dokumentasi, dan ada pengakuan dari pihak perempuan.”

“Itu urusan pribadi,” Surya memotong. “Tidak ada kaitannya dengan jabatan saya.”

Penyidik mengangkat alis tipis. “Undang-undang tidak melihatnya demikian.”

Satu per satu, bukti dibuka.

Surya mulai berkeringat. Ia membantah, dan menyela bukti-bukti itu. Dia juga meninggikan suara, tapi setiap kali ia bicara penyidik hanya mencatat dengan tenang, seolah sudah tahu ke mana arah semua ini.

“Selain itu, kami juga mendalami dugaan penyalahgunaan kewenangan jabatan. Tekanan administratif terhadap warga tertentu, termasuk terhadap mantan istri Saudara.” Lanjut Penyidik.

Surya tertawa pendek. “Ini semua fitnah keji darinya, dia hanya ingin menjatuhkan saya.”

“Motif pribadi tidak menghapus fakta,” jawab penyidik datar. “Dan fakta yang kami pegang, cukup kuat.”

Kalimat itu seperti palu kecil yang mengetuk perlahan, mematahkan harapan Surya yang tersisa.

Malam turun membawa kegaduhan.

Di balai desa beberapa warga berkumpul, dipenuhi oleh bisik-bisik. Nama Lastri disebut lagi, namun kali ini dengan nada berbeda.

“Dia berani ya.”

“Iya… padahal dulu kita malah nyalahin dia.”

Kesadaran datang terlambat.

Keesokan paginya, status Surya resmi naik menjadi tersangka.

Lastri pun mengetahui penahanan Surya.

Ibunya duduk di sampingnya. “Kamu… nggak apa-apa?”

Lastri menoleh, tersenyum lembut pada sang ibu. “Lastri lega, Bu."

Ibunya memeluk putrinya erat, seakan memeluk anak yang akhirnya pulang dari medan perang.

Di desa, kekosongan kepemimpinan mulai terasa. Surya dijatuhkan, bukan hanya dari jabatan, tapi dari posisi moral yang selama ini ia klaim. Dan bersamaan dengan itu, satu kebenaran menjadi jelas bagi semua orang. Lastri tidak pernah mengada-ada, wanita itu hanya terlalu lama diam. Dan kini, diam itu telah berakhir.

Lastri berdiri di pinggir sawah sore itu, angin membawa aroma tanah basah, dan dadanya terasa lapang.

Malvin menelepon dari kota.

“Bagaimana kabar disana?” suara pria itu terdengar hangat.

“Tidak mudah menjalaninya,” jawab Lastri pelan. “Tapi… sebentar lagi semuanya selesai.”

Malvin tersenyum di seberang sana. “Kebenaran memang sulit, tapi pada akhirnya… tetap menang.”

Lastri tahu badai belum sepenuhnya lewat, tapi fondasi kebenaran sudah berubah.

“Kapan Pak Malvin kembali ke desa?“ tanya Lastri tiba-tiba.

Begitu kalimat itu keluar, wanita itu langsung menutup mulutnya sendiri, seolah baru sadar apa yang baru saja ia ucapkan.

Hening beberapa detik.

Malvin tidak langsung menjawab.

“Apa kamu sedang merindukanku?” suara Malvin terdengar pelan, seperti menyimpan harap.

Lastri tersentak. “Eh… itu… saya… saya hanya ingin Pak Malvin melihat proyeknya berjalan lancar,” jawabnya gugup, kalimatnya berantakan.

“Begitu,” ucap Malvin singkat, ada nada kecewa yang tak ia sembunyikan.

Lastri panik. “Pak, saya harus pergi. Kabari saya kalau Pak Malvin datang ke desa. Semoga pekerjaan Pak Malvin di sana lancar.”

Ia buru-buru memutus panggilan. Lastri menatap ponselnya beberapa detik, lalu menghela napas panjang.

“Aku harus tahu diri, Pak Malvin tidak mungkin mau sama aku.“

Ia ingin mengaku rindu pada Malvin, tapi kata itu tertahan. Ia takut... takut terlihat tidak pantas. Takut Malvin hanya menganggapnya rekan kerja, dan tidak lebih.

1
anita
sinta biar di nikahi denis
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
Aidil Kenzie Zie
wah-wah ternyata banyak rahasia si Surya
Tiara Bella
sombong sh fahiranya jd disasarin jalannya wkwkwkkw....
Fia Ayu
Kaga usah di jodohin pak,, mereka emang dah jodoh😁
Shee_👚
semangat lastri kamu bisa, jangan jadi wanita lemah yang selalu diem walai di tindas, saat nya kamu buktikan bahwa wanita juga mampu berdiri di kaki sendiri dan bisa maju bersanding dengan laki-laki💪💪💪🥰
Shee_👚
berarti surya hanya jadi tumbal untuk menutupi aib hadi, surya di ancam atau karena balas budi secara hadi suka bantuin dia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!