NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Penyesalan dan Roda Takdir

Wushhhhh...

Angin malam berhembus sangat kencang, membawa rintik air hujan yang turun menderas membasahi aspal jalanan Kota Jinghai.

Ye Xuan berjalan sempoyongan di trotoar yang sepi. Payung transparan murahan yang dia beli di minimarket tempatnya bekerja sudah melengkung patah di bagian ujungnya, membuat air hujan merembes membasahi bahu dan seragam kerjanya. Dia merapatkan jaket tipisnya, mencoba mencari sedikit kehangatan, namun udara malam ini terlalu dingin hingga menusuk tulang.

"Hahhhhh..."

Ye Xuan menghela napas panjang dan bergetar. Asap putih tipis keluar dari mulutnya dan langsung tersapu angin malam.

Hari ini adalah ulang tahunnya yang ke-35. Tidak ada perayaan. Tidak ada kue. Tidak ada pesan ucapan selamat di ponselnya. Dia menghabiskan hari ini dengan berdiri selama empat belas jam di belakang mesin kasir minimarket, melayani pelanggan yang cerewet, menata stok mi instan di gudang yang berdebu, dan dimarahi oleh manajer toko yang usianya sepuluh tahun lebih muda darinya hanya karena dia salah memasukkan kode diskon.

Di usianya yang menginjak pertengahan tiga puluhan, pria seumurannya sudah memiliki istri yang menunggu di rumah, anak yang menyambut mereka pulang, atau setidaknya karier yang bisa dibanggakan.

Sedangkan dia? Dia hanyalah seorang yatim piatu yang menyewa kamar sempit berjamur di pinggiran kota. Uang tabungannya tidak pernah menyentuh angka sepuluh ribu yuan. Punggung dan lututnya sering nyeri di malam hari karena terlalu lama berdiri.

"Benar-benar kehidupan yang menyedihkan," gumam Ye Xuan pada dirinya sendiri. Suaranya terdengar serak dan lelah.

Dia berhenti sejenak di perempatan jalan, menunggu lampu lalu lintas pejalan kaki berubah hijau. Jalan raya benar-benar kosong. Tidak ada mobil yang lewat. Toko-toko di seberang jalan sudah tutup sejak berjam-jam yang lalu.

Ye Xuan menatap genangan air di bawah kakinya. Pantulan wajahnya di sana terlihat sangat kacau. Kantung matanya menghitam, rambutnya berantakan, dan kerutan halus mulai muncul di sudut matanya. Dia merasa gagal sebagai seorang pria. Dia sudah bekerja keras, dia tidak pernah berbuat jahat, tapi mengapa nasib tidak pernah berpihak padanya? Di dunia yang dikendalikan oleh uang dan kekuasaan ini, orang miskin sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi keset.

Lampu pejalan kaki akhirnya berubah hijau. Ye Xuan melangkah maju menyeberangi jalan aspal yang basah.

Namun, dari arah kanan persimpangan jalan, sebuah sorot lampu utama yang sangat menyilaukan tiba-tiba muncul dengan kecepatan yang gila-gilaan.

Brummmmm!!!!

Suara deru mesin mobil sport itu terdengar memekakkan telinga. Mobil mewah berwarna merah cerah itu melaju menerobos lampu merah tanpa ada tanda-tanda mengurangi kecepatan.

Mata Ye Xuan melebar. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Kakinya kaku, tidak bisa digerakkan sama sekali. Jarak mobil itu sudah terlalu dekat. Pengemudinya pasti mabuk berat.

Citttttttttt!

Terdengar suara decitan ban yang sangat keras saat pengemudi itu menyadari ada orang di tengah jalan, namun semuanya sudah terlambat.

Brakkkkkkkk!!!!

Bumper depan mobil sport itu menghantam tubuh Ye Xuan dengan kekuatan penuh. Suara tulang yang patah terdengar mengerikan. Tubuh Ye Xuan terpental sangat tinggi ke udara, payung murahnya terlepas dan melayang jauh.

Bruk!

Ye Xuan menghantam aspal dengan keras, belasan meter dari titik tabrakan. Tubuhnya berguling beberapa kali sebelum akhirnya terhenti di dekat trotoar.

Mobil sport merah itu sempat berhenti sejenak. Namun, sedetik kemudian, mesinnya kembali meraung. Mobil itu melesat pergi menembus tirai hujan, meninggalkan Ye Xuan yang terkapar bersimbah darah.

"Uhukk..."

Ye Xuan memuntahkan gumpalan darah kental. Matanya menatap ke arah lampu jalan yang temaram. Hujan terus turun, membasahi wajahnya dan mencairkan darah kental yang mengalir dari hidung dan kepalanya.

Rasa sakit yang sangat luar biasa menyerang setiap saraf di tubuhnya. Dia bisa merasakan tulang rusuknya hancur. Kaki kirinya mati rasa, menekuk dengan sudut yang menjijikkan. Napasnya menjadi sangat pendek dan putus-putus. Paru-parunya seolah dipenuhi oleh cairan kental setiap kali dia mencoba menarik udara.

"Ah... akhirnya selesai juga."

Batin Ye Xuan terdengar sangat jernih, ironis dengan kondisinya yang sedang meregang nyawa. Dia tidak bisa menggerakkan satu jari pun. Rasa dingin yang sangat pekat mulai merambat dari ujung kakinya, perlahan naik ke atas.

Dia tahu dia akan mati.

"Hahhhhh... haha... uhuk!"

Ye Xuan mencoba tertawa getir, namun yang keluar hanyalah suara napas yang bergetar bersama darah segar.

"Tiga puluh lima tahun hidup seperti anjing... dan mati di pinggir jalan seperti sampah," batinnya dengan nada penuh keputusasaan dan rasa muak yang mendalam. "Orang kaya itu... dia pasti akan membayar polisi besok pagi dan melupakan kejadian ini. Dan aku? Aku hanya akan menjadi tumpukan daging tanpa nama di kamar mayat."

Pandangannya mulai menggelap. Suara rintik hujan perlahan terdengar semakin menjauh.

"Jika memang ada yang melihat di atas sana... tuhan atau dewa atau siapapun kalian... kalian benar-benar brengsek," batin Ye Xuan. Matanya tidak berkedip menatap langit malam. Air matanya mengalir turun bercampur darah. "Aku tidak pernah meminta kekayaan. Aku tidak pernah meminta menjadi penguasa. Aku hanya ingin hidup tenang... memiliki keluarga... Memiliki anak yang lucu... makan makanan yang hangat bersama mereka. Tolong... biarkan aku istirahat sekarang."

Kelopak matanya perlahan tertutup. Dada Ye Xuan berhenti naik turun. Detak jantungnya melambat, hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.

Pria berusia 35 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya dalam kesunyian hujan.

Tiba-tiba, udara malam terasa berhenti bergetar.

Air hujan yang sedetik lalu turun dengan derasnya, kini mematung di udara. Tetesan air itu melayang kaku, membeku sepenuhnya. Asap putih dari sisa napas Ye Xuan berhenti mengepul. Genangan darah di aspal berhenti mengalir. Waktu di dunia nyata telah terhenti secara mutlak.

Syuuuuuu....

Kesadaran Ye Xuan yang seharusnya sudah hancur bersama kematian, mendadak ditarik dengan paksa. Dia merasa tubuhnya disedot ke dalam sebuah ruang gelap yang berputar dengan kecepatan cahaya. Perutnya terasa diaduk-aduk.

Detik berikutnya, Ye Xuan membuka matanya secara tiba-tiba.

"Hahhhh! Hahhh!" Dia terengah-engah, mencoba meraup udara sebanyak mungkin ke dalam paru-parunya. Tangannya secara refleks mencengkeram dadanya yang tadi hancur.

Tidak ada rasa sakit. Tidak ada darah.

Ye Xuan menatap sekelilingnya dengan tatapan kebingungan yang luar biasa. Dia tidak berada di jalanan aspal yang dingin. Dia kini berdiri di atas sebuah lantai transparan yang padat. Di sekelilingnya hanyalah kehampaan hitam yang dipenuhi oleh miliaran bintang yang bersinar terang. Tempat ini luas tanpa batas, sunyi, dan hampa.

"Di mana ini? Bukankah aku sudah mati?" batin Ye Xuan. Alisnya berkerut tajam. Dia menatap kedua tangannya. Tangan itu utuh, tidak ada luka sedikit pun. Pakaiannya tidak basah.

Tranggggg!

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!